Rabu, 01 Februari 2012

Pengembangan Pipanisasi Gas Masuk Dalam APBD

Palembang, SN
Rencana Pemerintah Kota (pemkot) Palembang melakukan pengembangan pipanisasi gas bumi ke rumah tangga di 16 Kecamatan kota Palembang terus menunjukan titik terang.

Pasalnya wacana yang diusung tahun 2010 lalu, tahun ini akan terus dikembangkan diberapa kecamatan lainnya, terlebih lagi tranmisi pipanisasi akan menyeluruh menyentuh dua Kelurahan yang sebelumnya telah mendapat pemasangan pipa gas tersebut.

“Tahun 2010 sudah ada sebanyak 3500 rumah warga yang teraliri gas bumi, memang kita akui memang belum sepenuhnya di keluarahan Lorok pakjo dan Siring Agung teraliri gas bumi, nah tahun ini akan kita terus kembangkan,”jelas Walikota Palembang, usai menyampaikan permasalahn yang dihadapi pipanisasi tersebut dalam Video Converence dengan Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Walikota Tarakan, Walikota Surabaya dan Walikota Palembang sendiri Selasa (31/1) di Ruang parameswara kota Palembang.
Rinciannya kata Eddy di Lorok Pakjo telah terpasang sebanyak 1600 warga dan 1900 telah terpasang di 1900 waga di keluarah Siring Agung.”Selama kurun waktu tiga bulan terakhir sudah kembali kita pasangkan sambungan baru ke 1500 warga dengan perjuangan sendiri,”jelasnya.
Rencana sistem pembangunan tranmisi pipa induk untuk penyaluran gas tersebut, kata Eddy akan di usulkan untuk dimasukan dalam anggran APBD kota Palembang sedangkan untuk pipa pemasangan dari rumah ke rumah akan diusulkan melalui bantuan dari Kementrian ESDM.

“Ada ususlan dari badan pengelola (PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2)) Kota Palembang untuk pengembangan pipanisasi dapat diusulkan dalam APBD kota Palembang,”jelasnya.

Dana yang dialokasikanpun , kata orang nomor satu di kota ini akan menyentuh Rp 2 m, jadi dengan dana sebesar itu akan mampu menutup kebutuhan pemasangan untuk 1.000 sambungan baru.

“Tetapi masyarakat harus tetap bayar untuk pemasangan barunya, yang gratis itu saat pemasangan pertama kemarin, nah biaya akan disesuaikan seperti dengan pemasangan PDAM yakni sebesar Rp 1.350,000,”katanya.

Hanya saja untuk tahun ini, walikota Palembang cukup pesimis, kalau semaua 16 kecamatan bisa mendapatkan gas bumi tersebut, hanya saja tahun ini dua lokasi yakni kelurahan lorok Pakjo dan Siring Agung akan menjadi prioritas utama.
“Tahun ini semua ada peluang, tetapi yang paling pasti di lokasi Lorok Pakjo dan Siring Agung dulu yang akan dipenuhi, itu program kita jangka pendek”katanya.nah untuk program jangka panjang nanti, beberapa kecamatan seperti Kemuning, Sako IB I, IB II akan measuk dalam program jangka panjang untuk pengembangan pipanisasi gas bumi.
Nah untuk pemasangan pipanisasi gas bumi tersebut diungkpkan Eddy badan pengelola SP2J Kota Palembang dapat menghsilkan uang sebasar Rp 156 juta/bulan, hanya saja untuk pembayarak ke pihan pengembang SP2J harus membayar biaya yang didapat sebesa Rp 10 juta.

“Kita hanya pakai 0,6, tetapi harus bayar pemakain 0,15 karena dari gas yang ada hanya terpaki 30 persen,’jelasnya.

Menangapi berbagai usulan dari tiga Kota yang langsung rapat pembahasan melalui vidoe Converence serta beberapa permintaan warga yang dari tiga kota tersebut, Kementrian ESDM, Kementerian ESDM RI Evita Herawati Legowo mengatakan komitemen pemerintah pusat dengan Pemerintah kota dalam pengembangan pipanisasi gas bumi akan lebih jauh akan dibahas.

“Komitemen Walikota Palembang pasti akan dikembangkannya, sedangkan untuk permintaan walikota Palembang secara langsung bantuan pipa, masih akan dibahas lebih lanjut dan akan disesuaikna dengan anggran yang ada,’jelasnya.(win)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.