Rabu, 18 Januari 2012

Rambu Lalin di Kikim Minim

Lahat, SN
Kawasan rawan kecelakan di Jalinsum Kikim dan Jalinsum Pulau Pinang ternyata minim rambu lalu lintas. Padahal kawasan ini memiliki jalak berkelok dan jurang terjal.
Rawannya kawasan itu membuat kecelakaan sering terjadi. Sepanjang tahun 2011 saja sudah banyak terjadi kecelakaan bis, mobil, truk maupun motor yang masuk ke jurang tersebut.
Kapolres Lahat AKBP Benny Subandi SIK melalui Kasatlantas AKP Al Jufri mengatakan, kawasan Kikim memang memiliki jalanan yang terbis dan rawan.
“Apalagi kondisi rambu-rambu yang masih kurang sudah langsung kita laporkan ke instansi terkait. Bahkan secara spontan kita juga membuat plang peringatan tanda hati-hati di daerah rawan itu,” jelas Al Jufri, Selasa (17/1).
Dia juga prihatin atas kejadian yang menimpa warga akibat terbaliknya Bus Loreba di Jalinsum Desa Gunung Kerto Kecamatan Kikim Timur, kemarin.
Terpisah, Camat Kikim Timur Abdurrahman mengatakan, pihaknya juga sudah melihat lokasi-lokasi yang terdapat banyak tikungan dan tanjakan yang belum memiliki rambu.
“Di tebing Ulak Bumi Desa Gunung Kerto itu sebenarnya dulu sudah ada besi pengamannya namun saat terjadi kecelakaan ada kendaraan yang menghantamnya dan roboh sehingga besinya lepas di jurang tersebut,” jelas Abdurrahman.
“Kalau dihitung sekitar lebih dari 6 kali terjadi kendaraan yang masuk ke jurang. Sementara untuk awal tahun 2012 saja sudah satu kali ini. Wilayah yang rawan yakni memang Gunung Kerto dan Padu Raksa. Semua yang terjadi sudah beberapa kali pula kita membuat laporannya ke dinas dan instansi terkait,” ujarnya.
Salah satu warga, Tomi (34) warga Bungamas Kikim Timur ini mengatakan, wilayah Kikim memang rawan karena banyak tikungan dan tanjakan disertai jurang.
”Padahal rambu-rambu yang ado tu kurang, jadi memang sering sekali terjadi kecelakaan disano tu,” jelas Tomi. Mereka sangat berharap kepada instansi terkait jalan yang rawan untuk segera diperbaiki dan rambu-rambu yang ada dipasang sebagai peringatan bagi pengendara yang lewat untuk lebih berhati-hati.
Kadishubkominfo Lahat Syaifuddin beberapa waktu lalu dimintai keterangannya mengatakan hal ini juga sudah mereka usulkan ke tingkat pusat dan provinsi. Sebab jalan tersebut merupakan jalan negara.
“Memang belum bisa semua terealisasi mengingat dana yang diperlukan sangat besar. Jadi bergiliran dan sebagian baru terealisasi,” katanya. (zal)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.