Kamis, 19 Januari 2012

Warga Dua Desa Ribut, 2 Korban Kena Tikam

Muara Enim,SN
Keributan antar berapa warga yang berasal dari dua desa, yakni DesaPindang Banjar dan Desa Tanjung Medang Kecamatan Kelekar, Muara Enim berujung pertumpahan darah., Dua korban dari Desa Tanjung Medang sekarat akibat tertikam sabetan pisau.

Kedua korban, Sukarna (23) mengalami luka tikaman pisau tiga liang, di pinggang tengah, kanan dan pinggang kiri, Darmawan (22) kena tikaman dua liang, di punggung kanan dan punggung kiri. Malam itu juga, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit di Prabumulih.

Dari informasi yang dihimpun dilapangan,kejadian tersebut berlangsung,Selasa (17/1) sekitar pukul 17.30 WIB, di Desa Tanjung Medang Kecamatan Kelekar. Diduga, warga yang berasal dari Desa Pindang Banjar sekitar 8 orang mendatangi Desa Tanjung Medang.

Kedatangan warga desa Pindang Banjar, diduga mencari salah satu warga dari Desa Tanjung Medang yang sebelumnya terlibat keributan pada acara organ tunggal (OT) pada, Minggu malam, (15/1). Namun, keributan pada malam hiburan OT tersebut sempat didamaikan oleh warga.Tanpa diduga, berapa hari berikutnya,Selasa (17/1) sekitar 8 orang mendatangi Desa
Tanjung Medang dan berakhir keributan.

Bahkan, dua warga yakni, Sukarna (23) dan Darmawan (22) waga Desa Tanjung Medang menderita luka tikaman pisau berapa liang di tubuhnya. Mengetahui, dua korban sekarat terkena tikaman pisau, menyulut emosi dan kemarahan baik keluarga korban maupun berapa warga desa lainnya.

Bahkan, massa dari desa Tanjung Medang nyaris menghakimi para pelaku akibat tak terima tindakan para pelaku.Beruntung, pada saat kejadian, empat warga, yakni, Imam alias Ican, Erlina, Abdullah dan Ali berhasil diamankan di rumah kades Tanjung Medang, sedangkan berapa rekannya lainnya, diantaranya, Een, Madi, telah berhasil kabur dari amukan massa.

Malam itu juga keempat warga, yakni, Iman alias Ican, Erlina, Abdullah,dan Ali diamankan di Polsek Gelumbang, mengantisipasi aksi massa yang aka membalas dendam, akhirnya, keempatnya dilarikan ke Polres Muara Enim.

Dari pengakuan, Imam alias Ican yang ditemui diruang Unit Pidum, dia menceritakan, kalau pemicu keributan tersebut berawal dari, keributan di acara hiburan organ tunggal antara Een yakni saudaranya, Erlina. Namun, keributan tak berakhir dengan perkelahian, karena didamaikan oleh berapa warga desa setempat.

Puncaknya, pada , Selasa malam (17/1), dia bersama rekannya berkunjung ke Desa Tanjung Medang, namun di desa tersebut, dia bertemu berapa warga setempat. Entah kenapa terjadilah keributan. Dia mengakui kalau menikam, Sukarna dengan pisau hingga korban terluka bersimbah darah.

Dia nekat menikam Sukarna karena, dia kesal karena korban telah memukul kepala kakak iparnya, Abdullah. Sedangkan, korban lainnya, Darmawan yang terkana tikaman pisau, bukan dia yang menusuknya.

“Memang aku pak yang nusuk Sukarna, tapi kalau Darmawan, bukan aku yang nusuknya,”ungkap Imam. Sedangkan dari pengakuan, Abdullah, pada saat kejadian, dia sempat dipukuli oleh warga yang jumlahnya sangat banyak. Beruntung diadiamankan di rumah kades.
Lain halnya, dikatakan, Erlina, dia membantah kalau pisau yang dipegangnya pada saat kejadian adalah miliknya. Pisau tersebut ditemukannya di TKP, lalu dipeganggnya. Namun, sajam tersebut hanya dipegangnya saja bukan untuk digunakan untuk menusuk korban.

“Aku tak tahu apa-apa pak, ini juga tangan ku memar,”ucap Erlina yang sama-sama ditemui di unit Pidum. Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum Ipda Robert yang ditemui di ruangannya, Rabu (18/1), mengatakan, untuk sementara pihaknya baru menetapkan tersangka, Imam alias Ican yang terbukti melakukan penusukan terhadap korbannya, Sukarna.

“Korban Sukarna menderita luka tusukan 3 liang, di pinggang kiri, tengah dan kanan, sekarang masih di rawat di rumah sakit Prabumulih, begitu juga korban Darmawan, menderita luka tikaman pisau 2 liang, pungung kanan dan kiri,”beber Tri.

Untuk sementara kata Tri, pengakuan tersangka Imam, dia hanya menusuk Sukarna, sedangkan, korban penusukan Darmawan masih dalam penyelidikan.

Sementara 3 warga lainnya, yakni Erlina, Abdullah dan Ali masih ditetapkan sebagai saksi, meskipun, Erlina pada saat kejadian diduga memiliki sajam. Sedangkan, 4 rekannya lainnya yang berhasil kabur dalam kejadian tersebut masih dalam penyelidikan petugas. Dijelaskan Tri, diduga, pemicu keributan berawal dari insiden keributan di malam hiburan orgen tunggal berapa hari sebelum kejadian, Kendari demikian, situasi di TKP telah kondusif. (yud)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.