Selasa, 20 Desember 2011

Ratusan Bangunan Terancam Longsor

Pagaralam, SN
Ratusan bangunan rumah, dan perkantoran di Kota Pagaralam, terancam longsor akibat runtuhnya beberapa titik di lereng Gunung Dempo, Kampung I, Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kota Pagaralam, Ir H Edi Thamrin, Senin (19/12) mengatakan hujan deras yang mengguyur Pagaralam, mendorong beberapa titik terjadi longsor sekitar 10 meter hingga 20 meter dengan ketinggian sekitar 50 meter.
"Bencana alam susulan bisa saja terjadi karena hujan lebat dalam beberapa hari ini terus terjadi," katanya.
Dia menyebutkan, meskipun hanya menimbun beberapa sudut jalan, namun areal longsor cukup luas dan berada di kawasan pemukiman padat penduduk.
"Ratusan rumah di daerag Gunung Dempo itu sebagian besar berada di bawah tebing dan di lereng perbukitan. Tentunya jika terjadi longsor semuanya akan ikut menjadi korban," ungkap dia.
Diakuinya, banyak fasilitas warga yang saat ini terancam longsor, di antaranya perumahan milik karyawan PTPN VII dan Pustu Gunung Dempo.
Edi Thamrin menyebutkan, antisipasi untuk menanggulangi longsor susulan akan dilakukan pemasangan tembok penahan dari semen.
"Sebetulnya kalau musim hujan daerah Gunung Dempo, mulai dari perkebunan teh di ketinggian 1.900 dpl hingga Kampung I kawasan pabrik PTPN VII cukup sering terjadi longsor, hanya saja kapasitasnya kecil," ungkapnya.
Sementara itu Wakil Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati mengatakan, pemerintah kota sudah melakukan berbagai upaya pencegahaan dan pengendalian dalam menanggulangi bencana alam, seperti membentuk satuan kerja khusus menangani pesolan ini hingga tingkat kelurahan.
"Kalau kondisi darurat kita sudah siapkan semua, mulai dari peralatan dan personel siapa diterjunakan untuk mengatasi berbagai situasi," ungkap dia.
Dia juga meminta agar instansi terkait dapat menyediakan anggaran untuk mendukung upaya penanggulangan bila bencana alam yang banyak menimbulkan korban terjadi.
Ida juga mengatakan, antisipasi pertama yakni dengan mengurangi upaya perluasan pembukaan hutan di daerah pergunungan yang merupakan hulu sungai. Karena hal itu juga bisa memicu tidak terjadinya penyerapan air saat hujan deras, sehingga banjir kiriman muncul.
"Longsor terjadi karena air yang tidak mampu lagi diserap secara maksimal oleh tanah, belum lagi kondisi alam sudah banyak mengalami kerusakan, seperti tandus," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo, Slamet mengatakan, kalau hujan deras akan timbul kekhawatiran, karena perubahan di daerah itu semuanya di lereng bukit.
"Kalau disekitar kantor kami tidak terlalu berbahaya, namun longsor bisa saja mengancam disekitar bangunan wisata antan delapan," ungkapnya.
Namun demikian, kata Slamet, kewaspadaan akan tetap dilakukan, karena bencana alam yang bisa saja muncul secara tiba-tiba bukan hanya longsor dan banjir bandang saja, bahkan termasuk Gunung Dempo meletus. (asn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.