Rabu, 18 Januari 2012

DPR Makin Jauh dari Rakyat


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

MAKIN lama tingkah anggota DPR di Senayan makin menyakitkan hati rakyat. Tak henti wakil rakyat kita menuai kontroversi yang rata-rata hujatan. Tetapi mereka saat ini sangat tak peka, sebaliknya terus membela diri.
Banyak sekali anggaran di DPR yang nilainya fantastis dan mengundang keheranan. Nyatanya semua itu tak digubris. Contohnya terdata rencana pembangunan gedung baru DPR yang menelan anggaran Rp 800 miliar batal.
Namun pada anggaran untuk proyek perawatan gedung DPR selama tahun 2012 tercatat nilai totalnya mencapai Rp 500 miliar. Ini kan akal-akalan yang sangat pedih untuk rakyat.
Kemudian dengan kondisi saat ini, lihat dan dengar, banyak sekali usulan, kebijakan, kesepakatan, hasil rapat yang jauh sekali dari keinginan rakyat.
Saat isu panas mulai menggelinding, akhirnya anggota Dewan terus disibukkan dengan klarifikasi citra akibat isu-isu yang sebenarnya diproduksi oleh anggota DPR itu sendiri.
Apakah mereka tak sadar citra buruk selama ini sudah sangat tercipta, karena khalayak umum sangat mudah menilai, banyak produk di DPR yang jauh sekali dengan keberpihakan terhadap rakyat.
Kemudian kemewahan wakil rakyat ada di ruang rapat baru Banggar DPR yang telah selesai dibangun dengan anggaran Rp 20 miliar. Ruang rapat baru tersebut sangat luar biasa mewah.
Pengerjaan ruang Banggar DPR semuanya telah tuntas. Ada tiga unit LCD berukuran 3x2 meter telah berfungsi semua, demikian juga dengan wireless microphone yang sudah terpasang di setiap meja. Yang menarik adalah kursi-kursi anggota Banggar DPR. Ratusan kursi-kursi ini masih rapih terbungkus plastik.
Pertanyaan mengarah ke wakil rakyat kita di legislatif dan perlemen sangat penting. Karena sampai saat ini DPR ini terus-menerus memproduksi persoalan yang justru memperburuk kondisi Bangsa. Belum lagi banyak sekali anggota DPR yang tersandung kasus korupsi.
Bahkan sudah ada yang masuk bui.
Rakyat hanya berharap, cobalah usulan wakil rakyat itu memang berpihak ke kepentingan orang banyak. Sekali-kali gelindingkan isu yang memang mementingkan umat. Jangan dong Pak, setiap terangkat ke permukaan isu yang muncul hanya untuk kepentingan sendiri, atau ujung-ujungnya duit. (***)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.