Jumat, 30 September 2011

Polres Pagaralam Perketat Pengawasan 4 Penganut Garis Keras

Pagaralam, SN 
Kepolisian Resor Kota Pagaralam menemukan dan memperketat pengawasan empat aliran Islam garis keras yang saat ini mulai banyak mengembangkan jaringannya.
Sudah mendata ada sekitar 17 aliran Islam yang terdapat di wilayah Kota Pagaralam, dan empat diantaranya merupakan penganut paham garis keras,” kata Wakapolres, Kompol Munaspin didampingi  Kasat Intelkam, Polres Pagaralam, AKP Naradepa, Kamis (29/9).
Menurut dia, diantara penganut Islam garis keras yaitu al-furqan, amanat keagunggan ilahi (AKI), shalafiah, dan jamaah tabligh. Selama ini panganut ini melakukan penyebaran ajarannya dengan sembunyi-sembunyi.
“Namun saat ini sudah mulai berani muncul, dan bahkan ingin mendirikan rumah ibadah atau mesjid sendiri khusus menampung jamaah aliran ini,” kata dia.
Dia mengatakan, mereka tidak mau bergabung dengan masyarakat pada umumnya dan melakukan tata cara ibadah harus berkelompok atau satu aliran.
“Sejumlah aliran garis keras ini muncul setelah beberapa orang yang diduga kuat menjadi pelaku teroris banyak tertengkap dan mati setelah melakukan aksi bom bunuh diri,” ungkap dia.
Sejauh ini, kata dia, belum ada indikasi mereka melakukan penyusunan kekuatan untuk melakukan teror bom.
“Namun perlu diwaspadai, mengingat mereka sudah mulai terdesak dengan aksi penangkapan dan pengejaran yang dilakukan anggota Densus 88 Mabes Polri.
Sehingga, menurut Naradepa, bukan tidak mungkin sejumlah penganut paham Islam garis keras akan menyusun kekuatan baru dari daerah yang dianggap aman termasuk Pagaralam.
“Gerak-gerik mereka sudah dalam pengawasan termasuk keberdaan jumlahnya, bahkan kita mengetahui kalau ada diantara anggota jamaah aliran ini setiap satu bulan menghilang, setelah itu muncul lagi,” kata dia pula.
Sementara itu kapolres Pagaralam, AKBP Abi Darrin, mengatakan memang perlu dilakukan pencegahan dengan memperketat pengawasan terhadap beberapa penganut Islam aliran garis keras.
“Kita sudah mendata jumlanya, tempat tinggal dan beberpa masjid yang sering digunakan untuk mereka melakukan pertemuan,” ungkap dia.
Dia mengatakan, kemudian termasuk aktifitas mereka dalam memperluas jaringannya, jangan sampai keberadaan penganut paham tersebut justru menimbulkan keresahan masyarakat.
“Belum ada gejala-gejala mereka melakukan tindakan berlebihan termasuk mengarah kepada aksi teroris, namun kita tetap meningkatkan pengawasan termasuk membatasi geraknya,” ungkap dia pula.
Sementara itu Ketua MUI, Kota Pagaralam, Deni Priansyah, mengatakan tindakan pelaku teroris tidak memahami ajaran Islam yang sebenarnya, sehingga mereka melakukan prilaku menyimpang.
“Islam tidak mengenal aksi bunuh diri, teror bom dan menyiksa tubuh dengan bunuh diri,” kata dia.
Menurut dia, bunuh diri merupakan perbuatan musrik dan sangat dibenci oleh Allah Swt, karena islam selalu mengedepankan kedamaian dan kasih sayang.
“Kita minta masyarakat segera melaporkan jika ada indikasi yang mengarah kepada aksu teror yang mengatas namakan agama,” ungkapnya. (asn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.