Rabu, 08 Februari 2012

Bangunan Pasar Sub Agrobisnis Terbengkalai

Pagaralam, SN
Bangunan gedung pasar sub agrobisnis di kawasan terminal Nendagung, Kota Pagaralam, yang dilakukan Dinas Perindagkop dinilai mubazir, karena hingga saat ini masih banyak belum ditempati dan dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan.

Bangunan pasar permanen berada di lokasi sempit dan sulit transportasi, jadi pedagang maupun pembeli tidak mau pergi ke pasar tersebut. Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD Pagaralam, Dwikora Sastra Negara, Selasa (7/2).

Menurutnya, ketika dilakukan pengecekan lapangan, terlihat bangunan pasar yang megah ini tidak terawat dan bahkan sudah ditumbuhi rumput liar, ada juga sebagian mengalami kerusakan.

Sehubungan itu, dinas terkait diimbau tidak membuat program pembangunan hanya untuk menghambur-hamburkan anggaran, padahal masih banyak sarana masyarakat pedesaan perlu dibangun.

"Los dan petak pasar sub agrobisnis tidak pernah digunakan oleh siapapun, mengingat lokasinya kurang tertata dengan baik dan kondisi lingkungan tidak sehat serta masih banyak sarana yang kurang," ungkap dia.

Dwikora mengimbau Dinas Perindagkop tidak membuat perencanaan salah atau bertentangan dengan kebutuhan masyarakat, dan harus melakukan survei kebutuhan masyarakat yang lebih urgen untuk pemilihan tempat strategis.

"Saya kira pembangunan sarana infrastruktur yang mubazir seperti ini menjadi catatan penting bagi pemerintah setempat, agar ke depan harus membuat program benar-benar membawa manfaat bagi rakyat dan tidak menghambur-hamburkan keuangan daerah atau negara," kata anggota DPRD Pagaralam Dapil Dempo ini.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi, Kota Pagaralam, H Yapani Rachim SIP MM mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan ulang kondisi pasar tersebut untuk melakukan perbaikan dan menata kembali berbagai kebutuhan masyarakat yang perlu dibangun.

"Untuk sementara, kami belum bisa memberikan penjelasan kapan akan dilakukan perbaikan pasar permanen di Kota Pagaralam ini karena harus turun langsung untuk melihat keberadaannya di lapangan," ungkap dia seraya mengaku pihaknya belum mengetahui alasan apa yang mengakibatkan pedagang tidak dapat menggunakannya, padahal fasilitas sudah lengkap. (asn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.