Senin, 28 November 2011

Tiga SPBU di Pagaralam Kehabisan Stok BBM


Pagaralam, SN

Tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pagaralam kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM). Habisnya persediaan BBM di SPBU tersebut diakibatkan pengurangan pasokan minyak dari pertamina hingga 5 ton perhari di setiap SPBU di Pagaralam.
Stok BBM dari ketiga SPBU yaitu SPBU Simpang Manak, Perandonan dan Karang Dalo tersebut habis sehingga warga dibuat kecewa karena kesulitan mendapatkan bensin. Bahkan, setelah SPBU tidak lagi menjual BBM, penjual eceran juga menghilang dan harga juga sudah mengalami kenaikan hingga Rp 7000/liter.
Pengamatan Minggu (27/11), tak terlihat aktifitas operator SPBU melayani pembeli. Tampak beberapa angkot dan mobil pribadi mengantrikan kendaraannya di depan pompa pengisian minyak eceran. Sedangkan di SPBU Karang Dalo, Simpang Manna, dan Perandonan, langsung tutup.
Vanroyen (40) salah satu pembeli mengatakan, sangat terkejut dengan habisnya minyak di beberapa SPBU di Kota Pagaralam, meskipun baru hari ini (kemarin, red).
"Kita tidak tahu kalu bensin habis," katanya sembari menambahkan, seharusnya pihak SPBU maupun pertamina memberi tahu terlebih dahulu terkait adanya pengurangan stok BBM, agar masyarakat bisa bersiap-siap.
Hal senada diungkapkan Brata, ia mengaku terkejut dengan habisnya BBM di beberapa SPBU di Pagaralam.
"Kami terpaksa menunggu persediaan bensin kembali ada di SPBU, sebab kini tersisa hanya sedikit saja dikendaraan. Saya khawatir kalau jalan jauh bensin habis di dalam perjalanan," ungkapnya.
Sementara itu Pemilik SPBU Simpang Manak Kelurahan Ulu Rurah Kecamatan Pagaralam Utara, Epi mengatakan memang terjadi pengurangan suplai dari Pertamina dari 40.000 liter menjadi 35.000 liter per harinya.
"Sementara jumlah kendaraan di Pagaralam juga mengalami peningkatan khususnya kendaraan bermotor. Bisanya setiap hari 5 hingga 6 mobil tangki dengan isi 5.000 liter. Namun setelah terjadi pengurangan beberapa hari lalu membuat terjadi kekurangan stok BBM di Pagaralam," ungkapnya.
"Kita selaku pemilik SPBU pernah diundang Pertamina untuk rapat terkait pengurangan jumlah BBM ini," tambah Epi.
Dikatakanya, untuk mengatasi permasalahan ini, pihaknya akan mengajukan permohonan penambahan jumlah BBM ke pertamina, agar ketersediaan BBM terpenuhi. "Kita coba mengajukan penambahan dari pertamina, mudah-mudahan disetujui," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindakop) kota Pagaralam, Yapani Rachim, melalui Kabag Perdagangan Budiarjo Sahar MM, membenarkan adanya kelangkaan BBM. Ia menegaskan jika kelangkaan tersebut akibat penimbunan tentunya akan diberikan sanksi termasuk diusut polisi.
"Saya dapat informasi memang benar ada pengurangan BBM dari pertamina. Terkait adanya kemungkinan penimbunan akibat kelangkaan BBM ini, kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan dugaan tersebut. Kita akan cek ke lapangan, apakah ada penimbunan atau tidak, karena untuk pembelian BBM dalam kemasan dibatasi hingga tiga dirigen," ungkap Budiharjo. (asn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.