Rabu, 02 November 2011

Angkutan Batubara Antri Beli Solar di SPBU


Prabumulih, SN
Antrian panjang angkutan batubara dan kendaraan lainnya di sejumlah SPBU yang ada di wilayah Kota Prabumulih, nyaris menjadi pemandangan setiap hari. Selain menimbulkan kemacetan jalan karena antri hingga ke bahu jalan, keberadaan kendaraan bertonase besar itu juga dinilai menjadi penyebab langkahnya BBM jenis solar di pasaran.
Salah satunya seperti yang terjadi di salah satu SPBU yang berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, simpang GOR Prabu Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur. Dalam satu hari, jatah minyak solar dari Pertamina Pemasaran Palembang sebanyak 10 ton perhari, di SPBU ini habis dibeli kendaraan pengangkut emas hitam tersebut.
“Padahal sebelumnyo, pacak duo–tigo hari habisnyo! Sekarang sehari habis, kalu masalah jatah kiriman solar dari Pertamina tetep 10 ton setiap harinyo,” aku Taufik, Manager SPBU 24.311.41 reli (GOR Prabu Jaya), ketika ditemui Selasa (1/11).
Pihaknya juga mengaku tidak bisa berbuat banyak, menghadapi kedatangan rombongan dump truk angkutan batubara tersebut. Selain alasan sulitnya menemukan BBM jenis solar di SPBU lain, lemahnya pengawasan dari pihak Pertamina menjadi penyebab ratusan angkutan batubara ini bebas membeli solar di setiap SPBU yang ditemuinya.
"Kalu pemilik SPBU yang ditugasi mengawasi dan melarangnya membeli solar disini, saya kira akan kewalahan dan terlalu beresiko. Serta memerlukan dana operasional cukup tinggi, sementara keuntungan penjualan kito dari waktu ke waktu masih seperti itu,” terang Taufik, dengan nada pasrah.
Menurutnya, dengan kuota yang dijatahi Pertamina, sebanyak 10 ton solar, dan 16 ton premium perharinya, dinilai tidak akan cukup melayani kebutuhan BBM seluruh konsumen dan masyarakat Prabumulih. “Apolagi ditambah pembeli dari luar kota yang melintas lewat Prabumulih, tambah idak cukup. Cuma pertamax be, dijatahi 10 ton habisnyo pacak sebulan,” tambah Taufik.
Keresahan serupa juga diakui Dayat (41), warga Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur. Sejak angkutan batubara tersebut beralih membeli BBM jenis solar di SPBU, banyak pemilik kendaraan mobil yang berbahan bakar solar kesulitan mendapatkan BBM tersebut. “Terkadang sudah lama antri, pas giliran mobil kita habis. Jadi tolonglah diminta kepada pemerintah dan Pertamina untuk tegas terhadap persoalan ini,” harapnya. (and)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.