Senin, 12 Maret 2012

1 Lokal Untuk 2 Kelas

Empat Lawang, SN
Ironis memang, pada saat pemerintah sedang gencar-gencarnya memajukan dunia pendidikan, Sekolah Dasar (SD) Negeri 23, Desa Tanjung Kupang Baru, Dusun 2 Talang Padang, Kecamatan Tebing Tinggi kekurangan lokal. Ruang belajar yang ada hanya tiga unit, sedangkan siswanya ada enam kelas. Karenanya, dalam satu lokal digabung menjadi dua kelas.

"Lokal yang ada hanya 3 unit ," kata Syahrijal, Kades Tanjung Kupang Baru, kemarin.
Kelas satu digabung dengan kelas dua, kelas tiga digabung dengan kelas empat, sedangkan kelas lima digabung kelas enam. Kondisi seperti ini, Kata Syahrijal menyebabkan 105 siswa yang sedang menimba ilmu dasar ini tidak maksimal, sebab perhatian mereka akan terpecah dengan proses belajar mengajar kelas disebelahnya yang tidak disekat.

Kondisi ini makin diperparah dengan jumlah tenaga pendidik yang sangat minim. Di sekolah yang hanya berjarak lebih kurang 10 km dari pusat kota Tebing Tinggi, hanya memiliki 7 guru kelas. Jumlah ini sudah termasuk kepala sekolah dan penjaga sekolah. Dari jumlah ini hanya kepala sekolah dan penjaga sekolah yang berstatus PNS, lainnya hanya guru honor biasa.

"Kita mengharapkan pemerintah memberikan solusi terhadap pendidikan di tempat kami," imbuh Syahrijal.

Husin salah seorang warga menyayangkan Dinas Pendidikan yang terkesan lamban, harusnya disdik selaku lembaga yang mengurusi masalah pendidikan menilik setiap sekolah apakah kondisinya layak atau belum. "Jangan hanya menerima laporan, harusnya Disdik itu turun langsung," tegasnya.

Sementara Bupati H Budi Antoni Aljufri, melalui Camat Tebing Tinggi Humaidi mengaku baru tahu dengan kondisi ini. Menurutnya, kondisi belajar seperti ini tidak akan maksimal, karenanya selaku camat dirinya bakal melaporkan persoalan ini ke bupati untuk dilakukan penambahan lokal belajar. "Kita akan laporkan dan meminta penambahan ruang bejalar," imbuhnya.

Humaidi yakin Bupati belum tahu dengan persoalan ini, sebab masalah pendidikan menjadi konsen dan salah satu sektor skala prioritas yang dibangun oleh HBA. "Jangankan sekolah di dekat pusat kota, sekolah yang berada di pelosok desa saja dibangun, karenanya ini akan kita sampaikan kepada bupati," katanya.

Pantauan koran ini, pada masing-masing lokal terdapat dua papan tulis dan kapur tulis. Pada bagian lantai keramiknya banyak yang lepas, posisi sekolah berada di ujung dusun. Meski begitu, kondisi sekolah terlihat bersih dan tertata. (eko)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.