Rabu, 09 November 2011

Pagaralam Defisit Anggaran Rp 44 Miliar


Pagaralam, SN
Pemerintah Kota Pagaralam, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Dearah (RAPBD) tahun 2012 mengalami defisit sebesar Rp44,9 miliar.
"Kita mengalami defisit anggaran perubahan sekitar Rp44,9 miliar dari total RAPBD 2012 mencapai Rp457 miliar," ungkap Walikota Pagaralam Drs H Djazuli Kuris, Selasa (8/11).
Menurutnya, secara keseluruhan RAPBD Kota Pagaralam 2012 mengalami penuruan 14,0 persen bila dibandingkan dengan APBD 2011 sebesar Rp491 miliar.
"Defisit ini timbul karena penurunan pendapatan, sementara program kerja yang sudah diajukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) cukup banyak," ungkap dia.
"Kita akan lebih menghemat dan mengurangi kegiatan SKPD untuk mengimbangi defisit tersebut, khususnya program kerja yang tidak terlalu mendesak," kata dia.
Ia mencontohkan, belanja rutin, belanja barang dan kegiatan yang sifatnya dapat dilakukan penundaan pada anggaran tahun berikutnya, maka sebaiknya ditunda.
"Pada sektor pendapatan kita sudah menargetkan peningkatan, meliputi yaitu pendapatan asli daerah (PAD) pada 2011 sebesar Rp18 miliar, proyeksi 2012 mencapai Rp19 miliar, pajak daerah 2011 mencapai Rp1,7 miliar dan untuk 2012 sebesar Rp2 miliar," ungkap dia.
Kemudian, kata dia, retribusi tidak mengalami peningkatan Rp10,7 miliar dan hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp450 juta.
"Kalau dana perimbangan, di tahun 2011 sekitar rp406 miliar, sedangkan pada 2012 menurun menjadi Rp391 miliar dan mengalami penurunan Rp14 miliar atau 4 persen," ungkap dia.
Memang, kata Djazuli, saat ini program pembangunan lebih terfokus dalam beberapa sektor, seperti pembangunan lapangan terbang (Lapter) dan pembiayaan proyek infrastruktur lain termasuk jalan dan irigasi serta belanja keperluan pegawai pemerintahan.
Sementara itu Sekda Kota Pagaralam, H Ahmad Fachri, mengatakan pemerintah harus lebih hemat dalam mengelola anggaran dalam menghadapi defisit.
"Kita akan mengurangi kegiatan di berbagai Satker dan SKPD yang bersifat tidak terlalu penting atau belanja barang dan termasuk mengurangi proyek baru akan berjalan," ungkap dia.
Prinsipnya, kata dia, semua program SKPD tetap jalan sesuai dengan perencanaan dan tepat sasaran.
"Namun demikian defisit ini tidak akan mengganggu kegiatan pemerintahan, karena kita akan lebih mengefektifkan dan efesienkan dana yang belum terpakai," ungkapnya. (asn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.