Jumat, 20 Januari 2012

Rusak Parah, Jembatan Epil di Jalinteng Belum Juga Diperbaiki

Lais, SN

Lebih dari satu tahun terakhir besi pengaman jembatan besi di desa Epil Kecamatan Lais, Muba Tak heran jika sangat membahayakan penguna jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sekayu-Banyuasin.
Seperti yang terjadi Kamis (19/1) kemarin pengendara mobil Avanza, Firman (35) warga Ngulak Kecamatan Sangga Desa, Muba nyaris terjungkal dilokasi jembatan karena tidak memiliki besi pengaman.

Tak ayal kondisi itu membuat Firman syok. Saat itu, ia meluncur dari arah Sekayu menuju arah Palembang, dan persis di atas jembatan, ada truk ari arah depan. Karena jalan sempit, Firman terpaksa berjalan sedikit ke kiri agar bisa sama-sama lewat. Namun, saat hendak membelokkan stir, tanpa sengaja mobil yang dikemudikannya terlalu ke pinggir hingga nyaris tergelincir dan jatuh ke bawah jembatan.
“Untung saya, langsung banting setir ke kanan. Kalau tidak, mungkin saya sudah nyemplung ke bawah. Jembatan ini juga sudah tidak ada lagi pagarnya. Ini bahaya, dan harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Firman yang saat itu langsung memarkir mobilnya tidak jauh dari jembatan sebelum melanjutkan perjalanan.
Karena melihat ada mobil yang hampir tergelincir, warga di sekitar yang sedang duduk-duduk santai terkejut dan langsung berdiri. Beberapa diantaranya, menghampiri Firman dan menanyakan apa yang terjadi. Komentar warga pun nampak terdengar bersahutan mengenai kondisi jalan yang sempit, khususnya pagar jembatan yang sudah lama rusak.
Hendra(40), warga dusun I desa epil menuturkan, kejadian seperti ini bukan pertama kali yang ia lihat. Beberapa bulan sebelumnya, juga pernah ada mobil dan motor hampir jatuh karena padatnya kendaraan yang melintas di atas jembatan kecil ini. Namun memang, sejauh ini belum ada yang benar-benar jatuh.

“Ini sudah sering Pak. Ini kan jalan lintas Propinsi, banyak kendaraan besar yang lewat sini. Sementara jalan ini sempit, apalagi pas di jembatan. Sementara lihat sendiri pagar jembatan sudah rusak. Padahal para pejabat kita bukan tidak pernah lewat sini. Mestinya tanggap, dan tidak mesti nunggu ada kejadian makan korban baru diperbaiki,” cetusnya.

Cerita warga ataupun yang dialami Firman, tentu bisa menjadi pertimbangan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan terhadap jembatan dimaksud. Sebab, faktanya secara fisik jembatan ini cukup memprihatinkan.
Bukan saja karena rentangnya yang sempit, tetapi juga konstruksi yang rusak. Ini dengan jelas bisa dilihat, mulai dari besi pagar yang keropos dan hilang, baik sebelah kiri maupun bagian kanan. Kondisi serupa juga terjadi pada jembatan Sei Mungkut di Kecamatan Keluang. Di sini, bukan hanya jalan yang rusak, tapi juga jembatanyang nampak sudah layak untuk mendapat perbaikan.

Sementara Kepala Desa (Kades) Edi Irawan Epil, saat dikonfirmasi terkait adanya pristiwa tersebut mengaku jika kondisi jembatan sudah lebih dari satu tahun tidak dilakukan perbaikan. Kendala yang harus dihadapi dikarenakan jembatan tersebut merupakan wewenang dari Dinas PU Bina Marga Provinsi.

“Jembatan itu memang sangat rawan bagi penguna jalan apalagi pada malam hari, kondisi jalan yang sempit tak jarang menjadi gendala yang kita hadapi. Untuk itu kita berharap ada tindakan dari pemerintah provinsi untuk melakukan perbaikan besi pengaman jembatan Epil tersebut,” jelasnya. (her)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.