Jumat, 04 November 2011

Sampah Plastik Ancam Palembang

Palembang, SN
Pesatnya peningkatan penduduk di Kota Palembang disertai masih minimnya kesadaran masyarakatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan ikut memberi dampak negatif kebersihan dikota ini.
Sampah plastik misalnya yang di buang masyarakat sembarangan di sungai maupun didaratan (tanah) kelamaan menjadi ancaman sendiri bagi lingkungan.
Walikota Palembang H Eddy Santana Putra mengatakan kresek (kantong plastik) yang digunakan sekarang ini bahan bakunya 98-99 persen plastik biasa (konvesional), biasanya terbuat dari HDPE yang diberi bahan tambahan (Additive), sehingga akan menyebabkan plasti lebih mudah rusak menjadi serpihan, tetapi tidak merubah serpihan tersebut menjadi komponen yang alami (air/H2O) atau karbondioksida (CO2).
“Sampah plastic tidak hanya menjadi masalah kita (Palembang), melainkan juga telah menjadi masalah dunia, kalau tidak dilakukan pencegahan dari sekarang dalam hitungan tahun akan mengamncam kelestarian lingkungan, ”jelas Eddy Kamis (3/11) usai sosialisasi pengurangan pemakaian plastik dan kantong plastik di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang.
Sampah plastic sendiri, kata orang nomor satu di kota Palembang ini, sudah mencapai angka yang fantastis dan ikut mencemari sungai dan tanah sisa-sisa dari pembuangan rumah tangga, pusat perbelanjaan dan lain-lainya.
“14,5 Persen sampah plastik mendominasi sampah di sungai dan tanah, artinya 150 ton/hari yang dibuang ketanah dan sungai,”jelasnya.
Untuk penangulangannya, kata Eddy Pemerintah Kota (pemkot) Palembang berkomitmen untuk menangulanginya dengan cara pengunaan kantong kresek terbuat dari bahan alami dan mudah di perbahrui dari bahan-bahan umbian.
“Kedepan kita akan melarang pengunaan kantong kersek yang sekarang ini, dan akan diganti dengan kantong plastic terbuat dari bahan tapioca, hanya saja rencana ini menunggu pembuatan secara massal dan harganya terjangkau,”jelasnya.
Sementara itu Kepala BLH Kota Palembang Kms Abu Bakar mengatakan telah ada perusahaan besar yang berkomitemn untuk menangulangi pencemaran lingkungan dari kantong kresek ini.
“hari ini telah dilakukan penandatangan kesepakatan untuk bersama menangulangi sampah plastic, dengan cara mengunakan mengunakan kantong plastic mengunakan bahan tapioca,”jelasnya. Untuk tahap awal ini saja, sambutan fositif dari berbagai kalangangan kata Abu dilakukan, salah satunya adanya bantuan 5 ribu exsemplar plastin enviplas dari PT BA, 5 ribu Exsemplar dari PT Indoofoof, 10 ribu exsp dari Gapindo dan 10 ribu Exs dari PT Pusri.
“Ini akan kita kampanyekan untuk dibagikan secara gratis diwarung-warung dan masyarakat dibantaran sungai musi serta warung-warung kecil,”jelasnya.ditagetkan kata Abu tahun 2012 kantong envi plast akan masuk pasar-pasar tradsional untuk mengantikan pemakaian kantong kersek oxo Degrable plastic dipasaran.
“Kalau sudah diwajibkan ini akan kita buat Peraturan Walikota (perwali) dan Peraturan Daerah (perda)nya,3-4 bulan kedepan produksi kantong plastic envi plast akan mencukupi kebutuhan pemakaian di Kota ini,”jelasnya.
Sementara itu juga Biopolymer Plant Manager Enviplast Aidil Arafat mengatakan keingianan pihaknya untuk memproduksi kantong envi plast ini terkait komitemen Kota Palembang menjadi kota pelopor untuk menangulangi permasalahan lingkungan salah satunya, pencemaran samaph dai sampah plastik.
“launching ini karena komitemn Kota Palembang ,kota yang pertama kali konsisiten untuk menangulangi masalah sampah plastik dikota Palembang,”tukasnya.(win)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.