Rabu, 26 Oktober 2011

Angin Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah

Empat Lawang, SN
Di saat hujan lebat mengguyuri sebagian besar kabupaten Empat Lawang, Senin (24/10) malam, angin puting beliung menerjang puluhan rumah di Pasemah Air Keruh (Paiker) Empat Lawang. Akibatnya, puluhan rumah mengalami rusak berupa lepasnya seng atap rumah. Kemudian terdapat rumah di dua desa yang alami timpa pohon kelapa.
Informasi yang dihimpun Koran ini menyebutkan, angin puting beliung menghantam puluhan rumah di Paiker Senin (24/10) sekitar pukul 20.30 WIB di kala hujan deras mengguyur. Diantaranya terjadi di desa Bandar Agung, Talang Randai, Padang Gelai, dan Tanjung Beringin. Setidaknya puluhan atap rumah yang terbuat dari seng terlepas.
Kepala Desa Talang Randai kecamatan Paiker, Tarmizi mengatakan, puting beliung yang terjadi di desanya merusakkan dua rumah milik warga. Karena ditimpa pohon kelapa. Dan ada beberapa rumah lain juga mengalami kerusakan ringan.
“Kendatipun ditimpa pohon kelapa, namun tidak begitu hancur rumah warga itu,” katanya seraya menambahkan upaya penanggulangan sudah dilakukan dengan cara bergotong royong antara pemerintah setempat sesama warga.
Senada diungkapkan Kades Padang Gelai Kecamatan Paiker, Ismail menambahkan, pada saat kejadian dirinya tengah berada di ruang keluarga rumahnya. Secara tidak sadar, bagian plafon rumah alami basah dan lantai berangsur banjir. Dan ternyata setelah dilihat keatas bahwa seng atap rumah telah lepas.
“Di desa kita setidaknya ada lima rumah yang atapnya lepas. Namun bisa ditanggulangi cepat,”imbuhnya.
Ketika dikonfirmasi, Camat Pasemah Air Keruh Syaiful Zahri mengatakan, memang tak bisa dipungkiri musibah Puting Beliung itu telah merusak puluhan rumah warga. Rumah yang rusak berupa ditimpa pohon kelapa ada di dua desa milik warga desa Talang Randai dan Tanjung Beringin.
“Kita sudah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan sebenarnya, dan membantu secara bergotong royong terutama rumah warga yang ditimpa pohon. Kejadian ini juga sudah kita sampaikan langsung pada rapat bersama Asisten I Pemkab Empat Lawang hari ini (kemarin, red),” jelasnya.
Ia menambahkan, musibah yang terjadi di wilayah kecamatannya berlangsung dengan begitu cepat. Sehingga warga sangat kesulitan dan bahkan tidak mengetahui sebelumnya. Dan tentunya warga dihimbau untuk tetap selalu waspada terhadap segala musibah yang bisa jadi datang dalam waktu tidak pasti.
“Warga dihimbau untuk tetap selalu waspada, saling tolong menolong sesama warga bila ada kena musibah. Apalagi sangat diharapkan apabila keadaan atap rumah sudah tidak layak digunakan kiranya segera untuk diganti dengan yang lebih kokoh,” pungkasnya.
Musibah Puting Beliung ternyata bukan hanya menerjang di kecamatan Paiker saja. Bahkan di desa Endalo dan Lubuk Tapang kecamatan Lintang Kanan ikut merasakan angin dahsyat itu. Namun kerusakan yang terjadi hanya ringan diantaranya lepasnya atap seng rumah milik warga. Dan kerusakan itu sudah bisa ditanggulangi oleh warga sendiri secara gotong royong.
“Ya laporannya sudah ada, kita langsung menurunkan tim ke lapangan untuk mendata. Namun sudah bisa dipastikan bahwa hanya kerusakan ringan dan sudah ditanggulangi secara cepat,” imbuhnya. (eko)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.