Rabu, 26 Oktober 2011

Vonis untuk Cirus Bukti Hukum 'Dimainkan'


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

SEPAK terjang Gayus ternyata masih menelan 'korban'. Kemarin Jaksa nonaktif Cirus Sinaga dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam penghilangan salah satu pasal untuk Gayus Tambunan. Majelis Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis hukuman selama 5 tahun penjara kepada Cirus. Tentu saja persidangan kemarin membuktikan bahwa hukum di Negeri dengan mudah dimainkan dan seenaknya diatur oleh oknum aparat yang harusnya menegakkan kebenaran.
Sebelumnya Cirus dituntut 6 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Dia dinilai JPU terbukti bersalah lantaran menggagalkan tuntutan pasal korupsi Gayus Tambunan.
Diduga kuat ada kesengajaan menggagalkan tuntutan pasal korupsi Gayus Tambunan. Ini diketahui karena semua unsur dakwaan pasal 21 UU 31/1999 jo UU No 20/2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah terpenuhi sepenuhnya.
Untuk mengingatkan, sebelumnya si bos makelar kasus (markus) Gayus Tambunan sudah divonis 7 tahun.
Ketika itu rakyat Negeri ini merasa tak adil dengan keputusan hakim, tetapi saat itu dengan yakin dan percaya diri Gayus tetap mengajukan banding. Intinya ia masih merasa yakin akan menerima hukuman yang lebih ringan.
Si Gayus pasti sangat yakin hukumannya untuknya akan lebih ringan. Apalagi ia punya banyak uang, jelas akan lebih mudah lagi. Lalu dengan vonis untuk Cirus ini, semakin membuka 'aib' betapa Gayus masih sangat kuat cengekeramannya.
Memang penguasa dan perangkat hukum Bangsa ini telat dan terlambat untuk tegas terhadap Gayus. Saat vonis hakim ada, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru siap memberikan dukungan terkait penuntasan kasus Gayus Tambunan. Belakangan Kemenkeu siap memberikan data-data terkait wajib Pajak bila diperlukan penegak hukum.
Harusnya sejak semula hal tersebut dilakukan. Ini kan menandakan ada tarik ulur dan melihat perkembangan kasus. Ini semua adalah keteledoran penguasa saat ini, harusnya sejak dari awal bertindak tegas. Sekali lagi, penguasa memang lembek untuk kasus Gayus.
Diharapkan vonis untuk Cirus Sinaga ini akan membuka tabir hukum yang selalu dimainkan, tak diinginkan jaksa non aktif Cirus hanya jadi 'korban'. (***)

Pendapatan Kabupaten OKI Anjlok 27 Milyar

Kayuagung, SN
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (FPDI) Perjuangan DPRD OKI menyatakan keprihatinan terhadap anjoknya Pendapatan Daerah OKI tahun anggaran 2012 mendatang. Mereka meminta Pemkab OKI memberikan penjelasan terhadap hal ini.
Pernyataan ini diungkapkan Ni Wayan Siti Sunaryase selaku juru bicara FDIP DPRD OKI saat rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap nota keuangan Bupati OKI tentang Rancangan APBD OKI 2012, Selasa (24/10) di gedung DPRD OKI.
Rapat yang dihadiri langsung Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM dan seluruh pejabat di jajaran Pemkab OKI dan unsur Muspida ini sempat molor hingga lebih dari 2 jam. Bahkan dari total 45 anggota DPRD OKI, rapat hanya dihadiri 35 anggota saja.
Ni Wayan Siti mengatakan, di lihat dari kondisi umum Pendapatan Daerah pada Rancangan APBD OKI tahun anggaran 2012 sebesar Rp 1 192 634 058 128, jumlah ini mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Pendapatan Daerah tahun anggaran 2011 sebesar Rp 1 220 076 085 909.
“Diperkirakan terjadi penurunan sebesar Rp 27 442 027 781 atau sekitar 2,22 persen. Hal ini sangat memprihatinkan bagi fraksi kami, ada apa? Kami mohon penjelasan!,” tanya dia yang mewakili jajaran FPDI Perjuangan.
Sambung dia, di sisi lain mencermati PAD tahun 2012 yang ditargetkan sebesar Rp 40 129 397 972 mengalami kenaikan hanya 3,07 persen dari tahun 2011 sebesar Rp 38 933 332 647. Target kenaikan PAD yang hanya 3,07 persen pada tahun 2012 ini merupakan angka persentase yang sangat kecil.
“Menimbulkan tanda tanya besar bagi kami, mengapa?. Seharusnya pemerintah lebih bisa mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang ada pada PAD tersebut. Antara lain peningkatan pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta pendapatan daerah lainnya,” beber dia.
Bahkan FPDI Perjuangan DPRD OKI cenderung mengkritis pedas upaya-upaya yang dilakukan Pemkab OKI dalam pencapaian peningkatan PAD di tahun 2012 masih jauh dari kata memuaskan. Pelaksanaan dan realisasi kemampuan SDM yang ada di SKPD masih belum sungguh-sungguh memainkan perannya atau belum belum optimal kerja SKPD.
”Bagaimana mungkin kita dapat meningkatkan Pendapatan Daerah di OKI yang kita cintai ini kalau tidak dibarengi dengan partisipasi maksimal terhadap peningkatan PAD oleh semua SKPD terkait,” tanya Ni Wayan Siti Sunaryase di hadapan bupati, seluruh pejabat Kepala SKPD dan seluruh anggota DPRD OKI.
Pantauan di rapat kemarin, dari total 8 fraksi yang ada di DPRD OKI semuanya memang menerima, menyetujui dan mendukung Rancangan APBD OKI 2012 untuk dibahas lebih lanjut dengan DPRD dan pihak terkait. Namun hanya FPDI Perjuangan dan Fraksi PKS yang pandangan umumnya cukup kritis dan berpengaruh, mengingat PDI Perjuangan merupakan Parpol pemenang pada Pemilu legislatif di OKI 2009 lalu. (iso)

19 Desa di 9 Kecamatan Belum Ada Listrik

Muara Enim,SN
Dari data yang dimiliki Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Muara Enim, persentase listrik masuk desa secara keseluruhan di Muara Enim hingga kini baru mencapai 94 persen lebih, sebab hingga Januari 2011 lalu.
Di Bumi Serasan Sekundang, tercatat dari 326 desa/kelurahan yang ada, masih ada 19 desa yang tersebar di sembilan kecamatan belum teraliri listrik.
Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Muara Enim Ir Febriansyah Nang Ali mengakui, hingga kini masih ada sekitar 19 desa yang ada di Kabupaten Muara Enim yang belum teraliri listrik.
Penyebabnya, dikarenakan keterbatasan anggaran dan lain sebagainya. Tetapi, secara bertahap di tahun-tahun mendatang semua desa yang ada di Bumi Serasan Sekundang terpasang listrik. Walaupun ada belasan desa yang belum belistrik.
Secara presentasi listrik masuk desa secara keseluruhan di Muara Enim cukup baik mencapai 94 persen lebih. “Memang, angka 94 persen desa belistrik itu sudah cukup bagus. Secara umum desa-desa kita sudah berlistrik, kebanyakan yang belum ada dusun atau talang di dalam desa. Sehingga masih tetap dihitung wilayah itu belum belistrik,” jelas Fery kepda wartawan,Selasa (25/10).
Kemudian, pemasangan listrik masuk desa juga ada kendala teknis. Misalnya Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi dan Desa Suban Jeriji, Kecamatan Rambang Dangku. Kedua desa ini pemasangan listriknya sedikit ada kendala dan membutuhkan proses yang panjang.
Disebabkan, kedua desa ini berada di dalam kawasan hutan. Sehingga untuk pemasangan jaringan harus ada izin dari Kementerian Kehutanan RI.
“Untuk izin prinsipnya sudah ada, tapi izin pinjam pakai kawasan hutan yang belum ada dari Kementerian Kehutanan RI,” tukasnya.
Sementara itu, Kabid Kelistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Azhar Effendi menambahkan, adapun 19 desa yang belum dialiri listrik itu. Di
Kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU) yakni Desa Pelakat dan Desa Danau Gerak, Kecamatan Semendo Darat Tengah (SDT) yakni Desa Swarna Dwipa (desa persiapan), Kecamatan Semendo Darat Laut (SDL) yakni Desa Babatan, Desa Penindaian dan Desa Karya Nyata.
Selanjutnya Kecamatan Benakat di Desa Hidup Baru, Kecamatan Penukal yaitu Desa Purun Timur (desa persiapan. Kemudian Kecamatan Tanah Abang yakni Desa Suka Manis (desa persiapan akan menggunakan jaringan interkon PLN).
Kecamatan Rambang Dangku yaitu Desa Suban Jeriji, Kecamatan Lubai yakni Desa Mekar Jaya, Lubai Persada, Desa Lubai Makmur (jaringan interkon 2011), desa Karang Sari (desa persiapan), Desa Air Asam (desa persiapan) dan Desa Menanti (desa persiapan).
Masih kata Azhar, desa lain yang belum memiliki jaringan listrik yakni di Kecamatan Talang Ubi Desa Semangus, Desa Sungai Baung, Desa Benakat Minyak (Interkon PLN). “Untuk desa yang belum belistrik ini akan ada pengurangan. Sebab pada 2011 ini ada sejumlah desa yang dianggarkan pemasangan listrik,” tutur Azhar. (yud)

Selasa, 25 Oktober 2011

Solar Langka, Sopir Ketar-Ketir Tak kebagian

*Macet Ngantri Panjang Sampai Ke Jalan Raya

Banyuasin, SN
Para sopir mobil yang mengantri takut tak kebagian solar, kekhawatiran tersebut terjadi dibeberpa tempat seperti di tiga SPBU masing-masing SPBU Rejodadi Kecamatan Sembawa, SPBU Pangkalan Balai, SPBU Sterio
Seperti dituturkan sopir mobil A Yani (45) merasa khawatir akibat antian panjang dan menyebalkan, karena disepanjang jalan hampir disetiap SPBU ngantri, “Saya kesal karena saya kira di SPBU Sembawa yang ngantri, akhirnya saya pilih di SPBU Pangkalan Balai, ternyata ngantri dan terkhir saya nyerah mas ikut ngantri disini,” kata Yani saat diwawancarai Senin (24/10) di SPBU AR Kritis.
Dikatakan A Yani, saat ini beli solar saja seperti membagi BLT, sangat menyedihkan, mau beli ini bukan mau dijatah raskin atau BLT.
Sementara Ka Operaator SPBU AR Kritis Sulaiyana mengatakan, terjadinya antrean panjang sudah sejak seminggu ini, biasanya kalau lagi normal tidak sampaike jalan raya namun beberapa hari ini mulai terlihat dijalan raya.
Sulaiyana mengatakan, padatnya antrean disebabkan oleh semua SPBU yang ada di Jalintim sedang kehabisan solar, biasanya kalau yang lain habis menyebabkan penumpukan di beberapa SPBU yang masih buka.
“Jatah kita dari pertamina hanya 16 ribu liter untuk premium dan 16 ribu liter solar jatah sehari, namun dalam kondisi ngantri seperti ini dalam 4 jam-5 jam pasti habis, dan terpaksa kami tutup sementara sampai suplay datang lagi,” kata Sulaiyana.
Dikatakan Sulaiyana, pihak SPBU menyedialakn lahan parkir bagi kendaraan roda empat yang tak kebagian solar untuk menunggu sampai besok pagi kalau mereka mau menunggu. (sir)

Keberadaan Kebun Kopi Mulai Terancam

Muara Enim,SN
Keberadaan areal perkebunan kopi di Kabupaten Muara Enim lambat laun mulai menurun. Mengingat, sebagian petani telah beralih ketanaman karet sebab, komoditi tersebut dinilai lebih menjanjikan dan dapat dipanen sewaktu-waktu, dibandingkan kopi yang hanya dipanen tahunan.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim Mariana melalui staf Pengelolaan Data Statistik Perkebunan Rizal Arika Jakpar, menjelaskan, kawasan utama peruntukan kebun kopi berada di tiga kecamatan, Semende Darat Laut (SDL), Semende Darat Tengah (SDT) dan Semende Darat Ulu (SDU).

Namun, daerah lain seperti Kecamatan Tanjung Agung dan kecamatan lain, ada juga kebun kopi, hanya saja produksinya tak setinggi tiga kecamatan tersebut. Namun, dia tak menapik, sebagian petani mulai beralih ke karet mengingat, tanaman tersebut lebih menjanjikan.
Diakuinya, berkurangnya jumlah perkebunan kopi secara praktis turut membuat produktivitas berkurang. Padahal, kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Muara Enim. Namun demikian, pemerintah tidak bisa menghalangi pilihan petani terhadap komoditas yang akan di kembangkannya.

“Ya, memang sekarang ini, animo masyarakat terhadap tanaman karet cukup tinggi. Kemudahan dalam menjual dan harga yang cukup stabil adalah alasan utama dalam mempengaruhi minta petani terhadap tanaman karet,” ucap Rizal.

Rizal menguraikan, hingga semester II tahun 2010 tercatat luas areal kebun kopi di kecamatan SDL mencapai 10.359 hektar. Terdiri dari 1.347 tanaman belum menghasilkan (TBM), 8.541 tanaman menghasilkan TM dan 498 tanaman rusak (TR)/tanaman tidak menghasilkan (TTM).
Dimana dari jumlah ini total produktivitas sebanyak 11.068 ton dan jumlah petani 5327 orang. Untuk Kecamatan SDT luas areal 2.543 hektar.

Terdiri dari 331 TBM, 2090 TM dan 122 TR/TTM. Dalam hal ini jumlah produksi sebanyak 2.717 dari 1932 petani. Dan, untuk SDU luas kebun sekitar 2.589 hektar dengan 337 TBM, 2.140 TM dan 112 TR/TTM. Untuk tingkat produktivitas sebanyak 2.780 dengan 1436 petani.
Sedangkan untuk total produksi kopi di Kabupaten Muara Enim secara keseluruhan mencapai 25.125 dengan jumlah petani sebanyak 15.229 orang.

“Secara estiminasi setiap 1 hektar kebun kopi ini, mampu menghasilkan sekitar 1.3 ton beras kopi (biji kopi),” terang Rizal. Namun, kata Rizal, keberadaan kebun kopi, khususnya di wilayah
peruntukan ini secara perlahan mulai terancam. Sebab, setiap tahun areal perkebunan karet milik rakyat terus bertambah. Terlihat, pada 2009 luas kebun karet di wilayah SDL 469 hektar meningkat signifikan menjadi 864 hektar. Begitu juga jumlah produksi naik menjadi 1.581 ton dari sebelumnya yang hanya 864 ton. Begitupula di wilayah lain seperti Tanjung Agung
luas kebun karet meningkat dari 10.475 hektar menjadi 10.675 hektar.

“Selain itu, para petani juga melakukan diversifikasi (penganekaragaaman) kebun kopi dengan tanaman kakau (coklat),” papar Rizal.

Ditambahkan, Kepala Sub Bidang (Kasubag) Perencanaan Perkebunan Herman menambahkan untuk meningkatkan minat petani terhadap kopi, pemerintah telah melakukan berbagai upaya. Misalnya dengan memberikan bantuan sarana seperti mesin giling kopi, gudang penyimpanan ataupun bibit.

“Untuk tahun ini, kita telah memberikan bantuan satu unit mesin giling kopi dan gudang bagi petani kopi di SDL. Direncanakan pada tahun depan kita akan memberikan bantuan bibit,” ungkap Herman. Terpisah, petani karet, di Muara Enim Andi, (37), dirinya lebih
memilih tanaman karet, ketimbang kopi, karena harga jualnya yang lebih tinggi. Tak hanya itu, dari segi produktivitas, tanaman karet juga di nilai lebih unggul karena dapat di sadap setiap hari.

“Saya menyadap karet setiap hari. Hasil getahnya saya kumpulkan di pinggir jalan. Biasanya, pembeli yang akan datang lansung ke tempat saya pakai truk” ucap petani karet tersebut. (yud)

Dukung SEAG, Pemerintah Lunasi Ganti Rugi Pelebaran Jalan

Palembang, SN
Guna mendukung suksesnya pelaksanaan SEA Games November mendatang Pemerintah menilai perlunya pelebaran akses jalan Kol H Burlian yang berimbas banyak lahan warga yang direlokasi.
Untuk itu Pemerintah Provinsi melalui Pemerintah Kota memberikan ganti rugi lahan warga yang berada di kawasan tersebut sebesar Rp 2.050.000 permeternya. Pencairan tahap IV ini dilakukan di Balai Kecamatan Sukarame, kemarin.

Kepala Bagian (Kabag) Agraria dan Perbatasan Daerah Kota Palembang HM Sunarto mengatakan, untuk tahap IV ini pembayaran ganti rugi merupakan tahapan yang terakhir. Sebanyak delapan warga diundang dan mendukung pelaksanaannya.

“ Ganti rugi ini adalah tahap terakhir, maka kami nyatakan sudah tuntas semua karena delapan warga ini memang sisa dari mereka yang belum hadir di tahap sebelumnya,” jelas Sunarto.
Sunarto mengatakan, semua warga yang terkena proyek pelebaran jalan sudah menyetujui dan mendukung pelaksanaan kegiatan itu. Menurutnya, masyarakat tidak menghalangi pembangunan tersebut karena ini untuk kepentingan bersama.
“Kami berterima kasih kepada warga yang sudah turut berperan dalam program ini. Karena ini memang sudah kewajiban pemerintah,” ujarnya.
Adapun dana yang digunakan berasal dari Pu Bina Marga melalui anggaran APBD Provinsi yang mencapai Rp 4 M berdasarkan aturan dan ketetapan Gubernur Sumsel. “ Ganti rugi sendiri berdasarkan bangunan, rumah, atau pagar yang besaran dihitung sama yakni Rp 2.050.000 permeternya,” ungkapnya.
Pihak Pemkot Palembang sendiri hanya memfasilitasi pendataan warga yang terkena ganti rugi sedangkan pembayaran dilakukan oleh Pemprov Sumsel melalui PU Bina Marga. Menurutnya, pencairan baru bisa dilaksanakan sekarang karena dana dari Pemprov memang baru keluar kemarin. Untuk syarat-syarat yang harus dilengkapi warga antara lain sertifikat tanah dari notaris, atau non sertifikat, KTP, PBB.

“Ganti rugi baru bisa dibayarkan apabila seluruh syarat administrasi sudah lengkap,” jelas Sunarto.

Sunarto menambahkan, pemberian dana ganti rugi ini berupa cek yang dapat dicairkan melalui Bank SumselBabel di manapun berada. Untuk, dia mengharapkan kepada warga yang sudah menerima cek dapat segera mencairkannya.

"Karena cek tersebut ada tengat waktunya, dan jangan sampai seperti pembayaran tahap kedua kemarin masih banyak warga yang belum mencairkan dana tersebut,” terangnya.
Salah satu penerima ganti rugi lahan, Megawati (61), warga Jalan Talang Ratu mengaku, bersedia melepas bangunan rumah toko (ruko) miliknya karena nilai ganti ruginya memadai dan dia siap mendukung program Pemerintah.

“Luas tanah saya yang dibebaskan hanya seluas 2 meter persegi. Jadi, harga ganti rugi yang didapat totalnya Rp 4 juta-an. Saya sudah relakan, memang dari dulu saya tahu, bahwa jalan itu akan dilebarkan. Saya menurut saja program pemerintah,” katanya.(win)

Senin, 24 Oktober 2011

Edisi Cetak 490 Senin 24 Oktober 2011

Kapan Korupsi Lepas dari Bangsa ini?

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

BANGSA besar dan kaya raya, dimana harusnya rakyat menjadi makmur sejahtera, ternyata tidak terjadi Indonesia. Ini disebabkan tak habis Negeri ini berkutat dengan kasus korupsi dan multi komplek masalah yang tak pernah selesai.

Tenggelam satu kasus, muncul lagi masalah yang lain. Tak ada takutnya oknum pejabat di Republik ini untuk terus maling duit rakyat. Dengan kuasanya, pejabat
menggunakan berbagai cara agar bisa memperkaya diri sendiri dengan cara cepat.

Tetapi kecurangan yang dilakukan banyak pejabat Bangsa ini, tak sebanding dengan hukuman yang diberikan. Tak sedikit koruptor yang mendapat hukuman bebas. Bahkan yang sangat menyakitkan hari rakyat, ada koruptor yang mendapat pengampunan dari penguasa. Untuk oknum pejabat yang mendapat pengampunan ini tak hanya sekali dua kali, dalam setahun terakhir ada beberapa nama yang dibebaskan.

Kondisi hukum yang sangat lemah untuk para koruptor, bisa jadi menyebabkan orang tidak takut untuk terus mengambil uang yang bukan haknya. Karena orang akan berpikir tak apa untuk korupsi, karena hukuman tak akan lama. Apalagi hukum di Indonesia tak ditegakkan secara utuh alias bisa ditawar-tawar.

Harapan semua pihak yang utama, KPK jangan tebang pilih dalam menangani kasus dugaan suap, termasuk di Kemenakertrans. KPK harus menindak tegas tanpa pandang bulu. Rakyat sudah sangat capek dan jenuh dengan banyaknya kasus korupsi, sedangkan hukum yang ada tak tegas dan seperti main-main.

Harus ada revolusi agar pejabat bermental maling jera untuk tidak terus menggerogoti Bangsa ini. Kapan Negeri nan makmur ini akan sejahtera dan menjadi terdepan, dihargai bila korupsi masih merajalela. (***)

Warga Temukan Gua Batu Tiga Tingkat di Hutan Dempo


Pagaralam, SN
Gua batu bertingkat tiga ditemukan warga Dusun Talang Kubangan Kelurahan Kancediwe Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam, menemukan gua batu singa dengan tiga lantai dan satu pintu.
Gua yang berada di daerah tebing terjal dan perkebuna kopi ini memiliki hanya satu pintu berukuran tiga meter tinggi dua meter, lantai menyerupai hamparan meja.
Ketua RT 03, RW 05, Dusun Talang Kubangan, Kelurahan Kancediwe, Kecamatan Dempo Selatan, Khadir Murni, Minggu (23/10) mengatakan posisi gua berada di kemiringan sekitar 60 derajat, kondisi ruangan sudah banyak menyempit, tertimbun reruntuhan batu akibat faktor alam. Pada lantai dasar hanya berupa hamparan batu datar ukuran 2 x 3 meter, sedangkan di lantai dua terdapat tempat tidur ukuran 3 x 3 meter.
"Gua yang baru ditemukan hanya memiliki satu pintu, tiga lantai dengan ukuran masing-masing antara 4 x 4 meter. Kemudian ruangan gua tersebut memiliki kedalaman sekitar 15 meter dari pintu utama,
Menurut dia, lantai pintu masuk masih cukup rapi dipenuhi dengan susunan pecahan batu mirip dengan meja kayu, namun susunannya sudah banyak rusak akibat gejala alam.
Balai Arkeologi Palembang, Kristantina Indriastuti, mengatakan Penemuan gua ini, cukup menarik karena selama ini hunian masa paleollitiic hanya ada didaerah Kecamatan Kikim, Lahat dan Mesolitic ada di gua Kabupaten OKU.
Sepintas karena lantai gua kering kemungkinan bisa digunakan untuk hunian, namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, untuk menemukan lapisan budaya adanya aktivitas pendukung manusia yang hidup di gua tersebut pada masa lalu, seperti sisa-sisa arang, makanan dan aktivitas penguburan.
Termasuk, kata dia, aktivitas perbengkelan, pembuatan alat batu, dan peralatan manusianya berupa alat-alat lithic. Kemudian termasuk perlatan alat beruapa kapak-kapak batu, serpih, serut dll, kata dia pula.
"Kita juga menemukan dua situs baru di Kota Raya Lembak, dan Desa Gunung Kaya, kecamatan Pajarbulan, Kabupaten Lahat, yang sudah berumur 1.000 hingga 1.400 tahun. Hasil penelitian umur suatu situs tempat ditemukannya tinggalan arkelogi tersebut di dua lokasi penemuan baru tersebut yaitu di Desa Kota Raya Lembak, berupa 28 terdiri dari, kampung megalit, tujuh bilik batu, empat lumpang batu, lesung batu, menhir atau batu tegak, 11 dolmen atau meja batu, dengan umur 1.400 tahun atau abat ke-14," ungkapnya.
Kemudian, kata dia, di lokasi yang sama juga ditemukan empat titralit atau batu bersusun, pahatan orang naik gajah, fragmen gerabah dan keramik asing.
"Sedangkan penemuan di Desa Gunung Kaya, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, berupa tempayan kubur, hasil dating berumur sekitar 1.000 tahun atau abat ke-10," ungkap dia.
"Proses penentuan situs yang kita temukan dikenal dengan istilah dating atau penelitian umur suatu situs tempat ditemukannya tinggalan arkelogi itu, dan sampel arang sendiri dianalisis di laboraturium Badan Tenaga Aton Nasional Bandung," ungkap dia.
Ia mengatakan, penelitian untuk mentukan umur situs atau megalit yang ditemukan menggunakan sampel arang menggunakan radio carbon dating, sementara dana penelitian dari balai arkelogi sendiri.
"Untuk menemukan beberapa situs baru dikedua daerah tersebut dibutuhkan waktu sekitar satu minggu melalui penggalian," kata dia lagi.
Dia mengatakan, cukup banyak hasil penemuan situs atau megalit di daerah Pasmah baik di wilayah Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam.
"Bila dibandingkan dengan daerah lain, Lahat dan Pagaralam memiliki situs paling banyak di dunia," ungkapnya.
Kalau di daerah atau negara lain, kata Kristantina, hanya satu atau dua jenis saja, sedangkan di kedua daerah tersebut mencapai puluhan jenis dan bentuknya.
Dia mencontohkan, berupa gerabah, kubur batu, dolmen, menhir, meja batu, ranjang batu, gua batu, megalit dan masih banyak lainnya.
"Belum lagi penemuan dua gua batu, kursi batu, megalit trimurti dan kampung megalit di Dusun Mingkik, Kelurahan Atungbungsu, Kecamatan Dempo Selatan," ungkap dia lagi.
Sementara itu Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris, MM mengatakan mengatakan pemerintah daerah akan menganggarkan dana untuk meningkatkan pembangunan berbagai peninggalan sejarah termasuk situs, arca dan kuburan batu. Bahkan ada beberapa situs atau megalit yang sudah dilakukan pembuatan sarana pendukun termasuk juru pelihara.
"Kita akan membangun berbagai fasilitas untuk menunjang daerh cagar budaya dan pelestarian benda-benda bersejarah tersebut," ungkapnya.
"Ratusan penemuan situs dan megalit di Pagaralam dan sebagian besar sudah masuk dalam pengawasan BP3 Jambi dan balai arkelogi Palembang. Sementara Pemkot Pagaralam, hanya mepasilitasi dalam proses pembebasan lahan," ungkap dia.
Masih menurut dia, saat ini pemerintah daerah sudah melakukan berbagai program pembangunan untuk mendukung Lahat menjadi kawasan cagar budaya termasuk menggalakkan promosi wisata sejarah.(asn)

Operator e–KTP Keluhkan Honor Kecil

Kayuagung, SN
Program e-KTP di kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memang sudah diterapkan, disisi lain petugas operator e-KTP mayoritas mengeluh karena honor yang mereka terima tidak sesuai dengan apa yang kerjakannya. Bayangkan saja, honor operator e-KTP hanya Rp 250 ribu per bulan, itupun akan di bayar triwulan.
Menurut salah satu operator e-KTP yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku kecewa karena honornya sangat kecil dan dipandang tidak manusiawi. “Honor kami cuma Rp 250 ribu perbulan, itupun akan kami terima per triwulan, ini tidak manusiawi pak, tidak sesuai dengan tugas yang kami kerjakan,” ungkapnya.
Dalam satu kecamatan ditugaskan 3-6 Operator, e-KTP mereka bekerja dari pagi sampai sore. ”Kami hampir tidak bisa istirahat karena masyarakat yang datang ke kantor camat untuk membuat e-KTP sangat banyak. Apalagi kami ditargetkan harus selesai pada 31 desember nanti, kami berharap pemerintah bisa mempertimbangkan lagi honor kami,” ujarnya.
Kondisi ini juga tidak seimbang dengan petugas operator e-KTP yang bertugas di kecamatan yang jangkauannya jauh, seperti kecamatan sungai menang atau kecamatan cengal.
”Transportasi ke kecamatan tersebut menghabiskan Rp 80 ribu, belum biaya menginap dan makan, jika petugas hanya di kasih gaji Rp 750 per triwulan, itu akan membuat operator seperti kami ini tidak bisa bekerja dengan serius,” jelasnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (dukcapil) OKI Gamal H Abdul Najib SH melalui kabid pendaftaran Padul Abbas membenarkan jika honor tenaga operator e-KTP hanya Rp 250 perbulan.
”Program e-KTP merupakan program nasional, jadi anggaran kita untuk membantu program ini sudah maksimal, tetapi memang kita juga mengalami keterbatasan dana, kedepan kita usahakan akan ditambah menyesuaikan APBD tahun depan,” terangnya. (iso)

Anggota KPU Pagaralam 3 Bulan Tidak Ngantor

Pagaralam, SN
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kota Pagaralam, Junaidi, SE sudah tiga bulan tidak masuk kerja, diduga karena lebih banyak melakukan aktifitas di luar daerah. Kehadirannya hanya pada saat rapat dan mengurus masalah administrasi keuangan saja atau menerima gaji, sementara kegiatannya lebih banyak di Palembang.
"Kami tidak tahu apa alasan ada anggota KPU Pagaralam, jarang masuk kantor bahkan kalau berdasarkan absensi sudah hampir tiga bulan," kata Sekretaris KPU Kota Pagaralam, Marjon, Minggu (23/10).
"Kalau berdasarkan absensi harian memang Junaidi jarang hadir karena lebih banyak tugas di luar daerah seperti Palembang," tambahnya.
Dia mengatakan, yang memiliki kewenangan menegur adalah ketua, termasuk melaporkannya kepada KPU Sumsel, agar diberikan sanksi atau teguran.
"Memang kalau kondisi saat ini anggota KPU tidak memiliki kegiatan khusus, seperti menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada), ataupun pemilihan umum (Pemilu), baik legislatif dan presiden," kata dia.
Masih menurut dia, terakhir, JUnaidi terlihat hadir, ketika pergantian Ketua KPU, beberapa hari lalu. "Setelah itu tidak pernah hadir lagi," ungkap dia lagi.
Sementara itu Ketua Devisi Tehnik KPU Kota Pagaralam, Yeni Elmanoveri, mengatakan saat ini kegiatan anggota KPU hanya hadir kalau ada acara tertentu saja termasuk menghadiri undangan kenegaraan seperti paripurna DPRD, HUT Kota dan kegiatan seremonial lainnya.
Namun demikian, kata dia, meskipun belum memiliki jadwal khusus kegiatan KPU, absensi setiap hari tetap diberlakukan.
"Meskipun tidak ada tugas dan kegiatan dinas, namun seluruh anggota KPU wajib hadir dan datang ke kantor meskipun hanya mengisi absen," ungkap dia.
Ia melanjutkan, kalaupun ada yang jarang hadir merupakan kewenangan KPU Sumsel, untuk memberikan sanksi atau tindakan, namun atas laporan dari ketua setempat.
"Memang ada anggota kita yang jarang masuk dan lebih banyak di Palembang, namun tidak tahu apa kegiatannya," ungkapnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Pagaralam, Rasmizal, mengatakan meskipun belum memiliki jadwal khusus, anggota KPU tetap harus hadir ke kantor. Seharusnya, kata dia, rasa tanggungjawab tetap dilakukan meskipun tidak ada kegiatan, karena meskipun tidak ada kerja negara tetap memberikan gaji.
Sementara, anggota KPU Pagaralam Junaidi, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. (asn)

Tapal Batas Mura-Empat Lawang Disepakati


Empat Lawang, SN
Pemerintah Kabupaten Empat Lawang memastikan dusun Ragam Sekampung Desa Rantau Serik merupakan wilayah Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas. Hal demikian mengacu pada ketetapan batas wilayah yang telah disepakati antara Kabupaten lahat dan Kabupaten Musi Rawas pada 1986 lalu.
Diketahui Dusun Ragam Sekampung hanya dipisahkan oleh badan Jalinsum Dengan Desa Muara Saling Kecamatan Tebing Tinggi. Terhitung dari batas atau tugu selamat datang yang didirikan hanya sekitar 4 kilometer, masuk kearah wilayah Kabupaten Empat Lawang. Ketegasan batas wilayah pun harus dilakukan, mengingat administrasi kependudukan sebagian warga Dusun enam Desa Rantau Serik itu masuk di data warga Desa Muara Saling.
Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri melalui Kepala bagian Tata Pemerintahan Setda M. Mursadi menjelaskan, sesuai dengan batas wilayah yang telah disepakati antara Pemkab Lahat dan Musi Rawas pada 1986 lalu, wilayah Dusun enan Desa Rantau Serik atau versi Empat Lawang dikenal dengan nama Dusun Ragam Sekampung merupakan wilayah Kabupaten Musi Rawas. Meskipun letak geografis dan secara social budaya lebih dekat dengan Desa Muara Saling Kecamatan Tebing Tinggi.
“Mengenai batas wilayah sebenarnya tidak ada masalah, karena sudah ada kesepakatan keduabelah pihak sejak tahun 1986 lalu. Hanya saja harus disingkornkan mengenai administrasi kependudukan warga Dusun Ragam Sekampun itu, kareana sebagian diketahui masuk ke Desa Muara Saling,” kata Mursadi
Mengenai ini, pemerintah kabupaten Empat Lawang dan pihak Musi Rawas telah melakukan rapat koodinasi dan peninjauan langsung ke lapangan difasilitasi tim Pemprov Sumsel. “Sudah dilakukan rekonstruksi batas, sejauh ini tak ada masalah lagi karena patoknya sudah jelas,” jelasnya seraya menambahkan jika ditinjau dari unsur budaya, sebagian besar warga dusun berupa perkebunan itu adalah warga Desa Muara Saling berikut kepemilikan lahan perkebunan yang ada. Namun demikian, sesuai ketentuan batas wilayah itu tetap milik Musi Rawas.
Kembali disampaikan Mursadi, sesuai kesepakatan dimaksud terhitung adaya tugu batas, ditetapkan dari arah kabupaten Empat Lawang sebelah kiri wilayah Desa Muara Saling hingga tugu selamat datang, sementara sebelah kanan tetap wilayah Kabupaten Musi Rawas yaitu Kawasan Desa Rantau Serik Kecamatan TPK. "Mengenai adanya administrasi kependudukan warga Musi Rawas di wilayah Kabupaten Empat Lawang, itu hanya karena factor jarak tempuh dimana dar dusun itu menuju Desa Muara Saling memang lebih dekat," tambahnya. (eko)

Kambing Kurban Perekor Sampai Rp 4 Juta

Sekayu, SN
Menjelang Idul Adha 1432 Hijriah, penjualan hewan qurban sapi dan kambing mulai marak di Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Harga jual hewan qurban ini bervariasi, mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 4 juta untuk kambing, dan Rp 11 juta-14 juta untuk sapi.
Jefri, salah seorang penjual hewan qurban di pinggiran Jl Kolonel Wahid Udin, Sekayu menuturkan, sudah menyiapkan stok hewan qurban lebih dari 40 ekor. Sejauh ini, kata dia, sudah belasan kambing dan sapi yang laku terjual dengan harga rata-rata Rp 2 juta untuk kambing ukuran sedang, dan Rp 11 juta untuk sapi.
“Yang pesan sudah banyak. Tapi yang resmi membeli baru sekitar 15 ekor kambing,” kata Jefri, seraya mengatakan, hewan qurban yang ia jual berasal dari Provinsi Lampung.
Stok hewan qurban yang tersedia, kata dia, dijamin sehat dan bisa dipilih langsung pembeli. Ini penting, untuk memberi rasa aman dan nyaman konsumen yang biasanya takut kalau hewan yang dibeli terjangkit penyakit antraks.
“Insya Allah Pak, di sini sapi dan kambing semua sehat. Pembeli bisa pilih sendiri,” ujarnya.
Hal senada dikatakan, Mahmud pedagang hewan qurban lainnya. Menurut dia, umumnya pedagang sapid an kambing di Kota Sekayu berasal dari luar Muba seperti dari Tanjungraja (OI) dan lainnya. Kendati demikian, pembeli tidak perlu merasa khawatir, karena hewan yang dijual bisa dipilih langsung selain dipesan.
“Stok hewan qurban kita semua sehat dengan harga standar. Bisa dilihat sendiri. Kalau kena penyakit biasanya kelihatan,” katanya.
Para pedagang sapi dan kambing yang biasa dijadikan hewan qurban di Hari Raya Idul Adha ini umumnya sudah memaklumi tentang isu penyakit antraks yang ditakuti masyarakat sewaktu membeli hewan qurban. Demikian juga dengan masyarakat sebagai konsumen.
Antraks merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan bakteri bacillus anthracis dalam bentuknya yang paling ganas. Penyakit ini paling sering menyerang hewan liar yang sudah dijinakkan, seperti ayam, kambing, sapi d an sejenisnya.
Manusia bisa terinfeksi jika kontak dengan hewan yang terkena penyakit antraks, baik melalui daging, tulang, kulit maupun kotoran. Jika itu terjadi, gejala yang timbul bisa dirasakan melalui pencernaan yang ditandai dengan mual, pusing, muntah, tidak nafsu makan, suhu badan meningkat, kotoran berwarna hitam, dan sakit perut berlebihan. Selain itu, gejala yang mempengaruhi kulit bisa terlihat dari timbulnya bisulo-bisul kecil merah atau luka yang borok.
Menurut Jumhur, salah seorang pembeli hewan qurban, secara umum hewan yang terkena penyakit antraks bisa dikenali dari beberapa ciri, yaitu demam, gelisah, lemah, paha gemetaran, nafsu makan hilang dan mudah roboh, keluar darah berwarna merah tua baik dari dubur, mulut ataupun hidung.
“Kalau bentuk daging yang banyak dijual di pasaran, biasanya bisa dilihat dari tekstur daging yang cenderung berwarna kehitaman, berlendir dan menimbulkan bau busuk,” tuturnya. (her)

Kambang Iwak Palembang Terbengkalai

Palembang, SN
Renovasi untuk kawasan Kambang Iwak Family Park akan dilakukan selepas Perhelatan SEA Games ke 26 yang akan digelar November mendatang. Pasalnya hingga saat ini kawasan tersebut belum ada pembangunan sedangkan pembongkaran untuk kios-kios di kawasan tersebut sudah dilakukan.
Hal ini dikatakan oleh Asisten II Setda Kota Palembang Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir H Apriadi S Busri CES jika renovasi akan dilakukan setelah pesta olahraga se Asia Tenggara tersebut selesai digelar. “Jika dilakukan sekarang. Proses penggerjaannya tidak akan selesai saat SEA Games nanti,” ujarnya, kemarin.
Untuk saat ini, tambah Apriadi, kawasan tersebut sudah dilakukan pembongkaran di kios Kambang Iwak Family Park (KIF Park), serta untuk menutupinya dipasang pagar atau garis batas di kawasan tersebut. “Untuk sementara waktu persiapan pembangunan memang belum dilakukan. Masih menunggu selesainya SEA Games,” terangnya.
Selain itu, konsep kawasan tersebut belum dapat dijabarkan karena penggelolaannya sekarang diserahkan kepada Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) dan pihak ketiga yakni pengelola lamanya yakni PT Tiga Reksa Persada. “Gambaran konsepnya sendiri memang belum diketahui,” ujarnya. Namun, untuk konsepnya, beber CES, bangunan kios-kios di kawasan tersebut tidak akan dibuat permanen melainkan semi permanen dikarenakan kawasan tersebut merupakan kawasan hijau perkotaan. “Mungkin bangunannya dibuat dari kayu dengan konsep alam seperti saung yang nuansa menyatu dengan alam,” ungkapnya.
Lanjut CES, kios-kios di kawasan tersebut seperti tempat-tempat kuliner masih dipertahankan karena nantinya disana dijadikan tempat kongkow anak muda dan keluarga. “Ya, untuk kuliner masih kita pertahankan agar masyarakat lebih bisa santai dan menikmati sajian kuliner di kawasan tersebut,” ujarnya.
Pantauan lokasi tersebut memang pembongkaran sudah dilakukan, dengan banyaknya puing-puing reruntuhan bekas bangunan yang berserakan dan tidak ada petugas yang membersihkan kawasan tersebut.
Ditambah dengan hanya dibatasi line sebagai tanda pembongkaran di kawasan tersebut, akan tetapi pembatas tersebut tidak efektif. Karena banyak warga yang memanfaatkan sisa-sisa puing bangunan dengan mencari benda-benda yang mempunyai nilai jual ekonomi.
Untuk itu diharapkan, Pemerintah Kota cepat mengatasi hal ini dikarenakan kawasan tersebut berada di tengah perkotaan dan sering dijadikan masyarakat sebagai tempat bersantai dan juga kawasan olehraga di pagi harinya terutama akhir pekan.(win)

17 Anjal Dan Gepeng Jadi Pasukan Kuning

Palembang, SN
Tingginya jumlah Anak Jalanan (anjal) , gelandagan dan pengemis di Kota Palembang Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang memperkerjakan orang tua anjal dan gepeng untuk dijadikan pasukan kuning.
Kepala Dinsos Kota Palembang, Hasbullah Tuwi, mengatakan, jika memang benar sudah ada 17 orang tua dari anjal dan gepeng yang diperkerjakan sebagai pasukan kuning dari total 35 orang yang diajukan oleh Dinsos ke Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang.
“Kita sudah laporan ke Pak Walikota Eddy Santana Putra mengenai 17 orang tua anjal yang diterima menjadi pasukan kuning. Dan sisanya akan kita upayakan untuk diterima menjadi pasukan kuning,” kata Hasbullah, kemarin.
Namun, untuk mekanisme penerimaan sepenuhnya akan diserahkan ke DKK, mulai dari persyaratan dan anggaran untuk menggaji pasukan kuning baru yang diambil dari orang tua anjal tersebut. “Kita hanya menganjurkan saja nama-nama orang tua anjal untuk dijadikan pasukan kuning, keputusan tetap ada pada DKK,” tukasnya.
Selain itu, dengan adanya program orang tua anjal dan gepeng yang dijadikan pasukan kuning untuk membersihkan jalan-jalan protokol di dalam kota Palembang, kata Hasbullah, cukup membantu mengurangi jumlah anjal di kota Palembang apalagi kota Palembang akan menggelar even berskala internasional yakni SEA Games ke 26 November mendatang.
“Kita ada perjanjian dengan orang tua anjal dan gepeng yakni anaknya yang biasa ngamen atau meminta di lampu merah atau pusat keramaian tidak lagi terjun ke jalan dengan orang tua yang sudah menjadi pasukan kuning,” ujarnya.
Kenapa hanya Pasukan Kuning? Kata Hasbullah, karena pasukan kuning tidak memerlukan keterampilan khusus dibandingkan dengan pembantu rumah tangga dan pekerjaan lainnya yang memerlukan keterampilan khusus.
“Untuk sementara program kita baru sebatas menjadikan para orang tua menjadi pasukan kuning saja yakni dengan bekerja sama dengan DKK,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DKK, Zulfikri Simin, mengatakan, jika pihaknya hingga saat ini sudah menerima 75 orang dari 150 tenaga tambahan pasukan kuning yang akan diperkerjakan selama SEA Games berlangsung nantinya.
“Mungkin saja ada orang tua anjal dari 75 orang yang kita terima untuk menajdi pasukan kuning selama SEA Games. Karena kita tidak memandang status sosialnya atau profesi sebelumnya, asalkan memenuhi persyaratan kita terima,” ungkapnya, kemarin.
Nah, 75 orang yang diterima menjadi pasukan kuning tersebut akan membersihkan wilayah di dalam kota Palembang termasuk area Jakabaring dan akan diupah sebesar Rp 52.500 perharinya selama SEA Games berlangsung.
“Kita membutuhkan tenaga masyarakat untuk dijadikan pasukan kuning hingga 1 November, untuk persyaratannya antara lain, fotokopi KTP, surat lamaran bermaterai, pas photo dan silakan dibawa ke DKK, jika nantinya memenuhi persyaratan siap kita turunkan untuk dijadikan pasukan kuning,” pungkasnya.(win)

Pemkot Prabumulih Gratiskan Pemasangan Gas Kota

PRABUMULIH,SN – Pemkot Prabumulih merencanakan untuk memasang jaringan gas kota untuk 1.000 pelanggan dan sudah mengganggarkan dana untuk pemasangan jaringan tersebut.

Bersamaan dengan itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun 2012 akan mengucurkan dana Rp47 miliar hingga Rp50 miliar untuk membangun fasilitas dan jaringan sambungan untuk 4.000 pelanggan ke rumah- rumah warga. “Beberapa waktu lalu Pemkot Prabumulih telah mengganggarkan dana untuk pemasangan jaringan gas kota bagi 1.000 pelanggan dan pada saat pemasangannya nanti akan dipungut biaya sekitar Rp3 jutaan.

Sementara program pemerintah pusat menggratiskan biaya pemasangan,” ujar Wakil Walikota Prabumulih H RidhoYahya. Oleh sebab itulah, Pemkot berencana menggunakan dana APBD 2012 untuk bias menggratiskan 1.000 pelanggan tersebut. “Saya dan Pak Wali pikirkan dahulu bagaimana cara untuk menyelesaikannya,”ujarnya. (ahm/ted/sin)

SPBU Milik Gubernur Alex Noerdin Terbakar

PALEMBANG, SN – Warga Jalan Merdeka, Palembang kemarin sekitar pukul 14.00 WIB, mendadak gempar pasalnya, salah satu mesin SPBU bahan bakar premium nomor 3 aStasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.301.17 milik Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, terbakar akibat tersambar percikan api dari sepeda motor milik warga yang mengisi bahan bakar dengan menggunakan jeriken. Beruntung petugas SPBU dan warga sekitar sigap dan langsung membantu memadamkan api menggunakan pasir dan alat semprot pemadam api, sehingga api tak sampai menjalar ke mesin SPBU lainnya.

Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian itu,namun sepeda motor Yamaha Vega R,Nopol BG 2838 IG milik warga yang identitasnya belum diketahui hangus terbakar.Sedangkan salah satu mesin SPBU nomor 3 pengisihan premium, mengalami rusak parah di bagian tombol dan selang pengisian BBM. Selain itu,sepeda motor Yamaha mio milik warga lainnya, Nuryani, 52, terkena sambaran api.

Menurut keterangan Nuryani, siang itu,ia hendak mengisi BBM motornya.Waktu itu, sepeda motornya, persis berada di belakang sepeda motor yang terbakar. ”Memang, sebelum terbakar saya sempat protes kepada petugas SPBU. Saya sempat bilang, Pak kan dilarang ngisi pakai jeriken,kenapa dilayani. Bukannya di dengar, saya malah dimarahi sama petugas itu. Dia bilang ke saya, kalau tidak mau antre atau ngisi di sini,cari tempat lain saja,”ungkap Nuryani di tempat kejadian perkara (TKP) kemarin.

Karena dirinya sedang butuh bensin, alhasil ia diam saja ketika dimarahi petugas SPBU tersebut. ”Saya lihat sekali orang yang ngisi pakai jeriken. Dia mengisi sendiri jerikennya pakai selang pengisi BBM jenis premium sambil merokok. Setelah jerikennya penuh, saya lihat jeriken yang dibawanya terjatuh dan tumpah. Lalu, orang itu membuang rokok yang sedang dipegangnya dan menyambar ke motor dan mesin SPBU itu,”paparnya.

Terpisah, Kepala Polsekta IB I Kompol Sonny Triyanto melalui Kanit Reskrim Ipda Iwan Gunawan membenarkan adanya kejadian tersebut. ”Tim dari indetifikasi Sat Reskrim Polresta Palembang sudah datang ke TKP. Kasus ini masih terus kita dalami guna mengungkap apa motif dari kebakaran ini, termasuk mencari tahu pemilik sepeda motor yang terbakar di TKP,” tegasnya.

Sementara itu, dari pantauan wartawan di lapangan, sekitar pukul 16.00 WIB, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi beberapa ajudannya sempat meninjau lokasi SPBU nya yang terbakar. Namun, hanya beberapa menit yang bersangkutan kembali naik mobil dinasnya dan meninggalkan TKP. (sind/nt)

Jumat, 21 Oktober 2011

Desa Gajah Mati Tidak Tersentuh Pemkab OKI

Kayuagung, SN
          Usia kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang kini sudah 66 tahun ternyata perhatian pemerintahnya belum sepenuhnya menjamin masyarakat khususnya di pedesaan yang letaknya terisolir dan jauh dari pusat pemerintahan, contohnya Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Menang.
          Memang sungguh mengagetkan karena desa tersebut ternyata selama ini belum tersentuh Pemkab OKI, dan bukan tidak mungkin masih ada desa-desa yang nasibnya sama dengan Desa Gajah Mati. Tapi hal ini bisa dimaklum karena luas OKI mencapai lebih dari 19 ribu KM persegi, bahkan melebihi luas provinsi Bengkulu dan Banten.
          Meskipun kabupaten ini sudah berganti-ganti kepala daerah dan tercatat sudah ada 13 orang yang pernah menjabat bupati, namun baru Ir H Ishak Mekki MM bupati periode 2004-2009 dan 2009-2014 yang pertama kali menginjakkan kakinya di desa tersebut.
          Itupun dilakukan Ishak Mekki baru-baru ini, yakni 19 Oktober 2011 lalu saat melakukan Kunker, silahturahmi, memberikan sejumlah bantuan sekaligus melantik Kades Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang. Kedatangan bupati ke sana didampingi Ketua TP PKK OKI Hj Tartilah Ishak dan sejumlah pejabat di jajaran Pemkab OKI.
          Kedatangan orang nomor satu di Bumi Bende Seguguk ke Desa Gajah Mati ini jelas disambut masyarakat secara antusias. Betapa tidak, karena sejak zaman nenek moyang hingga sekarang baru kali inilah warga setempat melihat langsung di depan mata mereka sesosok pemimpin yang memegang pimpinan kabupaten. 

          Hamadi SE selaku tokoh pemuda yang mewakili seluruh lapisan mayarakat desa setempat di hadapan rombongan bupati mengatakan, kedatangan bupati ini sangat istimewa bagi warga karena sejak Desa Gajah Mati berdiri, baru kali ini seorang bupati mendatangi desa mereka.

          Ia mengatakan, besar harapan warga Desa Gajah Mati kepada jajaran Pemkab OKI khususnya bupati demi kemajuan desa mereka. Harapan warga berupa masalah infrastuktur jalan agar dibangun dan diperbaiki, apalagi di desa ini terdapat perusahaan perkebunan yang memiliki kendaraan bertonase berat merusak jalan desa.

          ”Mohon bantuan pak Bupati OKI untuk memfasilitasi keinginan masyarakat terhadap pembangunan perkebunan yang dilakukan perusahaan,”katanya di hadapan rombongan bupati sembari berharap Ishak Mekki memperhatian warga dan desa mereka.

          Marzuki Johan selaku tokoh masyarakat Desa Gajah Mati menambahkan, dalam sejarah Desa Gajah Mati baru Ishak Mekki bupati OKI yang kali pertama berkunjung ke sana. Warga berharap semoga transportasi darat akan dapat terealisasi. Warga desa ini akan mendukung semua program Pemkab OKI.

          Adapun berbagai bantuan yang diberikan Pemkab OKI kepada sejumlah desa dalam kecamatan Sungai Menang diantaranya sapi sebanyak 72 ekor untuk Desa SP 6, sarana air bersih untuk Desa SP 5 dan SP 6, uang Rp 10 juta kepada masjid Desa Gajah Mati, amplifier untuk 4 desa, uang Rp 11 juta masing-masing kepada Ponpes Pedamaran Timur dan Pedamaran, uang Rp 5 juta untuk TK dan 6 juta untuk TPA, 1 set alat rebana.

Ishak Mekki mengatakan, kunjungan ini dibarengi dengan pelantikan Kades Sungai Ceper yang sengaja dilakukan di Desa Gajah Mari supaya secara tidak langsung akan mengakrabkan hubungan antara warga Desa Gajah Mati dengan warga Desa Sungai Ceper.(iso)

Dua Video Porno Sungai Lilin Gegerkan Warga

Video Porno Sungai Lilin Gegerkan Warga
**Diperankan Ibu Rumah**Diperankan Ibu Rumah Tangga
**Oknum Pelajar Dipaksa Bugil

SUNGAI LILIN-SN
Warga di kecamatan sungai lilin kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, dibuat heboh dengan beredarnya video porno yang diduga diperankan ibu rumah tangga warga sungai lilin. Video yang berdurasi 18 menit 49 detik itu menjadi ajang pembicaraan hangat kalangan warga, karena menampilkan adegan bersetubuh pasangan yang bukan suami istri. Bahkan dalam adegan tersebut pemeran pria sengaja mengabadikan perbuatan mesum itu dengan kamera handphone (HP) yang diletakkan sejajar dengan ranjang tempat tidur dengan jarak cukup jauh. Sehingga wajah keduanya tidak terlalu jelas hanya terlihat aktivitas mesum kedua pasangan selingkuh itu sedang melakukan hubungan badan.

Si pemeran wanitapun tampaknya mengetahui jika adegan mesum mereka direkam namun seakan membiarkan begitu saja. Merekapun melanjutkan hubungan badan layaknya di video porno dengan berbagai gaya. Dalam tayangan tersebut, nyaris tidak terdengar suara kedua pasangan itu. Hanya terdengar suara bunyi ranjang yang bergoyang-goyang dan sesekali desahan nafas pemeran wanitanya. Diakhir video tampak pemeran laki-laki memperlihatkan wajah pemeran perempuan yang diduga ibu rumah tangga warga sungai lilin, kabupaten Muba yang sedang tersenyum.

Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Sungai Lilin AKP Ishak Gani membenarkan adanya peredaran video porno yang diduga diperankan ibu rumah tangga warga sungai lilin. Adapun berdasarkan penjelasan sang suami yang pernah melaporkan kejadian itu ke Mapolsek, setelah dilakukan interogasi tempat kejadian dibuatnya video porno di salah satu kamar hotel Tetesan Embun di kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin. “Namun informasi yang kami dapat mereka (suami istri dan keluarga besarnya) sudah damai. Sehingga tidak meneruskan laporannya,” ungkap Kapolsek.

Dua Sejoli Pelajar SMA Dipaksa Bugil
Sementara itu, nasib malang dialami dua sejoli siswa SMAN 1 di kecamatan Sungai Lilin. Pasalnya mereka dipaksa bugil dan melakukan hubungan suami istri setelah kepergok pacaran oleh oknum security atau satpan salah satu perusahaan tambang batubara PT Batu rona. Kejadian naas itu saat kedua sejoli yang sebut saja Bunga (nama samaran),15, warga Tenggulang Sungai Lilin dan pacarnya sebut saja (kumbang),15, warga SP 3 Tenggulang Jaya, Sungai Lilin sedang memadu kasih di salah satu kebon karet rambah di desa Sukamaju kecamatan Sungai Lilin, pada Sabtu (8/10) lalu sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat kepergok itulah mereka dikerjai oknum sekuriti yang diperkirakan berjumlah enam orang. Mereka meminta kedua sejoli bugil dan melakukan hubungan suami istri dengan nada keras dan membentak-bentak. Salah satu pelaku mengabadikan video porno dengan menggunakan kamera Handphone (HP). Dalam video berdurasi sekitar 10. 31 menit itu tampak kedua pelajar itu dibawa tekanan dan dipaksa pelaku untuk membuka baju hingga terlihat buah dada. “Bahkan pelaku yang sudah kita tetapkan tersangka mengancam agar korban membayar imbalan Rp5 juta. Jika tidak maka video bugil mereka akan disebarluaskan,” tandas Kanit Reskrim Polsek Sungai Lilin, Ipda Burnani

Para pelaku juga memaksa agar korban benar-benar bugil dengan membuka baju dan tidak menutup-nutupi payudaranya. Para pelaku menginterogasi mereka dengan menanyakan identitas mereka. “Jangan disebarkan pak, apakah bapak tidak kasihan dengan kami pak,” pinta Bunga dalam video tersebut. Namun tetap saja pelaku memaksa bugil dan merekam adegan bugil itu.
Namun terkuaknya video bugil itu setelah seminggu kemudian setelah kejadian tersebut. Sebab, beredar video bugil korban dari Hp ke Hp khususnya di pelajar di sungai lilin dan masyarakat, atas kejadian itu korban merasa malu dan melaporkan kejadian dan penyebar luasan video bugil itu ke Mapolsek Sungai Lilin.(her)

Kadin PU CK Dimarahi Bupati

Sekayu,SN
“ guna memastikan pembangunan di Muba ini berjalan sesuai harapan, saya akan memantau langsung, dan saya harus tahu secara detil. Terus terang saat ini saya sangat kecewa pembangunan tugu ini asal-asalan,” ujar Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Pahri Azhari saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) progres pembangunan Tugu Adipura dan gerbang Kota Sekayu, Kamis (20/10).
           Tidak biasanya Pahri menunjukkan raut muka “masam” di hadapan publik dan para wartawan. Ekspresi kemarahan nampak terlihat jelas dari raut wajahnya  saat mendapati bangunan Tugu Adipura dan gerbang kota yang tidak sesuai harapan. Bagaimana tidak, dalam Sidak tersebut Pahri mendapati material bangunan tidak mencerminkan ikon Bumi Serasan Sekate dengan kekayaan alam melimpah dan dukungan APBD Rp 2 triliun lebih.
“Ini harus menjadi perhatian serius dinas terkait. Masa bangunan belum seutuhnya selesai sudah rusak, dan banyak material yang lepas. Mestinya cari pemborong yang berkualitas,” cetus Pahri seolah menyindir Kepala Dinas PU Cipta Karya Sulaiman Zakaria yang turut mendampinginya dalam Sidak tersebut.
Tamparan keras untuk dinas terkait, semakin menghujam ketika secara langsung Pahri memegang beberapa material bangunan yang kropos, berkarat, dan rapuh. Material dimaksud antara lain, lempengan baja yang mengelilingi replika Piala Adipura, dan sejumlah keramik yang menempel di sekitar pelataran tugu. Padahal pembangunan tugu ini memakan biaya Rp 1,9 miliar.
Dengan biaya sebesar itu, Pahri merasa pengerjaan bangunan tidak beres dan asal-asalan. “Tolong Pak, ini pembangunan fisik yang dengan jelas dilihat masyarakat. 2012, baik tugu maupun gerbang harus sudah beres semua,” kata Pahri kepada Sulaiman.
Pahri kemudian menginstruksikan PU CK untuk benar-benar bertanggungjawab dalam pengerjaan bangunan yang diamanatkan. Itu termasuk dalam memimilih pemborong yang akan mengerjakan sebuah pembangunan fisik. “Kalau begini hasilnya, jelas saya sangat kecewa. Nanti kita lihat spec-nya, kalau memang tidak sesuai lebih baik kita cari yang pantas,” ujar Pahri dengan nada kesal.(her)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.