Rabu, 02 November 2011

Pengeboran PT Baturona Adimulya Semburkan Lumpur Setinggi 30 Meter


Babatsupat, SN
Masyarakat Dusun III Jantibun Desa Supat Barat Kecamatan Babat Supat Musi Banyuasin (Muba) mendadak heboh dan panik. Pasalnya Senin (31/10) sekitar pukul 16.00 WIB, gas bercampur air dan lumpur tiba-tiba menyembur dari permukaan lahan milik warga dengan ketinggian hingga 30 meter.
Pantauan koran ini, Selasa (1/11), semburan gas bercampur air dan lumpur ini berasal dari bekas pengeboran yang dilakukan PT Baturona Adimulya di lahan perkebunan sawit milik Robani(50), warga Jantibun.
Semburan tersebut masih terjadi hingga pukul 15.00 sore kamarin. Beberapa tanaman seperti karet dan sawit nampak berwarna kecoklatan terkena cairan lumpur.
Di lokasi petugas kepolisian dari Polsek Sungaililin dan Keluang memasang police line sekitar 20 meter dari sumber semburan. Ini dilakukan agar tidak membahayakan warga yang datang untuk melihat. Sebab, meski mengaku sedikit panik, cukup banyak warga yang mendatangi lokasi untuk menyaksikan sendiri.
Mendapati kondisi ini, Kamino (28), anak dari pemilik lahan mengungkapkan, semburan tersebut, sudah merusak sekitar seperempat hektar lahan yang terdiri dari tanaman karet dan sawit milik keluarganya. Karena itu pihaknya bermaksud meminta ganti rugi kepada PT Baturona, termasuk rencana pembuatan tanggul atau kolam penampungan di sekitar sumber semburan.
“Pihak PT Baturona sudah mendatangkan alat berat untuk mengeruk tanah buat tanggul. Tapi sementara ini kami belum bisa mengizinkan, sampai deal nilai ganti ruginya. Apalagi karet kami baru empat hari ini di plat,” terang Kamino yang dibincangi di sekitar lokasi semburan lumpur.
General Manager (GM) PT Baturona Adimulya, Nurhadi membenarkan jika semburan gas bercampur air dan lumpur ini bersumber dari bekas pengeboran PT Baturona. Sebab 24 Oktober lalu, pihaknya melakukan pengeboran dengan kedalaman sekitar 200 meter untuk mencari tahu potensi batubara.
Namun, lanjut dia, pihaknya menemukan kandungan batubara hanya di kedalaman satu meter. Sehingga rencana untuk eksplorasi di titik lahan tersebut tidak diteruskan, dan bekas boran tersebut kembali ditimbun.
"Memang sumber semburan itu persis dari bekas boran kita tempo hari. Soal sebab atau pemicunya, masih kita pelajari. Bisa jadi ada pengaruh tekanan dari bekas sumur bor Pertamina sekitar lima kilo meter dari tempat itu,” kata Nurhadi.
Kendati demikian, kata dia, pihaknya tetap akan bertanggungjawab dengan melakukan penanggulangan. Pihaknya sudah menurunkan satu unit eksapator untuk membuat tanggul atau semacam kolam untuk menampung cairan lumpur agar tidak menyebar ke lahan milik warga di sekitarnya.
"Kita bekerjasama dengan pemerintah terkait, dan juga minta bantuan dari Pertamina untuk mendeteksi kandungan cairan dari semburan itu. Di sisi lain kita juga masih nego harga dengan pemilik lahan yang akan kita keruk dengan kedalaman empat meter dan lebar seperempat hektare,” tambahnya. (her)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.