Senin, 09 Januari 2012

Warga Terus Cari Urat Tambang Emas di Pagaralam

Pagaralam, SN
Warga Kota Pagaralam melakukan penelitian dan pencarian titik atau urat yang memiliki kandungan emas di Bukit Kayu Manis Kelurahan Ujasmas Muarasiban dan Bumiagung Kecamatan Dempo Utara. Dengan menelusuri sungai dan daerah aliran sungai.
"Sekarang mencari sampel dengan melakukan penimbangan kandungan pasir di dalam sungai yang berhulu di daerah Bukit Kayu Manis yang diperkirakan banyak memiliki kandungan emas," kata Burlian warga Muarasiban, Minggu (8/1).
Menurutnya, setelah kedatangan tenaga ahli Jepang itu sebagai tindaklanjut dari penemuan dan penambangan yang dilakukan warga setempat dan berhasil mendapatkan logam muli tersebut.
Saat ini warga sendiri melakukan pencarian dengan mengambil sampel di beberapa suangai. "Memang untuk mencari uratnya cukup sulit dan tidak semua hulu sungai yang terdapat kandungan emas. Meskipun belum berhasil ditemukan tapi akan tetap dilanjutkan," ungkapnya.
Meskipun pencarian masih dilakukan secara tradisional dengan memgambil sampel di beberapa sungai, tentunya masih perlu dilakukan secara lebih dalam lagi di perbukitan.
"Namun tanda-tanda jika Pagaralam banyak terdapat logam mulia itu cukup banyak, seperti ada kandungan pirit dan bebatuan yang berwarna kuning keras," ungkapnya.
Senada diungkapkan Nando, kalau harus dilakukan penelitian secara menggunakan teknologi, investor masih ragu soal lahan sebagian besar lahan masih dikuasai warga, dan menolak dilakukan pembebasan meskipun dengan harga tinggi.
Ia mengatakan, besarnya kandungan emas yang terdapat di kawasan itu mendorong pemerintah berupaya melakukan pembebasan, dan harga lahan naik cukup tinggi. Kalau keseluruhan kawasan bukit Kayu Manis yang memang banyak mengandung logam mulai jenis emas itu bisa mencapai 5.000 hektare, terdiri dari beberapa kecamatan.
Namun, kata Herwanando, kalau yang sudah dilakukan uji coba penambangan baru di Kelurahan Ujanmas, dan untuk 10 kilogram bebatuan bisa menghasilkan antara 2 hingga 3 gram butiran emas.
"Bukti lain jika daerah itu memiliki kandungan emas, yaitu hampir setiap tempat batu mengandung pirit bercampur dan tembaga. Kemudian kondisi alamnya juga memiliki kesamaan dengan lokasi penambangan emas di Lubuklinggau, Sumsel dan Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat," ungkap dia.
Herwanando mengatakan, hanya saja pemerintah setempat sepertinya sengaja menutup-nutupi agar jangan sampai warga melakukan penambangan sendiri.
"Ada diantara warga yang sudah berhasil mendapatkan emas dan dijual masih dalam bentuk gumpalan-gumpalan kecil," ungkap dia.
Menurut dia, memang sudah beberapa kali ada warga yang menjual bongkahan emas murni ukuran 24 karat. Hanya saja penambangan ini masih tersembunyi, hanya dilakukan di lingkungan terbatas saja.
Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Kota Pagaralam, Hariyanto mengatakan, memang di sekitar wilayah Kota Pagaralam, cukup banyak memiliki kekayaan alam terutama bahan tambang, seperti batu bara, minyak bumi dan emas.
"Namun karena sebagian besar wilayah daerah ini kebanyakan hutan lindung tentunya harus dilihat dulu mana besar manfaat dan mudaratnya," ungkap dia.
Kekayaan alam itu, kata dia, tidak bisa dikelola kerena dampaknya terhadap kerusakan alam cukup besar, kecuali dilakukan orang yang profesional.
Ia mengatakan, Pagaralam ini ada beberapa daerah diduga kuat memiliki kandungan emas, namun pemerintah belum berani melakukan upaya eksplorasi, karena sebagain besar lahan milik warga.
"Sampel bongkahan batu yang diambil dari beberapa lokasi seperti Bukit Kayu Manis, Kecamatan Dempo Selatan dan Rimbacandi, Kecamatan Dempo Tengah, mengandung pirit sudah dilakukan uji laporaturium, ditemukan ada kandungan emas. Sebetulnya bila ada pirit dapat dipastikan memiliki kandungan emas, namun masih bencampur dengan beberapa jenis logam seperti tambaga dan perunggu," kata dia.
Nando mengatakan, baru akan terlihat setelah batu tersebut dihancurkan dan dicampur dengan air raksa, maka baru akan terlihat perbedaanya. Sementara emas langsung memisah dengan membentuk endapan.
Sedangkan pirit dan jenis logam lain, kata Iwan, langsung mengapung dan memisahkan diri. "Sebetulnya warga masih belum banyak mengetahui cara pengolahan dan penambangan emas. Kami sudah bandingkan dengan bebatuan yang sekarang menjadi daerah pertambangan PT Newmont Nusatenggara, Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat, cukup mirip dengan yang ada di Pagaralam," ungkapnya.
Menurut dia, tanda-tanda daerah itu mengandung emas ada endapan batu yang mengandung pirit. "Kemungkinan pemerintah belum berani melakukan penambangan karena semua lahan masih dimiliki warga atau penduduk setempat," ungkap dia.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA), Pemkot Pagaralam, Najamudin, Spd MM mengatakan memang di Pagaralam, cukup banyak memiliki sumber daya alam yang masih terpendam termasuk emas, batubara dan minyak bumi.
"Kita masih melakukan penelitian dan pengkajian beberapa lokasi yang teridikasi mengandung bahan tambang termasuk emas," ungkap dia.
Ia mengatakan, namun perlu dilakukan pengkajian lebih luas karena lokasi memiliki kandungan logam mulia itu kebanyakan berada di kawasan hutan lindung dan aliran sungai.
Sementara itu Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Kota Pagaralam, H Hariyanto, MM MBA mengatakan adanya temuan emas di Bukit Kayumanis, Kelurahan Muarasiban, masih dalam proses penelitian dan melakukan pendataan lahan.
"Kami juga sudah melakukan pendataan terhadap sejumlah aset termasuk lokasi penemuan yang baru ini. Sebetulnya kami masih harus melakukan pengkajian lebih lanjut, guna mengetahui kadar emas berapa jumlah kandungannya," ungkap dia.
Menurut dia, bila dilihat dari kondisi alam, cukup banyak sumberdaya alam yang terdapat di Kota Pagaralam, termasuk yang bernilai sejarah seperti, megalit, arca, dan sumber panas bumi terbesar kedua di dunia. (asn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.