Selasa, 06 Desember 2011

Ibadah Bulan Muharam dan Moment Instrospeksi Diri


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

NUANSA untuk menyambut dan memeriahkan Tahun Baru Islam sampai saat ini masih sangat terasa. Banyak umat Islam yang berlomba untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Muharam ini, tujuannya hanya satu mendapat ridho dan amal dari Sang Khalik.
Kalau kita menilik perjalan kita selama ini, akan kita rasakan perjalanan waktu tak terasa. Sebagai umat yang taat, kita akan terbayang ada tindakan dan perbuatan yang kadang salah.

Kita umat Islam setiap hari bekerja, berkarya, beribadah, hingga besok kita memasuki tanggal 1 Muharam 1432 H.
Memasuki tahun baru Islam, tak seperti menyambut datangnya Tahun Baru Masehi yang disambut dan ditandai dengan pesta semarak oleh masyarakat, tahun baru Islam dilakukan umat Muslim dengan merenung, berdoa, dan dijadikan momentum untuk mengingat kembali hal-hal apa saja yang telah dilakukan selama ini, serta berdoa kepada Allah SWT agar di tahun berikutnya diberikan kekuatan untuk terus bekerja dan beribadah mengingat-Nya.
Bagi kita umat Islam di Indonesia, memasuki Tahun Baru Islam dapat dijadikan momentum dan langkal awal untuk memperbaiki diri. Bangsa kita yang terus ditimpa bencana, musibah, konflik, aksi anarkis, saling hujat, korupsi, tak lepas karena ujian dari-Nya. Momentum Tahun Baru Hijriyah dapat dijadikan untuk memperbaiki semuanya. Tentu saja dengan harapan semua hal yang memberatkan dan ditimpa rakyat Indonesia dapat sirna.
Momentum Tahun Baru Hijriyah sendiri adalah mengenang hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinnah. Peristiwa Hijrah Nabi SAW tidak lain merupakan peristiwa yang menandai perubahan masyarakat Jahiliah saat itu menjadi masyarakat Islam. Inilah sebetulnya makna terpenting dari Peristiwa Hijrah Nabi saw.
Kadang kita tak menyadari, ketidakmampuan kita memahami sekaligus mewujudkan makna terpenting Hijrah ini dalam realitas kehidupan saat ini hanya akan menjadikan datangnya Tahun Baru Hijrah tidak memberikan makna apa-apa.
Dengan tahu latar belakang Tahun Baru Hijriyah, mudah-mudahan kita di Negeri Bumi Pertiwi yang sedang diuji dengan banyak duka dan konflik menjadi mendapat awal pijakan memperbaiki diri.
Islam sebagai agama yang terakhir dan sempurna di Bumi juga telah mengajarkan, hari-hari yang dilalui hendaknya selalu lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Setiap umat Islam dituntut untuk selalu berhijrah, yaitu menjadi lebih baik dari hari ke hari, begitu seterusnya. Bila kita memaknai beberapa ayat Al Quran, hijrah dapat dikategorikan simbol iman yang hakiki dan sebagai ujian dan cobaan, karena setiap manusia yang hidup pasti akan mendapatkan suatu ujian, terutama bagi orang yang beriman. Jadi intinya Tahun Baru Hijriyah harus dijadikan momentum untuk melakukan muhasabah atau koreksi, instrospeksi, perenungan, yang diisi dengan zikir, doa, dan ibadah. Mudah-mudahan di tahun 1433 H kedepan hidup kita lebih baik dalam lindungan Allah SWT dan Negeri kita terlindungi dari semua bencana dan musibah, Amin Ya Rabbal Alamin. (***)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.