Rabu, 12 Oktober 2011

Muba Gagal Panen

* Petani Ngeluh, Produksi Padi Menurun

Sekayu, SN
             Ratusan petani pemilik sawah di Kelurahan Mangun Jaya Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan mengeluh karena turunnya produksi padi tahun ini. Banyak hektaran sawah yang mereka tanam gagal panen akibat musim kemarau dan minimnya pengairan.
    Aliran parit dipinggir sawah yang berukuran 3x2 meter tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Parit tersebut bukan turut membantu petani untuk memperoleh sumber air malah menyedot air dari sawah menuju ke sungai musi akibatnya sawah kering dan banyak tanaman padi mati dan berbuah kosong.
    Kodri (60), seorang petani di Mangun Jaya mengatakan semenjak adanya parit tersebut dirinya hanya mendapatkan padi sebanyak 4 sampai 5 karung saja. Itupun padinya banyak berbuah kosong atau tidak ada isinya.
    Sebelum adanya parit itu, ujar Kodri dirinya dan petani padi lainnya bisa mendapatkan 70 sampai 80 karung padi berkualitas bagus. Kodri mengharapkan kepada pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini dinas pertanian turut membantu petani. Misalnya parit  tersebut dapat dibuat permanen dan posisinya harus diatas tanah sawah jadi air dari sawah tidak mengalir ke parit otomatis sawah masih bisa ada airnya.
    Hal senada juga dikatakan Khodijah (65), dia terpaksa mengetam padinya walaupun hasilnya cuma sedikit sekali, sebenarnya menurut ibu tua ini sudah beberapa tahun  ini dirinya dan petani padi sawah lainnya mengalami penurunan saat panen itu dikarenakan parit yang dibuat mengelilingi sawah mereka. "Tahun-tahun sebelumnya masih dapat beras walau sedikit namun tahun ini sangat memprihatinkan karena boleh dikatakan tidak dapat sama sekali," jelasnya.
    Petani lainnya, Rosamanud (70), dengan nada tinggi  menunjukkan lokasi parit yang membuat dirinya dan petani lain sengsara karena kerap panen gagal, biasanya katanya dirinya paling sedikit memperoleh beras 1 ton setiap kali panen namun kini 1 kilopun dirinya tidak memdapatkan padi.
    “Saya memiliki 1 hektar sawah biasanya bibitnya 4 kaleng untuk lahan itu saat panen penghasilannyapun cukup lemayan untuk kebutuhan keluarga malah bisa dijual. Namun sekarang jangankan mau jual untuk makan sendiripun tidak ada beras dari hasil sawah tersebut, malah dirinya mau tidak mau harus membeli beras untuk makan sekeluarga,” terangnya.
    Menurut Rosamanud sebenarnya dirinya dan petani-petani lain sudah memberikan usulan ditandatangani oleh mereka agar pemerintah membuatkan parit yang permanen disertai pompa untuk menyedot air dari sungai kalau musim kemarau nanti namun belum mendapatkan respon.
    Menanggapi Masalah itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kab. Muba Hasbi saat dihubungi mengatakan dirinya belum mendapatkan informasi mengenai hal tersebut. Namun pihaknya akan menindaklanjuti keluhan atau permintaan petani itu, pihak Distannak akan memberikan pompa air untuk menyodot air dari sungai musi serta parit tersebut akan dipermanenkan.
    Menurut Hasbi, bila memang benar gagal panen para petani tersebut akan diusulkan kepemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan karena mereka telah mengeluarkan biaya dalam menanam dan merawat padi tersebut. (her)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.