Kamis, 19 Januari 2012

Dua Warga Tajungsakti Tewas tertimbun Longsor


Pagaralam-
Dua warga Desa Gunung Karto, Kecamatan Tanjungsakti Pumi, Kabupaten Lahat, yaitu Hamri (50) dan Tarno (44), tewas setelah tertimbun longsor galian pipa pembangunan saluran air besih di Desa Gunung Karto, dan satu korban Jon Apriansyah selamat dan hanya mengalami luka lecet. Peristiwa ini terjadi Rabu (18/1) sekitar pukul 12.30 WIB .

Menurut salah seorang korba Jon Apriabnsyah, kedua korban tertimbun longsor setinggi 5 meter dengan lebar 2 meter di lokasi galian saluran pembangunan pipa air bersih di perbukitan desa setempat berjarak sekitar 2 kilometer dari desa pemukiman warga, karena posisinya berada tepat ditengah-tengah lubang.

"Evakuasi terhadap korban mengalami kesulitan karena kondisi medan cukup berat dan longsor susulan terjadi berulang-ulang. Bahkan memakan waktu dua jam untuk mengangkat jasat kedua warga tersebut dari dasar lubang sedalam 6 meter tersebut," ungkapnya.

Saat kejadian keduanya sudah tertimbun tanah bercampur pasir , upaya pertolongan sulit dilakukan karena longsor susulan terus terjadi.

"Saya melihat kedua korban sudah hilang tertimbun tumpukan tanah bercampur pasir, dan saya sempat tertimbun satu meter. Namu sempat diselamatkan warga lainya dengan cara ditarik," ungkapnya.

Kepala Desa Gunung Karto, Kecamatan Tanjungsakti, Sirianto, peristiwa ini terjadi ketika dua korban Hamri (50) dan Tarno (44), dan Jon Apriansyah (36), warga Desa Gunung Karto, Kecamatan Tanjungsakti Pumi, Kabupaten Lahat, melakukan penggalian untuk pemasangan pipa saluran air bersih. Pada saat kedua korban sedang berada di dalam galian lubang sepanjang 19 meter dengan dalam 5 meter tiba-tiba tanah runtuh dan langsung menimbun korban
Menurut dia, warga yang ikut melakukan penggalian saluran pipa tersebut tidak dapat berbuat banyak untuk membantu dan memberikan pertolongan, karena longsor beberapa kali terjadi.

"Kami tidak bisa melakukan penyelamatan terhadap korban, karena longsor susulan terus terjadi," kata dia.Bahkan, kata Sirianto, untuk mengevakusai Hamri memakan waktu hampir satu jam, sedangkan Tarno membutuhkan waktu hampir dua jam.
"Baru berhasil mengevakuasi kedua korban setelah tanah bercampur pasir disemprot menggunakan air disalurkan melalui pipa 4 inci dan dialirkan ke dalam jurang sedalam 10 meter," ungkapnya.
Sementara itu Camat Kecamatan Tanjungsakti Pumi, Zubhan Awali mengatakan, sebetulnya ada tiga yang menjadi korban dalam bencana longsor tersebut, dua meninggal dunia dan satu lagi hanya sempat tertimbun sekitar satu meter mulai dari kaki hingga dada.

"Namun korban Jon Apriansyah sempat ditarik warga yang kebetulan sedang ikut melakukan penggalian, sedangkan dua orang lagi tertimbun hingga kedalaman dua meter," ungkap dia.
Menurut Zubhan, kedua korban sudah dievakuasi dan disemayamkan di rumah duka dan akan dikebumikan besok, karena baru dapat dilakukan pengangkatan jasad keduanya pukul 16.00 WIB.

"Kita sudah laporkan kepada Pemkab Lahat peristiwa ini dan diharapkan agar dapat memberikan bantuan bagi kedua korban yang meninggalan dunia," ungkapnya.
Sedangkan, kata dia, untuk sementar upaya penggalian saluran air bersih tersebut akan dihentikan sementara, meskipun proyek ini swakelola yang dilakukan masyarakat setempat untuk mendapatkan air bersih. (ASN)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.