Senin, 07 November 2011

Uang Rp 536 Juta Melayang Digasak Perampok


Prabumulih, SN
Aksi perampokan sekomplotan pria bersenjata api (senpi, red), Jumat (4/11) sekitar pukul 15.00 WIB, terjadi di Simpang Burung Bedang, Desa Kemang, Kecamatan Lembak, Muara Enim. Dua orang anggota Koperasi Unit Desa (KUD) setempat, bernama Felik (50) dan Umar (45), menjadi korban aksi perampokan tersebut. Dalam aksi itu, para pelaku berhasil membawa kabur uang hasil penjualan getah karet sebesar Rp 536 juta.
Menurut informasi yang diterima koran ini, peristiwa itu berawal saat rombongan korban baru pulang dari menjual hasil getah karet milik warga atau Koperasi Unit Desa (KUD) Desa Kemang, di Palembang. Belum sampai di tempat tujuan, tiba–tiba di tengah jalan (TKP), mobil yang dikendarai kedua korban jenis mini bus merek Suzuki warna silver, dihadang mobil komplotan pelaku merk Toyota Innova warna hitam dari arah berlawanan.
Tanpa menyiakan waktu lagi, usai berhasil menghentikan mobil korban, kawanan pelaku yang belakangan diketahui berjumlah delapan orang itu langsung menodongkan senjata api miliknya ke arah korban. Dan meminta kedua korban untuk menyerahkan uang yang mereka bawa.
“Karena ketakutan, salah satu pelaku sempat mengancam menembak kedua anggota KUD kita ini akhirnya tanpa berbuat banyak, hanya pasrah ketika rombongan perampok itu berhasil membawa kabur uang hasil penjualan getah karet milik KUD desa,” ungkap Mantap SH, Ketua KUD Desa Kemang, usai kejadian.
Menurut Mantap, akibat aksi perampokan sekomplotan pelaku yang diduga sudah merencanakan aksinya tersebut, KUD Desa Kemang mengalami kerugian uang sebesar Rp 536 juta. Uang itu merupakan uang hasil penjualan getah karet seluruh anggota KUD.
“Uang yang dirampok itu, merupakan uang hasil penjualan getah karet seluruh anggota KUD (warga) Desa Kemang. Kejadian ini sudah langsung kami laporkan ke polisi Lembak,” urai Mantap, sembari menerangkan saat kejadian dirinya beserta warga lainnya lagi menghadiri acara kondangan.
Sementara itu, Kapolsek Lembak AKP Rahmat Sihotang SH, melalui Kanit Reskrim Aipda Suryatno, ketika dikomfirmasi terkait aksi perampokan tersebut membenarkan. Menurutnya, aksi kawanan perampok bersenjata api itu terjadi tidak jauh dari Desa Kemang, tempat kedua korban tinggal.
“Kedua korban saat itu baru pulang mengambil uang hasil penjualan getah karet milik warga Desa Kemang, di Palembang. Ditengah jalan (TKP), mobil korban dihadang oleh mobil rombongan pelaku. Sesaat usai kejadian tadi, kita langsung menggelar olah TKP dan mengejar kawanan pelaku,” jelas Suryatno, ketika dihubungi melalui via telepon genggam, Jumat (4/11) sore.
Dikatakan Suryatno, aksi sekomplotan perampok bersenpi itu tergolong profesional dan terencana. Diduga mereka sudah menguasai situasi dan lingkungan sekitar lokasi kejadian. “Kasus ini terus kita selidiki, dan sejumlah saksi termasuk kedua korban yang merupakan warga Desa Kemang sudah kita periksa dan dimintai keterangannya,” tegas Suryatno.(and)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.