Jumat, 30 September 2011

Pemprov Sumsel Bangun Desa Produksi Kerajinan Kelapa

Palembang, SN
    Setelah membangun Desa Talang Kedondong sebagai pusat kerajinan dengan berbahan dasar karet dan terfokus pada kerajinan untuk SEA Games. Kini pemerintah Provinsi Sumsel kembali mengembangkan daerah lain yakni Talang Jambi. Kawasan yang berada di perbatasn Palembang- Bayuasin ini, nantinya akan dibentuk menjadi kawasan kerajinan khas kelapa.
    Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Provinsi Sumsel, Ekowati Retno Ningsih mengatakan, bahwa selama ini banyak sekali limbah yang dihasilkan oleh kelapa tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, terdapat program 2011 untuk menjadikan daerah Talang Jambi sebagai pusat kerajinan kelapa.
    "Karena selama ini kelapa itu sabutnya limbah karena itu kita oleh dan kita bungkus dengan karet, sehingga bisa jadi sandal, tempat tisu, pot bunga dan lain sebagainya. Saat ini produknya sudah ada dan pada saat pameran di jakarta dan Palembang telah kita kenalkan. Produksi kerajinan tersebut saat ini belum maksimal karena masih mencari patner yang akan diperuntukkan bagi para pengrajin. Hal ini dikarenakan pihaknya hanya melakukan transper teknologi dan keahlian," terangnya kemarin.
    Diungkapkannya, untuk itulah berencana akan mencari BUMN agar dapat mengucurkan CSR nya kepada para pengrajin. "Saat ini untuk bahan bakunya banyak, hanya saja terkendala pengangkutan dari telang ke talang jambi yang harus menggunakan speedboad dan akan menimbulkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, kita mencari daerah kelapa lain. Seluruh bahan yang bersumber dari kelapa, baik itu serabut, batok, air, dan buahnya dapat dikelola dan dimanfaatkan menjadi kerajinan," jelasnya.
    Sedangkan untuk Talang Kedondong yang dijadikan pusat kerajinan untuk SEA Games, Ekowati menuturkan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan sandal  yang akan dimodifikasi dengan warna songket. Dengan harapan agar hotel-hotel dapat memakai sandal tersebut.
     "Satu pasang sandal harganya Rp 5.000 jika kualitasnya semakin baik maka akan menjadi Rp 7000. Nah, untuk saat ini peralatan dari Balitbangda tetapi jika nanti sudah menguntungkan alatnya akan dikembalikan lagi," ujarnya
    Dituturkannya, mengenai prospek dari kerajinan tersebut, prospek usaha kerajinan dari kelapa tersebut sangat bagus, karena dari pot-pot yang dibuat go green (ramah lingkungan) dan dapat membantu mengganti penggunaan plastik.
         "Untuk permodalannya, kami bekerjasama dengan Bank SumselBabel untuk membantu para pengrajin dengan menyediakan kompon cair sebagai bahan baku," tambahnya.(pit)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.