Selasa, 06 Desember 2011
Semua Guru Bakal Dirolling

Palembang, SN
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Palembang, Riza Fahlevi mengatakan, pihaknya akan melakukan penyegaran guru dengan cara melakukan perputaran guru. Dimana guru yang selama ini biasa mengajar di sekolah favorit atau di sekolah dalam kota bakal dipindahkan atau mengajar di sekolah pinggiran.
“Semua guru yang ada di kota bakal kita rolling untuk sementara. Waktunya belum dipastikan. Tapi kemungkinan guru tersebut mengajar antara 3 sampai 6 bulan di sekolah pinggiran yang ditunjuk,” jelas Riza, Senin (5/12).
Dengan pola tersebut ia berharap para siswa yang bersekolah di pinggiran kota dapat juga merasakan diajar guru di sekolah favorit. Hal tersebut juga untuk menciptakan siswa yang “Cemerlang” (Cerdas Merata dan Prestasi Gemilang).
“Kami akan berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk mengatur rolling guru di sekolahnya,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan adanya insentif khusus bagi guru yang bersedia mengajar di pinggiran kota. Seperti di Gandus, Pulokerto, Mata Merah, Merah Mata dan tempat-tempat lain.
Dijelaskannya, dari total 11 ribu guru di Palembang hanya 10 persen saja yang mengajar di sekolah pinggiran kota. Sisanya menumpuk di pusat kota.
“Insentif tersebut untuk memotivasi guru dalam mengajar di sekolah pingiran,"ujar Riza seraya menambahkan, soal besaran insentif masih akan dibahas lebih lanjut dengan pemerintah kota.
“Kami akan upayakan sesuai dengan pengabdiannya,” pungkasnya. (**)
PDAM Tirta Ogan Masuk Ketegori “Kurang Sehat”

Indralaya, SN
Dari 400 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia, hanya 68 perusahaan yang terkoneksi dengan akses Direktorat Penyedia Air Minum (DPA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Jakarta. Untuk di Sumsel terdapat PDAM Tirta Ogan Ogan Ilir (OI) dan Lubuk Linggau.
Dirut PDAM Tirta Ogan Kabupaten OI Zulkarnain, baru-baru ini mengatakan, pengkoneksian tersebut berdasarkan pelayanan kepada masyarakat atau pelanggan, kinerja SDM, penyehatan PDAM dari kategori sakit menjadi kurang sehat.
"Bahkan PDAM di OI kita juga masuk 80 perusahaan yang mendapatkan program penyehatan dari Kementrian PU. Karena itulah kita masuk ke kategori kurang sehat dari sakit. Ini
berkat kerja keras semua kru PDAM Tirta Ogan tentunya dorongan dari pak Bupati OI H Mawardi Yahya dan ini semua buat pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Zulkarnain, banyak faktor yang menjadi komponen penilaian untuk menentukan sehat tidak PDAM tersebut. Seperti jumlah pelanggan yang harus mencapai 10.000 orang, profit yang diraih, serta sambungan pipa yang terpasang di seluruh kecamatan.
Dari beberapa komponen penilaian tersebut, memang PDAM Tirta Ogan belum maksimal. Namun ada beberapa kecamatan yang sudah mendapat sambungan PDAM, antaralain Kecamatan Indralaya, Inderalaya Utara, Indralaya Selatan, Tanjung Batu, Lubuk Keliat, Tanjung Raja, dan Kecamatan Sungai Pinang.
Selain itu jumlah pelanggan PDAM Tirta Ogan yang hanya 3.600 KK. Jumlah tersebut jauh dari standar yang ditetapkan pemerintah. Pengumuman terhadap tingkat kesehatan PDAM yang dilakukan Dinas PU Cipta Karya Sumsel, adalah motivasi bagi manajemen PDAM agar kedepan
lebih baik lagi.
Ditambahkannya kedepan perusahaan air yang dipimpinnya akan lebih baik lagi, dengan memberdayakan jajaran manajemen,berkoordinasi dengan dinas lain untuk mencapai target tersebut.
“Insya Allah 2014 mendatang PDAM kita akan menjadi lebih sehat. Apalagi saat ini sudah terkoneksi dengan akses pemerintah pusat sehingga pengawasan lebih ketat,” ujarnya. (man)
Upah Minimum Provinsi Naik 14 Persen

Sekayu, SN
Perusahaan dan para tenaga kerja di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) wajib tahu, jika per 1 Januari 2012, Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan (Sumsel) naik menjadi Rp 1.195.220 per bulan. UMP ini mengalami peningkatan 14 persen dibanding angka tahun lalu yang hanya Rp 1.048.440.
Ketetapan mengenai UMP ini tertuang dalam SK Gubernur Sumsel No 757/KPTS/Disnakertrans/2011 yang diterima Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Muba beberapa hari lalu. Dalam SK tersebut dijelaskan, bahwa UMP untuk tahun 2012 berlaku Rp 1.195.220 perbulan dengan standar tujuh jam kerja sehari atau 40 jam kerja dalam seminggu.
Kepada koran ini, Senin (5/12), Kepala Dinsosnakertrans Muba Yusman menjelaskan, kenaikan UMP ini didasarkan pada perkembangan kebutuhan ekonomi masyarakat yang dirasa semakin besar. Terutama jika dikaitkan dengan kebutuhan hidup dan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat sehari-hari. Khusus di Muba upah minimum, menyesuaikan dengan UMP yakni tidak boleh kurang dari Rp 1,1 juta. UMP ini mencakup gaji poko plus tunjangan tetap.
“Dengan ketentuan ini, perusahaan yang masih memberi upah pekerja di bawah UMP hendaknya menyesuaikan. Tetapi bagi yang sudah sesuai atau bahkan melebihi UMP, dilarang mengurangi,” kata Yusman.
Dikatakan, UMP ini berlaku secara umum. Namun untuk Upah Minimum Sektoral (UMS) seperti pertambangan, perkebunan dan lainnya ada aturan khusus yang menjadi acuan. Jika pihak terkait sepakat, UMS akan ditambah lima persen dari UMP. Tapi jika tidak, tetap bisa mengacu pada UMP.
“Kita akan segera mensosialisasikan kenikan UMP ini kepada seluruh perusahaan di Muba. Ini penting, agar di tahun baru nanti mereka sudah bisa menyiapkan upah tersebut untuk masing-masing pekerjanya,” ujarnya.
Menurut Yusman, kenaikan UMP ini bisa dikatakan cukup memberikan angina segar. Kendati demikian, angka tersebut tentu belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, mengacu pada hasil survei Dewan Pengupahan Dinsosnakertrans Muba baru-baru ini, untuk dikategorikan layak tenaga kerja yang hidup di Muba harus menerima gaji minimal 1,5 juta perbulan untuk lajang. Sementara UMP baru menyentuh angka 1,1 juta saja. Itu artinya, tingkat kesejahteraan tenaga kerja masih perlu diperjuangkan sehingga mereka bisa menerima pendapatan paling tidak 1,5 juta.
“Rp 1,5 juta itu penghasilan minimal untuk lajang. Itu wajar karena biaya hidup di Muba ini cukup tinggi dengan variasi harga kebutuhan yang juga besar. Ini yang harus terus kita perjuangkan,” tambah Yusman, seraya mengatakan dari 186 perusahaan di Muba, tertampung 32.099 orang tenaga kerja. Jumlah ini meliputi, 22.444 orang tenaga kerja laki-laki, 6.631 orang perempuan, dan 24 orang tenaga kerja asing laki-laki. (her)
Polisi Bidik Penadah Motor Curian

Empat Lawang, SN
Jajaran Mapolsek Urban Tebing Tinggi membidik penadah kendaran hasil pencurian di wilayah hukum Empat Lawang.
Pengawasan ekstra ini dilakukan seiring pelaksanaan operasi Zebra Musi yang sejak 28 November hingga 12 Desember 2011 mendatang. Dalam hal ini patroli dan razia dilakukan di sepanjang Jalinsumteng Kecamatan Tebing Tinggi dan sekitarnya, guna penjaringan sejumlah kendaraan yang melintas tanpa memiliki surat menyurat resmi.
Kapolsek Urban Tebing Tinggi AKP Dwi Utomo mengatakan, selama pelaksaan oeprasi Zebra Musi 2011 ini, pihaknya telah membidik sejumlah kendaraan yang diduga tanpa surat menyurat (bodong, red). dengan kata lain, kendaraan tersebut disinyalir merupakan hasil penadahan barang curian. Jika memang nantinya terbukti, akan dilakukan penangkapan.
“Mengacu pada pasal 480 KUHP, penadah barang curian akan dikenakan sanksi pidana berupa penjara selama empat tahun lebih. Jadi kita minta warga lebih jeli dan berhati hati dalam membeli kendaraan, jangan terpancing harga kendaraan murah kenyataannya bodong,” tegas Dwi Utomo, Senin (5/12).
Menekan tindak kriminalitas pencurian kendaraan bermotor (Coranmor, red), perlu dukungan dari warga. Setidaknya jika warga tidak ada yang mau membeli motor bodong, maka pelaku pencurian pun akan kesulitan. Disamping itu dukungan dalam memberikan informasi jelas apabila ada tindakan kriminalitas, agar dapat dilakukan penyelidikan dan proses hukum.
“Dalam operasi Zebra Musi ini, tidak ada toleransi bagi pemilik kendaraan bodong. Namun untuk kelengkapan kendaraan dan ketertiban, pada tahap awal masih diberikan toleransi dan pembinaan. Mengacu pada UU nomor 22 Tahun 2009, tentang lalu lintas dan angkutan jalan,” urai perwira ini
Berdasarkan hasil temuan operasi Zebra Musi, Senin (5/12) sekitar pukul 14.00 WIB, jajaran Mapolsek Urban Tebing Tinggi mengamankan sejumlah kendaraan yang menggunakan knalpot racing atau tidak sesuai standar. Selanjutnya kendaraan tersebut digiring ke Mapolsek, untuk dilakukan pergantian dengan knalpot yang standar.
Tak hanya itu dari tangan salah satu remaja berinisial JM (17) dan rekannya OX (17) keduanya warga Tebing Tinggi, Polisi menemukan beberpa lembar papir diduga sebagai alat menggunakan narkotika jenis ganja. Namun karena barang bukti belum jelas, kedua remaja itu hanya diberikan peringatan termasuk mengganti knalpot motor Suzuki jenis Satria bernopol BG 2075 GE yang mereka kendaraai, dengan knalpot standar. (eko)
Warga Pagaralam Lakukan Penambangan Emas
Pagaralam, SN
Warga disejumlah daerah di Kota Pagaralam, mulai melakukan penambangan emas meskipun berskala kecil. Adapun daerah yang mengandung emas ini terdapat di kawasan Bukit Kayu Manis, Kecamatan Dempo Utara, Ribacandi, Kecamatan Dempo Tengah dan Bandar Kecamatan Dempo Selatan.
"Saya pernah melihat ada warga yang menjual emas masih dalam bentuk gumpalan-gumpalan kecil, hasil penambangan di sungai Indikat perbatasan Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat," ungkap Ridwan, warga Nendagung, Senin (5/12).
Menurut dia, ada beberapa daerah di Pagaralam yang diduga kuat memiliki kandungan emas, namun pemerintah belum berani melakukan upaya eksplolarasi karena sebagian besar lahan milik warga.
Senada diungkapkan Irwansyah, sampel bongkahan batu yang diambil dari beberapa lokasi seperti Bukit Kayu Manis, Kecamatan Dempo Selatan dan Rimbacandi, Kecamatan Dempo Tengah, ditemukan pirit dan sudah dilakukan uji laboraturium, ditemukan ada kandungan emas.
"Sebetulnya bila ada pirit dapat dipastikan memiliki kandungan emas, namun masih bencampur dengan beberapa jenis logam seperti tambaga dan perunggu," kata dia.
Iwan mengatakan, baru akan terlihat setelah batu tersebut dihancurkan dan dicampur dengan air raksa maka baru akan terlihat perbedaanya, sementara emas langsung memisah dengan membentuk endapan. Sedangkan pirit dan jenis logam lain, kata Iwan, langsung mengapung dan memisahkan diri.
"Sebetulnya warga masih belum banyak mengetahui cara pengolahan dan penambangan emas. Kami sudah bandingkan dengan bebatuan yang sekarang menjadi daerah pertambangan PT Newmont Nusatenggara, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, cukup mirip dengan yang ada di Pagaralam," ungkapnya.
Menurut Iwan, tanda-tanda daerah itu mengandung emas ada endapan batu yang mengandung pirit.
"Kemungkinan pemerintah belum berani melakukan penambangan karena semua lahan masih dimiliki warga atau penduduk setempat," ungkap dia.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA), Pemkot Pagaralam, Najamudin, Spd MM mengatakan memang di Pagaralam, cukup banyak memiliki sumber daya alam yang masih terpendam termasuk emas, batubara dan minyak bumi. Namun hasil uji di Bandung batu yang diduga kuat mengadung butiran emas itu lebih banyak mengandung pirit.
"Kita sudah melakukan penelitian dan pengkajian beberapa lokasi yang teridikasi mengandung bahan tambang termasuk emas, namun hasilnya hanya 0,5 persen dari sekitar 1,5 ton bongkahan batu gunung tersebut" ungkap dia.
Ia mengatakan, namun perlu dilakukan pengkajian lebih luas karena lokasi memiliki kandungan logam mulia itu kebanyakan berada di kawasan hutan lindung dan aliran sungai.
Sementara itu Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Kota Pagaralam, H Hariyanto, SE, MM MBA mengatakan adanya temuan emas di Bukit Kayumanis, Kelurahan Muarasiban, masih dalam proses penelitian dan melakukan pendataan lahan.
"Kami juga sudah melakukan pendataan terhadap sejumlah aset termasuk lokasi penemuan yang baru ini. Sebetulnya kami masih harus melakukan pengkajian lebih lanjut, guna mengetahui kadar emas berapa jumlah kandungannya," ungkap dia.
Menurut dia, bila dilihat dari kondisi alam, cukup banyak sumberdaya alam yang terdapat di Kota Pagaralam, termasuk yang bernilai sejarah seperti, megalit, arca, dan sumber panas bumi terbesar kedua di dunia. (asn)
Warga Ujanmas Keluhkan Jembatan Gantung Rp1,7 miliar Cepat Rusak
Muara Enim, SN
Warga yang mendiami Desa Ulak Bandung Kecamatan Ujanmas mengeluhkan pembangunan jembatan gantung yang menghabiskan anggaran APBD sekitar Rp1,7 miliar. Pasalnya, kondisi jembatan sebagian telah mengalami kerusakan.
Kepala Desa (Kades) Ulak Bandung, Nopiansyah mengungkapkan kendati pembangunananya belum rampung, namun sebagian kondisi jembatan gantung mengalami kerusakan.
“Seperti retak pada bagian pondasi, jalan setapak pecah, serta ikatan sling (kawat) terlihat tidak kuat. Tak hanya itu, jarak antara sungai dan jembatan juga dinilai terlalu rendah,” beber Kades Ulak Bandung.
Akibatnya, jika musim hujan tiba kata Kades, maka debit air sungai akan melebihi ketinggian jembatan tersebut. Bahkan, bukan tidak
mungkin jembatan itu akan ambruk.
Dia meminta kepada pihak terkait untuk dapat meninjau kembali proyek pembangunan jembatan tersebut. Bahkan, bila masih tidak ada perbaikan maka pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada Bupati Muara Enim.
Senada, tokoh pemuda setempat Andi menuturkan, wilayah tersebut
tergolong rawan banjir. Sehingga, bila jarak antara sungai dan
jembatan terlalu dekat maka jembatan tersebut dapat ambruk dihantam
banjir.
“Semestinya jembatan yang baru ini dapat lebih tinggi dari jembatan sebelumnya. Namun, pada kenyataannya jembatan yang baru ini justru lebih rendah,” terang dia.
Sementara itu kepala Dinas Pengerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM)
Kabupaten Muara Enim melalui PPTK pembangunan Jembatan, Husen kepada
berapa wartawan menjelaskan, pihaknya telah turun ke lapangan atas
adanya keluhan masyarakat tersebut.
Dari hasil pengecekan langsung, pihaknya membenarkan kondisi
jembatan sebagaimana yang dikeluhkan masyarakat. Untuk itu, pihaknya telah meminta kepada pihak kontraktor agar segera memperbaikinya. (yud)
Warga yang mendiami Desa Ulak Bandung Kecamatan Ujanmas mengeluhkan pembangunan jembatan gantung yang menghabiskan anggaran APBD sekitar Rp1,7 miliar. Pasalnya, kondisi jembatan sebagian telah mengalami kerusakan.
Kepala Desa (Kades) Ulak Bandung, Nopiansyah mengungkapkan kendati pembangunananya belum rampung, namun sebagian kondisi jembatan gantung mengalami kerusakan.
“Seperti retak pada bagian pondasi, jalan setapak pecah, serta ikatan sling (kawat) terlihat tidak kuat. Tak hanya itu, jarak antara sungai dan jembatan juga dinilai terlalu rendah,” beber Kades Ulak Bandung.
Akibatnya, jika musim hujan tiba kata Kades, maka debit air sungai akan melebihi ketinggian jembatan tersebut. Bahkan, bukan tidak
mungkin jembatan itu akan ambruk.
Dia meminta kepada pihak terkait untuk dapat meninjau kembali proyek pembangunan jembatan tersebut. Bahkan, bila masih tidak ada perbaikan maka pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada Bupati Muara Enim.
Senada, tokoh pemuda setempat Andi menuturkan, wilayah tersebut
tergolong rawan banjir. Sehingga, bila jarak antara sungai dan
jembatan terlalu dekat maka jembatan tersebut dapat ambruk dihantam
banjir.
“Semestinya jembatan yang baru ini dapat lebih tinggi dari jembatan sebelumnya. Namun, pada kenyataannya jembatan yang baru ini justru lebih rendah,” terang dia.
Sementara itu kepala Dinas Pengerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM)
Kabupaten Muara Enim melalui PPTK pembangunan Jembatan, Husen kepada
berapa wartawan menjelaskan, pihaknya telah turun ke lapangan atas
adanya keluhan masyarakat tersebut.
Dari hasil pengecekan langsung, pihaknya membenarkan kondisi
jembatan sebagaimana yang dikeluhkan masyarakat. Untuk itu, pihaknya telah meminta kepada pihak kontraktor agar segera memperbaikinya. (yud)
Pengelolaan JSC Palembang Telan Dana 6 Milyar

* Ketua Komisi V DPRD Sumsel: Dana 6 milyar itu masih kurang
Palembang, SN
Pengelolaan Jakabaring Sport City (JSC) dan venue lainnya di kawasan Kampus Palembang yang menjadi aset Sumsel usai perhelatan SEA Games XXVI telah dianggarkan di dalam APBD Sumsel 2012. Pengelolaan aset tersebut mencapai Rp 6 miliar.
Hal ini diungkapkan Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Bihaqqi Soefyan, ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/12). Katanya, anggaran pengelolaan aset SEA Games berada di pos Biro Keuangan dan Aset Setdaprov Sumsel.
"Kami lihat Pemprov Sumsel sudah menyiapkan dana untuk perawatan seluruh aset SEA Games terutama JSC, senilai Rp 6 miliar yang berada di Biro Keuangan dan Aset. Penganggaran ini sudah pasti karena sudah kami tanyakan langsung ke pihak terkait," kata Politisi Partai Demokrat ini.
Ia mengaku, penganggaran untuk pemeliharaan aset SEA Games memang sangat di butuhkan, mengingat seluruh aset tersebut merupakan buah kerja keras Sumsel dan berada di kawasan Provinsi Sumsel.
"Jadi meskipun secara resmi pemerintah pusat belum menyerahkan kepengurusan aset SEA Games ini, namun selaku tuan rumah yang mana aset tersebut berada di wilayah Sumsel, maka sudah sewajarnya pemerintah Sumsel menganggarkan dana pengelolaannya," katanya.
Menurut Bihaqqi, dana Rp 6 miliar untuk pengelolaan aset SEA Games belumlah cukup, mengingat banyaknya fasilitas yang perlu dirawat. selain itu, banyaknya fasilitas pendukung yang perlu diperbaiki membuat dana perawatan juga diperkirakan membengkak.
"Dana Rp 6 miliar itu masih kurang, kalau kita lihat masih banyak fasilitas pendukung yang perlu di rawat dan di perbaiki, seperti taman-taman yang ada di JSC, itu kan pohonnya masih kecil-kecil, belum lagi pohon yang mati, itu kan perlu diganti. Artinya, kawasan JSC itu bukan hanya dipelihara, tetapi perlu juga pemeliharaan fasilitas pendukungnya seperti taman agar bertambah indah," bebernya.
Dengan bertambah indahnya JSC kata Bihaqqi, kawasan tersebut bisa menjadi alternatif wisata masyarakat Kota Palembang, bahkan kawasan JSC dapat saja dikomersilkan dan dikelola oleh instansi khusus.
"Dengan di komersilkannya kawasan JSC, pendapatan daerah pun otomatis akan bertambah," katanya.
Terkait rencana dijadikannya wisma atlet sebagai sekolah olahraga, Bihaqqi mengaku, pihaknya sangat mendukung rencana tersebut. Menurut dia, selain gedung tersebut tidak terbengkalai, dengan berdirinya sekolah olahraga, maka diharapkan dari sana tumbuh bibit-bibit atlet yang berprestasi. (awj)
Ibadah Bulan Muharam dan Moment Instrospeksi Diri

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat
NUANSA untuk menyambut dan memeriahkan Tahun Baru Islam sampai saat ini masih sangat terasa. Banyak umat Islam yang berlomba untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Muharam ini, tujuannya hanya satu mendapat ridho dan amal dari Sang Khalik.
Kalau kita menilik perjalan kita selama ini, akan kita rasakan perjalanan waktu tak terasa. Sebagai umat yang taat, kita akan terbayang ada tindakan dan perbuatan yang kadang salah.
Kita umat Islam setiap hari bekerja, berkarya, beribadah, hingga besok kita memasuki tanggal 1 Muharam 1432 H.
Memasuki tahun baru Islam, tak seperti menyambut datangnya Tahun Baru Masehi yang disambut dan ditandai dengan pesta semarak oleh masyarakat, tahun baru Islam dilakukan umat Muslim dengan merenung, berdoa, dan dijadikan momentum untuk mengingat kembali hal-hal apa saja yang telah dilakukan selama ini, serta berdoa kepada Allah SWT agar di tahun berikutnya diberikan kekuatan untuk terus bekerja dan beribadah mengingat-Nya.
Bagi kita umat Islam di Indonesia, memasuki Tahun Baru Islam dapat dijadikan momentum dan langkal awal untuk memperbaiki diri. Bangsa kita yang terus ditimpa bencana, musibah, konflik, aksi anarkis, saling hujat, korupsi, tak lepas karena ujian dari-Nya. Momentum Tahun Baru Hijriyah dapat dijadikan untuk memperbaiki semuanya. Tentu saja dengan harapan semua hal yang memberatkan dan ditimpa rakyat Indonesia dapat sirna.
Momentum Tahun Baru Hijriyah sendiri adalah mengenang hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinnah. Peristiwa Hijrah Nabi SAW tidak lain merupakan peristiwa yang menandai perubahan masyarakat Jahiliah saat itu menjadi masyarakat Islam. Inilah sebetulnya makna terpenting dari Peristiwa Hijrah Nabi saw.
Kadang kita tak menyadari, ketidakmampuan kita memahami sekaligus mewujudkan makna terpenting Hijrah ini dalam realitas kehidupan saat ini hanya akan menjadikan datangnya Tahun Baru Hijrah tidak memberikan makna apa-apa.
Dengan tahu latar belakang Tahun Baru Hijriyah, mudah-mudahan kita di Negeri Bumi Pertiwi yang sedang diuji dengan banyak duka dan konflik menjadi mendapat awal pijakan memperbaiki diri.
Islam sebagai agama yang terakhir dan sempurna di Bumi juga telah mengajarkan, hari-hari yang dilalui hendaknya selalu lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Setiap umat Islam dituntut untuk selalu berhijrah, yaitu menjadi lebih baik dari hari ke hari, begitu seterusnya. Bila kita memaknai beberapa ayat Al Quran, hijrah dapat dikategorikan simbol iman yang hakiki dan sebagai ujian dan cobaan, karena setiap manusia yang hidup pasti akan mendapatkan suatu ujian, terutama bagi orang yang beriman. Jadi intinya Tahun Baru Hijriyah harus dijadikan momentum untuk melakukan muhasabah atau koreksi, instrospeksi, perenungan, yang diisi dengan zikir, doa, dan ibadah. Mudah-mudahan di tahun 1433 H kedepan hidup kita lebih baik dalam lindungan Allah SWT dan Negeri kita terlindungi dari semua bencana dan musibah, Amin Ya Rabbal Alamin. (***)
1 Jamaah Haji Lahat Ditinggal di Mekkah
Lahat, SN
Dari 145 Jemaah haji yang berangkat dari Lahat menuju tanah suci untuk menunaikan ibadah haji pada Minggu (4/12) malam kemarin yang pulang hanya 144 orang jamaah haji sementara satu orang lagi masih berada di tanah suci Mekkah karena sakit.
“Satu orang yang terpaksa harus ditinggal dulu di tanah suci dan mendapat perawatan karena sakit yang diperkirakan Stroke, yakni Bapak Atmoradi (70) warga Kelurahan Pagaragung, Kota Lahat,” jelas Kakanmenag Drs H Ramlan Fauzi MPdI, melalui Kasi Haji dan Umroh Drs Napikurrahman, kemarin (5/12).
Menurut dia, bila nanti kondisi Atmoradi berangsur pulih dan bisa segera dipulangkan ke Lahat maka akan segera dilakukan. Selama perawatan di tanah suci semua sudah ditanggung dan jelas mengharapkan kesembuhan dari Atmoradi tersebut.
Kedatangan rombongan jamaah haji asal Kabupaten Lahat di Bumi Seganti Setungguan, sendiri pada Minggu (4/12) malam diwarnai dengan hujan air mata dan kegembiraan para anggota keluarga yang sudah tak sabar menunggu selama hampir satu bulan lamanya.
Nampak terlihat wajah riang jamaah haji yang tiba di Lapangan Seganti Setungguan (eks MTQ, Red) Lahat, yang ketibaannya di Lahat disambut secara langsung Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva’i SE, Minggu (4/12) malam.
Kedatangan para rombongan haji dari Tanah Suci Mekkah, sudah dinanti-nantikan para anggota keluarga yang semenjak dari sore sudah berkumpul dilapangan MTQ Lahat.
Rombongan jamaah haji tepat berada di Lahat pukul 20.15 WIB, yang kedatangannya agak terlambat dari jadwal yang diperkirakan yakni pukul 19.00 WIB. Dimana kedatangan mereka (haji, red) dikawal aparat keamanan, dimana jamaah haji menggunakan empat bus yang sudah disiapkan panitia penjemputan haji.
Bupati Aswari Rivai mengucapkan kepada seluruh jamaah haji Kabupaten Lahat, selamat datang kembali di tanah air yang semenjak November lalu telah menunaikan rukun Islam yang kelima.
“Kami ucapkan, selamat datang kembali di Kabupaten Lahat. Alhamdullilah seluruh jamaah haji kita diberikan kesehatan waalfiat sampai tiba di Lahat ini,”katanya yang menghampiri seluruh rombongan jamaah haji Lahat.
Dia menambahkan, kedatangan jamaah haji Lahat, yang tergabung Kloter 19 tersebut, merupakan suatu kesempurnaan dalam menyelesaikan Rukun Islam. Dimana ibadah haji merupakan salah satu yang wajib untuk dikerjakan bagi setiap umat muslim.
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Lahat yang ikut membimbing para jamaah haji Lahat di Tanah Suci Mekkah Drs H Ramlan Fauzi MPdI mengatakan, turut bersyukur atas keselamatan para seluruh rombongan jamaah haji Kabupaten Lahat, yang kedatangannya telah dinanti para anggota keluarga jamaah haji.
“Alhamdulillah, semua jamah haji asal Kabupaten Lahat selamat sampai ke tujuan. Yang kedatangan kita di Kabupaten Lahat telah disambut oleh Bupati Lahat serta para anggota keluarga jamaah haji lainnya,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Plh Astami SE mengatakan, jemaah haji asal Kabupaten Lahat mulai meninggalkan tanah suci Mekkah atau berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah pada 3 Desember mendatang pukul 18.40 WSA. Tiba di tanah air yakni di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada 4 Desember sekitar pukul 08.25 WIB.
“Para jemaah haji asal Kabupaten Lahat sewaktu tiba di Bandara SMB II terlebih dulu mengurusi surat menyurat di sana, dan kemungkinan lebih lama dua jam. Setelah selesai, barulah mereka menuju Asrama Haji sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah usai melaksanakan sholat Dzuhur di sana, barulah seluruh jemaah haji berangkat menuju Lahat,” tegasnya.
Dikatakan lagi olehnya, diperkirakan jemaah haji Lahat baru bisa sampai di Kota Lahat sekitar pukul 19.00 WIB. “Paling tidak direncanakan pukul 19.00 WIB jemaah haji tiba di Lahat, tapi sedikit terlambat karena tiba diLahat pukul 20.15 WIB,” terangnya. (zal)
20 Hektar Sawah Warga Terancan Gagal Tanam
* Baru 4 Hari Selesai, Irigasi Roboh Diterjang Air
Lahat, SN
Sebanyak 20 hektar (Ha) areal persawahan milik warga Desa Padang Lengkuas, Kecamatan Kota Lahat terancam gagal tanam karena babak atau irigasi yang dirancang untuk mengaliri air dari Sungai Kutean roboh sepanjang 10 meter setelah diterjang derasnya air pada 24 November lalu sekitar pukul 20.00 WIB, ketika hujan deras turun.
Berdasarkan pantuan di lapangan, proyek irigasi tersebut sebenarnya dirancang untuk mengaliri air Sungai Kutean yang difungsikan untuk mengaliri areal persawahan milik 30 kepala keluarga (KK) seluas lebih kurang 20 Ha, selain itu, papan proyek pengerjaan sama sekali tidak ada, jumlah dana dan siapa yang melaksanakannya tidak ada dan penduduk desa hanya diupah untuk mengangkut material yang diduga tidak sesuai dengan RAB.
Belum lagi, pada lantai irigasi sama sekali tidak menggunakan pondasi, hanya ditempel kayu papan dan bambu tanpa ada pengalian yang ada di lokasi. Kemudian pada bagian lantai irigasi sedikit membukit disinyalir air sungai tidak akan pernah mengalir ke kawasan persawahan penduduk.
Ceen (45) warga Desa Padang Lengkuas mengatakan, sebelum dibangun irigasi ini, penduduk desa bergotong royong mendirikan ‘babak’ dan air mengalir dengan baik menuju persawahan milik warga.
“Awalnyo, untuk ngaliri sawah kami, bergotong royong buat ‘babak’ dari kayu samo bambu dan selamo itu, idak katek masalah apo-apo, walaupun hujan deras samo sekali idak roboh atau ancur,” katanya ditemui, di lokasi, Minggu (4/12).
Kemudian bahan material yang diangkut sama sekali tidak sesuai dengan rancangan anggaran belanja (RAB). Diprediksikan dana yang disiapkan dalam membangun irigasi tidak benar dengan kenyataan di lapangnan.
“Aii, aku nih tukang pulo dek, jadi tau berapo nian hargo semen, batu samo pasir, lah ini, kami catatin di kertas, cakyo sama sekali idak sesuai nian,” ungkap.
Ceen menambahkan, dengan robohnya tembok irigasi tersebut, maka, 30 KK yang bermata pencaharian mayoritas sebagai petani sawah merasa dirugikan.
“Makmano pulo, masa baru empat hari selesai digaweke, diterjang air sungai langsung roboh, pas kami cek di lokasi, ternyato, adonan semen samo pasir idak sesuai, digenggem bae langung ancur semennyo, banyak lah pasirnyo dan jugo caknyo proyek siluman nih, idak katek papan pengerjaannyo, berapo dananyo, warga desa sama sekali idak tau,” paparnya.
Senada, Fajar (40) warga Desa Padang Lengkuas sekaligus buruh upah angkur bahan material menuturkan, dirinya diberikan upah untuk mengangkut bahan material untuk pengerjaan irigasi tersebut dan setelah selesai dibawa ke lokasi dicatat jumlah keseluruhannya.
“Untuk semen hanya 48 zak, pasir 13,5 kubik, dan batu kali tercatat 20 kubik, belum termasuk upah angkut, jelas dana bersumber dana APBD II berlebihan, dimana, pengerjaannya sendiri dimulai awal November 2011, setelah empat hari selesai proyek tersebut langsung roboh,” katanya.
Saat warga ingin melihat desain atau gambar dari proyek tembok irigasi tersebut, sama sekali tidak pernah diperlihatkan sampai selesai pengerjaannya.
“Jadi, warga Desa Padang Lengkuas yang sangat bergantung pada air Sungai Kutean, kini, harap-harap cemas, pasalnya, air untuk mengaliri sawah sama sekali tidak mengalir dan kami merasa di rugikan, belum lagi ketika penduduk ingin meilhat gambar tidak ada dengan alasan tinggal,” pungkas Fajar. (zal)
Jumat, 02 Desember 2011
Palembang Kurang Guru SD & SMK

Palembang, SN
Penyebaran guru di Kota Palembang belum merata. Karena ada sekolah yang kelebihan guru sementara di sisi lain malah sekolah tersebut kekurangan guru. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Palembang Riza Fahlevi, kemarin.
Dijelaskannya, fakta tersebut merupakan hasil pendataan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Palembang bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat. Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih kekurangan tenaga pengajar.
“Kelebihan tenaga guru banyak di SMP dan SMA,”jelasnya.
Dijelaskannya, kebutuhan guru termasuk kepala sekolah di 55 SMP negeri di Palembang sebanyak 1.967 orang. Hasil pendataan, guru SMP negeri sekarang sebanyak 2.466 orang atau kelebihan 499 orang.
Sementara jumlah guru di 22 SMA negeri sebanyak 895 orang. Kini terdata ada 1.221 guru sehingga kelebihan 326 orang.
Di sisi lain, ujar Riza, dari kebutuhan 4.292 guru di 268 SD negeri, sekarang terdata 4.187 orang guru, ada kekurangan 105 guru lagi. Untuk tenaga guru dan kepala sekolah untuk SMK Negeri, dibutuhkan sebanyak 690 orang, baru tersedia 544 kurang 146 orang.
“Biasanya sekolah yang kelebihan guru adalah sekolah favorit atau sekolah yang lokasinya strategis di tengah kota,” ungkapnya.
Sebaliknya, mayoritas sekolah yang berada di pelosok dan bukan tergolong sekolah favorit, kekurangan guru. “Tapi dengan pendataan ini kita bisa mengetahui berapa kebutuhan dan kekurangan guru di Palembang,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat Kota Palembang Agus Kelana mengatakan, pihaknya akan memberi pelatihan kepada guru yang jumlahnya berlebih.
”Jadi mereka bisa membantu mengajar di sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar sesuai dengan mata pelajaran mereka,” ujarnya.
Tapi hal tersebut dikatakannya, akan dikoordinasikan lebih dulu dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. “Kita akan usulkan ke Menpan. Mudah-mudahan rencana ini bisa diterima, jadi kita bisa menyosialisasikan,” pungkasnya.(***)
Festival Danau Ranau ke-XVIII Meriah
Muaradua, SN
Festival Danau Ranau (FDR) ke-XVIII 2011 berlangsung meriah, sehingga menarik minat masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dari 1 Desember hingga 4 Desember menghadirkan berbagai kesenian berbagai tari-tarian, serta kesenian lainnya. Bahkan juga digelar bazar yang menawarkan produk unggulan kerajinan tangan yang ada di OKU Selatan, souvenir dan sebagainya.
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dalam amanatnya yang dibacakan Bupati OKU Selatan H Muhtadin Sera’i mengatakan, selain mempromosikan kepada masyarakat luas, kegiatan FDR ini juga untuk lebih mempromosikan lokasi-lokasi yang menjadi objek wisata Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten OKU Selatan.
Sementara Kementrian Pariwisata pusat dalam amanatnya , mengatakan perhelatan FDR XVIII OKU Selatan, tidak hanya mempromosikan keindahan danau ranau di dalam negeri tetapi juga mancanegara.
”Dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat baik terhadap pengembangan maupun memberdayakan potensi pariwisata yang ada di OKU Selatan ini,” katanya.
Ia pun berharap daerah paling ujung Sumatera Selatan ini kaya akan sumber alam, terutama potensi Danau Ranau sehingga perlu digali dan dipercantik lagi untuk mampu menjadi daerah pariwisata yang potensial. (dan)
Gebyar Tahun Baru Islam Kurang Semarak

* Tahun Baru Hijriyah Kita rayakan dengan Pesta dan Hura Hura
Banyuasin, SN
Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed mengingatkan umat Muslim saat ini agaknya lebih menyemarakkan gebyar tahun baru Masehi ketimbang perayaan tahun baru hijriyah, hal ini dapat dilihat ketika penyambutan tahun baru masehi masyarakat lebih suka menghabiskan waktu menunggu pergantian tahun baru masehi pukul 00.00 wib dengan menabuh petasan.
Hal ini dikatakan bupati saat membuka acara perayaan tahun baru Hijriyah 1433 H di masjid Al Amir Jalan Sekojo komplek pemkab Banyuasin Kamis (1/12).
Amiruddin mengatakan, tahun baru 1432 Hijriyah telah bersama dilalui, dan kini telah diperingati lagi tahun baru 1433 Hijriyahdengan hiruk pikuknya, lika-liku kehidupan yang telah dijalani tahun lalu semoga tahun baru ini lebih baik
Diungkapkannya, peristiwa hijrah (Pindah,red) yang pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama sahabat Abubakar RA pindah dari Mekah ke Madinah karena keadaan yang tidak menguntungkan untuk mempertahankan Agama Allah SWT yakni Islam.
Nabi bersama beberapa orang sahabatnya Hirah pindah, dari Mekah ke Madinah zaman nabi dengan mendirikan masjid pertama saat Islam baru dimulai masjid yang diberi nama masjid Quba dari situlah pertama kali nabi mengajak shalat jum’at dan khubah pertamanya.
Sementara KH Solihin Hasibuan dalam tausiahnya mengatakan, hijrah nabi SAW untuk mempertahankan iman. Saat itu masjid petama yang dibangun adalah masjid Quba yang bertujuan uantuk menyatukan antara kaum Muhajirin dan kaum anshar.
Dari da’wahnya di kota Madinah nabi kemudian membangun masjid kedua yakni masjid Nabawai barang siapa yang sholat masjid Nabawi tersebut akan dilipat gandakan pahalannya.
Nabi menyatukan antara iman kaum muhajirin dengan kaum anshar di masjid yang didahului oleh keimanan para sahabat muhajirin tercintanya.Keimanan para sahabat muhajirin dan kecintaannya pada Nabi SAW seperti ditunjukan oleh sahabat Abu Bakar Assidiq dan Ali SA.
Abu Bakar menyanggupi menyiapkan kendaraan untuk Nabi SAW untuk hijrahnya Nabi SAW sudah saya siapkan dua kendaraan untuk rosul hijrah, bagaimana imannya Ali Bin Abi thalaib, kepada nabi SAW siap menggantikan tidur saat rumah nabi SAW dikepung kafir qurais.
Ketua DPR Banyuasin H Agus Salam mengatakan, dengan pergantian tahun berarti usia berkurang, dengan berkurangnya usia dan berganti tahun mari tingkatkan amal ibadah, berbuat dan berpikir untuk amaa kebaikan.
“Tanpa kita sadari pula bahwa usia kita sudah berkurang, maka bersama-sama menju kebaikan dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” kata Agus Salam. (sir)
Lubang 'Mengangah' Ancam warga
Keluang, SN
Lubang berdiameter sekitar 70 sentimeter dengan kedalaman satu meter lebih mengangah di tengah jalan simpang tiga A6 Desa Sidorejo, Kecamatan Keluang. Seolah menanti mangsa, lubang yang sudah ada sejak tiga minggu lalu ini dibiarkan begitu saja.
Berdasarkan pantauan koran ini, lubang berada persis di atas gorong-gorong yangmembelah jalan lintas Keluang. Lubang ini dianggap membahayakan, karena posisinya berada tepat di persimpangan atau sekitar 500 meter dari Mapolsek Keluang. Dilihat dari fisiknya, keberadaan gorong-gorong ini sudah tidak kuat lagi menahan gerusan air yang datang saat turun hujan. Akibatnya, bagian bawah gorong-gorong tersebut ambles hingga menimbulkan lubang di aspal.
Ketua RT15 Keluang, Daryono mengatakan, sudah seharusnya gorong-gorong tempat saluran air ini diperlebar. Dengan begitu, paling tidak tekanan air yang datang tidak terlalu besar.
"Got ini terlalu kecil Pak. Jadi waktu hujan air tidak leluasa mengalir. Akibatnya rumah kami yang di sekitar ini kerap kebanjiran," kata Daryono.
Kerusakan jalan nampak terlihat di jalan lintas Sekayu-Keluang, tepatnya di wilayah Desa Teladan. Di sini ada dua titik jalan yang terbilang parah, hingga membuat kendaraan sulit melintas.
Rohmat, salah seorang warga setempat mengatakan, jalan tersebut belum genap setahun dibangun. Pada musim kemarau jalan ini nampak kelihatan kuat. Namun belum lama diterpa hujan sudah rusak lagi. "Jalan ini diperbaiki sebelum Pilkada dua bulan lalu. Tapi lihat sendiri keadaannya sekarng hancur begini," ujarnya. (her)
Lubang berdiameter sekitar 70 sentimeter dengan kedalaman satu meter lebih mengangah di tengah jalan simpang tiga A6 Desa Sidorejo, Kecamatan Keluang. Seolah menanti mangsa, lubang yang sudah ada sejak tiga minggu lalu ini dibiarkan begitu saja.
Berdasarkan pantauan koran ini, lubang berada persis di atas gorong-gorong yangmembelah jalan lintas Keluang. Lubang ini dianggap membahayakan, karena posisinya berada tepat di persimpangan atau sekitar 500 meter dari Mapolsek Keluang. Dilihat dari fisiknya, keberadaan gorong-gorong ini sudah tidak kuat lagi menahan gerusan air yang datang saat turun hujan. Akibatnya, bagian bawah gorong-gorong tersebut ambles hingga menimbulkan lubang di aspal.
Ketua RT15 Keluang, Daryono mengatakan, sudah seharusnya gorong-gorong tempat saluran air ini diperlebar. Dengan begitu, paling tidak tekanan air yang datang tidak terlalu besar.
"Got ini terlalu kecil Pak. Jadi waktu hujan air tidak leluasa mengalir. Akibatnya rumah kami yang di sekitar ini kerap kebanjiran," kata Daryono.
Kerusakan jalan nampak terlihat di jalan lintas Sekayu-Keluang, tepatnya di wilayah Desa Teladan. Di sini ada dua titik jalan yang terbilang parah, hingga membuat kendaraan sulit melintas.
Rohmat, salah seorang warga setempat mengatakan, jalan tersebut belum genap setahun dibangun. Pada musim kemarau jalan ini nampak kelihatan kuat. Namun belum lama diterpa hujan sudah rusak lagi. "Jalan ini diperbaiki sebelum Pilkada dua bulan lalu. Tapi lihat sendiri keadaannya sekarng hancur begini," ujarnya. (her)
2012, Pelebaran Jalan Soeta Selesai
Palembang, SN
Untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang jalan Soekarno Hatta (Soeta) saat ini sedang dikerjakan pelebaran jalan. Diperkirakan pelebaran itu akan selesai pada akhir tahun 2012, dan pada Desember 2012 ditargetkan sudah dapat digunakan.
Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Preservasi dan Pembangunan Jalan dan Jembatan Metropolis Kementerian PU, Ir Aidil Fikri MT, di sela-sela acara penanaman pohon dan jalan santai bertempat di Jalan Soekarno Hatta, Kamis (1/12).
Diterangkannya, Proyek pelebaran jalan Soekarno Hatta ini didanai APBN yang sumber biayanya dari Bank Dunia (World Bank) berupa dana pinjaman (loan) sebesar Rp 84 miliar.
Pelebaran jalan ini kata Aidil, dari 7 meter menjadi 14 meter dengan panjang kurang lebih 8,5 kilometer. Nantinya, dengan pelebaran ini, jalan Soekarno Hatta menjadi 7 meter sisi kiri dan 7 meter sisi kanan (14 meter), selanjutnya median jalan (2-3 meter) dan trotoar 2 meter.
Dikatakannya, saat ini pengerjaan Jalan Soekarno Hatta masih berupa penimbunan secara bertahap. “Kendala hampir tidak ada, kalau tanahnya sudah dibebaskan semua, tinggal melanjutkan saja, jadi sesuai target akhir 2012 selesai,” katanya optimis.
Menurutnya, kontrak proyek ini selesai sampai bulan November 2012 termasuk pengaspalan Jalan Soekarno Hatta dimana nantinya akan jadi dua jalur. "Nanti ada pelebaran lagi nanti dibuat jalan perputaran kendaraan, agar memutar agak luas,” terangnya.
Sementara itu mengenai Jembatan Musi II kata Aidil, akan terus dipelihara dan pihaknya tidak mau lalai dan lengah karena perubahan kondisi jalan begitu cepat, apalagi Jembatan Musi II kini menerima beban overload.
"Namun, yang penting itu perawatan, kalau kita teliti dan jaga terus insya Allah tidak akan terjadi seperti yang di Tenggarong,” katanya.
Saat melakukan pengecekan di Jembatan Musi II beberapa hari yang lalu katanya, ada 15 baut yang kendor, dua baut yang hilang, dan patah. Namun, kesemuanya sudah diganti.
Terkait rencana Dishub Palembang yang akan memberlakukan satu jalur kendaraan yang melintas di Jembatan musi II dengan memberikan semacam traffic light. Ia mengaku sangat mendukung hal itu. Menurutnya, pemberlakuan itu termasuk dalam perawatan jembatan agar dapat bertahan lama.
"Rencana itu sangat baik, jadi nanti diatas Jembatan Musi II diberlakukan satu jalur, dan kendaraan yang melintas bergantian," ungkapnya. (awj)
Untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang jalan Soekarno Hatta (Soeta) saat ini sedang dikerjakan pelebaran jalan. Diperkirakan pelebaran itu akan selesai pada akhir tahun 2012, dan pada Desember 2012 ditargetkan sudah dapat digunakan.
Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Preservasi dan Pembangunan Jalan dan Jembatan Metropolis Kementerian PU, Ir Aidil Fikri MT, di sela-sela acara penanaman pohon dan jalan santai bertempat di Jalan Soekarno Hatta, Kamis (1/12).
Diterangkannya, Proyek pelebaran jalan Soekarno Hatta ini didanai APBN yang sumber biayanya dari Bank Dunia (World Bank) berupa dana pinjaman (loan) sebesar Rp 84 miliar.
Pelebaran jalan ini kata Aidil, dari 7 meter menjadi 14 meter dengan panjang kurang lebih 8,5 kilometer. Nantinya, dengan pelebaran ini, jalan Soekarno Hatta menjadi 7 meter sisi kiri dan 7 meter sisi kanan (14 meter), selanjutnya median jalan (2-3 meter) dan trotoar 2 meter.
Dikatakannya, saat ini pengerjaan Jalan Soekarno Hatta masih berupa penimbunan secara bertahap. “Kendala hampir tidak ada, kalau tanahnya sudah dibebaskan semua, tinggal melanjutkan saja, jadi sesuai target akhir 2012 selesai,” katanya optimis.
Menurutnya, kontrak proyek ini selesai sampai bulan November 2012 termasuk pengaspalan Jalan Soekarno Hatta dimana nantinya akan jadi dua jalur. "Nanti ada pelebaran lagi nanti dibuat jalan perputaran kendaraan, agar memutar agak luas,” terangnya.
Sementara itu mengenai Jembatan Musi II kata Aidil, akan terus dipelihara dan pihaknya tidak mau lalai dan lengah karena perubahan kondisi jalan begitu cepat, apalagi Jembatan Musi II kini menerima beban overload.
"Namun, yang penting itu perawatan, kalau kita teliti dan jaga terus insya Allah tidak akan terjadi seperti yang di Tenggarong,” katanya.
Saat melakukan pengecekan di Jembatan Musi II beberapa hari yang lalu katanya, ada 15 baut yang kendor, dua baut yang hilang, dan patah. Namun, kesemuanya sudah diganti.
Terkait rencana Dishub Palembang yang akan memberlakukan satu jalur kendaraan yang melintas di Jembatan musi II dengan memberikan semacam traffic light. Ia mengaku sangat mendukung hal itu. Menurutnya, pemberlakuan itu termasuk dalam perawatan jembatan agar dapat bertahan lama.
"Rencana itu sangat baik, jadi nanti diatas Jembatan Musi II diberlakukan satu jalur, dan kendaraan yang melintas bergantian," ungkapnya. (awj)
Nazaruddin Terus Jadi Bumerang Bagi Banyak Institusi

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat
SANG Nazaruddin yang fenomenal karena sempat melarikan diri ke luar negeri, terus 'bernyanyi' di kursi pesakitan. Tak hanya Partai Demokrat yang disebut pria asal Jambi ini, beberapa institusi dan nama-nama petinggi juga masuk dalam 'nyanyian' nya.
Hanya untuk diketahui saat sidang kasus M Nazaruddin berlangsung, buru-buru Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah mengkonfrontir semua ucapan Nazaruddin. Ketua DPR Marzuki Alie harus pusing karena Nazaruddin dan menyatakan masih banyak urusan negara yang harus diselesaikan.
Tetapi sebenarnya tak usah terlalu repot dengan ulah Nazaruddin bila memang kenyataannya tak ada. Biarlah di pengadailan semua itu dibuktikan.
Nazaruddin rupannya masih 'bangga' memanfaatkan
semua yang ia tahu di PD untuk membela diri. Apakah ia memegang banyak 'kartu as' di PD dan Kemenpora. Hingga saat ia merasa tak dilindungi, terus dan terus membuka semuanya. Termasuk ada proyek yang nilainya mencapai triliunan di Kemenpora.
Kalau ditilik dari pola tingkah Nazaruddin, rupanya selama di PD, Nazaruddin banyak mengetahui gerak dan ulah oknum kader dan petinggi di PD, yang selama ini suka bermain curang.
Benar atau tidak apa yang dikatakan Nazaruddin, tergantung pemeriksaan dan pengadilan yang saat ini tengah berjalan. Untuk itu KPK agar lebih cepat bekerja, tegas, dan jangan berpihak, supaya cepat jelas hitam-putih hukumnya. (***)
Warga Pagaralam Minta Dibangunkan Jalan Pedesaan
Pagaralam, SN
Pemerintah Kota Pagaralam diminta segera membangun jalan pedesaan, sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil.
"Kami minta pemerintah kota membangunkan jalan desa di tiga kecamatan, agar terlihat rapi dan dapat memperlancar akses antar derah terpencil," ungkap Ketua RT 02 Kelurahan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan, Salpis, Kamis (1/12).
Ia mengatakan, saat ini sudah ada jalan dibangun secara gotong-royong pada tahun 1985 lalu, tapi belum di aspal dan hanya berupa jalan setapak.
"Kalau musim hujan sering berlumpur dan becek, padahal jalan tersebut merupakan akses satu-satunya di daerah tersebut. Sejak mulai dibangun belum pernah mendapat bantuan pengerasan dari Pemerintah Kota Pagaralam," kata dia.
Apabila musim hujan, lanjutnya, warga sangat sulit melewati jalan tersebut baik yang berjalan kaki, apalagi menggunakan sepeda motor.
"Jalan lingkar yang berada di dalam pemukiman warga ini merupakan akses menjual hasil bumi ke pusat kota. Kalau musim hujan, kondisi jalan berlumpur dan sulit untuk dilewati karena licin tentunya akan mempengaruhi biaya transportasi," ungkapnya.
Menurut dia, sudah saatnya jika semua akses perkampungan di dalam kota ini dibangun jalan aspal dan dipermanenkan.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pagaralam, Yunali, mengatakan apabila sudah ada anggaran nanti pembangunan akan secepatnya direalisasikan sesuai dengan keinginan warga Pagaralam.
“Kalau anggaran ada dan disetujui Dewan, maka kami akan segera merealisasikan keinginan warga tersebut untuk membangun jalan lingkar desa,” ungkapnya.
Dia menambahkan, memang masih banyak jalan yang belum dilakukan perbaikan secara menyeluruh termasuk di dalam perkampungan, selain terbatasnya anggaran, juga jumlah jalan yang perlu diperbaiki cukup banyak. (asn)
Pemerintah Kota Pagaralam diminta segera membangun jalan pedesaan, sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil.
"Kami minta pemerintah kota membangunkan jalan desa di tiga kecamatan, agar terlihat rapi dan dapat memperlancar akses antar derah terpencil," ungkap Ketua RT 02 Kelurahan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan, Salpis, Kamis (1/12).
Ia mengatakan, saat ini sudah ada jalan dibangun secara gotong-royong pada tahun 1985 lalu, tapi belum di aspal dan hanya berupa jalan setapak.
"Kalau musim hujan sering berlumpur dan becek, padahal jalan tersebut merupakan akses satu-satunya di daerah tersebut. Sejak mulai dibangun belum pernah mendapat bantuan pengerasan dari Pemerintah Kota Pagaralam," kata dia.
Apabila musim hujan, lanjutnya, warga sangat sulit melewati jalan tersebut baik yang berjalan kaki, apalagi menggunakan sepeda motor.
"Jalan lingkar yang berada di dalam pemukiman warga ini merupakan akses menjual hasil bumi ke pusat kota. Kalau musim hujan, kondisi jalan berlumpur dan sulit untuk dilewati karena licin tentunya akan mempengaruhi biaya transportasi," ungkapnya.
Menurut dia, sudah saatnya jika semua akses perkampungan di dalam kota ini dibangun jalan aspal dan dipermanenkan.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pagaralam, Yunali, mengatakan apabila sudah ada anggaran nanti pembangunan akan secepatnya direalisasikan sesuai dengan keinginan warga Pagaralam.
“Kalau anggaran ada dan disetujui Dewan, maka kami akan segera merealisasikan keinginan warga tersebut untuk membangun jalan lingkar desa,” ungkapnya.
Dia menambahkan, memang masih banyak jalan yang belum dilakukan perbaikan secara menyeluruh termasuk di dalam perkampungan, selain terbatasnya anggaran, juga jumlah jalan yang perlu diperbaiki cukup banyak. (asn)
Mutu Air Sungai Lematang Menurun
Muara Enim, SN
Tingginya debit air sungai Lematang Muara Enim membuat warna air berubah menjadi coklat pekat, bahkan tumpukan sampah hanyut dibantaran sungai. Hal ini mengindikasikan jika baku mutu air sungai menurun serta berpotensi bibit penyakit jika dikonsumsi masyarakat.
Warga yang tinggal di pinggiran sungai, terpaksa mengurangi
aktivitasnya, seperti mandi, mencuci pakaian, bahkan mengkonsumsi air tersebut untuk memasak atau sebagai air minum.
Sebab, tingginya curah hujan sejak berapa hari terakhir,
mengakibatkan air sungai menjadi pasang.Kemudian, air sungai menjadi keruh. Belum lagi, banyaknya sampah yang hanyut dibantaran sungai.
Sebagaimana dikemukakan, warga di sekitar bantaran sungai Lematang, Awaludin (43), sejak diguyur hujan malam sebelumnya, debit air sungai Lematang menjadi pasang. Akibanya, arus sungai ikut membawa tumpukan sampah dan limbah dari hulu ke hilir.
“Jadi, kami was-was, untuk mandi dan mencuci,terlebih lagi, digunakan untuk memasak atau sebagai air minum,” jelas Awaludin, Kamis (1/12).
Sama halnya, warga lainnya, Astuti (50), kendati sudah terbiasa engan kondisi air pasang semacam ini, namun dirinya tetap merasa kesulitan.
Terlebih bila air ikut keruh. Sebab, pakaian yang ia cuci di sungai biasanya akan terlihat lebih kusam. Selain itu, setiap selesai mandi badan juga terasa lebih lengket. Belum lagi, sampah yang ikut arus sangat banyak sehingga sungai terlihat sangat kotor.
“Ya, memang, untuk minum, kami sekeluarga tidak pakai air sungai, tapi pakai air sumur atau isi ulang. Tapi kalau mencuci dan mandi biasanya di sungai. Tapi kalau sekarang kondisi air sedang tidak bagus, sampah menumpuk dan airnya juga lengket,” papar Astuti.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kerusakan dan Pemeliharaan Lingkungan pada Badan Lingkungan Hidup (LBH) Kabupaten Muara Enim Eddy Irson kepada wartawan, Kamis (1/12) menjelaskan, penguapan air sungai terjadi akibat hujan yang turun di bagian hulu dan hilir sungai.
Mengakibatkan, debit arus sungai menjadi meningkat dan arus air menjadi lambat dan menguap. Begitupula dengan tumpukan sampah yang mengalir selama musim pasang ini. Sementara, sedimen dan butir-butir tanah yang ada di sekitar sungai ikut terkisis oleh curah hujan dan air, sehingga membuat warna air menjadi keruh.
Faktor itu lah kata Eddy, yang menyebabkan air sungai menjadi keruh.
Terlebih kebiasaan masyarakat sekitar yang masih membuang sampah di sungai tentunya sangat berpengaruh dengan tingkat penguapan dan pencemaran air sungai. Baik berupa limbah rumah tangga ataupun industri.
Masih dikatakan Eddy, secara berkala tim labolatorium BLH Muara Enim terus melakukan pengujian terhadap baku mutu air sungai Lematang.
Dimana, hingga akhir November ini, hasil analisa menunjukan Total Suspended Solid (TSS) atau tingkat kekeruhaan air sungai ini menurun tajam dari batas normal. Yakni antara 104 mg/liter -200 mg/liter dari yang seharusnya 50 mg/liter. Analisa ini di lakukan pada tiga titik yakni Intake PDAM Jembatan Enim II, Hulu PLTU dan Hilir PLTU.
Besaran angka baku mutu ini tergantung titik-titiknya. Umumnya, uji baku mutu akan menunjukan hasil yang lebih baik di bagian hulu sungai. Sebaliknya untuk hilir kualitas air cenderung lebih buruk.
“Sedangkan kadar minyak dan lemak, berada pada kisaran 0,008 hingga I,900 mg/liter dari batas normal 1. Untuk besi berada pada angka 0,380 dari ambang batas 0,3. Sedangkan, untuk ammonia, mangan dan lain-lain masih tergolong aman,”terangnya.
Lalu, untuk kadar minyak dan lemak justru akan mengalami penurunan saat debit air meningkat. Sebaliknya, pada musim kemarau kandungan ini akan jauh lebih tinggi. Menurutnya, sungai Lematang mengalir dalam batas lintas Kabupaten. Sehingga, pengelolaanya berada pada pihak provinsi.
Sebelumnya, berdasarkan SK Gubernur Sumatera Selatan Nomor 16/2005 sungai Lematang berada pada kelas I. Namun, dilapangan kondisi ini dapat saja mengalami perubahan sewaktu-waktu.
“Kalau saat ini, mungkin kondisi air sungai Lematang sedang turun tajam. Dan, di perkirakan berada diantara kelas II dan III,” ucap dia.
Dihimbaunya kepada masyarakat untuk dapat membatasi konsumsi air sungai. Misalnya, hanya sebatas mandi dan mencuci saja, tidak untuk digunakan untuk memasak atau diminum.
“Sebab, dikhawatirkan kondisi air yang buruk akan mengandung bibit penyakit dan zat-zat berbahaya lainnya yang ikut hanyut terbawa arus,” pungkasnya. (yud)
Langganan:
Postingan (Atom)
Press
My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.
