Senin, 24 Oktober 2011

Warga Temukan Gua Batu Tiga Tingkat di Hutan Dempo


Pagaralam, SN
Gua batu bertingkat tiga ditemukan warga Dusun Talang Kubangan Kelurahan Kancediwe Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam, menemukan gua batu singa dengan tiga lantai dan satu pintu.
Gua yang berada di daerah tebing terjal dan perkebuna kopi ini memiliki hanya satu pintu berukuran tiga meter tinggi dua meter, lantai menyerupai hamparan meja.
Ketua RT 03, RW 05, Dusun Talang Kubangan, Kelurahan Kancediwe, Kecamatan Dempo Selatan, Khadir Murni, Minggu (23/10) mengatakan posisi gua berada di kemiringan sekitar 60 derajat, kondisi ruangan sudah banyak menyempit, tertimbun reruntuhan batu akibat faktor alam. Pada lantai dasar hanya berupa hamparan batu datar ukuran 2 x 3 meter, sedangkan di lantai dua terdapat tempat tidur ukuran 3 x 3 meter.
"Gua yang baru ditemukan hanya memiliki satu pintu, tiga lantai dengan ukuran masing-masing antara 4 x 4 meter. Kemudian ruangan gua tersebut memiliki kedalaman sekitar 15 meter dari pintu utama,
Menurut dia, lantai pintu masuk masih cukup rapi dipenuhi dengan susunan pecahan batu mirip dengan meja kayu, namun susunannya sudah banyak rusak akibat gejala alam.
Balai Arkeologi Palembang, Kristantina Indriastuti, mengatakan Penemuan gua ini, cukup menarik karena selama ini hunian masa paleollitiic hanya ada didaerah Kecamatan Kikim, Lahat dan Mesolitic ada di gua Kabupaten OKU.
Sepintas karena lantai gua kering kemungkinan bisa digunakan untuk hunian, namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, untuk menemukan lapisan budaya adanya aktivitas pendukung manusia yang hidup di gua tersebut pada masa lalu, seperti sisa-sisa arang, makanan dan aktivitas penguburan.
Termasuk, kata dia, aktivitas perbengkelan, pembuatan alat batu, dan peralatan manusianya berupa alat-alat lithic. Kemudian termasuk perlatan alat beruapa kapak-kapak batu, serpih, serut dll, kata dia pula.
"Kita juga menemukan dua situs baru di Kota Raya Lembak, dan Desa Gunung Kaya, kecamatan Pajarbulan, Kabupaten Lahat, yang sudah berumur 1.000 hingga 1.400 tahun. Hasil penelitian umur suatu situs tempat ditemukannya tinggalan arkelogi tersebut di dua lokasi penemuan baru tersebut yaitu di Desa Kota Raya Lembak, berupa 28 terdiri dari, kampung megalit, tujuh bilik batu, empat lumpang batu, lesung batu, menhir atau batu tegak, 11 dolmen atau meja batu, dengan umur 1.400 tahun atau abat ke-14," ungkapnya.
Kemudian, kata dia, di lokasi yang sama juga ditemukan empat titralit atau batu bersusun, pahatan orang naik gajah, fragmen gerabah dan keramik asing.
"Sedangkan penemuan di Desa Gunung Kaya, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, berupa tempayan kubur, hasil dating berumur sekitar 1.000 tahun atau abat ke-10," ungkap dia.
"Proses penentuan situs yang kita temukan dikenal dengan istilah dating atau penelitian umur suatu situs tempat ditemukannya tinggalan arkelogi itu, dan sampel arang sendiri dianalisis di laboraturium Badan Tenaga Aton Nasional Bandung," ungkap dia.
Ia mengatakan, penelitian untuk mentukan umur situs atau megalit yang ditemukan menggunakan sampel arang menggunakan radio carbon dating, sementara dana penelitian dari balai arkelogi sendiri.
"Untuk menemukan beberapa situs baru dikedua daerah tersebut dibutuhkan waktu sekitar satu minggu melalui penggalian," kata dia lagi.
Dia mengatakan, cukup banyak hasil penemuan situs atau megalit di daerah Pasmah baik di wilayah Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam.
"Bila dibandingkan dengan daerah lain, Lahat dan Pagaralam memiliki situs paling banyak di dunia," ungkapnya.
Kalau di daerah atau negara lain, kata Kristantina, hanya satu atau dua jenis saja, sedangkan di kedua daerah tersebut mencapai puluhan jenis dan bentuknya.
Dia mencontohkan, berupa gerabah, kubur batu, dolmen, menhir, meja batu, ranjang batu, gua batu, megalit dan masih banyak lainnya.
"Belum lagi penemuan dua gua batu, kursi batu, megalit trimurti dan kampung megalit di Dusun Mingkik, Kelurahan Atungbungsu, Kecamatan Dempo Selatan," ungkap dia lagi.
Sementara itu Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris, MM mengatakan mengatakan pemerintah daerah akan menganggarkan dana untuk meningkatkan pembangunan berbagai peninggalan sejarah termasuk situs, arca dan kuburan batu. Bahkan ada beberapa situs atau megalit yang sudah dilakukan pembuatan sarana pendukun termasuk juru pelihara.
"Kita akan membangun berbagai fasilitas untuk menunjang daerh cagar budaya dan pelestarian benda-benda bersejarah tersebut," ungkapnya.
"Ratusan penemuan situs dan megalit di Pagaralam dan sebagian besar sudah masuk dalam pengawasan BP3 Jambi dan balai arkelogi Palembang. Sementara Pemkot Pagaralam, hanya mepasilitasi dalam proses pembebasan lahan," ungkap dia.
Masih menurut dia, saat ini pemerintah daerah sudah melakukan berbagai program pembangunan untuk mendukung Lahat menjadi kawasan cagar budaya termasuk menggalakkan promosi wisata sejarah.(asn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.