Kamis, 01 Desember 2011

DBD Serang Warga Banyuasin

Banyuasin, SN
Demam berdarah dengue(DBD) menyerang beberapa daerah di wilayah Kabupaten Banyuasin di Pangkalan Balai, Sedang, Air Sangris, dan Taja raja II, Talang Kelapa, Banyuasin III, Banyuasin I, Tanjung Lago, Betung dan Rambutan beberapa hari terakhir. Keteledoran warga dalam menjaga kesehatan lingkungannya dinilai menjadi penyebab munculnya kedua penyakit ini.
Berdasarkan pendataan Kepala Dinas Kesehatan dr Ayuhana Awam menjelaskan, peningkatan DBD di Banyuasin lebih cenderung karena perubahan iklim, dari musim panas ke musim hujan. Pihaknya pun sudah melakukan upaya pencegahan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Dinas kesehatan juga menetapkan 10 daerah endemis DBD, masing-masing di Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin III, Banyuasin I, Tanjung Lago, Betung dan Rambutan. “Daerah endemis tersebut sudah kita antisipasi dengan cara penyuluhan lingkungan sehat dan perilaku sehat kepada masyarakat, termasuk penyuluhan PSN, baik dengan cara 3M, Fogging maupun abate," tuturnya.
Dalam radius 25 meter, kata Ayuhana, Dinas Kesehatan melakukan penyelidikan, ternyata memang didekat sana terdapat genangan air sehingga menimbulkan jentik, dilokasi tersebut juga sudah dilakukan double cycle fogging.
Diakui Ayuhana, fogging memang bukan pemecah permasalahan DBD yang tepat, sebab fogging yang dilakukan hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik dan telur nyamuk sama sekali tidak dapat dibunuh.
“Bisa dibayangkan satu ekor nyamuk bisa menelurkan 200 ekor jentik, dan telur-telur mereka bisa bertahan meski tidak dalam kondisi digenangi air. Karenanya selain fogging kami juga berharap massyarakat bisa menciptakan hidup sehat, dengan menjaga lingkungannya. Kemudian kami juga menghimbau untuk melakukan 3 M, mengubur, menguras dan menutup wadah-wadah air," terangnya.
Ditambahkannya, penyebaran penyakit ini, karena kurangnya kepedulian warga dalam menjaga kebersihan lingkungan pada saat musim hujan.
Peningkatan kasus DBD ini sendiri diakui oleh Kepala RSUD Banyuasin, dr Syaumaryadi MEpid. Menurutnya, hampir setiap bulan ia menerima pasien dengan keluhan seperti DBD. Seperti M.Ilham ,Ikba warga pangkalan balai(18), Anisa Air sangris,Nuzuli Taja Raya,Dina Air Sangris dan Dina (20)Pangkalan Balai,yang di rawat di RSUD Banyuasin Sekarang.
“Untuk keluhannya memang penyakit DBD menjadi penyakit nomor satu yang ada di Rsud Banyuasin tersebut apalagi satu bulan ini saja ada sekitar 30 orang,Tanda tanda penyakit DBD adalah pasien mengeluarkan bintik merah, namun untuk kepastiannya memang harus dilakukan tes laboratorium. Positif atau tidaknya hasil test ditentukan oleh kandungan trombosit dalam darah. Untuk pasien baru mengalami gr I belum berbahaya. Tetapi kami akan bertindak cepat untuk pengobatan DBD yang makin membahayakan,” jelasnya. (sir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.