Kamis, 12 Januari 2012

Ratusan Rumah Warga Desa Sri Kembang Retak

* Akibat Seismic PT Sari Pari

Banyuasin, SN
Ratusan rumah milik warga di Desa Sri Kembang Kecamatan Betung retak, selain itu puluhan pohon karet yang telah berproduksi tumbang, penyebabnya karena seismic yang dilakukan oleh PT Sari Pari (Subkon PT Medco Energi).
Warga mengancam akan memboikot ekspolorasi minyak bumi yang akan dilakukan, jika rumah warga dan kebun karet yang tumbang belum dilakukan ganti rugi.
Arifin (50) warga Rt 6 Desa Sri Kembang Kecamatan Betung menuturkan, rumah miliknya mengalami keretakan, saat PT Sari Pari melakukan seismic.
“Kejadiannya sekitar bulan November lalu, namun yang
saya sesalkan sampai sekarang belum ada niat baik dari perusahaan itu untuk memberikan ganti rugi,“ katanya.
Selain dinding rumah yang retak, lanjut Arifin, tanah yang ada dalam sumur ambles, sehingga sumur tersebut tidak bisa digunakan. “Belum lagi pohon karet dan durian yang tumbang dan rontok, semuanya sampai sekarang tidak diinventarisir, apalagi dilakukan ganti rugi,“ jelasnya.
Hal senada dikatakan Lusi warga Sri Kembang lainnya. Menurut Lusi, warga menuntut ganti rugi atas kerugian yang dideritanya. “Kami paham pak, eksplorasi yang dilakukan demi kepentingan masyarakat banyak, namun dampaknya dirasakan oleh kami. Yang kami inginkan, ada keseimbangan dengan kami, setidaknya kami diberikan kompensasi kerugian yang kami derita," tuturnya.
Kades Sri Kembang Yusmeri, kepada wartawan mengakui dampak yang Seismic yang dilakukan oleh PT Sari Pari. Menurutnya, data yang dihimpun dari pendamping dilapangan, setidaknya ratusan rumah mengalami keretakan.
Dari jumlah ini, baru 19 rumah yang dilakukan pendataan, sisanya belum sama sekali. “Memang kerja yang dilakukan oleh PT Sari Pari dilapangan termasuk lambat, sebab keretakan tersebut terjadi pada akhir November, namun sampai sekarang belum dilakukan pendataan, apalagi ganti rugi,“ tuturnya.
Yusmeri berharap, Pemkab Banyuasin dapat memfasilitasi proses ganti rugi yang diklaim oleh masyarakat. “ Saya sudah sampaikan dengan mereka (PT Sari Pari), bahkan warga mengancam akan merusak fasilitas milik PT Sari Pari, namun sepertinya belum ada tanggapan dari mereka," tambahnya.
Terpisah, Kepala BP Migas melalui Staf Operasi BP Migas Perwakilan Sumbagsel Haswanto Jaya seusai rapat eksplorasi PT Medco di ruang rapat Bupati Banyuasin mengaku belum yakin penyebab retaknya rumah warga akibat seismic yang dilakukan PT Sari Pari.
“Saya tida bisa memastikan penyebab retaknya rumah warga, dan rusaknya tanaman karetdan durian, sebab perusahaan Sari Pari sebelum melakukan sismic telah mendapatkan UKL/PL dulu dari BLH dalam proses operasionalnya,“ katanya.
Haswanto menambahkan, Eksplorasi yang sedang dilakukan adalah dalam tahap eksplorasi seismic PT Sari Pari belum sampai eksplorasi minyak jadi tidak perlu melakukan pembebasan lahan.
“Dari kedalaman 9 meter dengan lebar 10 cm dalam sismic menambah bahan peledak kedalam tanah, efeknya getarnya kedalam bukan keatas, jadi dalam uji seimic tidak menimbulkan suara hanya seperti bunyi petasan dari bambu, lagi pula sesmic tidak menyebabkan material keluar ke atas,” katanya.
Namun dikatakan Haswanto, BP migas melalui PT Medco akan memanggil PT Sari Pari untuk keterangan lebih lanjut. “Kalau memang ada rumah warga yang temboknya retak, lalu gentingnya bocor, atau tumbuhan karet atau apa yang rusak, maka bisa jadi sismic mengalami kegagalan operasinya sebab hasil analisa laboratorium di kabupaten Lahat, dan sismic tidak berdampak pada tanaman karet dan keretakan dinding rumah," tambahnya. (sir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.