Rabu, 26 Oktober 2011

Edisi Cetak 491 Rabu 26 Oktober 2011

Angin Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah

Empat Lawang, SN
Di saat hujan lebat mengguyuri sebagian besar kabupaten Empat Lawang, Senin (24/10) malam, angin puting beliung menerjang puluhan rumah di Pasemah Air Keruh (Paiker) Empat Lawang. Akibatnya, puluhan rumah mengalami rusak berupa lepasnya seng atap rumah. Kemudian terdapat rumah di dua desa yang alami timpa pohon kelapa.
Informasi yang dihimpun Koran ini menyebutkan, angin puting beliung menghantam puluhan rumah di Paiker Senin (24/10) sekitar pukul 20.30 WIB di kala hujan deras mengguyur. Diantaranya terjadi di desa Bandar Agung, Talang Randai, Padang Gelai, dan Tanjung Beringin. Setidaknya puluhan atap rumah yang terbuat dari seng terlepas.
Kepala Desa Talang Randai kecamatan Paiker, Tarmizi mengatakan, puting beliung yang terjadi di desanya merusakkan dua rumah milik warga. Karena ditimpa pohon kelapa. Dan ada beberapa rumah lain juga mengalami kerusakan ringan.
“Kendatipun ditimpa pohon kelapa, namun tidak begitu hancur rumah warga itu,” katanya seraya menambahkan upaya penanggulangan sudah dilakukan dengan cara bergotong royong antara pemerintah setempat sesama warga.
Senada diungkapkan Kades Padang Gelai Kecamatan Paiker, Ismail menambahkan, pada saat kejadian dirinya tengah berada di ruang keluarga rumahnya. Secara tidak sadar, bagian plafon rumah alami basah dan lantai berangsur banjir. Dan ternyata setelah dilihat keatas bahwa seng atap rumah telah lepas.
“Di desa kita setidaknya ada lima rumah yang atapnya lepas. Namun bisa ditanggulangi cepat,”imbuhnya.
Ketika dikonfirmasi, Camat Pasemah Air Keruh Syaiful Zahri mengatakan, memang tak bisa dipungkiri musibah Puting Beliung itu telah merusak puluhan rumah warga. Rumah yang rusak berupa ditimpa pohon kelapa ada di dua desa milik warga desa Talang Randai dan Tanjung Beringin.
“Kita sudah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan sebenarnya, dan membantu secara bergotong royong terutama rumah warga yang ditimpa pohon. Kejadian ini juga sudah kita sampaikan langsung pada rapat bersama Asisten I Pemkab Empat Lawang hari ini (kemarin, red),” jelasnya.
Ia menambahkan, musibah yang terjadi di wilayah kecamatannya berlangsung dengan begitu cepat. Sehingga warga sangat kesulitan dan bahkan tidak mengetahui sebelumnya. Dan tentunya warga dihimbau untuk tetap selalu waspada terhadap segala musibah yang bisa jadi datang dalam waktu tidak pasti.
“Warga dihimbau untuk tetap selalu waspada, saling tolong menolong sesama warga bila ada kena musibah. Apalagi sangat diharapkan apabila keadaan atap rumah sudah tidak layak digunakan kiranya segera untuk diganti dengan yang lebih kokoh,” pungkasnya.
Musibah Puting Beliung ternyata bukan hanya menerjang di kecamatan Paiker saja. Bahkan di desa Endalo dan Lubuk Tapang kecamatan Lintang Kanan ikut merasakan angin dahsyat itu. Namun kerusakan yang terjadi hanya ringan diantaranya lepasnya atap seng rumah milik warga. Dan kerusakan itu sudah bisa ditanggulangi oleh warga sendiri secara gotong royong.
“Ya laporannya sudah ada, kita langsung menurunkan tim ke lapangan untuk mendata. Namun sudah bisa dipastikan bahwa hanya kerusakan ringan dan sudah ditanggulangi secara cepat,” imbuhnya. (eko)

Awal November, Dana BOS Cair

Sekayu, SN
Kementerian Agama (Kemenag) Musi Banyuasin (Muba) memastikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah akan cair minggu pertama November mendatang. Hal itu dikemukakan Kepala Kemenag Muba H Ahmad Nasuhi saat mengisi acara Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diikuti seluruh Kepala Madrasah di Aula Kemenag Muba, Selasa (25/10).
Dikatakan, dana BOS yang akan disalurkan ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) mencapai Rp 415.262.000 untuk 4.184 siswa. Sementara Madrasah Tsanawiyah (MTs) Rp 672.570.000 untuk 4.404 siswa. Dana ini akan dicairkan per triwulan, mulai Oktober hingga Desember 2011.
“Informasi yang kita terima, awal November ini sudah bisa dicairkan. Insya Allah mudah-mudahan tidak meleset,” kata Nasuhi.
Terkait hal ini, lanjut Nasuhi, pihaknya sangat berharap dana BOS bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan sekolah dan siswa. Karena itu, penting bagi Kemenag Muba untuk memberikan Bimtek agar sekolah yang menerima dana BOS bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana tersebut.
“Salah satu tujuan Bimtek ini ya itu, agar seluruh kepala sekolah kita paham bagaimana membuat laporan pertanggungjawaban soal penggunaan dana BOS ini. Itu penting, agar tidak ada masalah dikemudian hari,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Mapenda Kamenag Muba, Drs Syaiful M Nuh. Ia mengimbau agar sekolah yang akan menerima dana BOS ini segera mempersiapkan diri. Tidak hanya siap menerima secara fisik, tetapi juga dalam hal realisasi penggunaan berikut pertanggungjawabannya.
Menurut dia, penerimaan dana BOS dimaksud melalui berbagai tahapan dan prosedur yang jelas. Yaitu dengan cara mengirimkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kamenag Sumatera Selatan (Sumsel), sehingga hasilnya bisa dicairkan.
“Ini yang selalu kami tekankan kepada para peserta Bimtek. Mereka semua dari unsure kepala sekolah yang diharapkan mampu menggunakan dana BOS ini dengan baik,” tandasnya. (her)

Layanan E-KTP Sabtu-Minggu Tetap Buka

Sekayu, SN
Untuk mengejar pendataan wajib Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan metode elektronik KTP seluruh kecamatan diminta bekerja pada hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 07.00 WIB-17.00 WIB.
Camat Sungai Lilin, Sunaryo, SSTP mengatakan kebijakan ini sesuai surat edaran Bupati Muba, H Pahri Azhari dengan nomor 470/2377/Disduk Capil/III/2011 agar pelayanan di kantor camat untuk E-KTP dimaksimalkan. Untuk itu semua kantor camat tetap masuk untuk melakukan pelayanan hari Sabtu dan Minggu.
Dengan jumlah wajib KTP puluhan ribu orang target waktu hingga akhir tahun diharapkan rampung diselesaikan. “Kita setiap harinya juga bekerja sampai malam bahkan hingga pagi hari. Beberapa hari pernah sampai pukul 03.00 pagi,” ungkap Sunaryo.
Sunaryo menjelaskan, pihaknya mensiagakan tiga orang operator dikecamatan yang dilakukan secara bergantian. Sehingga dalam sehari dapat merekam identitas warga sebanyak 400 orang. “Kita siapkan juga air minum, tenda, kursi untuk warga antri mengurus E-KTP. Ada juga layar TV berukuran besar untuk warga yang menunggu sambil nonton TV sehingga lebih rileks dan nyaman,” paparnya.
Dengan jumlah wajib KTP di kecamatan Sungai Lilin sebanyak 40.000 jiwa dirasakan perlu waktu untuk perekaman data. Mulai dengan mengambil foto, merekam sidik jari dan iris mata. “Hingga kemarin sudah terdata ada 3500 lebih baik dari kelurahan sungai lilin dan sungai lilin jaya dan lainnya,” tandasnya.
Dengan ditetapkannya agar hari Sabtu dan Minggu tetap masuk dan melayani maka diharapkan perekaman pendataan identitas selesai tepat waktu.
Sementara dilokasi hingga malam hari banyak warga yang berdatangan ke kantor camat sungai lilin untuk membuat E-KTP. Mereka membawa berkas sebagai syarat pembuatan E-KTP seperti kartu keluarga, KTP sebelumnya dan lainnya. Warga yang datang terpaksa ngantri untuk dipanggil mengisi identitas, foto, rekam sidik jari dan rekam iris mata.
Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Muba, A Rahman Z mengatakan secara umum ada sekitar 452.111 warga muba wajib membuat KTP. Untuk itu hingga akhir tahun ini harus terekam dan masuk data base kependudukan secara nasional melalui E-KTP. “Program ini berlaku nasional agar tertib data kependudukan. Sehingga hanya satu KTP yang diakui. Datapun akan terekam secara nasional,” imbuhnya.
Dalam proses pembuatannya, seluruh wajib KTP harus datang ke kecamatan masing-masing. Dengan terlebih dahulu pihak kecamatan mengirimkan surat undangan untuk dilakukan perekaman datan atau identitas diri secara fisik. Dengan demikian diharapkan awal 2012 diharapkan seluruh warga sudah mengantongi E-KTP.
“Kita minta agar warga juga turut aktif melaporkan diri terlebih jika pindah domisili,” jelasnya. Sedangkan instruksi untuk memberikan pelayanan pada hari Sabtu-Minggu hal itu untuk mempercepat pendataan seluruh warga yang berhak memiliki KTP yang berlaku secara nasional. "Program ini gratis dan sama dengan KTP sebelumnya berlaku hingga lima tahun kedepan,” pungkasnya. (her)

Venues Senam Tunggu Technical Delegate

Palembang, SN
Tes even senam yang mempertandingkan tiga tangkai cabang olahraga, pelaksanaannya masih menunggu kedatangan technical delegate masing-masing cabor untuk menguji kelayakan venue yang digunakan.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Pelaksana Tes even SEA Games XXVI, Dhennie Zainal, saat menerima kunjungan Komisi V DPRD Sumsel, Selasa (25/10) di Jakabaring Sport City (JSC). Pelaksanaan cabor senam akan menggunakan gedung olahraga Ranau yang berada di kawasan JSC.
Seyogyanya, tes even senam direncanakan berlangsung pada 25-28 Oktober, namun karena masih menunggu kedatangan technical delegate masing-masing tangkai cabor, tes tersebut diundur.
"Tidak ada masalah dengan kesiapan gedung, venuenya sudah siap, hanya saja kita masih menunggu technical delegate dari ketiga tangkai cabang olahraga itu," kata Dhennie, sembari mengatakan tiga technical delegate yang ditunggu kedatangannya itu dari cabang senam aerobik, senam ritmik dan senam artistik.
"Technical delegate yang masih kita tunggu itu diantaranya dari Jepang dan Australia," terangnya.
Ia mengungkapkan, rencananya, tes even senam akan digelar pada 2-6 November mendatang. Jadi, dipastikan kedatangan tiga technical delegate tersebut sebelum pelaksanaan tes even.
"Sebelum tanggal 2, para technical delegate sudah datang," katanya.
Sementara Wakil Ketua Inasoc Pusat, Muddai Madang memastikan semua venues SEA Games akan selesai pada 2 November mendatang. Paling akhir penyelesaiannya adalah venue panjat tebing.
"Secara keseluruhan venues yang selesai paling belakangan, venues menembak dan panjat tebing, sedang yang lain tinggal pembersihan saja," katanya.
Sesuai jadwal, cabor menembak akan menggelar tes even pada 28 Oktober mendatang, sedangkan tes even cabor panjat tebing pada 2 November. "Jadi, sebelum tanggal itu, semua venues sudah harus selesai, venue menembak otomatis harus selesai sebelum tanggal 28 Oktober, sementara panjat tebing sudah harus selesai tanggal 1 November," urainya.
Sedangkan Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Bihaqqi Soefyan optimis seluruh venues SEA Games di Palembang dapat selesai dikerjakan. "Setelah meninjau seluruh venues ini, kita optimis dapat selesai sebelum pelaksanaan SEA Games," katanya. Pelaksanaan SEA Games digelar 11-22 November mendatang. (awj)

Jakabaring Sport City Steril dari Nyamuk dan Lalat

Palembang, SN
Demi menjamin kesehatan dan kenyamanan bagi para atlet, official dan tamu SEA Games dari ancaman demam berdarah, Dinas Kesehatan Kota Palembang akan menyeterilkan kawasan Jakabaring Sport City (JSC) dari nyamuk penyebab demam berdarah dan lalat.
Rencananya, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang dan Dinkes Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel bakal mem-fogging (pengasapan) kawasan JSC dan seluruh venues SEA Games lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, Gema Asiani melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Anton Suwindro mengatakan, fogging bakal dibagi tiga tahapan yakni sebelum, saat dan setelah SEA Games berlangsung.
“ Kalau untuk penebaran abate sudah dilakukan beberapa waktu lalu,” ujar Anton, kemarin. Untuk tahap pertama, fogging bakal dimulai pada Sabtu (29/10) dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (30/10) mendatang.
Sebelumnya, pada 25 Oktober (hari ini-red) bakal diadakan gladi kotor, sehari sebelum pelaksanaan yakni pada 28 Oktober akan ada gladi bersih. Untuk lokasi yang difogging, jelasnya, yakni seluruh venues SEA Games baik di kawasan JSC dan kampus, lapangan golf, Wisma atlet, asrama haji.
Kemudian Bank Sumsel Babel dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. “Jadi seluruh venues dan tempat menginap atlet, official bakal difogging,” ungkapnya. Hanya saja, terangnya, untuk lokasi penginapan dan hotel belum bisa dipastikan apakah bakal dilakukan oleh tim kesehatan.
“Kita masih perlu konfirmasi para GM (General Manager) hotel, apakah kita (tim kesehatan dan panitia SEA Games) yang lakukan atau mereka (pengelola hotel) sendiri. Pasalnya, biasanya kadang mereka tidak mau,” cetus Anton.
Total luas wilayah yang bakal difogging yakni sekitar 410 hektar dimana untuk lapangan golf saja seluas sekitar 90 hektar. Nah, lanjut Anton, agar fogging dapat rampung dalam dua hari, akan diturunkan 10 tim fogging, satu tim terdiri dari 5 orang personil.
Untuk sekali fogging nantinya akan menggunakan 10 liter bahan kimia berupa alphamethrin dan solar dengan formulasi 0,5 liter alphamethrin dan 9,5 liter solar. “Kalau untuk lalat lain lagi mediannya,” ungkap Anton.
10 liter bahan baku bisa digunakan untuk 10 hektar lahan. Hanya saja, terangnya, pembinasaan nyamuk dan lalat di venus kolam renang dan aquatic centre tidak akan menggunakan sistem fogging dengan bahan baku solar dan alphamethrin. “Kemungkinan akan mengggunakan sistem pengembunan,” tuturnya.
Pasalnya, jelas Anton, sistem fogging dikhawatirkan meninggalkan residu disekitar lokasi dan mencemari air kolam. “Nah, kalau pakai embun (pengembunan) akan mematikan nyamuk, tapi tidak akan meninggalkan residu seperti fogging dengan solar,” tukas Anton.(win)

Vonis untuk Cirus Bukti Hukum 'Dimainkan'


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

SEPAK terjang Gayus ternyata masih menelan 'korban'. Kemarin Jaksa nonaktif Cirus Sinaga dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam penghilangan salah satu pasal untuk Gayus Tambunan. Majelis Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis hukuman selama 5 tahun penjara kepada Cirus. Tentu saja persidangan kemarin membuktikan bahwa hukum di Negeri dengan mudah dimainkan dan seenaknya diatur oleh oknum aparat yang harusnya menegakkan kebenaran.
Sebelumnya Cirus dituntut 6 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Dia dinilai JPU terbukti bersalah lantaran menggagalkan tuntutan pasal korupsi Gayus Tambunan.
Diduga kuat ada kesengajaan menggagalkan tuntutan pasal korupsi Gayus Tambunan. Ini diketahui karena semua unsur dakwaan pasal 21 UU 31/1999 jo UU No 20/2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah terpenuhi sepenuhnya.
Untuk mengingatkan, sebelumnya si bos makelar kasus (markus) Gayus Tambunan sudah divonis 7 tahun.
Ketika itu rakyat Negeri ini merasa tak adil dengan keputusan hakim, tetapi saat itu dengan yakin dan percaya diri Gayus tetap mengajukan banding. Intinya ia masih merasa yakin akan menerima hukuman yang lebih ringan.
Si Gayus pasti sangat yakin hukumannya untuknya akan lebih ringan. Apalagi ia punya banyak uang, jelas akan lebih mudah lagi. Lalu dengan vonis untuk Cirus ini, semakin membuka 'aib' betapa Gayus masih sangat kuat cengekeramannya.
Memang penguasa dan perangkat hukum Bangsa ini telat dan terlambat untuk tegas terhadap Gayus. Saat vonis hakim ada, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru siap memberikan dukungan terkait penuntasan kasus Gayus Tambunan. Belakangan Kemenkeu siap memberikan data-data terkait wajib Pajak bila diperlukan penegak hukum.
Harusnya sejak semula hal tersebut dilakukan. Ini kan menandakan ada tarik ulur dan melihat perkembangan kasus. Ini semua adalah keteledoran penguasa saat ini, harusnya sejak dari awal bertindak tegas. Sekali lagi, penguasa memang lembek untuk kasus Gayus.
Diharapkan vonis untuk Cirus Sinaga ini akan membuka tabir hukum yang selalu dimainkan, tak diinginkan jaksa non aktif Cirus hanya jadi 'korban'. (***)

Pendapatan Kabupaten OKI Anjlok 27 Milyar

Kayuagung, SN
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (FPDI) Perjuangan DPRD OKI menyatakan keprihatinan terhadap anjoknya Pendapatan Daerah OKI tahun anggaran 2012 mendatang. Mereka meminta Pemkab OKI memberikan penjelasan terhadap hal ini.
Pernyataan ini diungkapkan Ni Wayan Siti Sunaryase selaku juru bicara FDIP DPRD OKI saat rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap nota keuangan Bupati OKI tentang Rancangan APBD OKI 2012, Selasa (24/10) di gedung DPRD OKI.
Rapat yang dihadiri langsung Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM dan seluruh pejabat di jajaran Pemkab OKI dan unsur Muspida ini sempat molor hingga lebih dari 2 jam. Bahkan dari total 45 anggota DPRD OKI, rapat hanya dihadiri 35 anggota saja.
Ni Wayan Siti mengatakan, di lihat dari kondisi umum Pendapatan Daerah pada Rancangan APBD OKI tahun anggaran 2012 sebesar Rp 1 192 634 058 128, jumlah ini mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Pendapatan Daerah tahun anggaran 2011 sebesar Rp 1 220 076 085 909.
“Diperkirakan terjadi penurunan sebesar Rp 27 442 027 781 atau sekitar 2,22 persen. Hal ini sangat memprihatinkan bagi fraksi kami, ada apa? Kami mohon penjelasan!,” tanya dia yang mewakili jajaran FPDI Perjuangan.
Sambung dia, di sisi lain mencermati PAD tahun 2012 yang ditargetkan sebesar Rp 40 129 397 972 mengalami kenaikan hanya 3,07 persen dari tahun 2011 sebesar Rp 38 933 332 647. Target kenaikan PAD yang hanya 3,07 persen pada tahun 2012 ini merupakan angka persentase yang sangat kecil.
“Menimbulkan tanda tanya besar bagi kami, mengapa?. Seharusnya pemerintah lebih bisa mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang ada pada PAD tersebut. Antara lain peningkatan pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta pendapatan daerah lainnya,” beber dia.
Bahkan FPDI Perjuangan DPRD OKI cenderung mengkritis pedas upaya-upaya yang dilakukan Pemkab OKI dalam pencapaian peningkatan PAD di tahun 2012 masih jauh dari kata memuaskan. Pelaksanaan dan realisasi kemampuan SDM yang ada di SKPD masih belum sungguh-sungguh memainkan perannya atau belum belum optimal kerja SKPD.
”Bagaimana mungkin kita dapat meningkatkan Pendapatan Daerah di OKI yang kita cintai ini kalau tidak dibarengi dengan partisipasi maksimal terhadap peningkatan PAD oleh semua SKPD terkait,” tanya Ni Wayan Siti Sunaryase di hadapan bupati, seluruh pejabat Kepala SKPD dan seluruh anggota DPRD OKI.
Pantauan di rapat kemarin, dari total 8 fraksi yang ada di DPRD OKI semuanya memang menerima, menyetujui dan mendukung Rancangan APBD OKI 2012 untuk dibahas lebih lanjut dengan DPRD dan pihak terkait. Namun hanya FPDI Perjuangan dan Fraksi PKS yang pandangan umumnya cukup kritis dan berpengaruh, mengingat PDI Perjuangan merupakan Parpol pemenang pada Pemilu legislatif di OKI 2009 lalu. (iso)

19 Desa di 9 Kecamatan Belum Ada Listrik

Muara Enim,SN
Dari data yang dimiliki Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Muara Enim, persentase listrik masuk desa secara keseluruhan di Muara Enim hingga kini baru mencapai 94 persen lebih, sebab hingga Januari 2011 lalu.
Di Bumi Serasan Sekundang, tercatat dari 326 desa/kelurahan yang ada, masih ada 19 desa yang tersebar di sembilan kecamatan belum teraliri listrik.
Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Muara Enim Ir Febriansyah Nang Ali mengakui, hingga kini masih ada sekitar 19 desa yang ada di Kabupaten Muara Enim yang belum teraliri listrik.
Penyebabnya, dikarenakan keterbatasan anggaran dan lain sebagainya. Tetapi, secara bertahap di tahun-tahun mendatang semua desa yang ada di Bumi Serasan Sekundang terpasang listrik. Walaupun ada belasan desa yang belum belistrik.
Secara presentasi listrik masuk desa secara keseluruhan di Muara Enim cukup baik mencapai 94 persen lebih. “Memang, angka 94 persen desa belistrik itu sudah cukup bagus. Secara umum desa-desa kita sudah berlistrik, kebanyakan yang belum ada dusun atau talang di dalam desa. Sehingga masih tetap dihitung wilayah itu belum belistrik,” jelas Fery kepda wartawan,Selasa (25/10).
Kemudian, pemasangan listrik masuk desa juga ada kendala teknis. Misalnya Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi dan Desa Suban Jeriji, Kecamatan Rambang Dangku. Kedua desa ini pemasangan listriknya sedikit ada kendala dan membutuhkan proses yang panjang.
Disebabkan, kedua desa ini berada di dalam kawasan hutan. Sehingga untuk pemasangan jaringan harus ada izin dari Kementerian Kehutanan RI.
“Untuk izin prinsipnya sudah ada, tapi izin pinjam pakai kawasan hutan yang belum ada dari Kementerian Kehutanan RI,” tukasnya.
Sementara itu, Kabid Kelistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Azhar Effendi menambahkan, adapun 19 desa yang belum dialiri listrik itu. Di
Kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU) yakni Desa Pelakat dan Desa Danau Gerak, Kecamatan Semendo Darat Tengah (SDT) yakni Desa Swarna Dwipa (desa persiapan), Kecamatan Semendo Darat Laut (SDL) yakni Desa Babatan, Desa Penindaian dan Desa Karya Nyata.
Selanjutnya Kecamatan Benakat di Desa Hidup Baru, Kecamatan Penukal yaitu Desa Purun Timur (desa persiapan. Kemudian Kecamatan Tanah Abang yakni Desa Suka Manis (desa persiapan akan menggunakan jaringan interkon PLN).
Kecamatan Rambang Dangku yaitu Desa Suban Jeriji, Kecamatan Lubai yakni Desa Mekar Jaya, Lubai Persada, Desa Lubai Makmur (jaringan interkon 2011), desa Karang Sari (desa persiapan), Desa Air Asam (desa persiapan) dan Desa Menanti (desa persiapan).
Masih kata Azhar, desa lain yang belum memiliki jaringan listrik yakni di Kecamatan Talang Ubi Desa Semangus, Desa Sungai Baung, Desa Benakat Minyak (Interkon PLN). “Untuk desa yang belum belistrik ini akan ada pengurangan. Sebab pada 2011 ini ada sejumlah desa yang dianggarkan pemasangan listrik,” tutur Azhar. (yud)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.