Rabu, 29 Februari 2012

Pemerintah Diminta Turun Tangan


* Terkait Anjloknya Harga Sayur Mayur dan Buah-buahan

Palembang, SN
Harga sayur mayur dan buah-buahan di beberapa kabupaten dan kota di Sumsel saat ini turun drastis, akibatnya petani harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Anjloknya harga sayur mayur ini, disinyalir akibat waktu panen di beberapa daerah yang dilakukan bersamaan dan banyaknya sayur mayur yang datang dari luar.

Seperti yang terjadi di Kota Pagaralam, harga beberapa sayur-mayur dipasar tradisional, mengalami penurunan hingga lebih dari 100%. Seperti terong panjang, semula Rp3000/kg langsung merosot menjadi Rp500/kg. kemudian, sawi yang awalnya Rp2000/kg, turun menjadi Rp1000/kg.

Menanggapi ini, Anggota Komisi II DPRD Sumsel, Ir Holda menilai, pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini Pemprov Sumsel dan pemerintah daerah setempat harus segera turun tangan. Tujuannya, agar kerugian petani tidak terlalu besar dan harga tidak turun drastis.

“Jadi, dengan adanya turun tangan pemerintah, mudah-mudahan para petani bisa menghadapi keadaan seperti ini. Apalagi sekarang, cuaca sedang musim hujan, jadi sayur-sayuran itu cepat rusak. Kemudian, petani itu pada posisi panen raya serentak,” ungkapnya, ditemui Selasa (28/2).

Menurut Holda, anjloknya harga sayur mayur itu, salahsatunya akibat adanya panen raya yang terjadi dalam satu siklus, otomatis, dengan melimpahnya hasil panen raya tersebut, harganya pun ikut 'panen' juga.

Holda berharap, kedepan petani harus mengatur musim tanamnya. jadi kalau daerah satu panen terong, maka daerah yang lain panen cabe, jadi ada sistem pertanian yang bergilir.

Selain itu, saat ini pihaknya juga sudah berfikir bagaimana menciptakan industri hilirnya, bukan hanya industri hulunya saja. “Misalkan, produksi cabe sudah banyak, bagaimana dibangun juga industri kecil untuk produski cabe yang sudah ditumbuk atau yang lainnya. Tapi yang paling penting itu tanaman untuk pasca panennya, jadi tanaman dari hasil produksi itu sedikit dapat bertahan lama, dibanding dengan hasil panen yang langsung dijual dengan harga yang murah,” bebernya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Sumsel, MA Gantada, mengatakan jika memang pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani, maka pemerintah harus ikut campur tangan dalam pengendalian harga dan sistem distribusi.

“Kemudian dibuatkan dalam bentuk-bentuk yang lain, hingga hasil panen sayur tersebut bisa awet. Itu (harga anjlok) juga terjadi pada buah-buahan yang panennya musiman seperti duku, rambutan dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, kalau semua pihak mau meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat petani, yang perlu diperhatikan itu adalah produksi atau kemampuan produksi petani dan kemampuan menjualnya.

“Dari sisi produksi, masyarakat petani di Pagaralam kita lihat sudah cukup. Tapi sekarang bagaimana dengan kemampuan menjual, ada dua faktor, yakni pengaruh harga pasar dan dari barang produksi itu karena ada hukum pasar, semakin banyak barang maka akan semakin turun harga, kalau permintaan banyak dan barangnya banyak,” pungkasnya. (awj)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.