Jumat, 16 Desember 2011

Warga Pulau Rimau Pertahankan Tradisi Sedekah Bumi


Banyuasin, SN

Warga X transmigrasi tahun 1982 di Desa Sumber Mukti Kecamatan Pulau Rimau berkumpul baur menjadi satu mengadakan rauatan desa atau dikenal dengan istilah sedekah bumi. Warga yakin dengan diadakannya sedekahan kehidupan didesanya akan menjadi lebih baik dan selamat dunia akhirat.
Tokoh adat masyarakat dari Desa Sumber Mukti Ki Sumoharjo mengatakan, proses sedekah bumi yang dilakukan setiap tahun pada tanggal 10 Muharom (Suro, istilah jawa, red) melakukan ruwatan desa atau sedekah bumi tujuannya adalah agar panen padi dan sawit melimpah.
“Dana sedekahan untuk membeli sapi dari sumbangan sukarela dengan dikelola oleh desa dipusatkan disatu tempat sesajian yang halal diberikan didoakan oleh pemuka agama lalu dimakan bersama-sama sebagai wujud syukur kepada Allah SWT,” kata Sumoharjo sambil mengatakan agar penen padi dan sawit berlimpah.
Sementara Kepala sapi setelah selesai dido’akan oleh pemuka agama, lalu diarak kampung diiringi oleh 5 kesenian tradisional asal jawa diantaranya, reog ponorogo, kuda lumping, genjring, tarling dan gong.
Kades Sumber Mukti R Ihsan Zaher saat diwawancarai mengatakan, masyarakat desa semenjak 25 tahun lalu hidup di tanah x tran melakukan ritual setiap 10 Suro. “Namun sedekah bumi tahun ini kita lakukan lewat 10 Suro karena sekaligus peresmian gedung kantor desa,” ungkap Irsan Zaher.
Menurut Irsan Zaher, Sedekah bumi yang setiap tahun dilakukan oleh waga sangat besar pengaruhnya bagi lingkungan. Suksesnya acara ini setiap tahunnya menunjukan warga bias guyub rukun dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan Camat Pulau Rimau Antoni Liando menyambut baik acara melestarikan budaya jawa yang dibawa oleh orang transmigran di wilayahnya. Karena tradisi ini adalah tradisi orang jawa yang dilakukan ditengah kondisi desa yang masih ada kekurangan seperti sarana transporasi dan listrik.
“Pemerintah kecamatan menyambut baik tradisi sedekah bumi ini, dan saya nilai tradisi sedekah bumi yang paling baik di Pulau Rimau hanya di Desa Sumber Mukti, katanya menambahkan agar masyarakat hidup sejahtera toto tentrem katoraharjo, guyub rukun dalam kehidupan sehari-hari.
Antoni Liandio dalam kesemaptan tesebut menyempatkan diri untuk membantu panitia acara dengan menyumbang dana sebesar Rp 2 juta, dan beberapa donator lainnya untuk warga Sumbe Mukti sebesar Rp 10 juta.
Dalam sambutannya Antoni Liando juga berusaha memasukan program listrik masuk desa tahun 2012, tetapi baru untuk tiga atau empat desa dulu, sementara desa yang lainnya baru akan dicukupi tahun 2013.
Selain listrik juga rencannya ada program pembangunan jalan desa di Sumber Mukti sepanjang 1 KM. “Saya pikir perlu jalan cor beton untuk sebelah kanan dan sebelah kiri masing-masing 1 KM tahun 2012 di Desa Sumber Mukti, yang belum dibangun bias diteruskan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.