Sabtu, 05 November 2011

Wapres Jajal Atletik dan Tinju di Arena SEA Games Palembang


Jakabaring,SN -
Kemarin pagi (5/11), Wakil Presiden Boediono tiba di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan. Wapres meninjau persiapan terakhir venue-venue menjelang dibukanya SEA Games XXVI pada 11 November mendatang.

Ini merupakan peninjauan ketiga Wapres Boediono ke Jakabaring. Peninjauan pertama dilakukannya pada Januari 2011 dan, hingga kini, enam hari menuju perhelatan olah raga tingkat Asia Tenggara, itu, Jakabaring belum sempurna. Meski venue-venue sudah jadi, namun masih ada beberapa perlengkapan yang masih belum dipasang.

Masuk ke Jakabaring, Wapres langsung menuju venue atletik. Didampingi Ibu Herawati Boediono, Menpora Andi Mallarangeng, Ketua KONI/KOI Rita Subowo, dan Gubernur Sumsel Alex Noordin, Wapres memeriksa lintasan lari. Pria berumur 68 tahun itu berjalan mengelilingi lintasan sebanyak satu kali.

Setelah itu, ia mendengarkan laporan dari pimpinan proyek venue atletik, Tedjo. "Terus terang saya agak deg-degan juga, Pak, karena venue ini menjadi sorotan masyarakat. Tapi akhirnya selesai," ucap Tedjo.

"Saya dulu diminta buktikan oleh Pak Boediono kalau bisa menyelesaikan venue ini. Nah, saya bisa membuktikan. Ini sudah 99 persen. Sekarang tinggal pemasangan scoring board," katanya kepada wartawan.

Usai dari venue atletik, Boediono dan rombongan meluncur ke Stadion Gelora Sriwijaya. Di salah satu ruangan stadion, Wapres menerima pemaparan dari Alex Noordin. Menurut Alex, sebagian besar venue yang sebelumnya dikawatirkan tidak rampung pada saat pembukaan SEA Games kini telah telah selesai.

Sebagai contoh venue panjat tebing. "Venue panjat tebing yang rame di media, Pak. Kini akhirnya selesai," ucap Alex.

Di dalam stadion, Boediono yang mengenakan kaos merah-putih dan celana training sempat menyaksikan latihan pembukaan SEA Games yang melibatkan ratusan siswa-siswi SD hingga SMP. Latihan para murid-murid tersebut sengaja dipindahkan ke dalam stadion atas pemintaan Menpora.

"Supaya Pak Boediono bisa melihat. Bapak senang kalau melihat anak-anak," kata Andi.

Venue berikutnya yang dikunjungi Boediono adalah kolam renang (aquatic). Pada saat Boediono berkunjung, ada beberapa atlet kontingen Indonesia yang tengah berlatih di kolam renang tersebut. Wapres pun menyalami dan memberikan ucapan selamat bertanding kepada mereka.

Dari kolam renang, Wapres bergerak menuju venue panjat tebing. Wapres harus melewati jalan yang belum rapi yang menjadi pemandangan umum di Jakabaring. Selokan yang berada di kanan dan kiri jalan belum disemen. Kemudian, rumput-rumput yang ada di taman tampak belum tumbuh merata. Begitu pula dengan pepohonan yang baru ditanam di area taman.

Boediono lalu menuju ke venue menembak. Seluruh alat-alat yang diperlukan untuk cabang olah raga ini sudah terpasang. Wapres kemudian mengecek fasilitas yang ada di Wisma Atlet, tempat para atlet Indonesia atau negara peserta SEA Games menginap.

Selain meninjau kamar Wisma Atlet C, Boediono mencoba kursi empuk yang diletakkan di tengah wisma bersama. "Wah, ini atlet bisa dapat jodoh di sini. Kan mereka saling bertemu," canda Andi yang duduk di depan Boediono.

"Di sini ada kantor pos, minimarket, serta plaza untuk para atlet mencari hiburan. Plaza itu tutupnya pukul 22.00 WIB," jelas salah satu pengelola Wisma Atlet, Augie Bunyamin.

"Bisa order makanan juga?" tanya Wapres.
"Bisa, Pak," jawab Augie.
"Good, bagus," timpal Boediono.

Selepas dari situ, Boediono melihat-lihat tempat makan para atlet atau main dining room yang terletak tidak jauh dari Wisma Atlet. Sebelum itu, Wapres mencoba naik satu dari 200 sepeda yang disediakan panitia untuk sarana transportasi di kompleks Jakabaring.

Menjelang siang, Wapres beranjak dari Jakabaring Sport City untuk meninjau beberapa venue di luar Jakabaring. Boediono meninjau venue bola voli yang berada di tengah Kota Palembang. Setelah itu, rombongan menuju venue tinju serta polo air yang terletak berseberangan dengan Palembang Square.

Di venue tinju, Boediono naik ke dalam ring bersama Andi. Wapres digoda rombongan untuk mencoba olah raga tinju melawan Andi. "Hajar, Pak. Hajar," teriak mereka. Boediono pun mengepalkan kedua telapak tangan di depan dada, namun segera diturunkannya kembali sembari tertawa.

Sebelum kembali ke Jakarta, Boediono menyimpulkan Palembang sudah siap menyelenggarakan SEA Games. Kemajuan dari pembangunan venue terlihat cukup pesat dibandingkan saat ia berkunjung ke Jakabaring pada 10 Oktober. Akan tetapi, Boediono mencatat ada hal yang perlu dikebut lagi pengerjaannya.

"Ada beberapa yang masih perlu dikejar satu dua hari ini. Ada hal yang perlu kita rapikan terutama masalah landscaping, masalah jalan yang masih perlu dilapisi lagi (dengan aspal) lalu pohon-pohon yang masih perlu kita tegakkan," katanya.
(irw/irw)

Pemerintah Empat Lawang Ingatkan Ancaman Longsor

Empat Lawang,SN – Pemkab Empatlawang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga di bantaran Sungai Musi dan pengguna jalan untuk mewaspadai ancaman longsor.

Kepala BPBD Empatlawang Hasbullah mengatakan, selain di sepanjang pinggiran daerah aliran sungai (DAS) Musi,yang harus diwaspadai adalah tebingan, khususnya di sisi jalan, baik jalan lintas tengah (jalinteng), jalan Provinsi Tebing Tinggi–Pendopo dan Pendopo– Ulu Musi,maupun jalan penghubung antarkecamatan dalam wilayah Empatlawang. Sebab, akibat musim kemarau lalu, banyak tebingan yang semak belukarnya dibakar dan dalam kondisi gundul.

“Setiap memasuki musim penghujan, khususnya di sepanjang jalan di pinggiran Sungai Musi,para pengguna jalan dan masyarakat yang tinggal di sana diharapkan waspada,” ungkapnya kemarin. Ancaman bencana longsor, terutama saat musim penghujan di wilayah Empatlawang, memang tidak bisa dielakkan. Sebab, salah satunya karena topografi wilayah Empatlawang termasuk daerah perbukitan, ditambah banyaknya lahan gundul di sepanjang jalur transportasi.

Sedangkan, untuk jalur DAS, kekhawatiran akan terjadinya longsor disebabkan debit sungai Musi meningkat, terutama saat terjadi hujan di bagian hulu sungai. Sementara itu, di kawasan Liku Endikat, Dusun Mingkik, Kelurahan Atung Bungsu,Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, kawasan tersebut rawan longsor saat memasuki musim penghujan.

Di kawasan Liku Endikat,di sisi kiri kanan jalan terdapat dinding batu yang tinggi dan jurang yang mencapai ratusan meter. Kepala BPBD Pagaralam H Edy Thamrin melalui Kasi Pencegahan Bencana Yusman Sohar mengatakan, memang pihaknya juga mengkhawatirkan terjadinya longsor di kawasan Liku Endikat. Hal tersebut disebabkan kawasan tersebut memang sangat rawan longsor. (irh/yay/sin)

Masjid Agung SMB II Palembang Bagikan 1500 Kupon kurban


Palembang,SN
Panitia kurban Masjid Agung SMB II Palembang akan membagikan 1500 kupon bagi fakir miskin dalam Kota Palembang untuk pembagian daging kurban pada hari Idul Adha 10 dzulhijjah 1432 Hijriah.

sekretaris panitia kurban Masjid Agung Kiagus Abdurrahman, mengatakan jumlah kupon yang akan dibagikan tahun ini memang cenderung lebih sedikit dibandingkan tahun kemarin. Sebab, banyak masyarakat yang sudah berkurban dengan cara arisan di kampungnya masingmasing. “Kalau tahun lalu, kuponnya sampai 2000-an, jadi memang lebih banyak.

Harapan kita ini tetap cukup,”katanya kemarin. Jumlah kupon tersebut disesuaikan dengan hewan kurban yang terdaftar hingga kemarin, yakni sebanyak 8 ekor sapi. Namun, jumlah ini bisa saja bertambah saat mendekati hari H karena masyarakat baru mengantarkan hewan kurbannya. Untuk mengantisipasi membeludaknya masyarakat yang meminta kupon, pihak panitia sudah menyiapkan mekanisme khusus.

Nantinya sebelum dibagikan, mereka yang akan mendapatkan kupon akan dikumpulkan lebih dulu di lantai dua masjid. Disana nanti, para penerima kupon akan dipanggil satu per satu ke bawah. Selain itu, mereka mengerahkan sedikitnya 10 tenaga keamanan,ditambah tiga anggota kepolisian, untuk menertibkan calon penerima kupon. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.“Biar mereka tidak berdesakan, jadi akan kita awasi betul.

Tiap fakir akan kita beri daging kurban 1 kg,” ungkapnya. Bukan dari arisan anggota masjid saja,hewan- hewan kurban yang sudah terdaftar merupakan kurban dari Gubernur Sumsel,Wali Kota Palembang, Sultan Iskandar Muda, serta beberapa pejabat dan tokoh terkenal di Palembang. “Kuponnya baru akan kita bagi seusai salat zuhur,”ujarnya. Sementara itu, Kepala Yayasan Masjid Agung Palembang HA Ansyori Madani menyatakan, Masjid Agung akan menggelar salat Idul Adha pada Minggu (6/11) sekitar pukul 07.00 WIB.

Adapun yang menjadi imam salat Idul Adha yaitu Ustaz HA Tarmizi Muhaimin Alhafiz dan khatib Alhabib Idrus Rofiq Muhamad Shahab. “Imam utama Masjid Agung kebetulan sedang menunaikan Ibadah haji, jadi sementara digantikan imam itu dulu,”ucapnya. (kom/ist/sin)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.