Selasa, 11 Oktober 2011

Uang Palsu Marak Beredar di Pagaralam

Pagaralam, SN
    Uang palsu marak beredar didalam masyarakat Kota Pagaralam, terutama pecahan Rp 50 ribuan dan Rp 100 ribuan. Penyebaran uang palsu tersebut mayoritas melalui transaksi pembayaran ongkos ojek dan warung  manisan.
    "Kita sudah melakukan penyelidikan dan menurunkan tim khusus melacak sumber yang diduga kuat menjadi lokasi pembuatan dan peredaran uang palsu di Pagaralam," kata Kasat Reskrim Polres Pagaralam, Iptu Hendrawan, Senin (10/10).
    Menurutnya, peredaran uang palsu pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu kemungkinan besar di cetak di Pagaralam sendiri, namun belum dapat diindentifikasi tempat dan pelakunya.
    "Belum bisa diketahui dengan pasti apa uang palsu yang ditemukan sejumlah tukang ojek atau warung tersebut dibuat di daerah ini, karena baik pelaku dan indikasi lokasi pembuatan masih belum jelas," ungkapnya.
   Dikatakanya, beberapa waktu lalu tim gabungan dari Reskrim dan Intelijen sudah melakukan pelacakan, namun belum ada barang bukti (BB) karena semua program komputer menggunakan kunci atau sandi.
    "Kalau BB berupa lembaran uang belum berhasil ditemukan dan ketika kita ingin mengungkap melalui program komputer semuanya terkunci," ungkap dia.
    Kecurigaan, kata dia, muncul kerena ada sebuah rumah tempat kost dihuni salah seorang mahasiswa memiliki peralatan cukup lengkap.
    Dia mencontohkan, mesin cetak, kumputer, scaner dan sejumlah peralatan pemotong kertas cukup canggih.
    "Kalau untuk kebutuhan usaha percetakan tidak ditemukan adanya kegiatan percetakan, dan kegiatan juga dilakukan dengan sangat tertutup," ungkap dia.
    Senada dengan Hendrawan ditegaskan, Wakil Kepala Polres Pagaralam, Kompol Munaspin, uang palsu kondisi fisik dan dilihat sepintas cukup mirip baik ukuran dan warnannya dengan yang asli.
    "Hanya saja bila diterawang tidak terdapat benang dan gambar tokoh atau pahlawannya termasuk garis hitam ditengah-tengah," ungkap dia. Kemudian hanya dengan sedikit tarikan saja sudah putus dan bila terkena air warna langsung berubah.
    "Saat ini kita sudah menerjukan puluhan personil untuk melakukan penyelidikan terhadap maraknya peredaran uang palsu tersebut, pelaku sulit dilakukan pelacakan karena setelah melakukan aksinya langsung menghilang," ungkapnya.
    Dia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan lebih teliti dengan uang saat melakukan transaksi karena kesempatan lengah ini akan dimanfaatkan untuk penipuan.
    Sementara Hendrik, warga Kecamatan Pagaralam Utara, mengaku pernah menerima uang palsu dari pembeli yang berbelanja rokok dan pulsa handphond, pembeli itu memberikan uang pembayaran pecahan Rp50.000, karena tidak merasa curiga, ia tidak memeriksa uang tersebut.
    "Memang kalau sekilas tidak ada perbedaan dan semuanya cukup mirip tapi kalau sudah dilihat secara detail baru ada perbedaan, baik bentuk, warna dan ketebalannya," ujarnya. (asn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.