Kamis, 01 Desember 2011

Warga Keluhkan Jalan 108 Babat Supat Rusak

Sekayu, SN
Ruas jalan 108 yang menghubungkan wilayah Kecamatan Babat Supat ke jalan lintas timur Palembang-Jambi kian memprihatinkan. Belasan kilo meter badan jalan dipenuhi lubang berlumpur saat turun hujan dan batu koral yang bertebaran di pinggir jalan.
“Ini bukan jalan perusahaan minyak ataupun batubara. Tapi ini jalan yang dibuat Pemerintah Kabupaten Muba. Guna memperlancar akses pemerintahan dan perekonomi masyarakat membawa hasil pertanian, Kami masyarakat kecil hanya bisa berharap Pak bupati melihat kondisi ini dan menindaklanjutinya,” ujar candra warga Desa Supat.
Menurut dia, bertahun-tahun puluhan truk yang mengangkut hasil pertambangan batubara dan minyak CPO melintas di jalan kabupaten itu setiap harinya. Jika panas menimbulkan debu, dan saat musim hujan penuh lumpur dengan lubang di sana sini. Anehnya, kata candra , meski ini sudah berlangsung lama tidak ada tindakan tegas dari Pemkab Muba terhadap operasional truk-truk tersebut.
“Yang lewat di jalan ini tidak hanya truk kecil. Tidak jarang tronton melebihi tonase, namun sekarang sebatas kendaran damtruk milik perusahaan juga ikut andil dalam kerusakan,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Mulyanto. Menurut dia, umumnya kendaraan yang melintas di wilayah itu mengangkut batubara milik PT Baturona dan Truk tengki minyak CPO dari PT MBI. Lemahnya kebijakan pemerintah ditambah kurangnya pengawasan legeslatif sebagai peran kontrol terhadap perusahan yang beroperasi mengunankan akses jalan pemerintah kabupaten, membuat akses jalan penghubung utama di kecataman tersebut rusak berkepanjangan.
“Kita tidak menapikan adanya usaha perbaikan dari pihak perusahaan. Tapi apa yang dilakukan tidak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan. Masa Cuma ditimbun-timbun saja pakai batu koral,” ujarnya.
Informasi terkait kerusakan jalan lintas yang akrab disebut jalan 108 ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat. Dari pengamatan beberapa hari terakhir, apa yang dikeluhkan masyarakat setempat mungkin tidaklah berlebihan. Sebab faktanya, jalan tersebut memang rusak dan kurang dari sehari puluhan truk mengangkut minyak dan batubara melintas di sana.
Salah seorang sumber menyebutkan, puluhan truk ini dikoordinir pihak ketiga yang menjalankan proyek dari perusahaan terdekat. Untuk mempermudah operasionalnya, pihak ketiga menyewa beberapa truk milik warga setempat disamping truk dari daerah lainnya. Sebab dilihat dari plat atau nomor polisi kendaraan, tidak hanya BG (wilayah Sumsel) tapi juga B, E, BH, dan BE. (her)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.