Selasa, 06 Desember 2011

Pengelolaan JSC Palembang Telan Dana 6 Milyar


* Ketua Komisi V DPRD Sumsel: Dana 6 milyar itu masih kurang

Palembang, SN
Pengelolaan Jakabaring Sport City (JSC) dan venue lainnya di kawasan Kampus Palembang yang menjadi aset Sumsel usai perhelatan SEA Games XXVI telah dianggarkan di dalam APBD Sumsel 2012. Pengelolaan aset tersebut mencapai Rp 6 miliar.
Hal ini diungkapkan Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Bihaqqi Soefyan, ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/12). Katanya, anggaran pengelolaan aset SEA Games berada di pos Biro Keuangan dan Aset Setdaprov Sumsel.
"Kami lihat Pemprov Sumsel sudah menyiapkan dana untuk perawatan seluruh aset SEA Games terutama JSC, senilai Rp 6 miliar yang berada di Biro Keuangan dan Aset. Penganggaran ini sudah pasti karena sudah kami tanyakan langsung ke pihak terkait," kata Politisi Partai Demokrat ini.
Ia mengaku, penganggaran untuk pemeliharaan aset SEA Games memang sangat di butuhkan, mengingat seluruh aset tersebut merupakan buah kerja keras Sumsel dan berada di kawasan Provinsi Sumsel.
"Jadi meskipun secara resmi pemerintah pusat belum menyerahkan kepengurusan aset SEA Games ini, namun selaku tuan rumah yang mana aset tersebut berada di wilayah Sumsel, maka sudah sewajarnya pemerintah Sumsel menganggarkan dana pengelolaannya," katanya.
Menurut Bihaqqi, dana Rp 6 miliar untuk pengelolaan aset SEA Games belumlah cukup, mengingat banyaknya fasilitas yang perlu dirawat. selain itu, banyaknya fasilitas pendukung yang perlu diperbaiki membuat dana perawatan juga diperkirakan membengkak.
"Dana Rp 6 miliar itu masih kurang, kalau kita lihat masih banyak fasilitas pendukung yang perlu di rawat dan di perbaiki, seperti taman-taman yang ada di JSC, itu kan pohonnya masih kecil-kecil, belum lagi pohon yang mati, itu kan perlu diganti. Artinya, kawasan JSC itu bukan hanya dipelihara, tetapi perlu juga pemeliharaan fasilitas pendukungnya seperti taman agar bertambah indah," bebernya.
Dengan bertambah indahnya JSC kata Bihaqqi, kawasan tersebut bisa menjadi alternatif wisata masyarakat Kota Palembang, bahkan kawasan JSC dapat saja dikomersilkan dan dikelola oleh instansi khusus.
"Dengan di komersilkannya kawasan JSC, pendapatan daerah pun otomatis akan bertambah," katanya.
Terkait rencana dijadikannya wisma atlet sebagai sekolah olahraga, Bihaqqi mengaku, pihaknya sangat mendukung rencana tersebut. Menurut dia, selain gedung tersebut tidak terbengkalai, dengan berdirinya sekolah olahraga, maka diharapkan dari sana tumbuh bibit-bibit atlet yang berprestasi. (awj)

Ibadah Bulan Muharam dan Moment Instrospeksi Diri


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

NUANSA untuk menyambut dan memeriahkan Tahun Baru Islam sampai saat ini masih sangat terasa. Banyak umat Islam yang berlomba untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Muharam ini, tujuannya hanya satu mendapat ridho dan amal dari Sang Khalik.
Kalau kita menilik perjalan kita selama ini, akan kita rasakan perjalanan waktu tak terasa. Sebagai umat yang taat, kita akan terbayang ada tindakan dan perbuatan yang kadang salah.

Kita umat Islam setiap hari bekerja, berkarya, beribadah, hingga besok kita memasuki tanggal 1 Muharam 1432 H.
Memasuki tahun baru Islam, tak seperti menyambut datangnya Tahun Baru Masehi yang disambut dan ditandai dengan pesta semarak oleh masyarakat, tahun baru Islam dilakukan umat Muslim dengan merenung, berdoa, dan dijadikan momentum untuk mengingat kembali hal-hal apa saja yang telah dilakukan selama ini, serta berdoa kepada Allah SWT agar di tahun berikutnya diberikan kekuatan untuk terus bekerja dan beribadah mengingat-Nya.
Bagi kita umat Islam di Indonesia, memasuki Tahun Baru Islam dapat dijadikan momentum dan langkal awal untuk memperbaiki diri. Bangsa kita yang terus ditimpa bencana, musibah, konflik, aksi anarkis, saling hujat, korupsi, tak lepas karena ujian dari-Nya. Momentum Tahun Baru Hijriyah dapat dijadikan untuk memperbaiki semuanya. Tentu saja dengan harapan semua hal yang memberatkan dan ditimpa rakyat Indonesia dapat sirna.
Momentum Tahun Baru Hijriyah sendiri adalah mengenang hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinnah. Peristiwa Hijrah Nabi SAW tidak lain merupakan peristiwa yang menandai perubahan masyarakat Jahiliah saat itu menjadi masyarakat Islam. Inilah sebetulnya makna terpenting dari Peristiwa Hijrah Nabi saw.
Kadang kita tak menyadari, ketidakmampuan kita memahami sekaligus mewujudkan makna terpenting Hijrah ini dalam realitas kehidupan saat ini hanya akan menjadikan datangnya Tahun Baru Hijrah tidak memberikan makna apa-apa.
Dengan tahu latar belakang Tahun Baru Hijriyah, mudah-mudahan kita di Negeri Bumi Pertiwi yang sedang diuji dengan banyak duka dan konflik menjadi mendapat awal pijakan memperbaiki diri.
Islam sebagai agama yang terakhir dan sempurna di Bumi juga telah mengajarkan, hari-hari yang dilalui hendaknya selalu lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Setiap umat Islam dituntut untuk selalu berhijrah, yaitu menjadi lebih baik dari hari ke hari, begitu seterusnya. Bila kita memaknai beberapa ayat Al Quran, hijrah dapat dikategorikan simbol iman yang hakiki dan sebagai ujian dan cobaan, karena setiap manusia yang hidup pasti akan mendapatkan suatu ujian, terutama bagi orang yang beriman. Jadi intinya Tahun Baru Hijriyah harus dijadikan momentum untuk melakukan muhasabah atau koreksi, instrospeksi, perenungan, yang diisi dengan zikir, doa, dan ibadah. Mudah-mudahan di tahun 1433 H kedepan hidup kita lebih baik dalam lindungan Allah SWT dan Negeri kita terlindungi dari semua bencana dan musibah, Amin Ya Rabbal Alamin. (***)

1 Jamaah Haji Lahat Ditinggal di Mekkah


Lahat, SN
Dari 145 Jemaah haji yang berangkat dari Lahat menuju tanah suci untuk menunaikan ibadah haji pada Minggu (4/12) malam kemarin yang pulang hanya 144 orang jamaah haji sementara satu orang lagi masih berada di tanah suci Mekkah karena sakit.
“Satu orang yang terpaksa harus ditinggal dulu di tanah suci dan mendapat perawatan karena sakit yang diperkirakan Stroke, yakni Bapak Atmoradi (70) warga Kelurahan Pagaragung, Kota Lahat,” jelas Kakanmenag Drs H Ramlan Fauzi MPdI, melalui Kasi Haji dan Umroh Drs Napikurrahman, kemarin (5/12).
Menurut dia, bila nanti kondisi Atmoradi berangsur pulih dan bisa segera dipulangkan ke Lahat maka akan segera dilakukan. Selama perawatan di tanah suci semua sudah ditanggung dan jelas mengharapkan kesembuhan dari Atmoradi tersebut.
Kedatangan rombongan jamaah haji asal Kabupaten Lahat di Bumi Seganti Setungguan, sendiri pada Minggu (4/12) malam diwarnai dengan hujan air mata dan kegembiraan para anggota keluarga yang sudah tak sabar menunggu selama hampir satu bulan lamanya.
Nampak terlihat wajah riang jamaah haji yang tiba di Lapangan Seganti Setungguan (eks MTQ, Red) Lahat, yang ketibaannya di Lahat disambut secara langsung Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva’i SE, Minggu (4/12) malam.
Kedatangan para rombongan haji dari Tanah Suci Mekkah, sudah dinanti-nantikan para anggota keluarga yang semenjak dari sore sudah berkumpul dilapangan MTQ Lahat.
Rombongan jamaah haji tepat berada di Lahat pukul 20.15 WIB, yang kedatangannya agak terlambat dari jadwal yang diperkirakan yakni pukul 19.00 WIB. Dimana kedatangan mereka (haji, red) dikawal aparat keamanan, dimana jamaah haji menggunakan empat bus yang sudah disiapkan panitia penjemputan haji.
Bupati Aswari Rivai mengucapkan kepada seluruh jamaah haji Kabupaten Lahat, selamat datang kembali di tanah air yang semenjak November lalu telah menunaikan rukun Islam yang kelima.
“Kami ucapkan, selamat datang kembali di Kabupaten Lahat. Alhamdullilah seluruh jamaah haji kita diberikan kesehatan waalfiat sampai tiba di Lahat ini,”katanya yang menghampiri seluruh rombongan jamaah haji Lahat.
Dia menambahkan, kedatangan jamaah haji Lahat, yang tergabung Kloter 19 tersebut, merupakan suatu kesempurnaan dalam menyelesaikan Rukun Islam. Dimana ibadah haji merupakan salah satu yang wajib untuk dikerjakan bagi setiap umat muslim.
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Lahat yang ikut membimbing para jamaah haji Lahat di Tanah Suci Mekkah Drs H Ramlan Fauzi MPdI mengatakan, turut bersyukur atas keselamatan para seluruh rombongan jamaah haji Kabupaten Lahat, yang kedatangannya telah dinanti para anggota keluarga jamaah haji.
“Alhamdulillah, semua jamah haji asal Kabupaten Lahat selamat sampai ke tujuan. Yang kedatangan kita di Kabupaten Lahat telah disambut oleh Bupati Lahat serta para anggota keluarga jamaah haji lainnya,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Plh Astami SE mengatakan, jemaah haji asal Kabupaten Lahat mulai meninggalkan tanah suci Mekkah atau berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah pada 3 Desember mendatang pukul 18.40 WSA. Tiba di tanah air yakni di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada 4 Desember sekitar pukul 08.25 WIB.
“Para jemaah haji asal Kabupaten Lahat sewaktu tiba di Bandara SMB II terlebih dulu mengurusi surat menyurat di sana, dan kemungkinan lebih lama dua jam. Setelah selesai, barulah mereka menuju Asrama Haji sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah usai melaksanakan sholat Dzuhur di sana, barulah seluruh jemaah haji berangkat menuju Lahat,” tegasnya.
Dikatakan lagi olehnya, diperkirakan jemaah haji Lahat baru bisa sampai di Kota Lahat sekitar pukul 19.00 WIB. “Paling tidak direncanakan pukul 19.00 WIB jemaah haji tiba di Lahat, tapi sedikit terlambat karena tiba diLahat pukul 20.15 WIB,” terangnya. (zal)

20 Hektar Sawah Warga Terancan Gagal Tanam


* Baru 4 Hari Selesai, Irigasi Roboh Diterjang Air

Lahat, SN
Sebanyak 20 hektar (Ha) areal persawahan milik warga Desa Padang Lengkuas, Kecamatan Kota Lahat terancam gagal tanam karena babak atau irigasi yang dirancang untuk mengaliri air dari Sungai Kutean roboh sepanjang 10 meter setelah diterjang derasnya air pada 24 November lalu sekitar pukul 20.00 WIB, ketika hujan deras turun.
Berdasarkan pantuan di lapangan, proyek irigasi tersebut sebenarnya dirancang untuk mengaliri air Sungai Kutean yang difungsikan untuk mengaliri areal persawahan milik 30 kepala keluarga (KK) seluas lebih kurang 20 Ha, selain itu, papan proyek pengerjaan sama sekali tidak ada, jumlah dana dan siapa yang melaksanakannya tidak ada dan penduduk desa hanya diupah untuk mengangkut material yang diduga tidak sesuai dengan RAB.
Belum lagi, pada lantai irigasi sama sekali tidak menggunakan pondasi, hanya ditempel kayu papan dan bambu tanpa ada pengalian yang ada di lokasi. Kemudian pada bagian lantai irigasi sedikit membukit disinyalir air sungai tidak akan pernah mengalir ke kawasan persawahan penduduk.
Ceen (45) warga Desa Padang Lengkuas mengatakan, sebelum dibangun irigasi ini, penduduk desa bergotong royong mendirikan ‘babak’ dan air mengalir dengan baik menuju persawahan milik warga.
“Awalnyo, untuk ngaliri sawah kami, bergotong royong buat ‘babak’ dari kayu samo bambu dan selamo itu, idak katek masalah apo-apo, walaupun hujan deras samo sekali idak roboh atau ancur,” katanya ditemui, di lokasi, Minggu (4/12).
Kemudian bahan material yang diangkut sama sekali tidak sesuai dengan rancangan anggaran belanja (RAB). Diprediksikan dana yang disiapkan dalam membangun irigasi tidak benar dengan kenyataan di lapangnan.
“Aii, aku nih tukang pulo dek, jadi tau berapo nian hargo semen, batu samo pasir, lah ini, kami catatin di kertas, cakyo sama sekali idak sesuai nian,” ungkap.
Ceen menambahkan, dengan robohnya tembok irigasi tersebut, maka, 30 KK yang bermata pencaharian mayoritas sebagai petani sawah merasa dirugikan.
“Makmano pulo, masa baru empat hari selesai digaweke, diterjang air sungai langsung roboh, pas kami cek di lokasi, ternyato, adonan semen samo pasir idak sesuai, digenggem bae langung ancur semennyo, banyak lah pasirnyo dan jugo caknyo proyek siluman nih, idak katek papan pengerjaannyo, berapo dananyo, warga desa sama sekali idak tau,” paparnya.
Senada, Fajar (40) warga Desa Padang Lengkuas sekaligus buruh upah angkur bahan material menuturkan, dirinya diberikan upah untuk mengangkut bahan material untuk pengerjaan irigasi tersebut dan setelah selesai dibawa ke lokasi dicatat jumlah keseluruhannya.
“Untuk semen hanya 48 zak, pasir 13,5 kubik, dan batu kali tercatat 20 kubik, belum termasuk upah angkut, jelas dana bersumber dana APBD II berlebihan, dimana, pengerjaannya sendiri dimulai awal November 2011, setelah empat hari selesai proyek tersebut langsung roboh,” katanya.
Saat warga ingin melihat desain atau gambar dari proyek tembok irigasi tersebut, sama sekali tidak pernah diperlihatkan sampai selesai pengerjaannya.
“Jadi, warga Desa Padang Lengkuas yang sangat bergantung pada air Sungai Kutean, kini, harap-harap cemas, pasalnya, air untuk mengaliri sawah sama sekali tidak mengalir dan kami merasa di rugikan, belum lagi ketika penduduk ingin meilhat gambar tidak ada dengan alasan tinggal,” pungkas Fajar. (zal)

Jumat, 02 Desember 2011

Edisi Cetak 509, Jumat 2 Desember 2011

Palembang Kurang Guru SD & SMK


Palembang, SN

Penyebaran guru di Kota Palembang belum merata. Karena ada sekolah yang kelebihan guru sementara di sisi lain malah sekolah tersebut kekurangan guru. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Palembang Riza Fahlevi, kemarin.
Dijelaskannya, fakta tersebut merupakan hasil pendataan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Palembang bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat. Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih kekurangan tenaga pengajar.
“Kelebihan tenaga guru banyak di SMP dan SMA,”jelasnya.
Dijelaskannya, kebutuhan guru termasuk kepala sekolah di 55 SMP negeri di Palembang sebanyak 1.967 orang. Hasil pendataan, guru SMP negeri sekarang sebanyak 2.466 orang atau kelebihan 499 orang.
Sementara jumlah guru di 22 SMA negeri sebanyak 895 orang. Kini terdata ada 1.221 guru sehingga kelebihan 326 orang.
Di sisi lain, ujar Riza, dari kebutuhan 4.292 guru di 268 SD negeri, sekarang terdata 4.187 orang guru, ada kekurangan 105 guru lagi. Untuk tenaga guru dan kepala sekolah untuk SMK Negeri, dibutuhkan sebanyak 690 orang, baru tersedia 544 kurang 146 orang.
“Biasanya sekolah yang kelebihan guru adalah sekolah favorit atau sekolah yang lokasinya strategis di tengah kota,” ungkapnya.
Sebaliknya, mayoritas sekolah yang berada di pelosok dan bukan tergolong sekolah favorit, kekurangan guru. “Tapi dengan pendataan ini kita bisa mengetahui berapa kebutuhan dan kekurangan guru di Palembang,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat Kota Palembang Agus Kelana mengatakan, pihaknya akan memberi pelatihan kepada guru yang jumlahnya berlebih.
”Jadi mereka bisa membantu mengajar di sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar sesuai dengan mata pelajaran mereka,” ujarnya.
Tapi hal tersebut dikatakannya, akan dikoordinasikan lebih dulu dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. “Kita akan usulkan ke Menpan. Mudah-mudahan rencana ini bisa diterima, jadi kita bisa menyosialisasikan,” pungkasnya.(***)

Festival Danau Ranau ke-XVIII Meriah


Muaradua, SN

Festival Danau Ranau (FDR) ke-XVIII 2011 berlangsung meriah, sehingga menarik minat masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dari 1 Desember hingga 4 Desember menghadirkan berbagai kesenian berbagai tari-tarian, serta kesenian lainnya. Bahkan juga digelar bazar yang menawarkan produk unggulan kerajinan tangan yang ada di OKU Selatan, souvenir dan sebagainya.
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dalam amanatnya yang dibacakan Bupati OKU Selatan H Muhtadin Sera’i mengatakan, selain mempromosikan kepada masyarakat luas, kegiatan FDR ini juga untuk lebih mempromosikan lokasi-lokasi yang menjadi objek wisata Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten OKU Selatan.
Sementara Kementrian Pariwisata pusat dalam amanatnya , mengatakan perhelatan FDR XVIII OKU Selatan, tidak hanya mempromosikan keindahan danau ranau di dalam negeri tetapi juga mancanegara.
”Dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat baik terhadap pengembangan maupun memberdayakan potensi pariwisata yang ada di OKU Selatan ini,” katanya.
Ia pun berharap daerah paling ujung Sumatera Selatan ini kaya akan sumber alam, terutama potensi Danau Ranau sehingga perlu digali dan dipercantik lagi untuk mampu menjadi daerah pariwisata yang potensial. (dan)

Gebyar Tahun Baru Islam Kurang Semarak


* Tahun Baru Hijriyah Kita rayakan dengan Pesta dan Hura Hura

Banyuasin, SN
Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed mengingatkan umat Muslim saat ini agaknya lebih menyemarakkan gebyar tahun baru Masehi ketimbang perayaan tahun baru hijriyah, hal ini dapat dilihat ketika penyambutan tahun baru masehi masyarakat lebih suka menghabiskan waktu menunggu pergantian tahun baru masehi pukul 00.00 wib dengan menabuh petasan.
Hal ini dikatakan bupati saat membuka acara perayaan tahun baru Hijriyah 1433 H di masjid Al Amir Jalan Sekojo komplek pemkab Banyuasin Kamis (1/12).
Amiruddin mengatakan, tahun baru 1432 Hijriyah telah bersama dilalui, dan kini telah diperingati lagi tahun baru 1433 Hijriyahdengan hiruk pikuknya, lika-liku kehidupan yang telah dijalani tahun lalu semoga tahun baru ini lebih baik
Diungkapkannya, peristiwa hijrah (Pindah,red) yang pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama sahabat Abubakar RA pindah dari Mekah ke Madinah karena keadaan yang tidak menguntungkan untuk mempertahankan Agama Allah SWT yakni Islam.
Nabi bersama beberapa orang sahabatnya Hirah pindah, dari Mekah ke Madinah zaman nabi dengan mendirikan masjid pertama saat Islam baru dimulai masjid yang diberi nama masjid Quba dari situlah pertama kali nabi mengajak shalat jum’at dan khubah pertamanya.
Sementara KH Solihin Hasibuan dalam tausiahnya mengatakan, hijrah nabi SAW untuk mempertahankan iman. Saat itu masjid petama yang dibangun adalah masjid Quba yang bertujuan uantuk menyatukan antara kaum Muhajirin dan kaum anshar.
Dari da’wahnya di kota Madinah nabi kemudian membangun masjid kedua yakni masjid Nabawai barang siapa yang sholat masjid Nabawi tersebut akan dilipat gandakan pahalannya.
Nabi menyatukan antara iman kaum muhajirin dengan kaum anshar di masjid yang didahului oleh keimanan para sahabat muhajirin tercintanya.Keimanan para sahabat muhajirin dan kecintaannya pada Nabi SAW seperti ditunjukan oleh sahabat Abu Bakar Assidiq dan Ali SA.
Abu Bakar menyanggupi menyiapkan kendaraan untuk Nabi SAW untuk hijrahnya Nabi SAW sudah saya siapkan dua kendaraan untuk rosul hijrah, bagaimana imannya Ali Bin Abi thalaib, kepada nabi SAW siap menggantikan tidur saat rumah nabi SAW dikepung kafir qurais.
Ketua DPR Banyuasin H Agus Salam mengatakan, dengan pergantian tahun berarti usia berkurang, dengan berkurangnya usia dan berganti tahun mari tingkatkan amal ibadah, berbuat dan berpikir untuk amaa kebaikan.
“Tanpa kita sadari pula bahwa usia kita sudah berkurang, maka bersama-sama menju kebaikan dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” kata Agus Salam. (sir)

Lubang 'Mengangah' Ancam warga

Keluang, SN
Lubang berdiameter sekitar 70 sentimeter dengan kedalaman satu meter lebih mengangah di tengah jalan simpang tiga A6 Desa Sidorejo, Kecamatan Keluang. Seolah menanti mangsa, lubang yang sudah ada sejak tiga minggu lalu ini dibiarkan begitu saja.
Berdasarkan pantauan koran ini, lubang berada persis di atas gorong-gorong yangmembelah jalan lintas Keluang. Lubang ini dianggap membahayakan, karena posisinya berada tepat di persimpangan atau sekitar 500 meter dari Mapolsek Keluang. Dilihat dari fisiknya, keberadaan gorong-gorong ini sudah tidak kuat lagi menahan gerusan air yang datang saat turun hujan. Akibatnya, bagian bawah gorong-gorong tersebut ambles hingga menimbulkan lubang di aspal.
Ketua RT15 Keluang, Daryono mengatakan, sudah seharusnya gorong-gorong tempat saluran air ini diperlebar. Dengan begitu, paling tidak tekanan air yang datang tidak terlalu besar.
"Got ini terlalu kecil Pak. Jadi waktu hujan air tidak leluasa mengalir. Akibatnya rumah kami yang di sekitar ini kerap kebanjiran," kata Daryono.
Kerusakan jalan nampak terlihat di jalan lintas Sekayu-Keluang, tepatnya di wilayah Desa Teladan. Di sini ada dua titik jalan yang terbilang parah, hingga membuat kendaraan sulit melintas.
Rohmat, salah seorang warga setempat mengatakan, jalan tersebut belum genap setahun dibangun. Pada musim kemarau jalan ini nampak kelihatan kuat. Namun belum lama diterpa hujan sudah rusak lagi. "Jalan ini diperbaiki sebelum Pilkada dua bulan lalu. Tapi lihat sendiri keadaannya sekarng hancur begini," ujarnya. (her)

2012, Pelebaran Jalan Soeta Selesai

Palembang, SN

Untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang jalan Soekarno Hatta (Soeta) saat ini sedang dikerjakan pelebaran jalan. Diperkirakan pelebaran itu akan selesai pada akhir tahun 2012, dan pada Desember 2012 ditargetkan sudah dapat digunakan.
Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Preservasi dan Pembangunan Jalan dan Jembatan Metropolis Kementerian PU, Ir Aidil Fikri MT, di sela-sela acara penanaman pohon dan jalan santai bertempat di Jalan Soekarno Hatta, Kamis (1/12).
Diterangkannya, Proyek pelebaran jalan Soekarno Hatta ini didanai APBN yang sumber biayanya dari Bank Dunia (World Bank) berupa dana pinjaman (loan) sebesar Rp 84 miliar.
Pelebaran jalan ini kata Aidil, dari 7 meter menjadi 14 meter dengan panjang kurang lebih 8,5 kilometer. Nantinya, dengan pelebaran ini, jalan Soekarno Hatta menjadi 7 meter sisi kiri dan 7 meter sisi kanan (14 meter), selanjutnya median jalan (2-3 meter) dan trotoar 2 meter.
Dikatakannya, saat ini pengerjaan Jalan Soekarno Hatta masih berupa penimbunan secara bertahap. “Kendala hampir tidak ada, kalau tanahnya sudah dibebaskan semua, tinggal melanjutkan saja, jadi sesuai target akhir 2012 selesai,” katanya optimis.
Menurutnya, kontrak proyek ini selesai sampai bulan November 2012 termasuk pengaspalan Jalan Soekarno Hatta dimana nantinya akan jadi dua jalur. "Nanti ada pelebaran lagi nanti dibuat jalan perputaran kendaraan, agar memutar agak luas,” terangnya.
Sementara itu mengenai Jembatan Musi II kata Aidil, akan terus dipelihara dan pihaknya tidak mau lalai dan lengah karena perubahan kondisi jalan begitu cepat, apalagi Jembatan Musi II kini menerima beban overload.
"Namun, yang penting itu perawatan, kalau kita teliti dan jaga terus insya Allah tidak akan terjadi seperti yang di Tenggarong,” katanya.
Saat melakukan pengecekan di Jembatan Musi II beberapa hari yang lalu katanya, ada 15 baut yang kendor, dua baut yang hilang, dan patah. Namun, kesemuanya sudah diganti.
Terkait rencana Dishub Palembang yang akan memberlakukan satu jalur kendaraan yang melintas di Jembatan musi II dengan memberikan semacam traffic light. Ia mengaku sangat mendukung hal itu. Menurutnya, pemberlakuan itu termasuk dalam perawatan jembatan agar dapat bertahan lama.
"Rencana itu sangat baik, jadi nanti diatas Jembatan Musi II diberlakukan satu jalur, dan kendaraan yang melintas bergantian," ungkapnya. (awj)

Nazaruddin Terus Jadi Bumerang Bagi Banyak Institusi


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

SANG Nazaruddin yang fenomenal karena sempat melarikan diri ke luar negeri, terus 'bernyanyi' di kursi pesakitan. Tak hanya Partai Demokrat yang disebut pria asal Jambi ini, beberapa institusi dan nama-nama petinggi juga masuk dalam 'nyanyian' nya.
Hanya untuk diketahui saat sidang kasus M Nazaruddin berlangsung, buru-buru Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah mengkonfrontir semua ucapan Nazaruddin. Ketua DPR Marzuki Alie harus pusing karena Nazaruddin dan menyatakan masih banyak urusan negara yang harus diselesaikan.
Tetapi sebenarnya tak usah terlalu repot dengan ulah Nazaruddin bila memang kenyataannya tak ada. Biarlah di pengadailan semua itu dibuktikan.
Nazaruddin rupannya masih 'bangga' memanfaatkan
semua yang ia tahu di PD untuk membela diri. Apakah ia memegang banyak 'kartu as' di PD dan Kemenpora. Hingga saat ia merasa tak dilindungi, terus dan terus membuka semuanya. Termasuk ada proyek yang nilainya mencapai triliunan di Kemenpora.
Kalau ditilik dari pola tingkah Nazaruddin, rupanya selama di PD, Nazaruddin banyak mengetahui gerak dan ulah oknum kader dan petinggi di PD, yang selama ini suka bermain curang.
Benar atau tidak apa yang dikatakan Nazaruddin, tergantung pemeriksaan dan pengadilan yang saat ini tengah berjalan. Untuk itu KPK agar lebih cepat bekerja, tegas, dan jangan berpihak, supaya cepat jelas hitam-putih hukumnya. (***)

Warga Pagaralam Minta Dibangunkan Jalan Pedesaan

Pagaralam, SN
Pemerintah Kota Pagaralam diminta segera membangun jalan pedesaan, sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil.
"Kami minta pemerintah kota membangunkan jalan desa di tiga kecamatan, agar terlihat rapi dan dapat memperlancar akses antar derah terpencil," ungkap Ketua RT 02 Kelurahan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan, Salpis, Kamis (1/12).
Ia mengatakan, saat ini sudah ada jalan dibangun secara gotong-royong pada tahun 1985 lalu, tapi belum di aspal dan hanya berupa jalan setapak.
"Kalau musim hujan sering berlumpur dan becek, padahal jalan tersebut merupakan akses satu-satunya di daerah tersebut. Sejak mulai dibangun belum pernah mendapat bantuan pengerasan dari Pemerintah Kota Pagaralam," kata dia.
Apabila musim hujan, lanjutnya, warga sangat sulit melewati jalan tersebut baik yang berjalan kaki, apalagi menggunakan sepeda motor.
"Jalan lingkar yang berada di dalam pemukiman warga ini merupakan akses menjual hasil bumi ke pusat kota. Kalau musim hujan, kondisi jalan berlumpur dan sulit untuk dilewati karena licin tentunya akan mempengaruhi biaya transportasi," ungkapnya.
Menurut dia, sudah saatnya jika semua akses perkampungan di dalam kota ini dibangun jalan aspal dan dipermanenkan.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pagaralam, Yunali, mengatakan apabila sudah ada anggaran nanti pembangunan akan secepatnya direalisasikan sesuai dengan keinginan warga Pagaralam.
“Kalau anggaran ada dan disetujui Dewan, maka kami akan segera merealisasikan keinginan warga tersebut untuk membangun jalan lingkar desa,” ungkapnya.
Dia menambahkan, memang masih banyak jalan yang belum dilakukan perbaikan secara menyeluruh termasuk di dalam perkampungan, selain terbatasnya anggaran, juga jumlah jalan yang perlu diperbaiki cukup banyak. (asn)

Mutu Air Sungai Lematang Menurun


Muara Enim, SN

Tingginya debit air sungai Lematang Muara Enim membuat warna air berubah menjadi coklat pekat, bahkan tumpukan sampah hanyut dibantaran sungai. Hal ini mengindikasikan jika baku mutu air sungai menurun serta berpotensi bibit penyakit jika dikonsumsi masyarakat.
Warga yang tinggal di pinggiran sungai, terpaksa mengurangi
aktivitasnya, seperti mandi, mencuci pakaian, bahkan mengkonsumsi air tersebut untuk memasak atau sebagai air minum.
Sebab, tingginya curah hujan sejak berapa hari terakhir,
mengakibatkan air sungai menjadi pasang.Kemudian, air sungai menjadi keruh. Belum lagi, banyaknya sampah yang hanyut dibantaran sungai.
Sebagaimana dikemukakan, warga di sekitar bantaran sungai Lematang, Awaludin (43), sejak diguyur hujan malam sebelumnya, debit air sungai Lematang menjadi pasang. Akibanya, arus sungai ikut membawa tumpukan sampah dan limbah dari hulu ke hilir.
“Jadi, kami was-was, untuk mandi dan mencuci,terlebih lagi, digunakan untuk memasak atau sebagai air minum,” jelas Awaludin, Kamis (1/12).
Sama halnya, warga lainnya, Astuti (50), kendati sudah terbiasa engan kondisi air pasang semacam ini, namun dirinya tetap merasa kesulitan.
Terlebih bila air ikut keruh. Sebab, pakaian yang ia cuci di sungai biasanya akan terlihat lebih kusam. Selain itu, setiap selesai mandi badan juga terasa lebih lengket. Belum lagi, sampah yang ikut arus sangat banyak sehingga sungai terlihat sangat kotor.
“Ya, memang, untuk minum, kami sekeluarga tidak pakai air sungai, tapi pakai air sumur atau isi ulang. Tapi kalau mencuci dan mandi biasanya di sungai. Tapi kalau sekarang kondisi air sedang tidak bagus, sampah menumpuk dan airnya juga lengket,” papar Astuti.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kerusakan dan Pemeliharaan Lingkungan pada Badan Lingkungan Hidup (LBH) Kabupaten Muara Enim Eddy Irson kepada wartawan, Kamis (1/12) menjelaskan, penguapan air sungai terjadi akibat hujan yang turun di bagian hulu dan hilir sungai.
Mengakibatkan, debit arus sungai menjadi meningkat dan arus air menjadi lambat dan menguap. Begitupula dengan tumpukan sampah yang mengalir selama musim pasang ini. Sementara, sedimen dan butir-butir tanah yang ada di sekitar sungai ikut terkisis oleh curah hujan dan air, sehingga membuat warna air menjadi keruh.
Faktor itu lah kata Eddy, yang menyebabkan air sungai menjadi keruh.
Terlebih kebiasaan masyarakat sekitar yang masih membuang sampah di sungai tentunya sangat berpengaruh dengan tingkat penguapan dan pencemaran air sungai. Baik berupa limbah rumah tangga ataupun industri.
Masih dikatakan Eddy, secara berkala tim labolatorium BLH Muara Enim terus melakukan pengujian terhadap baku mutu air sungai Lematang.
Dimana, hingga akhir November ini, hasil analisa menunjukan Total Suspended Solid (TSS) atau tingkat kekeruhaan air sungai ini menurun tajam dari batas normal. Yakni antara 104 mg/liter -200 mg/liter dari yang seharusnya 50 mg/liter. Analisa ini di lakukan pada tiga titik yakni Intake PDAM Jembatan Enim II, Hulu PLTU dan Hilir PLTU.
Besaran angka baku mutu ini tergantung titik-titiknya. Umumnya, uji baku mutu akan menunjukan hasil yang lebih baik di bagian hulu sungai. Sebaliknya untuk hilir kualitas air cenderung lebih buruk.
“Sedangkan kadar minyak dan lemak, berada pada kisaran 0,008 hingga I,900 mg/liter dari batas normal 1. Untuk besi berada pada angka 0,380 dari ambang batas 0,3. Sedangkan, untuk ammonia, mangan dan lain-lain masih tergolong aman,”terangnya.
Lalu, untuk kadar minyak dan lemak justru akan mengalami penurunan saat debit air meningkat. Sebaliknya, pada musim kemarau kandungan ini akan jauh lebih tinggi. Menurutnya, sungai Lematang mengalir dalam batas lintas Kabupaten. Sehingga, pengelolaanya berada pada pihak provinsi.
Sebelumnya, berdasarkan SK Gubernur Sumatera Selatan Nomor 16/2005 sungai Lematang berada pada kelas I. Namun, dilapangan kondisi ini dapat saja mengalami perubahan sewaktu-waktu.
“Kalau saat ini, mungkin kondisi air sungai Lematang sedang turun tajam. Dan, di perkirakan berada diantara kelas II dan III,” ucap dia.
Dihimbaunya kepada masyarakat untuk dapat membatasi konsumsi air sungai. Misalnya, hanya sebatas mandi dan mencuci saja, tidak untuk digunakan untuk memasak atau diminum.
“Sebab, dikhawatirkan kondisi air yang buruk akan mengandung bibit penyakit dan zat-zat berbahaya lainnya yang ikut hanyut terbawa arus,” pungkasnya. (yud)

Kamis, 01 Desember 2011

Edisi Cetak 508, Kamis 1 Desember 2011

Polres ME Dapat Bantuan 9 Motor

Muara Enim, SN
Bupati Muara Enim Ir Muzakir Sai Sohar menyerahkan 9 unit sepeda motor operasional Kepolisian Resor (Polres) Muara Enim. Kendaraan tersebut diharapkan nantinya dapat membantu kinerja dilapangan anggota.
Penyerahan kendaraan operasional tersebut secara simbolis diterima, Kapolda Sumsel, Irjen Pol DR Dikdik M Arief Mansur SH MH, disela-sela acara Tatap Muka Kapolda Sumsel dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat,Tokoh Adat, dan FKPD Muara Enim yang dilangsungkan di
Balai Agung Serasan (BAS), Selasa (29/11) sekitar pukul 20.00 WIB.
Bupati, Muzakir, mengatakan, bantuan operasional yang diserahkan ke Polres tersebut merupakan wujud partisipasi dan dukungannya atas eksistensi Polres Muara Enim demi menjaga cipta kondusif.
“Mudah-mudahan, kendaraan operasional motor ini nantinya dapat membantu anggota Polres Muara Enim dalam menjalankan tugasnya di lapangan serta pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Muzakir.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dikdik M Arief Mansur, menyambut baik atas diterimanya kendaraan operasional tersebut. Bahkan, dia menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati Muara Enim yang mendukung eksistensi Polres Muara Enim hingga kedepannya.
Ditambahkan Kapolres Muara Enim, AKBP Budi Suryanto, kendaraan operasional itu nantinya akan disebar ke polsek-polsek yang belum memiliki kendaraan operasional sepeda motor.
“Kendaraan ini, sangat membantu anggota demi menjalankan tugasnya di lapangan,” pungkas Kapolres. (yud)

Jukir-Pengusaha Tolak Larangan Parkir Jalan Sudirman

Palembang, SN
Rencana Dinas Perhubungan Kota Palembang mempermanenkan pelarangan parkir di kawasan Jalan Sudirman ditentang juru parkir dan para pengusaha di Kota Palembang.
Salah seorang juru parkir, Idin mengatakan, pelarangan parkir selama SEA Games saja telah menyebabkan pendapatan mereka turun drastis.
”Kalau tidak boleh lagi parkir, terus kami mau makan dari mana,” ujarnya, kemarin.
Pemerintah memang berencana menetapkan pelarangan parkir di Jalan Sudirman. Pada tahap awal, dimulai dari Internasional Plaza hingga bundaran air mancur, dekat Masjid Agung.
Idin mengaku pendapatan dari parkir tak tentu. Jika sedang ramai, warga 15 Ulu tersebut mampu mengantongi duit sekitar Rp 100-120 ribu/hari. Kalau sedang apes, kadang hanya mampu mengantongi sekitar Rp 60-70 ribu. Dari jumlah itu, sebagian mesti disetorkan lagi ke Dinas Perhubungan.
“Untuk hari biasa, target setoran parkirnya sebesar Rp 60 ribu/hari,” ujar Idin.
Jumlah tersebut naik sebesar Rp 20 ribu dibandingkan sebelum kenaikan retribusi parkir dari Rp 500 menjadi Rp 1000 untuk motor dan Rp 1000 menjadi Rp 2.000 untuk mobil.
”Kalau lagi sepi, kadang hanya dapat uang untuk ongkos pulang,” kata Idin, yang mengaku selain membiayai kebutuhan sehari-hari, juga untuk biaya sekolah kedua cucunya.
Idin meminta pemerintah mempertimbangkan ulang rencana pelarangan parkir di kawasan Sudirman. Ia menilai, kepadatan dan kemacetan lalu lintas dari IP hingga bundaran tak parah-parah amat.
”Coba lihat saja sendiri. Sekarang kan banyak bus kota yang berhenti lalu lintas lancar-lancar saja,” ujarnya.
Menurut dia, penerapan larangan parkir permanen lebih tepat dilaksanakan di ruas jalan mulai dari Pasar Cinde hingga ke simpang lampu merah Charitas.
”Disitu yang sering terjadi kepadatan dan kemacetan lalu lintas,” sebutnya.
Anton, juru parkir di Jalan Sudirman, juga menyatakan keberatan jika pemerintah memberlakukan pelarangan parkir di IP-bundaran air mancur.
”Yah, kalau bisa janganlah (larangan parkir dipermanenkan, red),” ujarnya.
Rencana pemerintah membangun tempat parkir khusus di ruas Jalan Letkol Iskandar, menurut Arif kurang tepat. Soalnya tempat itu tidak cukup menampung kendaran yang biasa parkir di kawasan Sudirman.
Hal senada dikatakan Acing, pemilik toko Matahari, yang menjual sparepart mobil. Penerapan larangan parkir bisa berdampak pada pelaku usaha.
Ia menyebutkan, saat pelarangan parkir selama SEA Games saja penjualannya merosot hingga 90 persen. ”Kadang sehari seadanya saja bisa jual,” tutur Acing.
Bila ada pembeli, terangnya, biasanya transaksi dilakukan terburu-buru. Pasalnya, konsumen khawatir kendaraan yang diparkir bakal dikunci gembok oleh petugas patroli Dishub.
”Jadi seperti orang nodong saja baik pembeli dan penjual, mau cepat-cepat,” ujarnya.
Tidak sedikit konsumen yang akhirnya hanya berhenti sebentar di dekat lahan parkir, tapi begitu melihat ada petugas patroli Dishub yang datang, akhirnya pergi lagi sebelum berbelanja.
Ia khawatir jika larangan parkir dipermanenkan. Bisa-bisa usaha yang dikelolanya tutup karena sepi pembeli. (**)

Pembangunan BBI Ogan Ilir Telan Rp 2 M Lebih

Indralaya, SN
Pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) milik Pemkab Ogan Ilir seluas 4 hektar yang sebelumnya sempat terhenti pembangunannya, dipastikan kembali berlanjut pada tahun 2012, setelah memperoleh suntikan dari dana Alokasi Khusu (DAK) Rp 2,3 Miliar.
“Kepastian itu karena teranggarnya dana sebesar Rp 2,3 Miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus pusat serta sharing 10% dari APBD OI,” kata Kadinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) OI Noorman Yusalwan baru-baru ini.
Menurut Noorman, anggaran ini ditujukan untuk melanjutkan pembangunan fisik BBI, seperti pembangunan talud dari batu kali sepanjang kolam, agar tanah tidak turun. Selain itu kalau anggaran tersebut masih memadai akan dilanjutkan dengan penimbunan pada bagian tanah yang mengalami penurunan.
“Untuk dana BBI fisik diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 17 miliar lagi. Dana itu antara lain untuk melakukan pengedaman sekeliling BBI dan penimbunan lahan,” ungkapnya.
Sementara itu Kabid Perikanan Kabupaten Ogan Ilir Rokayah mengatakan, penambahan dana untuk kelanjutan pembangunan BBI memang sangat diperlukan, mengingat saat ini fasilitas BBI memang belum sempurna. “Ada kolam indukan yang sudah selesai dan telah dimanfaatkan utuk lele, gurami, nila dan patin namun ada juga kolam yang belum selesai pengerjaannya,” ujarnya.
Ditambahkannya, mengingat keterbatasan BBI baik fasilitas maupun sumber daya manusia (SDM), pembibitan ikan untuk komersial belum dilakukan, baru terbatas memenuhi kebutuhan petani lokal. “Keinginan kita apabila semua fasilitas telah memadai disertai SDM yang cukup,
disnakkan menargetkan pembibitan 1 juta ekor ikan pertahunnya,” paparnya. (man)

DBD Serang Warga Banyuasin

Banyuasin, SN
Demam berdarah dengue(DBD) menyerang beberapa daerah di wilayah Kabupaten Banyuasin di Pangkalan Balai, Sedang, Air Sangris, dan Taja raja II, Talang Kelapa, Banyuasin III, Banyuasin I, Tanjung Lago, Betung dan Rambutan beberapa hari terakhir. Keteledoran warga dalam menjaga kesehatan lingkungannya dinilai menjadi penyebab munculnya kedua penyakit ini.
Berdasarkan pendataan Kepala Dinas Kesehatan dr Ayuhana Awam menjelaskan, peningkatan DBD di Banyuasin lebih cenderung karena perubahan iklim, dari musim panas ke musim hujan. Pihaknya pun sudah melakukan upaya pencegahan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Dinas kesehatan juga menetapkan 10 daerah endemis DBD, masing-masing di Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin III, Banyuasin I, Tanjung Lago, Betung dan Rambutan. “Daerah endemis tersebut sudah kita antisipasi dengan cara penyuluhan lingkungan sehat dan perilaku sehat kepada masyarakat, termasuk penyuluhan PSN, baik dengan cara 3M, Fogging maupun abate," tuturnya.
Dalam radius 25 meter, kata Ayuhana, Dinas Kesehatan melakukan penyelidikan, ternyata memang didekat sana terdapat genangan air sehingga menimbulkan jentik, dilokasi tersebut juga sudah dilakukan double cycle fogging.
Diakui Ayuhana, fogging memang bukan pemecah permasalahan DBD yang tepat, sebab fogging yang dilakukan hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik dan telur nyamuk sama sekali tidak dapat dibunuh.
“Bisa dibayangkan satu ekor nyamuk bisa menelurkan 200 ekor jentik, dan telur-telur mereka bisa bertahan meski tidak dalam kondisi digenangi air. Karenanya selain fogging kami juga berharap massyarakat bisa menciptakan hidup sehat, dengan menjaga lingkungannya. Kemudian kami juga menghimbau untuk melakukan 3 M, mengubur, menguras dan menutup wadah-wadah air," terangnya.
Ditambahkannya, penyebaran penyakit ini, karena kurangnya kepedulian warga dalam menjaga kebersihan lingkungan pada saat musim hujan.
Peningkatan kasus DBD ini sendiri diakui oleh Kepala RSUD Banyuasin, dr Syaumaryadi MEpid. Menurutnya, hampir setiap bulan ia menerima pasien dengan keluhan seperti DBD. Seperti M.Ilham ,Ikba warga pangkalan balai(18), Anisa Air sangris,Nuzuli Taja Raya,Dina Air Sangris dan Dina (20)Pangkalan Balai,yang di rawat di RSUD Banyuasin Sekarang.
“Untuk keluhannya memang penyakit DBD menjadi penyakit nomor satu yang ada di Rsud Banyuasin tersebut apalagi satu bulan ini saja ada sekitar 30 orang,Tanda tanda penyakit DBD adalah pasien mengeluarkan bintik merah, namun untuk kepastiannya memang harus dilakukan tes laboratorium. Positif atau tidaknya hasil test ditentukan oleh kandungan trombosit dalam darah. Untuk pasien baru mengalami gr I belum berbahaya. Tetapi kami akan bertindak cepat untuk pengobatan DBD yang makin membahayakan,” jelasnya. (sir)

Puluhan Rumah Warga Tungkal Jaya Terendam Banjir

Tungkaljaya, SN
Sedikitnya 51 rumah warga di Desa Peninggalan,Kecamatan Tungkaljaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sejak empat hari lalu terendam banjir akibat luapan Sungai Peninggalan. Banjir
diperkirakan akan semakin meluas, jika dalam beberapa hari kedepan turun hujan.
Memasuki musim penghujan kali ini, rasa cemas memang tengah melandawarga yang bermukim di bantaran sungai. Terutama mereka yang tinggal di sekitar bangunan Jembatan Peninggalan. Di sini, luapan sungai sudahmerendam beberapa pekarangan rumah warga. Akibatnya, aktivitas merekasehari-hari terhambat dan warga terpaksa membuat jembatan darurat menuju rumah atau menggunakan perahu bagi yang punya.
"Banjir sudah terjadi sejak Jumat lalu. Yang kita takutkan ada hujandi bagian hulu sungai ini, sehingga luapan air bertambah. Kalau itu terjadi, kami terpaksa mengungsi," ujar Sulaiman, salah seorang warga yang rumahnya juga terkena banjir.
Hal senada dikatakan Pendi, warga lainnya. Dia mengatakan banjir
melanda tiga Rukun Tetangga (RT). Di RT 02 ada 33 buah rumah, RT 03 15dan tiga lagi di RT 04.
"Semua rumah di sini umumnya panggung. Ada yang sejengkal lagi airmenyentuh lantai," katanya.
Meski air dengan kedalaman sekitar satu meter ini nyaris masuk rumahwarga, namun sejauh ini pemiliknya masih bertahan. Sebagian hanyabersiap-siap untuk mengungsi jika memang situasi kedepan semakinmemburuk lantaran hujan deras.
Terkait hal ini, Camat Sugeng melalui Sekretaris Camat (Sekcam) Tungkaljaya Firman Irawansaat disambangi koran ini kemarin mengatakan, pada dasarnya banjir sepertiini sudah biasa terjadi di sana. Hal itu disebabkan bagian sungai didekat pankal jembatan terbilang dangkal. Karena itu saat turun hujandi hulu sungai, airnya meluap ke pemukiman penduduk di sekitar.
Meburutnya, karena sudah terbiasa warga pun sudah cukup maklum. "Yang kita khawatirkan dalam beberapa hari kedepan masih hujan deras,ya terpaksa warga kita ungsikan. Satu lagi anak-anak. Karena air disekitar rumah itu cukup dalam, tentu kita khawatir terhadapkeselamatan mereka," tandasnya. (her)

Warga Keluhkan Jalan 108 Babat Supat Rusak

Sekayu, SN
Ruas jalan 108 yang menghubungkan wilayah Kecamatan Babat Supat ke jalan lintas timur Palembang-Jambi kian memprihatinkan. Belasan kilo meter badan jalan dipenuhi lubang berlumpur saat turun hujan dan batu koral yang bertebaran di pinggir jalan.
“Ini bukan jalan perusahaan minyak ataupun batubara. Tapi ini jalan yang dibuat Pemerintah Kabupaten Muba. Guna memperlancar akses pemerintahan dan perekonomi masyarakat membawa hasil pertanian, Kami masyarakat kecil hanya bisa berharap Pak bupati melihat kondisi ini dan menindaklanjutinya,” ujar candra warga Desa Supat.
Menurut dia, bertahun-tahun puluhan truk yang mengangkut hasil pertambangan batubara dan minyak CPO melintas di jalan kabupaten itu setiap harinya. Jika panas menimbulkan debu, dan saat musim hujan penuh lumpur dengan lubang di sana sini. Anehnya, kata candra , meski ini sudah berlangsung lama tidak ada tindakan tegas dari Pemkab Muba terhadap operasional truk-truk tersebut.
“Yang lewat di jalan ini tidak hanya truk kecil. Tidak jarang tronton melebihi tonase, namun sekarang sebatas kendaran damtruk milik perusahaan juga ikut andil dalam kerusakan,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Mulyanto. Menurut dia, umumnya kendaraan yang melintas di wilayah itu mengangkut batubara milik PT Baturona dan Truk tengki minyak CPO dari PT MBI. Lemahnya kebijakan pemerintah ditambah kurangnya pengawasan legeslatif sebagai peran kontrol terhadap perusahan yang beroperasi mengunankan akses jalan pemerintah kabupaten, membuat akses jalan penghubung utama di kecataman tersebut rusak berkepanjangan.
“Kita tidak menapikan adanya usaha perbaikan dari pihak perusahaan. Tapi apa yang dilakukan tidak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan. Masa Cuma ditimbun-timbun saja pakai batu koral,” ujarnya.
Informasi terkait kerusakan jalan lintas yang akrab disebut jalan 108 ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat. Dari pengamatan beberapa hari terakhir, apa yang dikeluhkan masyarakat setempat mungkin tidaklah berlebihan. Sebab faktanya, jalan tersebut memang rusak dan kurang dari sehari puluhan truk mengangkut minyak dan batubara melintas di sana.
Salah seorang sumber menyebutkan, puluhan truk ini dikoordinir pihak ketiga yang menjalankan proyek dari perusahaan terdekat. Untuk mempermudah operasionalnya, pihak ketiga menyewa beberapa truk milik warga setempat disamping truk dari daerah lainnya. Sebab dilihat dari plat atau nomor polisi kendaraan, tidak hanya BG (wilayah Sumsel) tapi juga B, E, BH, dan BE. (her)

Alex Musni Jabat Plt Sekda Pagaralam

Pagaralam, SN
Drs Alke Musni MM, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pagaralam, dilantik Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris, MM sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Sekda menggantikan Drs H A Fachri, di Aula SD Model, Rabu (30/11).
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Ketua DPRD Pagaralam H Ruslan Abdul Gani, Wakil Walikota Pagaralam Hj Ida Firtriati dan unsur Muspida lainnya.
"Penunjukan A Musni sebagai Plt Seksa Kota Pagaralam, ini berdasarkan surat perintah Gubernur Sumatera Selatan No 821.2/215/BKD.II/2011," kata Kabag Humas, Pemkot Pagaralam, Imam Pasli, SSTP.
Menurut dia, A Fachri sudah memasuki masa pensiun mulai bulan Oktober 2011 lalu, namun pelantikan Plt baru dapat dilakukan bulan November ini.
"Sekda merupakan jabatan tertinggi dilingkungan PNS Kota Pagaralam, sehingga setelah pejabat yang lama memasuki masa pensiun harus dilakukan pergantian segera," ungkap dia.
Sementara itu A Fachri, usai pelantikan mengatakan, terima kasih kepada semua pegawai Pemkot Pagaralam dan masyarakat yang sudah mendukung dan membantu dalam mendukung tugas selama menjabt Sekda selama sembilan tahun tujuh bulan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat Pagaralam dan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah mempercayakan dan memberikan amanah serta dukungannya selama saya bertugas sebagai Sekretaris daerah," ungkapnya.
Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris, mengatakan jabatan merupakan aman dan harus dipertangungjawabkan bukan hanya dihadapan masyarakat, namun yang paling tinggi di hadapan Allah SWT.
"Kita cukup berterima kasih kepada A Fachri yang sudah mengabdikan diri selama sembilan tahun sejak Kota Pagaralam menjadi daerah otonomi pada tahun 2001 lalu," ungkapnya. (asn)

Warga Pagaralam Temukan Keris Ratusan Tahun

foto net/ilust
Pagaralam, SN
Warga Kota Pagaralam, menemukan keris berumur ratusan tahun peninggalan puyang "Raje Nyawe" di puncak Gunung Api Dempo. Sebetulnya ada dua jenis benda pusaka peninggalan puyang "Raja Nyawa" yang berhasil ditemukan yaitu keris dan tasbih. Demikian diungkapkan Wahadi, warga Kampung II Kelurahan Gunung Dempo, Kecamatan Pagaralam Selatan, Rabu (30/11).
Menurut dia, kedua benda pusaka ini berukuran panjang sekitar 30 centimeter dan besarnya sama dengan keris pada umumnya.
"Sedangkan tasbih berwarna putih, sementara ukuran dan bentuknya sama dengan yang sering kita lihat," ungkap dia.
Ia mengatakan namun untuk mendapatkan berbagai bendan pusaka ini dibutuhkan berbagai ritual termasuk semedi di puncak Gunung Api Dempo.
"Sebelumnya saya juga pernah mendapat tungkat naga peninggalan puyang "Raje Nyawe" di puncak Dempo," ungkap dia.
Ia mengatakan, penemuan semua benda pusaka ini dilakukan melalui berbagai ritual khusus dan pendekatan secara supranatural atau gaib.
"Kebetulan saat itu saya sedang berada di puncak Gunung Api Dempo, seperti biasa ritual yang dilakukan dengan berzikir dan melakukan sahalat malam. Ketika sedang melakukan ritual itulah muncul sinar warna putih dan setelah didekati ternyata benda pusata tersebut," ungkap dia.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Senibudaya, Sukaimi, mengatakan untuk mendukung Pagaralam, sebagai daerah cagar budaya sudah dibangun berbagai sarana pendukung, seperti musium terbuka dan termasuk rencana pembangunan musium tempat menyimpan benda pusaka.
"Kita sudah membuat musium replika megalit di halaman kantor Pemkot Pagaralam, diatas lahan seluas 1/2 hektar," ungkap dia.
Dia mengatakan, pembuatan musium ini bukan hanya untuk mendukung wisata sejarah tapi sebagai bentuk pelestarian berbagai aset budaya sejarah yang tersebar di daerah Pagaralam.
"Kita ingin bila wisatawan yang datang ke Pagaralam, tidak harus mengunjungi satu persatu lokasi megalit tapi cukup datang ke musium di Komplek Perkantoran Gunung Gare. Selain lokasinya terbuka dan keberadaan musium juga merupakan penghias keindahan taman perkantoran," ungkapnya. (asn)

Selasa, 29 November 2011

Edisi Cetak 507, Selasa 29 November 2011

Edisi Cetak 507, Selasa 29 November 2011

e-KTP di OKI Tidak Sesuai Target


Kayuagung, SN
Program pemerintah pusat berupa e-KTP memang ditargetkan rampung akhir tahun ini namun itu hanyalah impian belaka. Apalagi di Kabupaten OKI baru sekitar 30 ribu warga yang melakukan perekaman e-KTP, padahal wajib KTP sebanyak 500.839.800 warga.
Rasa pesimis tidak akan rampung perekaman e-KTP di OKI kian bermunculan. Banyak faktor penyebabnya seperti launching baru dilakukan Oktober lalu, wilayah OKI perairan jadi menyulitkan warga menuju kecamatan, lambatnya kedatangan peralatan dan faktor nonteknis lainnya.
Kepala Dinas Dukcapil OKI diwakili Padul Abbas yang menjabat Kabid Pendaftaran kemarin mengatakan, fakta yang ada saat ini pihaknya membenarkan sangat sulit untuk menuntaskan perekaman e-KTP hingga 31 Desember mendatang.
Keterlambatan pelaksanaan program yang dilakukan dari pusat merupakan faktor utama. Bahkan sejumlah kecamatan di OKI baru melakukan program ini sejak beberapa pekan lalu karena memang peralatan belum ada.
"Jaringan internet dan listrik juga faktor penghambatnya, keterlambatan pelayanan ini lantaran peralatan yang dikirimkan dari perusahaan konsorsium (gabungan perusahaan) yang ditunjuk pemerintah pusat dalam hal pengiriman peralatan tidak serentak.
Perusahaan konsorsium dalam hal pendistribusian peralatan E-KTP termasuk juga persoalan tenaga teknisi yang sudah tidak ada lagi di Kabupaten OKI dengan alasan sudah habis kontrak. “Sebab jika alat-alat rusak maka harus diperbaiki sementara petugas teknis dari PT Quadran sudah habis masa kontraknya dan tidak ada lagi di OKI,” ujarnya.
Padul menambahkan, pihaknya telah mengirimkan surat ke Dirjen Adminduk Kemendagri RI terkait permintaan alat E-KTP yang moubeling atau portabel untuk daerah perairan. “ Kendala geografis OKI yang banyak daerah perairan juga menyulitkan dalam mobilitas masyarakat dalam pembuatan E-KTP,” pungkasnya.(iso)

Foto: warga Kayuagung antri merekam e-KTP di kantor camat

Hati Hati, DBD Mulai Menyerang Warga


Indralaya, SN
Memasuki musim penghujan, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diakibatkan gigitan nyamuk Aides Aegypti mulai menyerang warga. Ini seperti dialami Honto (25), warga Desa Sri Tanjung Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI) sejak dua hari terakhir. Bahkan oleh dokter yang memeriksanya, pasien DBD itu telah divonis stadium I.
Menurut Ikbal (salah seorng keluarga pasien), hingga kini pasien DBD itu masih dilakukan rawat jalan sambil menunggu kondisi trombisit. “Kata dokter puskesmas di desa ini, pasien Honto bisa sewaktu-waktu dirujuk ke rumah sakit bila kondisinya membahayakan,” ujar Ikbal kemarin.
Sementara Kepala Dinkes H Kosasi melalui Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Hendra Kudeta SKM mengatakan, penyakit DBD itu dapat menyerang siapa saja di saat terjadinya peralihan musim ini. Oleh sebab itu di setiap puskesmas sudah disebar 5 galon cairan abate (setiap galon berisi 20 kg abate) untuk membunuh jentik nyamuk yang berbahaya.
“Setiap masyarakat bisa memanfaatkannya di puskesmas secara gratis,” ujarnya.
Selain itu lanjut Hendra, pihaknya segera melakukan pengasapan bila diperlukan. Namun terlebih dahulu dilakukan pengecekan daerah mana yang perlu disemprot. “Soalnya harus fokus daerah mana yang mewabah. Jika benar di daerah Sri Tanjung sudah ada yang terjangkit, kita segera mungkin melakukan foging,” imbuhnya.
Hendra mengakui, ada tiga Kecamatan di Bumi Caram Seguguk ini sebagai tempat rawan atas penyakit yang mematikan tersebut, untuk itu pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan terhadap daerah tersebut. Daerah itu adalah Kecamatan Tanjung Raja, Tanjung Batu, dan Kecamatan Indralaya. “Kita memang tidak mengetahui jika di Kecamatan Tanjung Batu ada yang terjangkit penyakit tersebut karena itu kita akan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas setempat,” katanya. (man)

Operasional Radio Agropolitan Terkendala Aliran Listrik

Musi Rawas, SN
Radio Agropolitan milik Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura), hingga saat ini belum bisa mengudara karena masih terkendala aliran listrik.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Musi Rawas, Ari Narsa JS, Senin (28/11).
Dijelaskannya, radio tersebut merupakan sarana komunikasi dan informasi bagi masyarakat daerah itu, baik untuk informasi bidang pertanian, perkebunan maupun harga pasar komuditas andalan daerah ini seperti harga beras, karet dan harga jual buah sawit.
Untuk itu, keberadaan radio Agropolitan yang di dirikan pemkab daerah dengan menempati bangunan rumah toko (ruko) dikawasan Agropolitan diharapkan akan bisa secepatnya beroperasi.
“Secepatnya kita ingin radio ini beroperasi karena akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, sebab materi siarannya menyangkut informasi pertanian secara umum yang bisa membantu masyarakat petani di daerah ini,” katanya.
Ditambahkan Ari, radio Agropolitan ini bila sudah beroperasi nantinya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Mura di 21 kecamatan, karena daya jangkau frekuensinya hingga ke Kabupaten Empat Lawang, Lahat serta sampai ke Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu dan Kabupaten Sarolangun-Jambi.
Selain akan menyiarkan berita-berita tentang pembangunan, pertanian dan perkebunan di daerah, radio Agropolitan juga akan menyiarkan berita-berita nasional dan seputar berita daerah.
“Radio ini juga akan menjadi media pendidikan, hiburan serta menjadi pusat informasi bisnis khususnya bagi masyarakat Musi Rawas,” demikan katanya. (fik)

Tak Senang Ditegur, Oknum TNI Aniaya Satpam Pertamina

Prabumulih, SN
Merasa tidak senang ditegur, seorang oknum anggota TNI berinisial Prada Vct (22) mengamuk dan menganiaya seorang petugas security Kompleks Pertamina EP Region Sumatera, Kota Prabumulih, Minggu (27/11) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Akibat pemukulan oknum TNI yang baru bertugas di salah satu kesatuan batalyon di Karang Endah, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim ini, korban Wahyudi (23) menderita luka lebam pada bagian pipi sebelah kiri.
Peristiwa pemukulan dan penganiayaan itu terjadi di Pos 6 pintu masuk pagar belakang Kompleks Pertamina EP Region Sumatera atau tidak jauh dari Kompleks Polisi Militer (PM) Kota Prabumulih. Pemukulan berawal saat pelaku bersama dua temannya bermaksud memasuki pintu penjagaan security Pos 6, menggunakan dua kendaraan sepeda motor.
Namun sebelum masuk ke pintu masuk Pos 6 (TKP), rombongan pelaku sempat ditegur korban karena tidak menggunakan helm.
“Saat itu petugas kita hanya menegur pada rombongan pelaku karena tidak memakai helm, disitu pelaku sudah menunjukkan sikap tidak senang dan berkata kasar,” kenang Suharsono, Pengawas Security Pertamina Field Prabumulih, ditemui dikantornya, Senin (28/11) pagi.
“Tidak lama kemudian mungkin sekitar 10 menitlah, pelaku yang sebelumnya masih diperbolehkan masuk ke dalam lokasi komplek Pertamina, tiba–tiba kembali lagi dan turun dari kendaraannya langsung memukul pipi sebelah kiri Wahyudi (petugas security) dan kemudian langsung kabur meninggalkan korban yang kesakitan,” lanjut Suharsono, dengan nada geram.
Asistant Manager Security PT Pertamina EP Region Sumatera Rachman, melalui Pengawas Utama Security Field Pertamina Abdul Kanan, ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Salah satu anggotanya, dipukul salah seorang oknum TNI saat sedang menjalankan tugasnya di Pos 6 pintu masuk pagar belakang Kompleks Pertamina.
Pelaku memukul korban karena tidak senang ditegur gara–gara tidak memakai helm saat memasuki kawasan Kompleks Pertamina. “Jadi sangat banyak kesalahan oknum anggota TNI ini, sudah memasuki kawasan tertib kompleks Pertamina tanpa menggunakan helm. Kemudian memukul petugas kita dan melanggar forbodden perboden karena keluar lewat pintu masuk Pos 6,” terang Kanan, ditemui diruangannya, kemarin pagi.
Selain sudah dilaporkan ke Detasemen POM Prabumulih, pihaknya juga sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke Komandan Batalyon tempat pelaku bertugas. "Bagaimana sanksi atau hukuman apa yang bakal diterima oknum ini, kita serahkan ke Danyonnya. Jelas kalau sempat bertemu dengannya saat kejadian, mungkin saya tonjok ia karena hal itu tidak dibenarkan dalam aturan TNI,” tandas purnawirawan TNI berpangkat terakhir Kapten ini, kesal. (and)

KPK Dilemahkan Dengan Banyaknya Kepentingan

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

SAAT
ini seleksi untuk calom pimpinan KPK terus dilakukan. Tetapi kalau kita lihat dan dengar, seleksi capim komisi ini terjadi tarik ulur yang sangat tampak. Hal ini jelas karena banyaknya kepentingan yang ingin masuk. Ditambah lagi gaung dan taring komisi ini terus hilang, yang disebabkan banyaknya kasus korupsi yang tak selesai.
Kelemahan KPK sekarang belum bisa fokus dan masih berpihak ke penguasa. Harusnya hindari konflik, berpolitik, banyak bicara dan bersinergi. Pimpinan KPK yang terlalu banyak komentar di media membuatnya kehilangan makna.
Kinerja KPK selama ini sangat tak sebanding dengan anggaran yang disedotnya. Dari data tahun ini saja KPK belum bisa maksimal mengembalikan uang negara yang dimaling para koruptor. Setahun belakangan KPK hanya bisa mengembalikan Rp 500 miliar, sedangkan anggaran untuk sistem kerjanya bisa puluhan kali lipat.
mata anak panah KPK kini tak setajam dulu, semasa Antasari Azhar menjadi ketua. Kini KPK harus disibukkan dengan banyak kasus sendiri yang mendera, hal ini membuat KPK seperti 'dilemahkan'. Ingat saat akan digelar dengar pendapat KPK dengan DPRRI, pertemuan harus bubar karena status dua ketua KPK yang masih dianggap tersangka.
Sebenarnya bukan hanya faktor itu yang membuat KPK makin tarik ulur menyelesaikan kasus dan tak segarang dulu lagi.
Sangat terlihat banyak kepentingan yang masuk ke tubuh komisi ini. Mulai dari aroma politik, kekuasaan, atau kepentingan kelompok. Kondisi tersebut membuat KPK nampak sangat hati-hati untuk menangani kasus.
Kita ingat kasus Bank Century. Sangat mustahil KPK yang katanya punya peralatan sadap super canggih, tak bisa membuka kasus tersebut. Untuk masalah ini, tergantung dengan niat dan kepentingan yangs secara sadar melingkar di perangkat pemerintahan. Kasus Bank Century yang sudah menelan energi sangat banyak, akhirnya harus hilang ditepis isu lain yang lebih panas.
Tak hanya itu, ada beberapa kasus yang penangangananya sangat lama dan berlarut-larut. Ini kan memunculkan banyak pertanyaan dan dugaan miring.
Kasus Agus Condro yang akhirnya menyeret banyak politisi PDIP, terkuak tiga tahun yang lalu. Tetapi baru ada tindak lanjutnya di tahun 2011. Penyelesaian kasus inipun sangat tidak adil, karena sampai sekarang sang pemberi suap ternyata aman-aman saja.
Kondisi KPK hanya sebagai pelengkap juga nampak saat penanganan kasus Gayus Tambunan. Khusus untuk desakan agar KPK menangani kasus Gayus, terjadi adu argumen yang menghabiskan banyak energi. Disebut demikian karena ternyata penguasa seperti buta-tuli tak menggubris alasan utama mengapa desakan itu terus muncul.
Dari seleksi capim KPK ini nantinya sangat diharapkan muncul nama yang disegani. Bukan nama yang dikendalikan rezim agar bisa aman dan nyaman untuk menyelamatkan sisa masa kekuasaan. (***)

Pemindahan SUTT Prabumulih Terancam Tidak Selesai


Prabumulih, SN
Pelaksanaan proyek Rerounting (pemindahan, red) Jalur Transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Simpang Tiga Sindur, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih terancam tidak selesai. Dari 16 pemilik lahan yang tanahnya terkena jalur Right Of Way (ROW), tujuh diantaranya tetap menolak ganti rugi yang ditawarkan Pemkot Prabumulih.
Ketujuh pemilik lahan ini antara lain, enam pemilik kapling dikawasan Desa Pangkul dan satu pemilik usaha ternak ayam petelur di Kelurahan Sindur, Kecamatan Cambai. Alotnya proses negosiasi itu pun, diakui salah satu anggota Tim 9 bentukan Pemkot Prabumulih dalam menyelesaikan proses pembebasan lahan dan kompensasi ganti rugi pemindahan SUTT, Alfian.
"Proses negosiasi masih kita lakukan, dari 16 pemilik lahan yang masuk jalur pelaksanaan proyek SUTT ini tujuhnya masih belum ada titik temunya. Selebihnya sudah tidak ada masalah lagi, tinggal menunggu pencairan,” ungkap Alfian, ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (25/11) lalu.
Menurut Kabag Tata Pemerintahan Pemkot Prabumulih ini, pihaknya tetap melakukan pendekatan terhadap ketujuh pemilik lahan tersebut. Andaipun mentok, Pemkot sendiri tetap membayarkan uang ganti rugi itu melalui jalur pengadilan. “Pemerintah sendiri tidak akan semena–mena, uang kompensasi ganti rugi tetap dibayarkan tapi lewat pengadilan. Namun hal itu sangat tidak kita harapkan, pemerintah tetap berusaha,” lanjut mantan Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Prabumulih ini, bijak.
Disinggung apakah pekerjaan pemindahan dan pemasangan tower SUTT baru sebanyak enam unit berikut konduktor dan aksesorisnya itu tetap dilaksanakan pelaksana kontraktonya PT Gema Swastika Dinamika (GSD), seandainya proses negosiasi ganti rugi tetap menemui jalan buntu. Alfian menolak berkomentar, disamping bukan kapasitas dia, pihaknya juga masih menunggu hasil negosiasi tersebut.
“Kalau itu bukan kewenangan kita menjawabnya, kita hanya bertanggung jawab pada pembebasan lahan dan ganti rugi lahan. Soal itu kepada DPELH saja karena mereka teknisnya,” tukas Alfian, singkat.
Sementara dari pantauan dilapangan, akhir pekan lalu pelaksana kontraktor terlihat sudah mendatangkan sejumlah peralatan dan bahan material pemasangan tiang tower SUTT. Namun meskipun demikian, dari sejumlah pekerja dan pegawai PT GSD ini belum memastikan kapan material kerangka ericson tersebut akan dipasang.
“Betul pak, ini material untuk kerangka tower SUTT. Kemarin datangnya, tapi kita belum tahu pak kapan mulai dipasangnya karena masih menunggu petunjuk pihak DPELH. Kalau pak Gufi (Manager PT GSD) masih di Palembang pak, mungkin besok datang,” jawab salah satu pekerja SUTT, ketika ditemui dilokasi pengumpulan barang SUTT, sambil sibuk menyusun material tersebut. (and)

Senin, 28 November 2011

edisi Cetak 506, Senin 28 November 2011

Warga Kurang Mampu OKI Operasi Katarak Gratis


Kayuagung, SN
Kegiatan Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Unit Regional Risk Management (RRM) Palembang bekerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) melakukan operasi katarak gratis kepada warga OKI beberapa hari lalu.
Kegiatan sosial bertema ”Kemilau Mata Mandiri” ini pelaksanaannya di Puskesmas Tugujaya Desa Tugumulyo Kecamatan Lempuing selama dua hari dari tanggal 25 hingga 26 Nopember 2011. Sekitar kurang lebih 100 penderita yang rata-rata sudah lanjut usia (lansia) ini dengan didampingi sanak keluarganya mendatangi Puskesmas Tugujaya untuk mendapatkan penanganan operasi katarak gratis.
Senior Vice President PT Bank Mandiri M Sigit Pambudi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, khususnya masyarakat penderita yang telah hadir dalam ‘Kemilau Mata Mandiri’.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan bapak-bapak dan ibu-ibu dalam kegiatan bhakti sosial berupa operasi katarak gratis yang kami selenggarakan selama dua hari ini,” ujarnya.
Lanjut Sigit, Bank Mandiri akan selalu berkomitmen kepada masalah kesehatan masyarakat, termasuk penanganan penyakit katarak ini.
“Kenapa kami memilih pada kegiatan operasi katarak, karena kami yakin, akibat katarak yang diderita masyarakat, maka hal itu sangat berpengaruh pada kegiatan rutin si penderita, sehingga dengan adanya operasi katarak gratis ini, kami sangat berharap dapat membantu si penderita untuk kembali melakukan aktivitas rutinnya seperti sedia kala,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) OKI, dr H Mgs M Hakim Mkes dalam kesempatannya mengatakan, Insya Allah dengan kegiatan bhakti sosial seperti ini diharapkan dapat mensinergikan kembali si penderita untuk hidup normal dan dapat melanjutkan aktivitasnya kembali. (iso)

Foto: Kadinkes OKI didampingi pihak Bank Mandiri melihat pasien yang dioperasi.

Dranase Kelurahan Betung Rawan Banjir


Betung, SN

Untuk mewujudkan program Kabupaten bersih tahun 2012, sesuai pencanangan Bupati Banyuasin, H Amiruddin Inoed, maka Sekretaris Kelurahan Betung, M Sobir SSos langsung turun kelokasi mengajak warganya guna melakukan pembersihan lingkungan untuk bergotong-royong dengan membersihkan berbagai lingkungan permukiman masyarakat yang dianggap sudah menganggu kenyamanan dalam kehidupan masyarakatnya dan dranase Kelurahan Betung ini rawan banjir.
Kesempatan Minggu (27/11) ini dimulai pukul 08.00 wibhingga pukul 11.00 wib, Seklur mengajak warga dari 3 RT yakni RT,22, 25 dan 28 untuk bergotong-royong dengan membersihan saluran air yang tersumbat berbagai kotoran atau pendangkalan yang membuat air meluap dan mengalir dipermukaan badan jalan lintas timur kota Betung ini. Hal ini perlu dilakukan kata Sobir, jika menunggu adanya proyek propinsi maupun pusat entah kapan terealisasinya. Untuk itu yang setiap hari kita sendiri yang memanfatkan jalan ini, tak ada salahnya sebagai warga Negara yang baik kita lakukan terlebih dahulu.
"Mungkin dengan kepedulian kita ini akan menjadi perhatian pemerintah baik dari Kabupaten atau dari Tingkat Provinsi bahkan pemerintah Pusat. Memang kata Sobir, sebenarnya untuk penanganan pembangunan serta pemeliharaan pada jalan ini kewenangan pemerintah pusat, tetapi tehnisnya mungkin dari kabupaten atau provinsi.
Kita membersihkan saluran air yang terdapat di Jalan Dewaruci yang tersumbat kotoran dan pendangkalan serta aliran air pada dranase yang mengalami pendangkalan," terangnya.
Dengan dirinya turut langsung kelokasi ikut terjun dalam gotong royong ini, masyarakat pun semangat dan figur seperti Seklur yang satu inilah yang patut dijadikan panutan, sanjung warga saat diminta komentarnya.
Sadimin salah satu ketua RW setempat menambahkan, dengan gotong royong serta ikut turun langsung kelokasi seperti yang dilakukan oleh Seklur inilah masyarakat bersemangat melakukan berbagai kegiatan sosial seperti kali ini dan seperti ini perlu dilanjutkan, sebab manfaatnya sangat positif. Untuk itu Seklur meminta kepada warga Kelurahan Betung untuk melakukan kebersihan setiap hari Minggu pagi dan dia akan memandu langsung disetiap lokasi gotong-royong diselenggarakan.
Bukan hanya itu kata Sadimin, jika system kehidupan masyarakat selalu didahului oleh pimpinannya turut serta kelokasi. "Seperti ini, warga tidak akan malas justru sebaliknya bersemangat untuk menciptakan lingkungan sehat dan bersih sesuai semboyan Bupati Banyuasin itu yang mentargetkan mulai tahun 2012 bersih akan mudah wujudkan," katanya. (sir/her)

Pohon Tumbang, Kota Sekayu Gelap Gulita


Sekayu, SN

Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan yang terjadi belakangan ini setidaknya menjadi ancaman bagi warga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sekarang ini. Bagaimana tidak, hujan deras disertai angin kencang telah mengakibatkan beberapa pohon tumbang akibat diterpa angin. Tak heran akibatnya aliran listrik pun padam.
Seperti yang terjadi Minggu (27/11) tepatnya di Desa Bailangu, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba. Angin kencang telah mengakibatkan pohon karet milik warga roboh. Bahkan, robohnya pohon karet tersebut sampai mengenai tiang listrik hingga putus.
Akibatnya, saluran listrik mati total dan mengakibatkan kota Sekayu dan sekitarnya gelap gulita. Bahkan, jauh sebelum ini sudah tiga kali kejadian serupa terjadi. Yakni dua kali pohon tumbang di Desa Teluk dan yang terjadi dua hari lalu. Kasunya pun sama pohon tumbang hingga menimpa tiang listrik sampai putus.
Hal ini diakui Heru (30), warga Bailangu, Minggu (27/11). Menurutnya, angin kencang benar-benar menjadi ancaman bagi sejumlah pohon besar dan tua hingga roboh. Sebab, menurutnya, angin kencang yang hanya terjadi beberapa jam saja bisa dipastikan menumbangkan sejumlah pohon, terutama yang ada di jalan raya.
“Kejadian pohon tumbang sudah sering terjadi. Bila angin kencang bisa dipastikan akan mengakibatkan pohon tumbang. Jauh sebelum ini juga pernah terjadi tepatnya di desa Teluk yang mengenai tiang listrik hingga putus,” ungkapnya.
Tak hanya itu saja, lanjutnya, angin kencang yang terjadi belakangan ini juga mengkhawatirkan bagi pengguna jalan. Sebab, satu pohon tumbang yang ada di jalan bisa mengakibatkan arus lalu lintas macet total. Oleh karenanya, kejadian yang terjadi belakangan ini seakan membuat Bumi Serasan Sekate rawan pohon tumbang.
“Yang terjadi kemarin saja bisa menyebabkan kemacetan satu jam. Ini akibat pohon yang melintang ditengah jalan, sehingga menutupi jalan,” jelasnya seraya menyatakan perlu adanya tindakan untuk meminimalisir terjadinya pohon yang mengenai listrik. (her)

Tiga SPBU di Pagaralam Kehabisan Stok BBM


Pagaralam, SN

Tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pagaralam kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM). Habisnya persediaan BBM di SPBU tersebut diakibatkan pengurangan pasokan minyak dari pertamina hingga 5 ton perhari di setiap SPBU di Pagaralam.
Stok BBM dari ketiga SPBU yaitu SPBU Simpang Manak, Perandonan dan Karang Dalo tersebut habis sehingga warga dibuat kecewa karena kesulitan mendapatkan bensin. Bahkan, setelah SPBU tidak lagi menjual BBM, penjual eceran juga menghilang dan harga juga sudah mengalami kenaikan hingga Rp 7000/liter.
Pengamatan Minggu (27/11), tak terlihat aktifitas operator SPBU melayani pembeli. Tampak beberapa angkot dan mobil pribadi mengantrikan kendaraannya di depan pompa pengisian minyak eceran. Sedangkan di SPBU Karang Dalo, Simpang Manna, dan Perandonan, langsung tutup.
Vanroyen (40) salah satu pembeli mengatakan, sangat terkejut dengan habisnya minyak di beberapa SPBU di Kota Pagaralam, meskipun baru hari ini (kemarin, red).
"Kita tidak tahu kalu bensin habis," katanya sembari menambahkan, seharusnya pihak SPBU maupun pertamina memberi tahu terlebih dahulu terkait adanya pengurangan stok BBM, agar masyarakat bisa bersiap-siap.
Hal senada diungkapkan Brata, ia mengaku terkejut dengan habisnya BBM di beberapa SPBU di Pagaralam.
"Kami terpaksa menunggu persediaan bensin kembali ada di SPBU, sebab kini tersisa hanya sedikit saja dikendaraan. Saya khawatir kalau jalan jauh bensin habis di dalam perjalanan," ungkapnya.
Sementara itu Pemilik SPBU Simpang Manak Kelurahan Ulu Rurah Kecamatan Pagaralam Utara, Epi mengatakan memang terjadi pengurangan suplai dari Pertamina dari 40.000 liter menjadi 35.000 liter per harinya.
"Sementara jumlah kendaraan di Pagaralam juga mengalami peningkatan khususnya kendaraan bermotor. Bisanya setiap hari 5 hingga 6 mobil tangki dengan isi 5.000 liter. Namun setelah terjadi pengurangan beberapa hari lalu membuat terjadi kekurangan stok BBM di Pagaralam," ungkapnya.
"Kita selaku pemilik SPBU pernah diundang Pertamina untuk rapat terkait pengurangan jumlah BBM ini," tambah Epi.
Dikatakanya, untuk mengatasi permasalahan ini, pihaknya akan mengajukan permohonan penambahan jumlah BBM ke pertamina, agar ketersediaan BBM terpenuhi. "Kita coba mengajukan penambahan dari pertamina, mudah-mudahan disetujui," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindakop) kota Pagaralam, Yapani Rachim, melalui Kabag Perdagangan Budiarjo Sahar MM, membenarkan adanya kelangkaan BBM. Ia menegaskan jika kelangkaan tersebut akibat penimbunan tentunya akan diberikan sanksi termasuk diusut polisi.
"Saya dapat informasi memang benar ada pengurangan BBM dari pertamina. Terkait adanya kemungkinan penimbunan akibat kelangkaan BBM ini, kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan dugaan tersebut. Kita akan cek ke lapangan, apakah ada penimbunan atau tidak, karena untuk pembelian BBM dalam kemasan dibatasi hingga tiga dirigen," ungkap Budiharjo. (asn)

BNK ME Musnahkan Narkotika dan Senpi


Muara Enim, SN
Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Muara Enim (ME) musnahkan barang bukti narkotika dan senjata api (Senpi) pada Minggu (27/11) sekitar pukul 08.00 WIB, di halaman Gedung Olahraga (GOR) Pancasila Muara Enim.
Pemusnahan terdiri dari narkotika jenis ganja, seberat 1527,684 gram, narkotika jenis extacy sebanyak 127,5 butir dan shabu-shabu seberat 14,88 gram.
Selanjutnya, senpi rakitan laras pendek sebanyak 26 pucuk, senpi laras panjang tujuh pucuk, amunisi aktif 30 butir serta selongsong peluru 22 butir.
“Kegiatan ini merupakan langkah kongkrit dari implementasi terhadap Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2005 tentang Narkotika dan Inpres No 12 tahun 2011 tentang kebijakan dan strategi nasional dalam bidang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN)” ungkap Ketua BNK Muara Enim Nurul Aman yang juga menjabat
sebagai wakil Bupati Muaraenim ini.
Dikatakan Nurul Aman, dari survei Badan Narkotika Nasional (BNN) bahwa prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indoensia semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Dimana, pada 2009 pravalensi penyalahgunaan narkoba tercatat sebesar 1,99 persen atau 3,6 juta dari jumlah penduduk Indonesia berumur 10-55 tahun.
Sedangkan, pada 2010 pravalensi penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,21 persen atau sekitar 4,52 juta orang. Bahkan, pada 2011 telah mencapai 2,8 persen atau sekitar 5 juta orang Indonesia.
“Golongan pelajar dan pemuda merupakan kelompok yang paling rentan dan beresiko tinggi terhadap penyalahgunaan narkoba,” papar Nurul Aman.
Untuk itu, imbuh dia, semua pihak harus memiliki komitmen menghentikan dan mencegah kejahatan narkotika yang sangat berpotensi merusak generasi muda. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba bagi para remaja ini. Seperti
penyuluhan-penyulah di sekolah dan kampus, jalan sehat dan lain-lain.
“Sekarang ini, para remaja sangat membutuhkan dukungan dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebab tiga wilayah inilah tempat diamana para generasi muda mencari jati diri,” terang dia.
Sementara itu, Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan jalan sehat tanpa narkoba yang telah diprakarsai oleh BNK. Dimana, gerakan aksi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini digelar guna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muaraenim yang ke 65 tahun.
“Kegiatan ini tidak hanya semarak tapi juga sangat mendukung visi dan misi Kabupaten Muaraenim SMAS (Sehat, mandiri, Agamis dan Sejahtera),” ungkap Muzakir. (yud)

Pengelolaan JSC Perlu Badan Otonom Khusus


Palembang, SN

Perhelelatan SEA Games XXVI telah usai, selain meninggalkan kebanggaan yang besar karena Indonesia berhasil menjadi juara umum, SEA Games juga meninggalkan aset berharga bagi Sumsel yakni Jakabaring Sport City (JSC) untuk dikelola.
Terkait pengelolaan itu, Ketua DPRD Sumsel, Wasista Bambang Utoyo mengusulkan agar pengelolaan JSC sebaiknya dilakukan oleh badan otonomi khusus sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk memelihara dan mengelola JSC.
"Saya kira perlu dibuat badan otonomi, hingga bisa bekerja sama dengan pihak ketiga. Itu akan lebih fleksibel,” katanya, kemarin.
Menurut Wasista, JSC merupakan satu aset yang besar, kalau tidak dijaga bisa jadi bahaya besar. Meskipun nanti ada sekolah tinggi olahraga, tapi tidak cukup hanya disitu saja. Karena, dengan adanya venues-venues yang luar biasa itu, berarti harus ada even-even besar yang dilaksanakan di Palembang. Dimana seluruh atlet dunia, biasanya mereka mencari lapangan alternatif terdekat, ketika ada sebuah even yang digelar di Indonesia atau dinegara tetangga.
“Namun, untuk tanggung jawab pemeliharaan venues di JSC, nanti pihak DPRD Sumsel akan membicarakan lagi dengan pihak Pemda. Apakah akan dibuat semacam badan otonomi dan sebagainya. Tapi itu harus ada perdanya,” ujar Wasista.
Sebelumnya, Anggota Komisi I DPRD Sumsel, Slamet Soemosentono mengakui, hingga kini belum ada pembicaraan mengenai penganggaran dana pemeliharaan JSC dan venues-venues lain yang digunakan pada SEA Games, di kawasan Jalan POM IX.
"Sumsel sangat diuntungkan dengan adanya even besar SEA Games XXVI, namun pemeliharaan gedung-gedung olahraga yang digunakan, juga harus dipikirkan. Hingga sekarang belum ada rencana penganggaran pemeliharaan JSC di dalam pembahasan APBD 2012," katanya.
Menurut Slamet, Komisi I akan segera mempertanyakan perihal penganggaran JSC ini kepada pihak Pemprov Sumsel, apakah dianggarkan di APBD 2012, atau diambil dari dana lain.
"Memang dana pemeliharaan JSC akan menambah beban APBD Sumsel, tetapi itu sudah menjadi resiko, dan lagi kita sudah mendapat banyak keuntungan dengan JSC menjadi aset pemerintah Sumsel," pungkasnya.
Diketahui, Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam beberapa kesempatan mengatakan, bahwa selain untuk pendidikan birokrat dan teknokrat, JSC juga akan dijadikan sebagai sekolah olahraga di bawah Pengurus Besar (PB) masing-masing. Kemudian juga menjadi lokasi wisata olahraga. Fasilitas yang ada terus dikembangkan termasuk penambahan fasilitas lightside restoran. (awj)

Bapak Ada Hutang, Anak Disiram Cuka Para


Prabumulih, SN
Nasib malang dialami Beni (19) warga Desa Gumay Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim. Akibat ayahnya Zubarnawi (46) memiliki hutang dengan Amirudin (26), remaja ini jadi sasaran penganiayaan dengan cara disiram cukapara oleh Amirudin (26). Akibatnya pipi kanan dan kedua bahunya korban melepuh.
Menurut ibu korban Maryani, peristiwa itu terjadi pada Rabu (23/11) sekitar pukul 13.00 di rumahnya di Desa Gumay. Saat terjadi penyiraman cukapara, anak sulungnya itu sedang tertidur pulas di kamar.
"Tiba-tiba pelaku datang dan spontan menanyakan suamiku Zubarnawi, terus kujawab kalau suami saya sedang tidak ada di rumah sebab lagi pergi ke rumah kawannya untuk menawarkan jual beli kayu," ujarnya.
Lantas tersangka tidak percaya atas jawaban itu langsung masuk rumah dan ke kamar tidur korban Beni sambil membawa sebilah pisau dan sebotol cukapara. Melihat ada yang tertidur tersangka langsung menyiramkan cukapara ke wajah korban dengan membabi buta.
Akibat siraman cukapara korban Beni langsung menjerit kesakitan sebab pipi kanan dan bahu kanannya melepuh dan pihak keluarga langsung membawa Beni RSUD Prabumulih.
Diakui Maryani, motif penganiayaan menggunakan cukapara yang dilakukan Amirudin diduga lantaran suaminya ada hutang sebesar Rp 1 juta sisa dari pembelian mesin pemotong kayu chainshaw yang harganya Rp 3 juta namun oleh suaminya baru dibayar Rp 2 juta dengan perjanjian bila kayu telah terjual akan dilunasi.
Rupanya Amirudin sepertinya tak sabaran untuk meminta agar hutangnya dilunasi sehingga untuk melampiaskan kekesalannya dan amarahnya yang menjadi sasaran anaknya yang tidak tahu menahu masalah hutang bapaknya.
Sementara Kapolres Muara Enim melalui Kapolsek Gelumbang, AKP Rusmi SH ketika dikonfirmasi membenarkan kalau tersangka sudah diamankan di Mapolsek tak lama setelah kejadian penganiayaan Rabu (23/11) kemarin. (and)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.