Jumat, 04 November 2011

Infrastruktur Pertanian Pagaralam Masih Minim


Pagaralam, SN

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam, menilai pembangunan infrastruktur di bidang pertanian masih minim dan belum optimal pemanfaatannya, seperti balai benih ikan dan balai pembibitan. Demikian diungkapkan Ketua Fraksi Gunung Dempo, DPRD Kota Pagaralam, Alpian SH, Kamis (3/11).
Dikatakanya, pembangunan infrastruktur pertanian yang disediakan pemerintah untuk kepentingan para petani masih sangat minim. Setelah Pagaralam menjadi daerah Otonomi yang sudah berumur 10 tahun, belum tampak nyata pembangunan sarana penunjang di daerah-daerah potensi pertanian seperti kawasan Dempo Utara, Dempo Tangah dan Pagaralam Utara.
"Sarana pendukung seperti pembangunan irigasi induk yang bisa mengairi ribuan hektare sawah, balai benih ikan (BBI) dan balai pembibitan dibeberapa kecamatan tersebut masih belum optimal. Masih banyak kawasan persawahan yang belum memiliki irigasi permanen," ungkapnya.
Dia mengatakan, Pagaralam merupakan kota yang memiliki visi dan misi sebagai Kota Agrobisnis. Untuk itu, seharusnya pemerintah lebih fokus pada pembangunan bidang pertanian.
“Ada tiga hal yang penting yaitu pemberian bantuan bibit, bantuan pupuk serta jalur pemasaran hasil pertanian harus lebih diperhatikan oleh pemerintah," ungkapnya.
Tiga hal ini yang menjadi masalah utama bagi petani di Pagaralam, untuk meningkatkan hasil pertanian. "Namun ketiga bidang tersebut saat ini masih kurang diperhatikan," katanya.
Sementara itu Wakil Walikota Pagaralam, Dr Hj Ida Fitriati MKes, mengatakan selama ini pemerintah sudah mulai fokus pada pembangunan bidang pertanian karena sesuai dengan visi dan misi yakni Kota Agrobisnis.
"Pemerintah juga terus melakukan pembangunan irigasi di berbagai daerah agar sistem pengairan bisa berjalan dengan baik," ungkap dia.
Dia mengatakan, namun saat ini pemerintah kota masih perlu melakukan perubahan sistim dan pola bertani di Pagaralam. Dengan lahan yang sedikit diharapkan petani mampu menghasilkan panen yang tinggi.
"Kita akan mengoptimalkan 6.000 hektare sawah untuk meningkatkan produksi padi, dan memprogramkan pembangunan dua irigasi baru dengan anggaran sekitar Rp40 miliar," ungkapnya. (asn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.