Selasa, 15 November 2011

Patok Perbatasan Bergeser 700 M


* Perusahaan Jambi Kuasai 20 Ha Lahan

Sekayu, SN
Kabar mengejutkan datang dari wilayah bagian timur perbatasan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel) dan Provinsi Jambi. Salah satu patok perbatasan yang terletak di Dusun VII Mingkung, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayunglencir tiba-tiba bergeser sekitar 700 meter mulai T 24 sampai T 30. Warga setempat protes, sebab 20 hektare lahan Muba di serobot tanah dan pengerusakan PT Bahari Gembira Ria, dari Jambi.
Kepada Koran ini Senin (14/11), Kepala Desa (Kades) Muaramedak, Ujang M Amin menceritakan, tanpa disadari patok perbatasan yang terletak di Dusun VII Mingkung Desa Muaramedak sudah berpindah tempat. Sementara persis di titik koordinat patok semestinya tumbuh subur tanaman sawit milik PT Bahari Gembira Ria. Masyarakat setempat menduga, patok tersebut sengaja dipindahkan dengan misi tertentu yang berimbas pada penguasaan lahan milik Kabupaten Muba.
“Ini sudah terjadi sejak awal tahun lalu. Kami sudah melapor ke tingkat II dan I, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Menurut kami, jika ini dibiarkan berpotensi terjadinya keributan,” kata Ujang, seraya mengatakan, belakangan ada sebuah desa pemekaran dari Desa Petaling jaya dan desa ladang Panjang Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro jambi yang posisinya dalam wilayah Desa Muaramedak, Muba.
Dampaknya, kata Ujang, Muba dirugikan dengan hilangnya puluhan hektare lahan karena dibajak beberapa perusahaan yang diduga mengurus perizinan di Jambi, seperti PT Gudang Garam, PT Sedayu, dan termasuk PT Bahari Gembira Ria. Tidak hanya itu, dengan membiarkan beberapa perusahaan menjarah lahan Muba, sama dengan merelakan asset sumber daya alam dengan Cuma-Cuma. Sebab perusahaan milik Jambi, tapi pajak(PBB) dan PPHTB jenis retribusilainnya juga untuk Jambi.
“Inilah akibat kurangnya perhatian dan pembinaan pemerintah daerah kita terhadap perkembangan di wilayah perbatasan. Jangan sampai, Muaramedak yang jelas-jelas masuk kecamatan Bayunglencir, juga diambil Jambi,” tambahnya.
Ujang menambahkan, seharusnya daerah perbatasan lebih di proritaskanstruktur dan infrstruktur sehingga masyarakat yang diperbatasan merasa di perhatikan, sangat disayangkan bila aset kabupaten mubaPropinsi Sumsel Sampai masuk Propinsi jambi.
Dikonfimasi terkait hal ini, Kabag Tapal Batas Muba Sofyan SSos MSi membenarkan adanya masalah perbatan tersebut. Pihaknya sudah menurunkan tim investigasi ke lapangan, dan mendapati permasalah itu. Namun, lanjut dia, pada prinsipnya meski tugu perbatasan berpindah tempat, titik koordinat batas tidak akan berubah. Hanya saja yang menjadi persoalan saat ini adalah, ada perusahaan yang bercocok tanam di lahan milik Muba.
“Kita sudah melaporkan ini ke tingkat I (gubernur), mungkin sampai saat ini mereka masih mempelajari hal itu. Menurut saya, masalahnya adalah mengapa perusahaan Jambi bisa merambah lahan milik kita. Muncul dugaan, patok perbatasan memang sengaja dipindahkan,” pungkasnya.
Guna mengetahui titik koordinat yang benar, riil dan definitif diakui secara nasional 2012 rencananya Tapal Batas Muba akan melaksanakan program sosialisasi dan pembuatan Peta batas desa guna mengatasi dan mengurangi konflik guna mengetahui titik koordinat batas desa dan wilayah khususnya wilayah kabupaten Muba.
"Untuk mengurangi konflik dan mengetahui sebenarnya tetang titik koordinar desa dan wilyah di muba, dan membuat peta wilayah rencana 2012 jika permohonan kami di setujui oleh Bappeda Muba kami akan melaksanakan sosialisasi 2 undang undang, pertama peraturan Mendagri nomor 27 tahun 2006 tentang penetapan dan penegasan Batas Desa, kedua Paraturan Mendagri nomor 1 tahun 2006 tentang Pedoman Penegasan batas daerah. Yang paling penting lagi kami akan melalukan pengecekan dan pelacakan serta melakukan pengukuran ulang guna membuat peta wilyah yang definif yang diakui oleh nasional karena sampai sekarang peta wilayah khususny wilayah dalam kabupaten muba belum ada peta yang diakui secara nasional, untuk itu demi kelancaran program tersebut kami akan melakukan kerja sama kepada Badan Koordinasi Survei Nasional, Tofografi, BPN guna mendapatkan hasil yang maksimal," jelasnya.
Dirinya berharap jika program ini benar bisa di realisasikan mudah mudahan dapat mengurangi sedikit demi sedikit konflik permasalahan batas-batas wilayah khususnya di kabupaten muba, dan untuk desa kedapan dapat mengetahui mana-mana batas desa dan wilayah desa sesungguhnya. (her)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.