Jumat, 03 Februari 2012

Gerbang Ditutup, Siswa Tetap Belajar

Empat Lawang, SN
Penutupan gerbang SDN 4 Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang ditanggapi dingin Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang. Dinas pendidikan yakin ulah tidak terpuji ini hanya dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab dengan alasan ketidakpuasan salah seorang guru yang dipindah tugaskan.

"Sampai sekarang proses belajar mengajar masih berjalan, penutupan gerbang tidak mengganggu, " kata kepala Dinas Pendidikan Empat Lawang H syahril.

Selanjutnya Syahril menyampaikan mayoritas warga setempat menginkan proses belajar mengajar tetap berjalan, jadi ini bukan masalah karena banyak warga bahkan toko masyarakat disana yang siap menyelesaikannya. "Kita juga serahkan kepada warga, merega juga yang rugi kalau sekolah nanti di tutup," ujar Syahril.

Menanggapi alasan ketidakpuasan mutasi guru di sekolah bersangkutan Syahril mengaku tetap dengan keputusan awal, pihaknya sudah melakukan pemindahan guru dengan SK bupati jadi tidak ada seorangpun yang dapat merubah kecuali bupati itu sendiri, jadi jangan sampai rusak pemerintahan karena ulah satu orang. "Walau mereka tidak puas kita tetap dengan keputusan lama, kecuali bupati yang merubahnya lagi," kata Syahril.

Camat Pasma Air keruh Syaiful syahri menegaskan bahkan proses belajar mengajar di SD N 4 paiker berjalan lancar meskipun ditutup tetap tidak mempengaruhi. "Alhamdulillah tetap belajar," kata Syaiful.
Diketahui sebelumnya bahwa SDN 04 Paiker yang berada di Desa Penantian, gerbang sekolah telah dipagar menggunakan bila bambu dan kayu. Sehingga gerbang tidak bisa dilalui, siswa serta guru terpaksa melalui jalan belakang, bahkan melompat pagar ataupun melalui lobang-lobang pagar. Selain itu, gerbang terpampang pengumuman yang bertuliskan “Maaf Tanah Gerbang Sekolah SDN 04 Ditutup Dengan Ahli Waris”

Menurut beberapa sumber, pemagaran oleh warga yang mengklaim sebagai ahli waris tersebut dilatari oleh kekecewaannya terhadap mutasi tenaga pendidik dimana salah satu guru yang dimutasi masih keluarga yang melakukan pemagaran. Selain itu, kebijakan kepala sekolah merupakan kebijakan bawahannya, padahal guru tersebut statusnya komite, bahkan seolah melebihi kepala sekolah.

Budi, warga yang melakukan pemagaran mengatakan, ia memagar sekolah dengan berbagai alasan, salah satunya mutasi guru sekolah tersebut. Ia tidak akan membuka pagar tersebut, sebelum permasalahan di kepengurusan tersebut.

"Selain itu, sekolah ini sudah dijadikan ajang bisnis dan bermuatan politik. Ya, kebijakan-kebijakan sekolah juga tidak sesuai prosedur dan tebang pilih, buktinya guru PNS berkompeten dimutasi, sementara guru komite tidak dimutasi," ujarnya.

Menyikapi adanya penutupan gerbang oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris tanah, Kepala SDN 04 Paiker, Desma Warni tidak bisa berbuat banyak. Dirinya juga mengaku kaget adanya pemagaran tersebut. Ia yang baru menjabat sebagai kepala sekolah di SD tersebut tidak banyak mengetahui sejarah sekolah tersebut, sehingga permasalahan ini ia serahkan kepada pemerintah desa setempat untuk menyelesaikannya. (eko)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.