Selasa, 27 Desember 2011

Kawanan Perampok di Prabumulih Resahkan Warga

Prabumulih, SN
Diancam empat perampok menggunakan senjata api dan sajam, isteri pedagang ayam Rita Sugiharto (20) terpaksa melepaskan kalung emas 24 karat seberat 3 suku miliknya.
Sementara korban, Nurlela (28) juga harus merelakan 8 suku emas setelah keduanya diikat tangan dan kakinya secara bersamaan dengan seutas tali plastik di rumahnya. Peristiwa perampokan ini terjadi Jumat (23/12) lalu di rumah korban di Lingkungan I RT 4 Kelurahan Gelumbang Prabumlih.
Menurut Rita, suaminya Harmoko waktu itu lagi pergi ke pasar pagi Gelumbang sementara yang tinggal di rumah dia dan kakak perempuan serta keponakannya saja. Saat kejadian dia mencuci piring di sumur belakang rumahnya, tanpa sepengetahuannya tiba-tiba datang dua lelaki tak dikenal langsung menodongkan pistol dan satu lagi menggunakan senjata tajam jenis pisau lipat sambil menarik tanganya dan memaksa untuk masuk ke dalam rumahnya.
Rupanya didalam rumah sudah ada dua lelaki rekanan mereka yang juga menggunakan pistol dan pisau. Satu tersangka menanyakan simpanan uang sementara satunya lagi menggendong keponakannya sambil mengancam akan melukai bocah itu jika berteriak. Kedua pelaku lain usai mengikat korban langsung masuk kamar dan mengobrak abrik lemari pakaian dan mendapakan simpanan uang Rp 500 ribu.
Diungkapkan korban, ia sempat mengenal salah satu tersangka karena pernah melihatnya seminggu sebelumnya dimana waktu itu tersangkat empat menawar ayam Bangkok milik suaminya.
Sementara Nurlela mengaku kalau kejadian diperkirakan pada pukul 06.30 WIB . Dia sendiri sempat melihat nopol mobil warna metalik itu 2023 namun dia tidak paham apakah mobil jenis apa. Lagi pula diapun lupa apakah plat BG atau B sebab saat kejadian dia kurang memerhatikannnya sebab tak menduga kalau para tamu tak diundang itu menodong.
"Sebab pada awalnya berlaku sopan dan seolah ingin membeli ayam bahkan sempat meminta air minum. Aku dak nyangko kalau orang itu endak nodong sebab kelihatnnya sopan dan baik baik. Rupanya cara untuk ngelabui kami dan barang kali cara pelaku untuk mengetahui apakah aman atau tidak dan mengetahui kalau tidak ade jantan dirumah kami ini,” kenang Lela.
Para pelaku setelah menguras harta mereka berupa emas 24 karat 11 suku uang Rp 500 ribu serta Hp Nokia lalu kabur dengan mobilnya ke arah Desa Payabakal.
Dari tempat terpisah Kapolres Muara Enim melalui Kapolsek Gelumbang AKP Rusmi membenarkan kalau ada warga di RT 04 Gelumbang yang melapor ketodongan . Untuk mengungkap kasus ini pihaknya sedang melakukan penyidikan lebih lanjut ujarnya. (and)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.