Jumat, 03 Februari 2012

HBA : "Ini Memalukan"

*Siswa SMAN 1 Ulu Musi Tawuran

Empat Lawang, SN

Puluhan siswa Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Ulu Musi, Empat Lawang terlibat tawuran. Insiden yang moncoreng dunia pendidikan ini terjadi di Jembatan Ponton yang menghubungkan Kabupaten Ulu Musi dengan Pasemah Air Keruh, Rabu (1/2) sekitar pukul 13.00 WIB.
Akibat tawuran siswa berseragam abu-abu ini arus lalulintas macet total. "Ini sungguh memalukan," ujar Heri, salah seorang pengendara yang terjebak kemacetan.

Pantauan koran ini perkelahian siswa yang masih mengenakan seragam sekolah, di jembatan Ponton penghubung Ulumusi-Paiker, menyebabkan kemacetan panjang. Ini disebabkan motor siswa yang berkelahi tersebut diparkir di tengah jalan. Ini makin diperparah dengan ulah siswa lain yang ikut menghentikan kendaraannya dan menyaksikan tawuran ini. Perkelahian terhenti setelah para pengendara turun dan membantu menghentikan perkelahian siswa tersebut.

Terpisah Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri sangat menyayangkan kejadian ini. Orang nomor satu di Empat Lawang ini mengintruksikan Disdik untuk secepatnya mengatasi persoalan ini serta mencegah jangan sampai insiden serupa terulang kembali. "Ini sangat memalukan, karenanya saya minta Disdik untuk turun langsung ke lapangan guna mengatasi hal ini," imbuhnya.

Tak cuma itu, HBA meminta Disdik mencari akar persoalan tawuran ini, serta bagi siswa yang terbukti terlibat diberi sanksi tegas.

Sementara itu Kadisdik Empat Lawang H Syahril ketika dikonfirmasi mengaku belum tahu dengan kejadian ini. Melihat lokasi tawuran, dia yakin tawuran ini terjadi antar siswa SMA Negeri 1 Ulu Musi. Untuk itu, pihaknya akan mengirim tim guna menyelidiki penyebab tawuran.

"Padahal kita setia kali kunjungan ke sekolah selalu mengingatkan siswa untuk menjauhi dunia tawuran," ujarnya.

Mencegah kejadian ini selalu berulang Syahril mengajak para orang tua dan masyarakat ikut mengawasi putra-putrinya, menurutnya jika persoalan ini hanya diserahkan ke dewan guru jelas tidak akan maksimal. Sebab, pengawasan lingkungan memegang peranan penting terhadap perkembangan anak.

Mengenai sanksi kata Syahril, sanksinya beragam. Sanksi terberat bisa saja siswa yang bersangkutan di berhentikan. "Kita akan selidiki dulu, siapa pelaku dan penyebabnya," ujar Syahril. (eko)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.