Rabu, 05 Oktober 2011

Water Boombing Terkendala Air

Palembang, SN
    Rencana pemadaman hot spot atau titik api dengan water boombing atau penyiraman air melalui udara di sejumlah titik api di Sumsel terutama di sekitaran Kota Palembang khususnya Jakabaring terkendala pasokan air. Pasalnya, sejumlah sungai untuk mengisi air yang akan diangkut melalui helikopter sudah banyak mengering.
    Hal ini diungkapkan Sekretaris Posko Komando Tanggap Darurat Asap Sumsel, Hasnandar saat di temui di ruang kerjanya, Selasa (4/10). Katanya, pelaksanaan water boombing memerlukan sedikitnya 1.200 liter air setiap kali penerbangan. “Untuk sementara kesulitan tim kita di pasokan air, karena sungai-sungai banyak kering. Karena air ini tidak boleh diambil dari sembarang sungai,” terang dia.
    Untuk menyiasati hal tersebut, pihaknya memutuskan mengambil air dari venue sky air di Jakabaring dan sungai Air Sugihan Kabupaten OKI. Namun katanya, dua lokasi tersebut berada sangat jauh dari lokasi titik api sehingga membutuhkan waktu penerbangan lebih lama. Hal ini menyebabkan pengeboman kurang efektif untuk memadamkan api.
    “Untuk sekali penerbangan menuju lokasi api memerlukan 1,5 jam, tentu ini tidak lebih efektif,” katanya.
     Dikatakannya, tidak hanya pasokan air yang menjadi kendala, tapi juga lokasi kebakaran sulit dijangkau karena terletak di kawasan hutan gambut yang diduga tidak berpenghuni. Hal ini menyulitkan tim untuk melakukan ground check atau survei lokasi titik api sebelum penyiraman air melalui udara.
     Ia melanjutkan, pada hari ketiga sejak program ini digelar, helikopter tipe Bell-206 yang diterbangkan oleh pilot Mr Paul dari Australia ini kembali menjelajahi daerah Jakabaring, Pampangan dan Air Sugihan (OKI), Sungai Rotan (Muara Enim), dan Talang Kelapa (Banyuasin).
     Helikopter ini menimba air dari Bambi Bucket (kantung air) dengan ember berkapasitas 800-1200 liter yang bergelantung di bawah helikopter. Setelah menimba penuh, lalu airnya diterbangkan ke lokasi kebakaran (hutan) dan disiram ke atas lokasi lahan yang terbakar.
    Sementara itu Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan water boombing dilaksanakan karena awan kumulus yakni awan tempat di semainya garam untuk melakukan hujan buatan saat ini sudah tidak ada. Katanya, water boombing akan di fokuskan di sekitaran Kota Palembang terutama kawasan Jakabaring, Ogan Ilir, OKI, dan Banyuasin.
    "Sementara nunggu awan kumulus untuk membuat hujan buatan itu ada lagi, sekarang kita laksanakan water boombing untuk memadamkan titik api. Mudah-mudahan Oktober ini sudah tidak ada asap lagi di Sumsel," tandasnya. (awj)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.