Selasa, 04 Oktober 2011

Pemkot Palembang Turunkan Tim Investigasi

Romi Herton
-Terkait Pembangunan CV Vinayaka
Palembang, SN
    Unjuk rasa aksi persatuan warga Kalidoni beberapa hari yang lalu ke kantor Walikota Palembang yang terkena dampak pembangunan Cv Vinayaka Abadi, di Jalan Martadinats Kelurahan kalidoni Kecamatan kalidoni Palembang akhirnya ditanggapi serius Wakil Walikota Palembang Romi Herton.
    Pemerintah Kota (pemkot) Palembang memastikan akan menurunkan tim invetigasi di lokasi pembangunan yang diduga kuat penyebab terjadinya kebanjiran setinggit lutut orang dewasa di Lorong Pabrik Gelas Rt 01 rw 02 selama tiga tahun ini.
    Assisten I Pemkot Palembang Rosyidi mengatakan Kepastian turunnya Tim Terpadu dari jajaran pemkot Palembang ini ditunjuk wakil walikota Palembang setelah mengelar rapat tertutup terkait aksi demo persatuan warga kalidoni dan masyarakat peduli lingkungan terhadap aktifitas penimbunan rawa dan pembangunan ruko oleh CV Vinayaka Abadi Senin (3/10) di ruang rapat parameswara palembang.
    "ketua timnya di tunjuk Assiten II Apriadi Busri oleh wakil walikota,satu minggu kedepan laporan dari hasil investigasi ke lokasiharus sudah ada,”jelas Rosyidi.
    Permasalahan ini, kata Rosyidi menjadi konsen wakil walikota Palembang untuk segera dituntaskan, terlebih lagi permasalahan ini telah berlarut-larut dari mulainya pembangunan di lokasi tersebut berjalan.
    “Ini akan di teliti secara langsung apakah memang ada bentuk pelanggaran, kalau terbukti adanya pelanggaran pembangunan ruko 17 pintu diatas tanah selauas 17 ha tersebut akan dihentikan secara total, sebelaum CV Vinayaka membangun irigasi yang baik untuk warga setempat,”jelasnya.
    Saat disinggung apakah adanya pelanggaran dilokasi pembangunan, Rosyidi enggan berkomentar banyak, hanya saja pihaknya masih akan menunggu hasil tim investigasi tersebu.”Kita lihat saja hasil tim investigasi nanti,’jelasnya.seraya menyanyangkan rapat yang digelar secara tertutup tersebut tidak menghadirikan pihak yang berkompiten.
    “Semua yang hadir, hanya diwakilkan saja, mulai dari Tata kota, Hingga PU Bina Marga,”jelasnya.
    Sebelumnya aksi demo yangsempat bersitegang beberapa hari lalu tersebut Latief Khosim warga Lorong pabrik Gelas , menjelaskan pembangunan yang seharusnya mendapat persetjuan warga setempat, malah sebaliknya rmah warga yang berjauh dengan pembangunan tersebut dijadikan tanda tangan persetjuan pembangunan dilokasi setempat.
    “Seharusnya izin pembangunan itu mendapat persetjuan warga yang secara langsung berkaitan dengan pembangunan, bukan warga yang tidak berkepntingan, belum lagi sebagain lahan perluasan pembangunan saat ini berjalan tanda warga melalui RT setempat di intimidasi oleh preman,”jelasnya.
    Menurut, Latief, warga tidak akan melarang pembangunan tersebut berjalan hanya saja pihak pembangun juga harus memperhatikan lingkungan setempat dengan tidak menimbun keseluruhan tanah dilokasi dan membuat kanal, pintu air sesuai dengan peruntukannya bukan dialirkan di pemukiman warga.
    “Peristiwa ini sudah berjalan tiga tahun, Selama tiu juga banyak harta warga yang rusak terendam akibat genangan air membanjiri rumah warga yang airnya setinggi lutut orang dewasa,”tegasnya.
    Belum lagi air yang membajiri rumah warga tersebut, sudah memberikan dampak penyakit kulit bagi warga setempat.
“Airnya yang membajiri sudah berwarna hitam kecoklatan dan tidak sedikit warga yang terkenan penyakit kulit,sedangkan setiap diajak bermusyawarah CV VInayaka selalau diwakil preman bukan pemiliknya langsung,”jelasnya.
    Latief cukup pesimis setiap meminta pemerintah kota, hingga wakil rakyat untuk menyelesaikan permasalah warga dengan CV Vinyaka, yang berakhir menemui jalan buntu.
    “Sebelumnya kami meminta lurah dan camat untuk menengahi permasalahn kami, namun hasilnya tidak jelas, ke DPRD dan hanya berakhir dirumah makan, begitu juga dengan dinas terkait dan terakhir kami mendatangi Assisten II hingga saat ini hanya janji untuk melihat langsung kondisi warga setempat,’jelasnya.
    Kami harap kedatangan kami untuk keliuma kalinya meminta penyelasain dari pihak pemerintah ini dapat segera diselasaikn dengan menghadirikan Pihak CV Vinayaka.
    “Tolong dicatat oleh wartawan bahwa pemkot akan memberhentikan pembangunan CV Vinayaka, pada 1 oktober mendatang,’jelasnya.
    Sementara direktur eksekuti Walhi Sumsel Sadat didampingi Hadi Jamtmiko serta Dede Chaniago coordinator aksi Persatuan warga Kalidoni berjanji akan mendatangakan ratusan mahasiswa, apabila proyek pembangunan CV Vinayaka terus berjalan tanpa memerhatikan uu 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hiudp.
    “Kami akan kerahkan massa dan mahasiswa yang lebih banyak lagi kalau Pemkot Palembang tidak bisa menjadi wakil warga untuk menyelsaikan permasalah ini,”tukasnya.(win)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.