Selasa, 20 Desember 2011

edisi cetak 519, Selasa 20 desember 2011

Pemain SFC & Persija Tawuran di Hotel, Polisi Turun Tangan

Palembang, SN
Insiden perkelahian pemain Sriwijaya FC dan Persija Jakarta di hotel setelah mereka bertanding kemungkinan besar akan dibawa ke ranah hukum. Manajemen Sriwijaya FC akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
Peristiwa itu terjadi hari Minggu (18/12/2011), setelah kedua tim berduel di lapangan dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, yang berkesudahan 2-1 untuk tuan rumah.
Seusai pertandingan, di Hotel Swarna Dwipa, Jln. Tasik, Palembang, terjadi pertikaian antarpemain. Menurut informasi, sempat terjadi cekcok antara pemain SFC Hilton Moreira dengan pemain Persija Ismed Sofyan di lantai lobi hotel. Pemain SFC yang lain, Thierry Gathuessi, datang untuk melerai, tapi diduga melakukan pemukulan terhadap Ismed.
Ismed lalu melapor pada rekan-rekannya, dan kemudian mengeroyok Gathuessi di lantai tiga. Ofisial Persija dilaporkan turut terlibat dalam perkelahian yang membuat geger sekaligus ketakutan, penghuni lain hotel tersebut.
Versi lain dari saksi mata bernama Ozi Maulana, penyanyi kafe hotel, ia melihat Ismed dan Hilton bertengkar di lobi, lalu beradu jotos. Ofisial dan pemain Persija lain yang melihat kejadian itu pun membantu Ismed memukuli Hilton.
Menyaksikan temannya dikeroyok, Keith Kayamba Gumbs dan Gathuessi datang mencoba melerai, tapi kemudian terbawa arus tawuran. Para pemain Persija lalu mengejar-ngejar pemain SFC sampai ke lantai tiga. Kaca pintu darurat lantai tiga pecah karena terkena pelemparan yang dilakukan ofisial Persija.
Dari tawuran yang liar itu Ismed dilaporkan mengalami luka di pipinya, sedangkan Hilton di bagian wajah. Manajer SFC, Hendri Zainuddin, berniat melapor ke Polrestabes Palembang, karena merasa pemainnya dikeroyok.
"Kita akan melaporkan kejadian ini ke Polresta. Kalau ada yang bersalah, kasus ini akan dibawa ke ranah hukum," demikian Hendri saat dihubungi wartawan, Minggu malam.
Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Palembang, Frido Situmorang, mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kejadian tersebut. Untuk sementara, diduga motifnya berawal dari lapangan saat kedua tim bertanding.
Untuk diketahui, partai itu dimenangkan SFC dengan skor 2-1, diwarnai tiga kartu merah: dua untuk Persija dan satu untu tim tuan rumah. Bek Persija Fabiano dan Kayamba Gumbs diusir wasit karena sempat saling dorong dan nyaris berkelahi.
"Kita masih menyelidiki kejadian ini," ujar Frido Situmorang. "Berdasarkan olah TKP, kaca di lantai2 pintu darurat hotel pecah akibat lemparan benda tumpul."
Sementara itu Pelatih Persija Iwan Setiawan mengaku tidak melihat kejadian tersebut, tapi berharap ada penyelesaian secara baik-baik di antara orang-orang yang terlibat. ( a2s / mfi )

Hari Ini, 5 Terdakwa Kasus Sungai Sodong Disidang

Kayuagung, SN
Hari ini Selasa 20 Desember, 5 terdakwa kasus bentrok berdarah antara warga Desa Sungai Sodong Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI dengan pihak keamanan PT Sumber Wangi Alam (SWA) akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kayuagung.
Demikian ditegaskan Husaeni SH MH selaku Ketua Pengadilan Negeri Kayuagung didampingi Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM, Wakapolres OKI, Dandim, Kejari Kayuagung, Ketua PA Kayuagung, Sekda OKI dan sejumlah pejabat di jajaran Pemkab OKI, Senin (19/12) di ruang rapat bupati.
Dijelaskan Husaeni, kelima terdakwa tersebut yakni Tarjo, Suprianto, Muhammad Idris, Muhammad Ridwan dan Heri Supriansyah. Semuanya terdakwa dari pihak sekuriti PT SWA ini dijerat dengan pasal primer 338 KUHP, subsider 170 KUHP dan 351 KUHP ayat 1.
“Besok (hari ini,red) pemeriksaan terhadap para terdakwa,”kata Husaeni menjawab pertanyaan wartawan tentang sejauh mana proses hukum dan penanganan yang dilakukan pihaknya terhadap kasus bentrok di Desa Sungai Sodong yang terjadi 21 April silam.
Sedangkan untuk persidangan terdakwa dari pihak warga sudah selesai dilakukan beberapa waktu lalu. Terdakwanya hanya 1 orang atas nama Goni, didakwa karena memiliki dan membawa senjata tajam di tempat umum. Goni dihukum 5 bulan kurungan penjara namun sekarang pihak jaksa mengajukan kasasi sehingga perkaranya masih berlangsung.
Sedangkan Wakapolres OKI Kompol Indra D SIK menjelaskan, setiap perusahaan punya hak dan kewajiban membentuk dan memiliki tim keamanan perusahaan baik yang dibentuk dari intern perusahaan maupun menggunakan jasa keamanan dari ekstern perusahaan.
Seperti diberitakan sebelumnya, bentrok berdarah antara warga Desa Sungai Sodong dengan sekuriti PT SWA ini terjadi 21 April 2011 lalu. Pemicunya karena kedua belah pihak saling mengklaim lahan perkebunan sawit di desa tersebut.
Kronologis bentrok bermula adanya seorang warga yang memanen kelapa sawit di lahan yang bersengketa, namun yang dilakukannya ini dilihat pihak keamaman perusahaan sehingga terjadilah keributan dan menewaskan warga tersebut.
Tewasnya seorang warga ini dilihat seorang warga lainnya yang mencoba melakukan pembelaan, namun nasibnyapun sama yakni tewas dianiaya pihak keamanan. Informasi meninggalnya 2 orang warga ini diketahui warga setempat.
Jelas saja, pihak keluarga korban dibantu ratusan wargapun langsung emosi dan mendatangi basecamp PT SWA untuk balas dendam. Emosi yang tidak terkendali ini berakhir anarkis dengan merusak sejumlah asset perusahaan dan bentrok dengan puluhan pihak sekuriti sehingga 5 orang sekuriti akhirnya tewas dianiaya warga.(iso)

300 Pegawai HL PT SSG Tak Ada Jamsostek

*DP Siregar: Perusahaan
Harus Bertangung Jawab


Banyuasin, SN

Permasalahan yang dihadapi oleh sekitar 16 pekerja di PT Sukses Sawit Gasing (SSG) bukan hanya permasalahan keracunan tetapi salah satu pegawai harian lepas dari PT SSG datang ke kantor perkantoran Pemkab Banyuasin di Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) untuk meminta pertangung jawaban dari PT SSG akibat diberhentikan dari tempat dia bekerja tanpa ada surat peringantan.
Yuliana (31 thn) pekerja harian lepas PT SSG menjelaskan, ia diberhentikan dari PT SSG tanpa ada surat peringatan dan hanya melalui sms saja.
“Pada saat saya datang mau bekerja saya sudah tidak boleh lagi bekerja tanpa ada pemberitahuan kepada Saya padahal sudah bekerja di PT SSG sebagai pegawai harian lepas sudah bekerja selama 2 tahun. Tanpa ada surat peringatan saya langsung diberhentikan dan ,saya mau menuntut untuk agar saya diberikan pesangon selama saya bekerja,” ujarnya.
Adi Kurniawan, salah satu staf tata usaha PT SSG membantah kalau dirinya telah memberhentikan pekerja yang bernama yuliana. "Dari perusahaan sendiri sampai saat ini belum mengeluarkan surat pemberhentian kepada saudara Yuliana,dan kami dari PT SSG. Jika memang saudara yuliana masih ingin bekerja kami masih menerima dan jika mau berhenti kami dari PT SSG akan memberikan pesangon,"ujarnya.
Kasi Hubungan Industrial dan Jamsostek DP Siregar SH MH mengatakan, bila permasahan yang dihadapi oleh pekerja harian lepas yang bernama yuliana hanya permasalahan yang dilakukan oleh oknum perusahaan saja.
Menurutnya, hal tersebut mungkin hanya dilakukan oleh oknum yang bekerja di PT SSG. Jika memang pekerja yang bernama yuliana ini mau berhenti maka harus diberikan pesangon.
Ditanyakan permasalahan yang menyangkut ke 16 pekerja yang mengalami keracunan beberapa hari yang lalu di PT SSG ke-16 pekerja harian lepas tersebut tidak memiliki jamsostek Siregar juga mengatakan jika prusahaan tersebut mampu dan mau bertanggung jawab maka perusahaan tidak perlu lagi memberikan jamsostek.
“Untuk pegawai tenaga harian lepas tersebut jika perusahaan mampu dan mau bertangung jawab maka prusahaan tidak perlu memberikan jamsostek. Tetapi jika prusahaan tersebut tidak bertangung jawab,dan tidak memberikan jamsostek kepada pekerja,maka perusahaan tersebut salah dan akan di berikan sanksi serta di laporkan karena tidak memberikan kewajibannya kepada perusahaan nya,” jelasnya.(sir)

Pengurus Ranting PMI Dilantik

HBA: Anggota PMI Harus Peduli Lingkungan

Empat Lawang, SN
Sebanyak 40 anggota Palang Merah Indonesia (PMI) pengurus ranting kecamatan, masa bakti 2011 - 2013 resmi dilantik oleh Ketua PMI cabang Empat Lawang Ny HjSuzanah Budi Antoni. Senin (19/12).
Acara yang dipusatkan di halaman Puskemas Pendodpo tersebut juga dihadiri bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) yang juga sebagai pembina PMI Empat Lawang, serta pejabat pemkab Empat Lawang,
Pada acara Pelantikan pengurus ranting PMI kabupaten Empat Lawang yang dilantik langsung ketua PMI cabang kabupaten Empat Lawang ini, diisi juga kegiatan bakti sosial, sepeti sunatan masal, donor darah, dan KB gratis, serta pelayanan kesehatan masyarakat lainnya.
Ketua PMI Cabang Empat Lawang Ny Hj Suzana Budi Antoni, mengharapkan agar pengurus yang dilantik untuk segera menyusun program kerja yang mampu dilaksanakan secara tepat guna, tepat sasaran, efisien dan membantu program Pemkab Empatlawang.
"Selamat kepada pengurus yang dilantik untuk periode 2011-2013. Diharapkan pengurus ranting dapat bekerjasama dengan PMI Kabupaten Empatlawang,"terangnya.
Lebih lanjut Suzana mengatakan, agar pengurus ranting PMI dapat bekerja secara maksimal dan bersinergi membangun dan pengembangan Palang Merah diseluruh Kecamatan.
"Kami harapkan organisasi PMI ini terutama di kabupaten Empat Lawang dapat Saling besinergi dan bersama membangun organisasi ini. Sehingga dapat dinikmati masyarakt luas khususnya masyarakat Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati,"imbuhnya.
Sementara Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA), organisasi ini merupakan kegiatan positif sebab dengan adanya organisasi ini tentunya diharapkan dapat dijadikan sarana membentuk karakter jiwa sosial yang tinggi, dan semangat kebersamaan.
”Sebaiknya anggota PMI haruslah memiliki jiwa kesetiakawanan sosial serta kepekaan dan kepedulian lingkungan sosial masyarakat ataupun sekolah,”ujarnya.
Mantan Ketua DPRD Lahat ini juga mengharapkan, dengan kegiatan ini bagi anggota PMI pengurus ranting semakin dapat meningkatkan rasa persaudaraan diantara sesama serta semakin memperkukuh tujuh prinsip dasar PMI yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, serta kesatuan dan kesemestaan.
“Harapannya saya dengan bertumbuhnya PMI ini dapat bersinergi bersama membangun daerah dan dapat melayani masyarakat luas," harap HBA.(Eko)

Mobil Karyawan BUMN Raib Didepan Rumah

Muara Enim, SN

Sial menimpa, Sohirin bin Darmo (36) karyawan BUMN yang tinggal di Dusun II Desa Ujanmas Baru Kecamatan Ujanmas, mobil Suzuki pick up BG Nopol BG 9898 XT miliknya, lenyap digondol maling, Minggu (19/12) sekitar pukul 02.00 WIB.
Atas kejadian tersebut korban melaporkannya ke Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Muara Enim. Dalam pengakuannya dihadapan petugas, mobil pick up miliknya di parkir di halaman depan rumahnya.
Keesokan paginya, dia kaget mengetahui kalau mobilnya tersebut sudah raib. Bahkan dia telah berusaha mencari dan menanyakan kepada para tetangganya perihal kejadian tersebut, tetapi tak ada yang mengetahui ataupun mengenali ciri-ciri pelakunya.
Diakuinya, kalau malam tersebut, dia tak mendengar ada suara
mencurigakan yang masuk ke halaman rumahnya, meskipun pagarnya telah terkunci rapat. Padahal, mobilnya tersebut telah terkunci dengan pengaman kunci stir mobil.
Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi, Senin (19/12), membenarkan kejadian tersebut, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan petugas. (yud)

Dana BOS Triwulan IV Cair

Prabumulih, SN

Setelah sempat mengalami keterlambatan hingga dua bulan lamanya, akhirnya Pemkot Prabumulih melalui Dinas Pendidikan (Disdik), Senin (19/12), mulai melakukan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan (tahap) IV bagi SD dan SMP di lingkungannya.
Tercatat sebanyak 91 Sekolah Dasar (SD), dan 19 Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdiri dari sekolah negeri dan swasta mendapat bantuan tersebut.
Kepala Disdik Kota Prabumulih, Rasyid SAg melalui Kepala Bidang Sekolah Menengah, Irawan Supmidi SPd MM, menyebutkan pencairan dana BOS Triwulan IV sudah dilakukan sejak Jumat (16/12).
Ia menambahkan, cara pencairan seperti biasa, dari rekening penampungan Disdik langsung ke rekening sekolah masing – masing. Keterlambatan turunnya dana BOS Triwulan IV 2011, diakui Irawan disebabkan kurangnya anggaran dana BOS yang diterima dengan jumlah sekolah.
“Keterlambatan terjadi karena anggaran tidak cukup sehingga terpaksa alokasinya dikurangi untuk masing – masing sekolah (dibagi rata). Jadi memang prosesnya agak lama, karena melihat jumlah siswa sekolah itu,” ungkap Irawan lagi.
Masing – masing SD menerima sekitar Rp 400 ribu persekolah, dan Rp 575 ribu bagi SMP. Pengurangan alokasi dana BOS bagi sekolah itu, dilakukan setelah terdapat selisih atau penambahan jumlah siswa pada sekolah tersebut.
Irawan menambahkan, agar pengurangan dana BOS tidak terulang sesuai dengan Keputusan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sekarang ini, pihaknya kedepan hanya bertugas mengontrol dan mendata penggunaan dana BOS di sekolah.
“Kalau sekarang masih dari Bendahara Negara, di transper ke Bendahara Umum Daerah (BUD) kemudian ke rekening penampung Disdik, baru masuk ke rekening sekolah penerima dana BOS,” urai Irawan.
Sistem pencairan dana BOS tahun 2012 itu juga, menurut Irawan, selain lebih ringkas dan mudah juga mengurangi resiko terjadinya penyimpangan dalam penyampaiannya. “Sebab dari Bendahara Negara langsung ke Bendahara Umum Daerah Pro

Ratusan Bangunan Terancam Longsor

Pagaralam, SN
Ratusan bangunan rumah, dan perkantoran di Kota Pagaralam, terancam longsor akibat runtuhnya beberapa titik di lereng Gunung Dempo, Kampung I, Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kota Pagaralam, Ir H Edi Thamrin, Senin (19/12) mengatakan hujan deras yang mengguyur Pagaralam, mendorong beberapa titik terjadi longsor sekitar 10 meter hingga 20 meter dengan ketinggian sekitar 50 meter.
"Bencana alam susulan bisa saja terjadi karena hujan lebat dalam beberapa hari ini terus terjadi," katanya.
Dia menyebutkan, meskipun hanya menimbun beberapa sudut jalan, namun areal longsor cukup luas dan berada di kawasan pemukiman padat penduduk.
"Ratusan rumah di daerag Gunung Dempo itu sebagian besar berada di bawah tebing dan di lereng perbukitan. Tentunya jika terjadi longsor semuanya akan ikut menjadi korban," ungkap dia.
Diakuinya, banyak fasilitas warga yang saat ini terancam longsor, di antaranya perumahan milik karyawan PTPN VII dan Pustu Gunung Dempo.
Edi Thamrin menyebutkan, antisipasi untuk menanggulangi longsor susulan akan dilakukan pemasangan tembok penahan dari semen.
"Sebetulnya kalau musim hujan daerah Gunung Dempo, mulai dari perkebunan teh di ketinggian 1.900 dpl hingga Kampung I kawasan pabrik PTPN VII cukup sering terjadi longsor, hanya saja kapasitasnya kecil," ungkapnya.
Sementara itu Wakil Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati mengatakan, pemerintah kota sudah melakukan berbagai upaya pencegahaan dan pengendalian dalam menanggulangi bencana alam, seperti membentuk satuan kerja khusus menangani pesolan ini hingga tingkat kelurahan.
"Kalau kondisi darurat kita sudah siapkan semua, mulai dari peralatan dan personel siapa diterjunakan untuk mengatasi berbagai situasi," ungkap dia.
Dia juga meminta agar instansi terkait dapat menyediakan anggaran untuk mendukung upaya penanggulangan bila bencana alam yang banyak menimbulkan korban terjadi.
Ida juga mengatakan, antisipasi pertama yakni dengan mengurangi upaya perluasan pembukaan hutan di daerah pergunungan yang merupakan hulu sungai. Karena hal itu juga bisa memicu tidak terjadinya penyerapan air saat hujan deras, sehingga banjir kiriman muncul.
"Longsor terjadi karena air yang tidak mampu lagi diserap secara maksimal oleh tanah, belum lagi kondisi alam sudah banyak mengalami kerusakan, seperti tandus," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo, Slamet mengatakan, kalau hujan deras akan timbul kekhawatiran, karena perubahan di daerah itu semuanya di lereng bukit.
"Kalau disekitar kantor kami tidak terlalu berbahaya, namun longsor bisa saja mengancam disekitar bangunan wisata antan delapan," ungkapnya.
Namun demikian, kata Slamet, kewaspadaan akan tetap dilakukan, karena bencana alam yang bisa saja muncul secara tiba-tiba bukan hanya longsor dan banjir bandang saja, bahkan termasuk Gunung Dempo meletus. (asn)

17 Warga Pagaralam Digigit Anjing Gila

Pagaralam, SN
Berdasarkan data dari rumah sakit daerah (RSD), Besemah Kota Pagaralam, sebanyak 17 warga menjadi korban gigitan anjing gila, dan rentan terhadap penularan rabies, bahkan dalam satu hari bisa delapan orang menjadi korban gigitan anjing gila tersebut.
"Hingga 3 Desember 2011 ini, korban gigitan anjing gila sudah mencapai 17 orang. Semua korban gigitan anjing penular rabies ini hanya dilakukan rawat jalan dan suntikan anti penularannya," demikian diungkapkan Direktur RSD dr H Edy Kenedy, didampingi Kepala Rekamidik RSD Besemah, Mirza SE, Senin (19/12).
Dikatakannya, adapun pasien yang menjadi korban gigitan anjing gila hingga Senin (19/12), yaitu Mely (28), warga Indragiri, Kelurahan Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan, M Jari (60) warga Karang Caya, dan Udiono (60), Dusun Kabu Rejo, Kecamatan Pagaralam Utara, dan Canda Hanang (5) warga Dusun Talang Jengkol, Kelurahan Sokorejo, Kecamatan Pagaralam Utara.
"Kemudian Yuliana (55) warga Dusun Sumberjaya, Kecamatan Dempo Tengah, dan Rita (25) warga Bimagung, Kecamatan Dempo Utara, Wahyuni (28) Dusun Keburejo, Kelurahan Beringinjaya, Raka (6) Dusun Talang Jeruk, Kelurahan Sokrejo, Kecamatan Pagaralam Utara," ungkap dia.
Sebagian besar korban, kata dia, mengalami luka di kaki bagian atas atau betis dengan satu gigitan dan beberapa lubang gigi.
Sedangkan korban lainnya, yaitu Abdul Azi (8) Dusun Indragiri, Kelurahan Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan, Dimas (4), Dusun Demporiokan, Kelurahan Beringinjaya, Kecamatan Pagaralam Utara, Ayung Anungrah (7) Dusun Alun Dua, Herlina (35) warga Mekaralam, Sumiyati (50) Desa Rambai Kaca, Dedek Agung (18) warga Nendagung, Irwan (41) warga Tebad Baru, dan Reva (36) warga Jarai, Kecamatan Pagaralam Selatan.
Peristiwa ini, kata dia, sudah merupakan kejadian luar biasa (KLB), karena hanya dalam waktu beberapa hari saja sudah lebih dari puluhan warga di gigit anjing gila.
"Memang kita baru dugaan karena masih harus dilakukan karantina terhadap anjing tersebut selama sepuluh hari. Kalau dalam batas waktu tersebut anjing yang sudah mengigit korban tadi langsung mati, dapat dipastikan sudah tertular rabies," kata dia, sembari mengatakan untuk saat ini baru bisa diketahui melalui ciri-ciri saja, seperti gigitan hanya satu kali, dan siapapun yang ditemui akan digigit.
"Kami sudah membuat surat resmi kepada instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan dan Perikanan, untuk melakukan pencegahan," ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Pagaralam, drh Syukri menanggapi persoalan ini mengatakan, sebelumnya sudah melakukan pemusnahan ratusan ekor anjing liar untuk mengantisipasi penularan penyakit rabies.
"Namun kita belum mendapat laporan jika saat ini sudah belasan warga menjadi korban digigit anjing gila. Langkah pencegahan kita akan kembali melakukan pemusnahan hewan sejenis yang hidup liar dibeberapa tempat, dan termasuk melakukan pencarian terhadap anjing yang sudah banyak melukai korban," ungkap dia.
Sementara bagi hewan peliharaan, kata dia, akan dilakukan penyuntikan vaksin rabies, agar terhindar penularan penyakit mematikan tersebut.
Diakuinya, saat ini masyarakat cukup banyak memelihara hewan jenis anjing, terutama di pedesaan yang mayoritas memeliharanya untuk menjaga rumah dan kebun. Kondisi ini juga menjadi penyebab sulitnya dilakukan pemusnahaan dan pencegahan penularan rabies.
"Bahkan hampir 50 persen anjing tersebut dibiarkan hidup liar, sehingga memudahkan penularan rabies," ungkapnya.
Penyakit ini bisa menular kepada manusia akibat gigitan anjing, bahkan bisa menimbulkan kematian. Untuk itu, menurut Syukri, kesehatan hewan peliharaan juga harus diperhatikan dan jangan sampai menjadi liar.
"Anjing yang berkeliaran dapat membahayakan keselamatan masyarakat apalagi sudah tertular rabies dan penularan penyakit ini paling banyak dialami hewan kurang perawatan," ungkapnnya.
Masih menurut Syukri, bukan hanya dimusnakan saja, akan tetapi kalau untuk peliharaan perlu dilakukan penyuntikan vaksin rabies bagi seluruh hewan yang kemungkinan bisa menularkan rabies seperti kucing anjing, dan kera.
"Vaksinasi terhadap hewan ini dilakukan setiap enam bulan sekali, serta akan dilakukan pengawasan terhadap hewan tersebut terutama terhadap anjing yang sangat banyak dijumpai di daerah ini," ungkap dia lagi.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, dr Rasyidi Amri mengatakan, pihaknya akan segera menyebar vaksin rabies di sejumlah Puskesmas disetiap kecamatan, untuk mengatisipasi jika ada pasien yang menjadi korban gigitan anjing gila.
"Kita akan bekerjasama dengan instansi terkait lainnya melakukan pencegahan sebelum penyebaran penyakit rabies meluas," ungkap dia.
Rasyidi mengatakan, perlu dilakukan pendataan hewan yang dapat menularkan rabies di daerah ini, supaya dapat dengan mudah dipantau. Mengingat sebagian besar masyarakat Pagaralam masih mengandalkan hewan anjing sebagai hewan peliharaan selain untuk teman berburu maupun menjaga kebun.
"Hingga saat ini belum ada laporan warga yang digigit anjing yang terserang penyakit tersebut. Diharapkan agar seluruh masyarakat mewaspadai akan penyakit yang mematikan ini. Kita belum menemuai ada pasien yang terkena rabies akibat digigit anjing gila, namun perlu diwaspadai," ungkapnya. (asn)

Rumah Murah Masih Tunggu Akad Kredit

Palembang, SN
Program rumah murah yang dicanangkan Pemprov Sumsel, hingga kini belum juga selesai. Tidak hanya rumah murah yang berada di kawasan Jakabaring saja yang belum selesai, tetapi juga rumah murah yang berlokasi di kawasan Musi II.
Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel, Ir Rizal Abdullah, mengatakan, terhambatnya pembangunan 2000 rumah murah yang berlokasi di Jakabaring dan Kawasan Musi II karena belum tuntasnya akad kredit dari Bank Sumsel Babel.
"Kuncinya satu yaitu akad kredit, kalau akad kredit selesai, pembangunan fisik rumah bisa kita kejar. Tahun 2012 mendatang, kita harapkan akad kredit selesai dilakukan," ungkapnya usai rapat dengan Komisi IV DPRD Sumsel, Senin (19/12).
Selain akad kredit, salah satu kendala pembangunan rumah murah yakni adanya UU No 1 tahun 2011 yang dikeluarkan Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera), yang tidak membolehkan lagi pembangunan rumah tipe 21.
Terkait hal ini, Rizal mengaku, saat ini masalah tersebut sedang dalam koordinasi, namun yang penting kata Rizal, program rumah murah tipe 21 yang ada di kawasan Musi II, tujuannya berpihak kepada masyarakat.
"Tidak ada masalah, sekarang sedang kita bicarakan lebih lanjut, namun dengan sistim lama atau baru semua yang dibuat tetap berpihak pada masyarakat termasuk perumahan tipe 21,” ungkap Rizal.
Ia melanjutkan, selain kedua masalah tersebut, yang tak kalah pentingnya, untuk dipikirkan yakni pembangunan lingkungan rumah murah, seperti jalan akses menuju perumahan.
"Orang (pekerja) lingkungan tidak mau buat dulu kalau rumah belum ada, artinya untuk membangun dan memperkeras jalan dilakukan setelah rumah selesai, semua sama termasuk rumah murah di musi II," katanya. (awj)

Ungkap Aktor di Balik Nunun!


Oleh Agus Harrizal Alwie Tjikmat

JIKA ada niat baik dan memang serius menegakkan supremasi hukum, sangat mudah bagi KPK dan aparat hukum untuk mengusut tuntas kasus Nunun Nurbaetie. Tetapi karena banyak kepentingan yang masuk, maka perjalanan kasus ini sangat lambat. Lihat saja Miranda Gultom saja statusnya masih tak jelas, dan penangkapan Nunun juga sangat lama.
Saat ini Ketua KPK yang baru sudah menyatakan Nunun Nurbaetie hanyalah pintu masuk untuk mengungkap aktor intelektual utama di belakangnya.
Tetapi hal ini jangan untuk mengkondisikan agar hukuman untuk Nunun jadi ringan atau hingga mengabaikan keadilan hukum. Jika ingin mengusut siapa yang di belakang Nunun, ya lakukan itu dengan cepat dan tuntas. Karena sudah banyak sekali cara dan upaya KPK selama ini yang nyata-nyata hanya sebagai muslihat untuk melindungi koruptor.
Apa yang terjadi saat ini memang sangat membuat hati miris. Multi komplek problem menghinggapi Negeri ini, makin parahnya lagi persoalan-persoalan yang ada tak ada yang diselesaikan serius. Ujung-ujungnya kekecewaan yang ada di rakyat.
Dengan lemahnya penegakan hukum, banyak koruptor yang berkeliaran, orang lingkaran kekuasaan banyak terkait kasus korupsi tetapi tetapi tak ditindak, membuat rakyat kecewa. Saat ini khalayak apatis dan seperti putus asa dengan penguasa dan tindakan aparat.
Percepat periksa Miranda lagi dan Nunun, dari siapa uang itu berasal, itu saja intinya. Karena tak mungkin mereka tak tahu asal uang tersebut. Dan yang memberi uang pasti ada kepentingan. Masa orang tiba-tiba memberi uang tanpa berharap imbalan.
Kadang capek dengan hukum Bangsa ini, rakyat sudah sangat kecewa dengan bertele-telenya hukum. Disadari atau tidak kekecewaan tersebut berbuah dengan aksi main hakim sendiri.
Tugas utama saat ini, ungkap siapa yang berada di belakang Nunun alias yang memberikan uang tersebut. Sangat tak mungkin KPK tak bisa melakukan itu, dan sangat tak masuk akal mencari data tersebut harus bertahun-tahun. (***)

Senin, 19 Desember 2011

Edisi Cetak 518, Senin 19 Desember 2011

300 KK Andalkan Lampu teplok


Babatsupat, SN
Sekitar 300-an Kepala Keluarga (KK) di Dusun IV dan VI Desa Tanjungkerang, Kecamatan Babatsupat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengharap daerah mereka segera teraliri listrik. Sebab selama ini warga masih menggunakan lampu teplok sebagai penerangan di malam hari.
Harapan warga dimaksud dikemukakan Kepala Desa (Kades) Tanjungkerang, Dedi Guswandi. Menurut dia, saat ini sekitar 300-an lebih KK yang belum menikmati fasilitas listrik di wilayah mereka. Sebagai penerangan mereka menggunakan lampu teplok dan sebagian yang mampu menggunakan genset.
“Saya kira tugas pemerintah hanya mendorong saja. Sebab tiang-tiang PLN sudah ada. Cuma listriknya yang belum. Harapan kita agar pemerintah mempercepatnya,” harap Dedi.
Hal senada dikatakan siswadi, salah seorang warga Dusun VI Tanjung Kerang yang belum kebagian listrik. Ia mengaku sudah bosan menggunakan lampu teplok untuk penerangan di malam hari. Bukan hanya karena kebanyakan penduduk lainnya sudah menggunakan listrik, tapi lebih kepada keamanan dan kenyamanan.
“Di mana-mana kalau udah ada listrik enak Pak. Kalau mengandalkan lampu teplok terus, bosan. Mana cari minyak tanah udah mulai susah,” ujarnya.
Curhat warga mengenai listrik di daerahnya, tentu sewajarnya menjadi pertimbangan pemerintah daerah. Apalagi dengan potensi alam melimpah dan APBD yang luar biasa. Tidak hanya warga Tanjungkerang, umumnya warga Muba berharap periode mendatang tidak ada lagi istilah pemadaman listrik seperti yang terjadi belakangan ini. (her)

Rp 980 Juta Untuk Baju RT/RW

Palembang, SN
Selain mendapat bantuan operasional senilai Rp 1,2 juta yang dibayarkan tiap tiga bulan Rp 300 ribu, sebanyak 3.978 ketua RT dan 922 ketua RW di Palembang juga mendapat baju batik.
Dana untuk pembuatan baju batik itu dianggarkan Rp 980 juta. Setiap ketua RT dan RW dijatahi RP 200 ribu untuk satu baju batik.
“Sekarang sudah siap dan beberapa ada yang sudah dibagikan,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kota Palembang Nasir Kadir, kemarin.
Dikatakannya, Pemkot Palembang sudah dua kali memberikan seragam batik kepada ketua RT dan RW. “Seragam yang lama sudah pudar warnanya. Karena itu, kita berikan seragam baru lagi sekarang,” ujarnya.
Seragam tersebut dikatakannya, bisa dipakai ke acara-acara di kecamatan, kelurahan atau di rapat-rapat RT.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton mengatakan, pemberian seragam ini adalah salah satu wujud kepedulian pemerintah kota kepada ketua RT dan RW.
“Mereka ini ujung tombak pemerintahan. Karena, semua pekerjaan yang berhubungan dengan masyarakat langsung dilakukan oleh RT. Karena itu, sudah layak kalau mereka ini diberikan seragam,” kata Romi. (***)

Kios BBM Eceran dan Bengkel Motor Terbakar

Prabumulih, SN
Sebuah kios bahan bakar minyak (BBM) eceran jenis premium, yang berada di Jalan Jenderal Sudirman–Simpang Tiga Gunung Kemala, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Jumat (16/12) malam sekitar pukul 19.30 WIB, meledak dan membakar seluruh isi kios serta sebuah bengkel motor yang berada disebelahnya. Belum diketahui berapa kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.
Selain menghanguskan tujuh unit sepeda motor yang berada di dalam kios dan bengkel motor tersebut, peristiwa kebakaran itu juga menyebabkan dua penghuni kiosnya mengalami luka bakar cukup parah akibat terkena sambaran api yang diduga berasal dari arah dapur kios. Kedua korban diketahui bernama Lisa (30) dan Dewi (36) masih mendapatkan perawatan intensif dari petugas medis Klinik Fadillah Medical Center (KFMC) yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Menurut informasi di lapangan, sumber titik api pertama kali diketahui berasal dari arah dapur kios eceran BBM milik Rizal (32) suami Lisa yang juga dijadikan tempat tinggal keduanya bersama anaknya Sandy (2). Api kemudian dengan cepat menyambar dinding dan peralatan isi rumah termasuk puluhan jerijen berisi premium eceran dan dua unit motor jenis matic dan vespa milik Rizal, sehingga sempat mengeluarkan suara ledakan beberapa kali ke udara.
“Api pertamo kali kecik terjingok (terlihat, red) dari dapur rumahnyo, mungkin kareno rumah itu kecik dan banyak barang yang mudah terbakar didalamnyo menyebabke api cepat menyambar dan menghanguskan seluruh isi rumah. Untung be mobil carrynyo dak melok terbakar jugo, kareno masih sempat diselametke,” ungkap Freddy (31), warga setempat ketika ditemui di lokasi kejadian.
Dia juga menyesalkan lambannya bantuan mobil pemadam kebakaran datang, sehingga menyebabkan seluruh barang kios dan bengkel motor yoyong ludes dilalap api. Api baru dapat dikuasai sekitar satu jam kemudian, setelah puluhan masyarakat dibantu dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Prabumulih dan Pertamina EP Region Sumatera, yang baru datang memadamkannya.
“Pas kejadian, bengkel posisi sudah tutup dan wongnyo balek di Pasar. Selain menghanguske limo unit motor punyo wong yang lagi dibeneri, barang peralatan bengkelnyo jugo caknyo habis galo melok terbakar. Sedangke di tempat Rizal, dak salah bini samo ayuk iparnyo yang luko bakar keno sambaran api. Beruntung be anaknyo cepat diselametke warga, endaktu dak pacak ngatokenyo,” lanjut Freddy, sambil menunjukkan posisi anak korban saat kejadian.
Lurah Kelurahan Patih Galung Andy Afrizal, didampingi Ketua RT 2 lingkungan tempat lokasi kejadian, Marilen yang langsung turun ke lokasi kejadian, menyebutkan peristiwa itu sudah ia laporkan ke atasannya dan petugas Mapolsek Prabumulih Barat. “Tadi petugas Polsek Prabumulih Barat, langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti dimana sumber api berada,” ujar Andy.
Andy juga merinci kerugian yang ditimbulkan pasca kebakaran mencapai sekitar ratusan juta rupiah. “Namun ini masih perkiraan berdasarkan data dan laporan dari kedua korban pemilik kios dan bengkel. Ini juga kita masih menunggu Yoyong pemilik bengkel, pulang dari Polsek Prabumulih Barat. Tadi dia merasa terpukul dan sedih, karena bingung bagaimana mempertanggung jawabkan sepeda motor yang ikut terbakar itu,” tukas Andy. (and)

2 Rumah di OKI Hangus, 2 Warga Luka Bakar

Kayuagung, SN
Kebakaran rumah di Kabupaten OKI kini kembali terjadi, Minggu (18/12) sekitar pukul 08 00 WIB. Kebakaran ini bukan hanya menghanguskan 2 unit rumah, namun 2 warga selaku pemiliknya juga mengalami luka bakar.
Kedua rumah yang hangus dan sekarang rata dengan tanah ini berada di Jalan Talang Semut Desa Pedamaran II Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI, memang ada 1 rumah lainnya yang ikut terbakar namun hanya mengalami kebakarang kecil karena api berhasil dipadamkan.
Pemilik rumah sekaligus korban yang mengalami luka bakar masing-masing adalah Rudi dan Veri. Rudi menderita luka bakar di badan dan kedua tangannya serta Veri luka bakar parah di sekujur tubuh, kini kedua korban dirawat di RSMH Palembang.
Warga setempat kemarin menerangkan, kebakaran bermula terdengarnya suara ledakan dari arah rumah Rudi yang dijadikan gudang BBM. Ledakan terjadi 2 kali, ledakan kedua suaranya lebih besar. Kedua rumah yang terbakar posisinya berdampingan.
”Dua rumah ludes terbakar hanya sekitar 1,5 jam. Api padam setelah mobil PBK datang, namun rumah sudah ludes terbakar,” terang kedua korban didampingi warga setempat sembari mengatakan kerugian material mereka mencapai ratusan juta.
Informasi yang beredar di masyarakat setempat, penyebab kebakaran belum jelas karena masih banyak pendapat. Ada yang menduga kuat karena ada oknum yang membuang putung rokok tapi ada pendapat lainnya yang kini masih diselidiki Polsek Pedamaran.
Camat Pedamaran Dra Kesi Hardiani kemarin membenarkan adanya kebakaran di wilayahnya. Pihaknya sudah mendata identitas korban dan kerugian materialnya untuk dilaporkan ke Pemkab OKI melalui Dinsos OKI. (iso)

Hadapi Natal & Tahun Baru, Stok Sembako di Pagaralam Kosong


Pagaralam, SN
Menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2012, persedian sembilan bahan pokok (Sembako), di Kota Pagaralam, kosong sehingga menimbulkan beberapa kebutuhan masyarakat setempat, mengalami kelangkaan.
Hal ini diakui Kepala Perindagkop Kota Pagaralam, Yapani Rachim, SIP Minggu (18/12).
Menurutnya, sembako di sejumlah pasar tradisional Kota Pagaralam, sudah tidak memiliki stok lagi, sehingga mulai mengalami kenaikan dan kelangkaan.
"Persedian sembako menghadapi akhir tahun ini mengalami pengurangan dan sebagian sudah habis, dan ada beberapa justru mengalami kenaikan cukup tinggi antara Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram. Kalau berlangsung lama harga akan terus naik," ungkap Yapani.
Namun demikian, kata Yapani, pemerintah akan terus melakukan pemantauan perkembangan harga dan persedian berbagai kebutuhan masyarakat untuk menghadapai tahun baru.
Dia mengatakan, sudah menjadi kebiasaan bila setiap ada perayaan penting harga berbagai kebutuhan akan mengalami kenaikan termasuk musim kegiatan tradisi syukuran setelah lebaran.
"Peningkatan permintaan dan pengurangan suplay dari beberapa daerah pemasok seperti Palembang dan Lampung, mendorong stok sembako habis dan kosong," ungkap dia.
Yapani mengatakan, pemerintah akan mengupayakan operasi pasar dan minta bantuan pemerintah provinsi untuk mengatasi kekosongan stok kebutuhan masyarakat Pagaralam.
"Sejumlah kebutuhan masyarakat mengalami kekurangan seperti telur, tepung sagu, gula, beras, minyak goreng," ungkap dia.
Agen sembako Pasar Dempo Permai, Ateng mengatakan, memang jelang tahun baru dan bersamaan dengan tradisi masyarakat Pagaralam, menggelar hajatan secara besar-besaran mendorong peningkatan permintaan berbagai kebutuhan.
"Kondisi ini terkadang membuat stok sembako kehabisan, karena konsumen membeli dibatas kewajaran. Bahan bakar minyak (BBM) saja sering langka akibat ada warga membeli melebih kapasitas, apalagi sembako," ungkap dia.
Menurut Ateng, perlu diwaspadai agar jangan sampai stok sembako kosong terlalu lama, karena dapat menimbulkan kerawanan dan gejolak masyarakat.
Ia mengatakan, sembako menjelang Natal dan Tahun Baru 2012 untuk lingkup tertentu aman, tapi tidak tahu kedepanya.
Sementara itu Kapolres Kota pagaralam, AKBP Abi Darrin melalui Humas Polres setempat, AKP Budi Yuspandi mengatakan, perlu ditingkatkan pengamanan dibeberapa lokasi rawan atau pusat perekonomian setempat menghadapi menipisnya persedian sembako di Pagaralam.
"Kita akan koordinasi dengan Pemkot Pagaralam, untuk mengatasi kelangkaan dan kekosongan kebutuhan masyarakat untuk mencarikan solusinya, karena dampak sembako kosong bisa menimbulkan kerawanan sosial," ungkap dia. (asn)

Pipa Minyak Pertamina Bocor

Muara Enim, SN
Sebuah pipa milik PT Pertamina E&P Region Sumatera, tiba-tiba bocor dan terbakar, Jumat (16/12) sekitar pukul 09.30 di Jalan Logging Jalur 66 kampung 4 ladangan Desa Manunggal Makmur, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim.
Meskipun sempat membakar semak-semak dan hutan di lokasi pipa yang bocor, tetapi tidak ada korban jiwa. Penyebab kebocoran, diduga pipa yang dialiri minyak mentah tersebut akan dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab,
Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, Sabtu (17/12), sekitar pukul 09.30, di lokasi Desa Manunggal Makmur, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim, pipa milik pertamina tersebut mengalami kebocoran. Diduga, kebocoran disebabkan ada berapa pelaku pencurian melobangi pipa minyak dan terkena percikan api.
Percikan api tersebut kemudian menyambar minyak mentah dan membuat api semakin membesar. Kemudian membakar semak belukar dan hutan yang berada di sepanjang aliran minyak mentah. Kepulan asap yang membesar membuat warga yang mengetahui hal tersebut sontak kaget dan panik.
Beruntung, kebakaran tersebut tidak sampai membakar kebun warga, dan menimbulkan korban jiwa. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 15.00, setelah pihak PT Pertamina EP & regional Prabumulih menurunkan mobil PBK.
Salah satu warga Rambang Dangku, Muslim, kaget ketika pulang dari menyadap karet, sebab ada kobaran api yang disertai asap hitam pekat dari udara, bagitu juga warga lainnya. “Untung lah, api tak membakar kebun karet kami,” ucapnya.
Sementara Camat Rambang Dangku, Arlan Depil kepada wartawan, membenarkan jika ada pipa milik PT Pertamina yang terbakar. Meskipun terbakar katanya, tetapi tidak ada korban jiwa dan hanya membakar semak-semak dan hutan yang berada di pinggir pipa. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 15.00.
"Untuk penyebabnya belum tahu pasti, namun dari informasi katanya ada klem pipa yang bocor," ujar dia.
Staf Humas PT Pertamina EP & Region Sumatera, Tuti, kepada wartawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun untuk penyebabnya belum tahu pasti, tetapi informasinya katanya ada pipa yang bocor yang diduga disengaja oleh oknum yang akan mencuri minyak mentah. "Namun untuk lebih jelasnya silahkan tanya ke Polisi sebab ada dilapangan," imbuhnya.
Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi yang dikonfirmasi, Minggu (18/12), membenarkan adanya kebocoran pipi minyak milik PT Pertamina E&P Region Sumatera di Desa Manunggal Makmur, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim.
Diakui Tri, laporannya telah diterima di Polsek Rambang Dangku,
bahkan petugas Polres dan Polsek Rambang Dangku telah ke TKP,
sekaligus mengamankan barang bukti selang panjang yang diduga milik
pelaku yang digunakan untuk menyededot minyak mentah milik Pertamina tersebut.
“Pelakunya masih dalam pengejaran petugas,” pungkas Tri Wahyudi. (yud)

8 PB Akan Buka Sekolah di JSC

Palembang, SN

Usai perhelatan SEA Games XXVI, fasilitas venues di Jakabring Sport City (JSC) dipastikan tidak akan sia-sia. Sedikitnya, 8 Pengurus Besar (PB) cabang olahraga akan mendirikan sekolah olahraga di komplek yang dulunya rawa-rawa tersebut.
Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Sabtu (17/12). Diakui Alex, 8 pengurus besar tersebut, telah menghubunginya dan menyatakan minatnya untuk membuka sekolah olahraga di JSC pada tahun 2012 mendatang.
Menurutnya, ketertarikan sejumlah PB untuk mendirikan sekolah olahraga karena fasilitas JSC sangat memadai. "Hal itu yang melatari sekitar delapan Pengurus Besar ingin membuka sekolah di Palembang, di antaranya sepak takraw, catur, renang, panjat tebing, sepatu roda, dan ski air," terang Alex.
Ia menambahkan, pendirian sekolah itu dapat dilakukan, karena Kompleks Olahraga Jakabaring memiliki sebuah wisma yang dapat dijadikan tempat menginap.
Pemprov Sumsel pun bersedia memfasilitasi dengan memberikan dukungan berupa penggunaan berbagai ruangan untuk belajar teori, dan arena olahraga serta praktek lapangan.
"Wisma atlet ada tiga blok, satu blok sudah dipakai untuk atlet Sumsel yang melakukan pelatda PON, dan masih ada dua blok lagi dapat digunakan. Beberapa ruangan juga bisa dimanfaatkan untuk ruang kelas," ujarnya.
Selain mendirikan sekolah khusus cabang olahraga kata Alex, Pemprov Sumsel juga berencana membangun sebuah perguruan tinggi olahraga di Kompleks Olahraga Jakabaring.
"Rencana ini telah diketahui Presiden dan Menpora, pada prinsipnya Sumsel telah mendapatkan dukungan. Pada tahun 2012 nanti ruang-ruang kelas dan pusat admistrasinya sudah akan dibangun, serta para mahasiswanya dapat menginap di wisma atlet," ujar dia.
Setelah pelaksanaan SEA Games XXVI di Palembang, 11-22 November lalu, Pemprov Sumsel menargetkan menjadi pusat pembinaan olahraga tingkat nasional dan regional seperti harapan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
"Semua sudah dipikirkan sejak sebelum dibangun karena setelah SEA Games tidak kalah pentingnya. Pada awalnya menargetkan pusat pembinaan tingkat nasional, kemudian baru tingkat regional wilayah Asia Tenggara," kata dia.
Pada tahun 2012, berbagai agenda olahraga skala nasional dan internasional akan digelar di Palembang sebagai dampak positif pelaksanaan SEA Games lalu.
Setelah berakhirnya pelaksanaan SEA Games XXVI di Palembang, rencananya sebanyak lima kejuaraan internasional akan digelar di Komplek Olahraga Jakabaring pada tahun depan.
"Sudah ada lima kejuaraan intenasional yang menanti, jadi jangan takut karena usai SEA Games, Jakabaring tidak akan sia-sia," kata dia.
Kejuaraan internasional itu diawali pada bulan Februari, dengan menggelar World Super Series Sepak Takraw yang diikuti 16 negara.
Kemudian, menjadi tuan rumah Kejuaraan Voli Pantai Asia Pasifik Putri, 25-29 April, Kejuaraan Sepatu Roda Asia Oceania pada Juli, Kejuaraan voli indoor pada Oktober, dan Kejuaraan Dunia Ski Air pada November. (awj)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.