Senin, 03 Oktober 2011

Harga Kakao Kian Melonjak

EMPAT LAWANG- Harga komoditi kakao semakin tinggi, hingga memasuki pekan pertama Oktober 2011 ini untuk jenis mutu tinggi atau kakao kering 80 persen mencapai Rp 35 ribu perkilogram. Kenaikan sudah terjadi sejak satu bulan lalu, dengan kisaran 30 persen dari harga sebelumnya sekitar Rp 25 ribu perkilogram.

Informasi dilapanga menyebutkan, kenaikan harga kakao dipicu menurunnya produksi komoditi pendamping perkebunan ini sejak musim panas beberapa bulan terakhir, bahkan tak sedikit tanaman kakao rusak hingga terancam mengalami stagnasi produksi.

Harga pasaran kakao kualitas sedang sekitar Rp 23 ribu perkilogram, sementara yang masih dalam bentuk buah atau masih basah hanya dalam kisaran Rp 15 ribu perkilogram. Kenaikan ini memberikan kegembiraan bagi petani, disisi lain menurunnya hasil produksi dan kerusakan tanaman membuat petani kualahan.

Untuk produksi kakao petani di Kecamatan Tebing Tinggi contohnya, milik Fendi (35) Desa Pancurmas, dia merasakan penurunan produksi panen sejak empat bulan terakhir, dari hasil sebelumnya perbatan mampu mencapai lima kilogram dalam dua minggu kini hanya sekitar satu kilogram saja.”Beruntung kami menanam kakao sebagai komoditi tambahan saja, jadi meskipun produksinya menurun tak menjadi kendala besar,” kata petani karet ini, kemarin (2/10).

Sementara itu Dani (34) pengumpul Kakao di Tebing Tinggi mengungkapkan kenaikan harga kakao tersebut telah menjadi stimulus positif semangat para petani untuk menjual kakao. Bahkan semangat para petani bertambah kuat untuk terus mempertahankan dan meningkatkan produksi kakao. “Kenaikan harga kakao menjadi stimulus positif bagi petani mempertahankan dan meningkatkan produksi kakao mereka”, katanya 

Dia menjelaskan, berdasarkan permintaan pasar kakao mutu sedang berkisar Rp.25.000 sampai Rp.30.000 per kilogram. Sedangkan Untuk kakao mutu rendah berkisar Rp. 15.000- Rp. 20.000 per kilogram. Daniel menuturkan kalau hasil komoditi kakao tersebut dari Empat Lawang dibawa ke pasar kakao di Lampung.   

Kakao asal Empat Lawang mampu bersaing dengan kakao asal Lampung baik dari segi harga maupun mutu. “Kakao asal Empat Lawang sangat mapu bersaing dengan kakao dari lampung baik harga maupun mutunya”, katanya lagi

Berdasarkan data catatan produksi kakao memang sangat menjanjikan untuk komoditas unggulan baru di Kabupaten Empat Lawang disamping Kopi. Jumlah total luas kebun kakao mencapai 715,50 hektar dengan jumlah produksi mencapai 3.825.375 ton.

Kepala Dinas Perkebunan Kehutanan dan Pertambangan Empat Lawang, Susyanto Tunut mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan merencanakan penambahan beberapa fasilitas guna menunjang produktivitas hasil petani dibidang perkebunan, khususnya perkebunan kakao atau cokelat ini..”Budidayanya akan digalakkan dan ditingkatkan agar hasil produksinya berkualitas dan Secara langsung atau tidak langsung menutupi kelemahan yang selama ini dikeluhkan petani yang sering kebingungan sehabis musim panen kopi berakhir,” imbuhnya (eko)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.