Senin, 31 Oktober 2011

Pendistribuasian Jelek, Jumlah Guru Di Kota Menumpuk


Palembang, SN
Jeleknya sistem pendistribuasian guru disetiap wilayah khususnya di Sumatera Selatan (Sumsel) membuat jumlahnya tidak merata antara di kota dan di desa. Dengan pendistribusian yang jelek tersebut, lebih banyak jumlah guru di kota alias menumpuk ketimbang didesa.
"Yang jelas, guru-guru kita ini pendistrbusiannya jelek. Jadi dikota-kota itu banyak gurunya, sementara didesa sedikit, sehingga pendistribusiannya menumpuk. Jadi distribusinya yang bermasalah," kata Ketua jurusan pendidikan MIPA Fakultas Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri, Hartono disela acara anugerah guru kimia teladan Indonesia 2001 di aula PT Erlangga, kemarin.
Lebih lanjut diungkapkannya, tidak hanya permasalahan penumpukan guru yang terjadi dikota. Namun untuk jumlah tenaga pengajar bidang studi kimia didaerah terjadi kekurangan. Dan untuk di kota sendiri, jumlah tenaga pengajar studi kimia terdapat 3 sampai 4 guru.
"Satu sekolah idealnya ada tiga guru kimia. Dikota-kota ini ada yang 3 atau 4, tetapi didaerah kurang. Penyebab utamanya tadi (terjadi penumpukan guru dikota,red)," ungkapnya.
Ketua Himpunan Kimia Indonesia Kota Palembang, Suheryanto juga menerangkan hal yang sama. "Memang rasio guru kimia dengan jumlah siswa masih relatif sangat kurang. Tapi rasio guru dengan siswa sudah cukup, tapi kalau perbidang studi masih sangat minim," terangnya.
Sementara itu, acara anugerah guru kimia teladan Indonesia 2001 kemarin diikuti 44 peserta dari masing-masing perwakilan sekolah tingkat SLTA di Sumsel. Dari jumlah peserta tersebut, ada dua perwakilan daerah yang tidak mengirimkan peserta yakni OKI dan Prabumulih.
Menurut Ketua Panitia, Dra Warsina, pihak panitia tadinya menargetkan 100 jumlah peserta yang ikut pada anugerah guru kimia teladan Indonesia 2011. Namun karena adanya kendala komunikassi, maka ada beberapa daerah yang tidak mengirimkan pesertanya.
"Target 100 peserta, karena kendala komunikasi dan ada kegiatan yang bersamaan, jadi pesertanya menurun. Kedua karena para guru umumnya itu terlalu untuk membuat karya tulis itu rupanya menjadi kesulitan tersendiri. Akhirnya panitia memutuskan karya tulis bukan bagian utama tetapi hanya cukup menyiapkan formulir," jelasnya.
Kata Warsina, pemenang dari acara anugerah guru kimia teladan Indonesia 2011 hanya diambil satu orang untuk mewakili Sumsel ketingkat Nasional. Tujuan lomba, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan kimia, sebagai ajang kompetisi guru, serta memberikan penghargaan kepada guru kimia.(win)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.