Rabu, 28 Desember 2011

Angkutan Batubara Nakal Masih Lewat Jalan Sudirman

Prabumulih, SN
Pasca mulai diberlakukannya pelarangan bagi angkutan batubara dan angkutan lainnya, pada 21 Desember 2011 lalu Pemkot Prabumulih untuk beroperasi atau melintas di Jalan Jenderal Sudirman pada jam–jam sibuk dari pukul 06.00 hingga 16.00 WIB, ternyata tidak dihiraukan sejumlah pemilik saham dari perusahaan angkutan batubara.
Salah satu sopir truk angkutan batubara Yandi (35) mengatakan, mereka hanya sopir dan menjalankan tugas saja. Sehingga bila warga ingin protes silahkan kepada pimpinan mereka.
Khususnya pada tiga hari belakangan (masa cuti bersama perayaan Natal) ini, Sabtu hingga Senin (26/12) lalu, ratusan truk angkutan batubara, kayu gelondongan dan jenis angkutan lainnya sepertinya memanfaatkan kelengangan petugas dan masa liburan tersebut, untuk lewat melintas di Jalan Jenderal Sudirman.
Dari pantauan Koran ini, hingga sore kemarin, terlihat masih banyak kendaraan angkutan batubara berbagai jenis melintas santai masuk jalur jalan nasional yang memiliki panjang sekitar 27, 2 kilometer tersebut. Padahal sebelumnya, setelah didesak DPRD Kota Prabumulih akhirnya Pemerintah Kota mau mengeluarkan surat keputusan pelarangan bagi angkutan batubara dan angkutan lainnya untuk lewat pada jam sibuk kerja yakni mulai dari pukul 06.00 hingga 16.00 WIB, terhitung sejak tanggal 21 Desember 2011 kemarin.
“Sangat disayangkan hal itu, padahal sejak diberlakukan pelarangan itu kondisi lalu lintas Jalan Sudirman jadi lancar dan tertib karena tidak ada mobil batubara lewat, semuanya lewat Jalan Lingkar Timur,” imbuh Boby (31) warga Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, baru baru ini .
Menurut sales pakaian keliling ini, dirinya menyayangkan lambannya tindakan petugas gabungan yang berjaga di sejumlah titik Jalan Jenderal Sudirman. “Semestinya walaupun masa liburan tetap harus bertugas, apalagi dibagi tiga ship. Kita juga tidak tahu, apakah sopir – sopir itu tahu tentang pelarangan itu karena kebanyakan mobil batubara dilihat dari platnya berasal dari Jambi dan Padang,” kata bapak satu anak ini.
Sementara pasca terjadinya pengrusakan kantor dan dermaga sejumlah perusahaan angkutan batubara di Pelabuhan Tanjung Siapi – Api, Palembang, tidak membuat salah satu perusahaan angkutan mobil batubara LKS berlama – lama menggangur (stop, red). Terhitung mulai Senin (26/12) perusahaan angkutan batubara yang berpusat di Kabupaten Lahat ini sudah mulai mengoperasikan angkutan batubaranya.
“Meski belum secara maksimal seperti biasanya, tapi angkutan kita mulai hari ini sudah berjalan itu pun karena libur cuti bersama,” ungkap salah satu pengurus PT LKS, Doni , ketika dihubungi lewat via ponsel, Selasa (27/12) sore.
Terkait pelarangan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Prabumulih dari mulai pukul 06.00 WIB s/d 16.00 WIB, lanjut Doni , pihaknya tidak mempersalahkannya. “Intinya kami mematuhi peraturan yang ada, terpenting masih bisa berjalan apalagi kan diarahkan lewat Jalan Lingkar, jadi tidak masalah itu,” tandasnya .
Sebelumnya, aksi solidaritas dan kepedulian terhadap Jalan Jenderal Sudirman dilakukan ratusan anggota gabungan TNI dari Satuan Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur/II), anggota Polres Prabumulih dan PNS dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), Sabtu (24/12) pagi. Aksi solidaritas dilakukan dengan melakukan perbaikan dan tampal sulam dengan material dan peralatan seadanya.
Kegiatan dipusatkan mulai dari titik simpang modong atau dealer Mitshubisi Lautan Berlian, Kecamatan Cambai hingga simpang BRI, depan perkantoran DPRD Kota Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat. Sejumlah titik lubang yang memiliki kerusakan parah dan besar yang ada disepanjang Jalan Jenderal Sudirman tersebut, tidak luput menjadi prioritas rombongan tersebut untuk diperbaiki dan ditambal sulam. (and)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.