Rabu, 20 Juni 2012

Prabumulih Masuk 100 Besar Kota Terbersih Indonesia

Prabumulih, SN
    Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan Kota Prabumulih, Mansyur menerangkan, perolehan Piala Adipura dari Kementrian Lingkungan Hidup RI tidak melalui proses mudah dan singkat. Ada beberapa tahap penilaian dan proses yang ketat sesuai prosedur dilalui Pemkot Prabumulih.
  
 Dikatakannya, ada beberapa penilaian dilakukan yakni  secara fisik dan non fisik dengan standar nilai nasional dan dilakukan pihak–pihak yang berkompeten serta independen.

   “Proses penilaiannya sangat ketat dan dilakukan dalam beberapa tahapan seperti tahap pertama yakni pantau I (P1) yang melibatkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumsel, LSM dan badan regional lintas waktu. Jadi tidak sembarangan, profesional dan independen,” kata Mansyur, Senin (18/6).
 
  Proses penilaian pada tahap P1 ini, tidak bisa direkayasa dan memang berdasarkan hasil pantauan dari tim penilai tersebut. Karena salah satu penilainya berasal dari badan regional lintas waktu provinsi dari daerah lain atau penilaiannya system silang.     “Kemarin untuk tim penilai di daerah kita itu berasal dari Pemprov Sulawesi dan Kalimantan, jadi memang sangat ketat pelaksanaan penilainnya,” tambah Mansyur.

   Pada penilaian tahap P1 itu, Mansyur bersyukur Pemkot mendapatkan nilai 73 lebih atau diatas 72 dari nilai standar nasional untuk di verifikasi dari tim Kementrian Lingkungan Hidup. Sementara hasil penilaian pada tahap Pantau 2 (P2), mengalami peningkatan menjadi 74,14 atau naik sedikit dari nilai standar nasional yakni 74,00.
  
 “Nilai itu sebenarnya masih minis di bawah 1 namun surplus 0,14 dari nilai standar nasional 74,00. Tapi Alhamdulillah kita masih masuk kategori 100 besar kota/kabupaten terbersih dari 400 – an lebih kota peserta,” sebut Mansyur lagi.
 
  Dari nilai 74,14 yang berhasil diperoleh itu, menjadikan Kota Prabumulih berada pada urutan 64 dari 77 kota/kabupaten se – Indonesia. Perolehan nilai itu juga, disebutkan Mansyur setelah melalui penilaian tahap akhir yakni tahap verifikasi dari tim Kementrian Lingkungan Hidup yang dilakukan secara diam–diam dan menyeluruh atas perolehan nilai sebelumnya.
  
 “Jadi tahap verifikasi ini dilakukan Tim Kementrian Lingkungan Hidup terhadap wilayah/daerah yang meragukan hasil penilainnya dan dilakukan secara diam–diam serta menyeluruh. Setelah beberapa bulan dari verifikasi, baru hasil final diumumkan. Kita juga bangga, tahun ini Provinsi Sumsel memperoleh 8 piala adipura untuk 8 kota/kabupaten,” pungkasnya.
  
  Ditambahkan Mansyur, terkait penataan dan pengelolaan fasilitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Sungai Medang, Cambai, yang memeroleh nilai terkecil dalam penilaian adipura tersebut diharapkan mendapat peningkatan cukup signifikan pada tahun depan. Apalagi dengan adanya suntikan dana bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi sebesar Rp 3,9 miliar melalui Kementrian PU dan Provinsi Sumsel serta Rp 600 juta dari APBD pihaknya optimis target itu bisa direalisasikan.
(and)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.