Selasa, 10 Januari 2012

2012, Tak Ada Anggaran Perbaikan Jalan TAA

Palembang, SN
Kondisi jalan Tanjung Api-api (TAA) yang rusak parah, diduga akibat banyaknya angkutan batubara yang melintas, tampaknya tidak akan segera diperbaiki. Pasalnya, Komisi IV DPRD Sumsel yang menaungi bidang infrastruktur memastikan tidak ada anggaran perbaikan jalan TAA di APBD Sumsel tahun 2012.
Hal ini diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Sumsel, Najib Matcan, ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/1). Katanya, tidak dimasukkannya dana perbaikan jalan TAA tersebut dikarenakan jalan TAA statusnya masih belum jelas, apakah milik provinsi, kota/kabupaten ataukah pusat.
Menurut dia, salah satu solusi perbaikan jalan TAA tersebut adalah dengan mengakui jalan TAA sebagai jalan negara, dengan begitu, perbaikannya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
"Saya sudah menghubungi Balai Besar Jalan dan Jembatan Sumsel, menurut mereka sebaiknya jalan TAA dijadikan jalan negara, karena dengan demikian perbaikannya dapat menggunakan dana APBN, dan mereka siap membantu mengucurkan dana itu," katanya.
Lebih lanjut ditegaskan Najib, kerusakan jalan TAA akibat banyaknya truk batubara yang melintas. Oleh karena itu menurut Politisi Partai Golkar ini, para pengusaha angkutan dan batubara, seharusnya bertanggung jawab terhadap perbaikan jalan tersebut.
"Sekarang ini, tidak jelas, siapa yang akan memperbaikinya, yang pasti di APBD Sumsel 2012, dana perbaikan itu tidak ada. Seharusnya, para pengusaha angkutan dan batubara ikut bertanggung jawab memperbaiki kerusakan jalan TAA, jangan hanya bisa memakai," tegasnya.
Disisi lain kata Najib, rencana pemindahan pelabuhan 35 ilir ke dermaga TAA, sebaiknya tidak semua jenis penyeberangan dipindahkan terlebih dahulu. Menurutnya, pemindahan dermaga sebaiknya hanya untuk penyeberangan angkutan dan barang, sedangkan untuk penumpang, sementara waktu masih dilakukan di dermaga 35 ilir.
"Alasannya, tidak terlepas dari buruknya jalan menuju TAA, kan kasihan penumpang kalau harus melewati jalan TAA yang kondisinya hancur total seperti sekarang ini," ungkapnya.

q Tongkang Harus Disertai Kapal Pemandu

Sementara itu, rencana pemindahan jalur angkutan batubara yang sebelumnya melalui jalan darat, kedepan melalui sungai musi pada April mendatang, mendapat tanggapan dari Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, H A Rozak Amien. Menurutnya, rencana pemindahan jalur angkutan batubara tersebut sudah tepat, namun harus juga diperhatikan karena tongkang/kapal pengangkut batubara itu nantinya juga akan melewati jembatan Ampera.
"Rencana ini perlu mendapat perhatian, dan pihak terkait juga harus segera mengantisipasi, jangan sampai tongkang-tongkang tersebut menabrak tiang atau fender jembatan Ampera, karena kalau itu terjadi, permasalahan akan semakin besar dan berat," katanya.
Menurutnya, tongkang - tongkang pengangkut batubara nanti, harus dikawal oleh kapal pemandu di depan dan belakang tongkang. Hal ini, untuk menghindari terjadinya tabrakan terhadap tiang jembatan Ampera.
"Yang penting rencana pemindahan jalur angkutan batubara ini harus mendapat perhatian, jangan sampai satu masalah selesai, malah menimbulkan masalah baru yang lebih rumit," pungkasnya. (awj)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.