Jumat, 20 Januari 2012

Jelang Imlek Kue Teratai Banyak Diburu

Palembang, SN
Mendekati hari raya Imlek yang jatuh pada Senin (23/01) besok, dalam seminggu ini para pedagang kue khas imlek dan para pedagang buah di Jalan Sayangan ketiban rejeki.

Seperti yang dialami Nuryati (47) pedagang kue khas Imlek mengatakan, dagangan kue khas Imleknya sudah sepekan ini mengalami peningkatan penjualan. Mulai dari kue apem, lapis, keranjang, bolu kukus, kue Ku, serta kue Teratai. Kue-kue ini selain sebagai kue khas Imlek juga digunakan sebagai persembahyangan warga Tiong Hoa dikelenteng maupun sajian untuk peribadatan dirumah.

Dari kue-kue tersebut, kue keranjang, kue Ku dan kue Teratai yang diburu pembeli. Kue-kue tersebut identik sebagai kue sajian untuk sembahyang hari-hari maupun Imlek. Harganya bervariasi, untuk kue keranjang ukuran kecil Rp 10 ribu, sedang Rp 15 ribu dan ukuran besar Rp 20 ribu. Kemudian kue Ku perkotaknya Rp 7.000.
Sedangkan kue Teratai ukuran kecil Rp 60 ribu, ukuran besar Rp 75 ribu. “Kue ini terbuat dari gula dan biasanya ditempatkan dipersembahyangan, baik dirumah ataupun kelenteng,” kata Nuryati. Harga kue khas Imlek lainnya yakni untuk kue apem Rp 10 ribu perkotak, lapis Rp 7 ribu, dan bolu kukus Rp 8 ribu perkotak.
Jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, penjualan kue menjelang Imlek ini mengalami peningkatan drastis. “Perhari untuk kue keranjang menghabiskan antara 100-200 kue. Untuk kue teratai merupakan kue wajib untuk persembahyangan. Biasanya setelah digunakan untuk persembahyangan, kue teratai dimanfaatkan untuk dijadikan air gula manis sebagai bahan makanan,” bebernya.

Sementara itu, tidak hanya pedagang kue khas Imlek yang diburu pembeli. Pedagang buah-buahan juga ikut kebenjiran rezeki. Pasalnya buah-buahan tersebut digunakan sebagai sajian untuk persembahyangan. Rata-rata buah-buahan yang dibeli mereka sebagai pelengkap penyajian sembahyang yakni jeruk, apel, buah naga, dan buah Xiang Li (pir).

Amei (40) pedagang buah dikawasan Jl Sayangan mengaku, harga buah jeruk perkilo Rp 20 ribu, apel antara Rp 20-25 ribu, buah naga Rp 20 ribu, pir madu perbuah Rp 12.500 sedangkan buah Xiang Li Rp 27 ribu perkilo. “Buah Xiang Li dan jeruk yang banyak diburu pembeli. Karena kedua buah ini wajib dijadikan penyaki untuk persembahyangan, khususnya Imlek,” kata Amei.

Menurut dia, rata-rata pembeli yang datang merupakan warga etnis Tiong Hoa yang menjadi pelanggan tetap. Khususnya mereka-mereka yang tinggal sekitar kawasan Jl Sayangan. Sebab dikawasan ini rata-rata masyarakatnya merupakan etnis Tiong Hoa. “Buah-buahan yang saya jual, ngambilnya di pasar buah Jakabaring,” imbuhnya.(win)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.