Selasa, 06 Desember 2011

1 Jamaah Haji Lahat Ditinggal di Mekkah


Lahat, SN
Dari 145 Jemaah haji yang berangkat dari Lahat menuju tanah suci untuk menunaikan ibadah haji pada Minggu (4/12) malam kemarin yang pulang hanya 144 orang jamaah haji sementara satu orang lagi masih berada di tanah suci Mekkah karena sakit.
“Satu orang yang terpaksa harus ditinggal dulu di tanah suci dan mendapat perawatan karena sakit yang diperkirakan Stroke, yakni Bapak Atmoradi (70) warga Kelurahan Pagaragung, Kota Lahat,” jelas Kakanmenag Drs H Ramlan Fauzi MPdI, melalui Kasi Haji dan Umroh Drs Napikurrahman, kemarin (5/12).
Menurut dia, bila nanti kondisi Atmoradi berangsur pulih dan bisa segera dipulangkan ke Lahat maka akan segera dilakukan. Selama perawatan di tanah suci semua sudah ditanggung dan jelas mengharapkan kesembuhan dari Atmoradi tersebut.
Kedatangan rombongan jamaah haji asal Kabupaten Lahat di Bumi Seganti Setungguan, sendiri pada Minggu (4/12) malam diwarnai dengan hujan air mata dan kegembiraan para anggota keluarga yang sudah tak sabar menunggu selama hampir satu bulan lamanya.
Nampak terlihat wajah riang jamaah haji yang tiba di Lapangan Seganti Setungguan (eks MTQ, Red) Lahat, yang ketibaannya di Lahat disambut secara langsung Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva’i SE, Minggu (4/12) malam.
Kedatangan para rombongan haji dari Tanah Suci Mekkah, sudah dinanti-nantikan para anggota keluarga yang semenjak dari sore sudah berkumpul dilapangan MTQ Lahat.
Rombongan jamaah haji tepat berada di Lahat pukul 20.15 WIB, yang kedatangannya agak terlambat dari jadwal yang diperkirakan yakni pukul 19.00 WIB. Dimana kedatangan mereka (haji, red) dikawal aparat keamanan, dimana jamaah haji menggunakan empat bus yang sudah disiapkan panitia penjemputan haji.
Bupati Aswari Rivai mengucapkan kepada seluruh jamaah haji Kabupaten Lahat, selamat datang kembali di tanah air yang semenjak November lalu telah menunaikan rukun Islam yang kelima.
“Kami ucapkan, selamat datang kembali di Kabupaten Lahat. Alhamdullilah seluruh jamaah haji kita diberikan kesehatan waalfiat sampai tiba di Lahat ini,”katanya yang menghampiri seluruh rombongan jamaah haji Lahat.
Dia menambahkan, kedatangan jamaah haji Lahat, yang tergabung Kloter 19 tersebut, merupakan suatu kesempurnaan dalam menyelesaikan Rukun Islam. Dimana ibadah haji merupakan salah satu yang wajib untuk dikerjakan bagi setiap umat muslim.
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Lahat yang ikut membimbing para jamaah haji Lahat di Tanah Suci Mekkah Drs H Ramlan Fauzi MPdI mengatakan, turut bersyukur atas keselamatan para seluruh rombongan jamaah haji Kabupaten Lahat, yang kedatangannya telah dinanti para anggota keluarga jamaah haji.
“Alhamdulillah, semua jamah haji asal Kabupaten Lahat selamat sampai ke tujuan. Yang kedatangan kita di Kabupaten Lahat telah disambut oleh Bupati Lahat serta para anggota keluarga jamaah haji lainnya,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Plh Astami SE mengatakan, jemaah haji asal Kabupaten Lahat mulai meninggalkan tanah suci Mekkah atau berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah pada 3 Desember mendatang pukul 18.40 WSA. Tiba di tanah air yakni di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada 4 Desember sekitar pukul 08.25 WIB.
“Para jemaah haji asal Kabupaten Lahat sewaktu tiba di Bandara SMB II terlebih dulu mengurusi surat menyurat di sana, dan kemungkinan lebih lama dua jam. Setelah selesai, barulah mereka menuju Asrama Haji sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah usai melaksanakan sholat Dzuhur di sana, barulah seluruh jemaah haji berangkat menuju Lahat,” tegasnya.
Dikatakan lagi olehnya, diperkirakan jemaah haji Lahat baru bisa sampai di Kota Lahat sekitar pukul 19.00 WIB. “Paling tidak direncanakan pukul 19.00 WIB jemaah haji tiba di Lahat, tapi sedikit terlambat karena tiba diLahat pukul 20.15 WIB,” terangnya. (zal)

20 Hektar Sawah Warga Terancan Gagal Tanam


* Baru 4 Hari Selesai, Irigasi Roboh Diterjang Air

Lahat, SN
Sebanyak 20 hektar (Ha) areal persawahan milik warga Desa Padang Lengkuas, Kecamatan Kota Lahat terancam gagal tanam karena babak atau irigasi yang dirancang untuk mengaliri air dari Sungai Kutean roboh sepanjang 10 meter setelah diterjang derasnya air pada 24 November lalu sekitar pukul 20.00 WIB, ketika hujan deras turun.
Berdasarkan pantuan di lapangan, proyek irigasi tersebut sebenarnya dirancang untuk mengaliri air Sungai Kutean yang difungsikan untuk mengaliri areal persawahan milik 30 kepala keluarga (KK) seluas lebih kurang 20 Ha, selain itu, papan proyek pengerjaan sama sekali tidak ada, jumlah dana dan siapa yang melaksanakannya tidak ada dan penduduk desa hanya diupah untuk mengangkut material yang diduga tidak sesuai dengan RAB.
Belum lagi, pada lantai irigasi sama sekali tidak menggunakan pondasi, hanya ditempel kayu papan dan bambu tanpa ada pengalian yang ada di lokasi. Kemudian pada bagian lantai irigasi sedikit membukit disinyalir air sungai tidak akan pernah mengalir ke kawasan persawahan penduduk.
Ceen (45) warga Desa Padang Lengkuas mengatakan, sebelum dibangun irigasi ini, penduduk desa bergotong royong mendirikan ‘babak’ dan air mengalir dengan baik menuju persawahan milik warga.
“Awalnyo, untuk ngaliri sawah kami, bergotong royong buat ‘babak’ dari kayu samo bambu dan selamo itu, idak katek masalah apo-apo, walaupun hujan deras samo sekali idak roboh atau ancur,” katanya ditemui, di lokasi, Minggu (4/12).
Kemudian bahan material yang diangkut sama sekali tidak sesuai dengan rancangan anggaran belanja (RAB). Diprediksikan dana yang disiapkan dalam membangun irigasi tidak benar dengan kenyataan di lapangnan.
“Aii, aku nih tukang pulo dek, jadi tau berapo nian hargo semen, batu samo pasir, lah ini, kami catatin di kertas, cakyo sama sekali idak sesuai nian,” ungkap.
Ceen menambahkan, dengan robohnya tembok irigasi tersebut, maka, 30 KK yang bermata pencaharian mayoritas sebagai petani sawah merasa dirugikan.
“Makmano pulo, masa baru empat hari selesai digaweke, diterjang air sungai langsung roboh, pas kami cek di lokasi, ternyato, adonan semen samo pasir idak sesuai, digenggem bae langung ancur semennyo, banyak lah pasirnyo dan jugo caknyo proyek siluman nih, idak katek papan pengerjaannyo, berapo dananyo, warga desa sama sekali idak tau,” paparnya.
Senada, Fajar (40) warga Desa Padang Lengkuas sekaligus buruh upah angkur bahan material menuturkan, dirinya diberikan upah untuk mengangkut bahan material untuk pengerjaan irigasi tersebut dan setelah selesai dibawa ke lokasi dicatat jumlah keseluruhannya.
“Untuk semen hanya 48 zak, pasir 13,5 kubik, dan batu kali tercatat 20 kubik, belum termasuk upah angkut, jelas dana bersumber dana APBD II berlebihan, dimana, pengerjaannya sendiri dimulai awal November 2011, setelah empat hari selesai proyek tersebut langsung roboh,” katanya.
Saat warga ingin melihat desain atau gambar dari proyek tembok irigasi tersebut, sama sekali tidak pernah diperlihatkan sampai selesai pengerjaannya.
“Jadi, warga Desa Padang Lengkuas yang sangat bergantung pada air Sungai Kutean, kini, harap-harap cemas, pasalnya, air untuk mengaliri sawah sama sekali tidak mengalir dan kami merasa di rugikan, belum lagi ketika penduduk ingin meilhat gambar tidak ada dengan alasan tinggal,” pungkas Fajar. (zal)

Jumat, 02 Desember 2011

Edisi Cetak 509, Jumat 2 Desember 2011

Palembang Kurang Guru SD & SMK


Palembang, SN

Penyebaran guru di Kota Palembang belum merata. Karena ada sekolah yang kelebihan guru sementara di sisi lain malah sekolah tersebut kekurangan guru. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Palembang Riza Fahlevi, kemarin.
Dijelaskannya, fakta tersebut merupakan hasil pendataan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Palembang bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat. Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih kekurangan tenaga pengajar.
“Kelebihan tenaga guru banyak di SMP dan SMA,”jelasnya.
Dijelaskannya, kebutuhan guru termasuk kepala sekolah di 55 SMP negeri di Palembang sebanyak 1.967 orang. Hasil pendataan, guru SMP negeri sekarang sebanyak 2.466 orang atau kelebihan 499 orang.
Sementara jumlah guru di 22 SMA negeri sebanyak 895 orang. Kini terdata ada 1.221 guru sehingga kelebihan 326 orang.
Di sisi lain, ujar Riza, dari kebutuhan 4.292 guru di 268 SD negeri, sekarang terdata 4.187 orang guru, ada kekurangan 105 guru lagi. Untuk tenaga guru dan kepala sekolah untuk SMK Negeri, dibutuhkan sebanyak 690 orang, baru tersedia 544 kurang 146 orang.
“Biasanya sekolah yang kelebihan guru adalah sekolah favorit atau sekolah yang lokasinya strategis di tengah kota,” ungkapnya.
Sebaliknya, mayoritas sekolah yang berada di pelosok dan bukan tergolong sekolah favorit, kekurangan guru. “Tapi dengan pendataan ini kita bisa mengetahui berapa kebutuhan dan kekurangan guru di Palembang,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat Kota Palembang Agus Kelana mengatakan, pihaknya akan memberi pelatihan kepada guru yang jumlahnya berlebih.
”Jadi mereka bisa membantu mengajar di sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar sesuai dengan mata pelajaran mereka,” ujarnya.
Tapi hal tersebut dikatakannya, akan dikoordinasikan lebih dulu dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. “Kita akan usulkan ke Menpan. Mudah-mudahan rencana ini bisa diterima, jadi kita bisa menyosialisasikan,” pungkasnya.(***)

Festival Danau Ranau ke-XVIII Meriah


Muaradua, SN

Festival Danau Ranau (FDR) ke-XVIII 2011 berlangsung meriah, sehingga menarik minat masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dari 1 Desember hingga 4 Desember menghadirkan berbagai kesenian berbagai tari-tarian, serta kesenian lainnya. Bahkan juga digelar bazar yang menawarkan produk unggulan kerajinan tangan yang ada di OKU Selatan, souvenir dan sebagainya.
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dalam amanatnya yang dibacakan Bupati OKU Selatan H Muhtadin Sera’i mengatakan, selain mempromosikan kepada masyarakat luas, kegiatan FDR ini juga untuk lebih mempromosikan lokasi-lokasi yang menjadi objek wisata Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten OKU Selatan.
Sementara Kementrian Pariwisata pusat dalam amanatnya , mengatakan perhelatan FDR XVIII OKU Selatan, tidak hanya mempromosikan keindahan danau ranau di dalam negeri tetapi juga mancanegara.
”Dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat baik terhadap pengembangan maupun memberdayakan potensi pariwisata yang ada di OKU Selatan ini,” katanya.
Ia pun berharap daerah paling ujung Sumatera Selatan ini kaya akan sumber alam, terutama potensi Danau Ranau sehingga perlu digali dan dipercantik lagi untuk mampu menjadi daerah pariwisata yang potensial. (dan)

Gebyar Tahun Baru Islam Kurang Semarak


* Tahun Baru Hijriyah Kita rayakan dengan Pesta dan Hura Hura

Banyuasin, SN
Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed mengingatkan umat Muslim saat ini agaknya lebih menyemarakkan gebyar tahun baru Masehi ketimbang perayaan tahun baru hijriyah, hal ini dapat dilihat ketika penyambutan tahun baru masehi masyarakat lebih suka menghabiskan waktu menunggu pergantian tahun baru masehi pukul 00.00 wib dengan menabuh petasan.
Hal ini dikatakan bupati saat membuka acara perayaan tahun baru Hijriyah 1433 H di masjid Al Amir Jalan Sekojo komplek pemkab Banyuasin Kamis (1/12).
Amiruddin mengatakan, tahun baru 1432 Hijriyah telah bersama dilalui, dan kini telah diperingati lagi tahun baru 1433 Hijriyahdengan hiruk pikuknya, lika-liku kehidupan yang telah dijalani tahun lalu semoga tahun baru ini lebih baik
Diungkapkannya, peristiwa hijrah (Pindah,red) yang pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama sahabat Abubakar RA pindah dari Mekah ke Madinah karena keadaan yang tidak menguntungkan untuk mempertahankan Agama Allah SWT yakni Islam.
Nabi bersama beberapa orang sahabatnya Hirah pindah, dari Mekah ke Madinah zaman nabi dengan mendirikan masjid pertama saat Islam baru dimulai masjid yang diberi nama masjid Quba dari situlah pertama kali nabi mengajak shalat jum’at dan khubah pertamanya.
Sementara KH Solihin Hasibuan dalam tausiahnya mengatakan, hijrah nabi SAW untuk mempertahankan iman. Saat itu masjid petama yang dibangun adalah masjid Quba yang bertujuan uantuk menyatukan antara kaum Muhajirin dan kaum anshar.
Dari da’wahnya di kota Madinah nabi kemudian membangun masjid kedua yakni masjid Nabawai barang siapa yang sholat masjid Nabawi tersebut akan dilipat gandakan pahalannya.
Nabi menyatukan antara iman kaum muhajirin dengan kaum anshar di masjid yang didahului oleh keimanan para sahabat muhajirin tercintanya.Keimanan para sahabat muhajirin dan kecintaannya pada Nabi SAW seperti ditunjukan oleh sahabat Abu Bakar Assidiq dan Ali SA.
Abu Bakar menyanggupi menyiapkan kendaraan untuk Nabi SAW untuk hijrahnya Nabi SAW sudah saya siapkan dua kendaraan untuk rosul hijrah, bagaimana imannya Ali Bin Abi thalaib, kepada nabi SAW siap menggantikan tidur saat rumah nabi SAW dikepung kafir qurais.
Ketua DPR Banyuasin H Agus Salam mengatakan, dengan pergantian tahun berarti usia berkurang, dengan berkurangnya usia dan berganti tahun mari tingkatkan amal ibadah, berbuat dan berpikir untuk amaa kebaikan.
“Tanpa kita sadari pula bahwa usia kita sudah berkurang, maka bersama-sama menju kebaikan dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” kata Agus Salam. (sir)

Lubang 'Mengangah' Ancam warga

Keluang, SN
Lubang berdiameter sekitar 70 sentimeter dengan kedalaman satu meter lebih mengangah di tengah jalan simpang tiga A6 Desa Sidorejo, Kecamatan Keluang. Seolah menanti mangsa, lubang yang sudah ada sejak tiga minggu lalu ini dibiarkan begitu saja.
Berdasarkan pantauan koran ini, lubang berada persis di atas gorong-gorong yangmembelah jalan lintas Keluang. Lubang ini dianggap membahayakan, karena posisinya berada tepat di persimpangan atau sekitar 500 meter dari Mapolsek Keluang. Dilihat dari fisiknya, keberadaan gorong-gorong ini sudah tidak kuat lagi menahan gerusan air yang datang saat turun hujan. Akibatnya, bagian bawah gorong-gorong tersebut ambles hingga menimbulkan lubang di aspal.
Ketua RT15 Keluang, Daryono mengatakan, sudah seharusnya gorong-gorong tempat saluran air ini diperlebar. Dengan begitu, paling tidak tekanan air yang datang tidak terlalu besar.
"Got ini terlalu kecil Pak. Jadi waktu hujan air tidak leluasa mengalir. Akibatnya rumah kami yang di sekitar ini kerap kebanjiran," kata Daryono.
Kerusakan jalan nampak terlihat di jalan lintas Sekayu-Keluang, tepatnya di wilayah Desa Teladan. Di sini ada dua titik jalan yang terbilang parah, hingga membuat kendaraan sulit melintas.
Rohmat, salah seorang warga setempat mengatakan, jalan tersebut belum genap setahun dibangun. Pada musim kemarau jalan ini nampak kelihatan kuat. Namun belum lama diterpa hujan sudah rusak lagi. "Jalan ini diperbaiki sebelum Pilkada dua bulan lalu. Tapi lihat sendiri keadaannya sekarng hancur begini," ujarnya. (her)

2012, Pelebaran Jalan Soeta Selesai

Palembang, SN

Untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang jalan Soekarno Hatta (Soeta) saat ini sedang dikerjakan pelebaran jalan. Diperkirakan pelebaran itu akan selesai pada akhir tahun 2012, dan pada Desember 2012 ditargetkan sudah dapat digunakan.
Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Preservasi dan Pembangunan Jalan dan Jembatan Metropolis Kementerian PU, Ir Aidil Fikri MT, di sela-sela acara penanaman pohon dan jalan santai bertempat di Jalan Soekarno Hatta, Kamis (1/12).
Diterangkannya, Proyek pelebaran jalan Soekarno Hatta ini didanai APBN yang sumber biayanya dari Bank Dunia (World Bank) berupa dana pinjaman (loan) sebesar Rp 84 miliar.
Pelebaran jalan ini kata Aidil, dari 7 meter menjadi 14 meter dengan panjang kurang lebih 8,5 kilometer. Nantinya, dengan pelebaran ini, jalan Soekarno Hatta menjadi 7 meter sisi kiri dan 7 meter sisi kanan (14 meter), selanjutnya median jalan (2-3 meter) dan trotoar 2 meter.
Dikatakannya, saat ini pengerjaan Jalan Soekarno Hatta masih berupa penimbunan secara bertahap. “Kendala hampir tidak ada, kalau tanahnya sudah dibebaskan semua, tinggal melanjutkan saja, jadi sesuai target akhir 2012 selesai,” katanya optimis.
Menurutnya, kontrak proyek ini selesai sampai bulan November 2012 termasuk pengaspalan Jalan Soekarno Hatta dimana nantinya akan jadi dua jalur. "Nanti ada pelebaran lagi nanti dibuat jalan perputaran kendaraan, agar memutar agak luas,” terangnya.
Sementara itu mengenai Jembatan Musi II kata Aidil, akan terus dipelihara dan pihaknya tidak mau lalai dan lengah karena perubahan kondisi jalan begitu cepat, apalagi Jembatan Musi II kini menerima beban overload.
"Namun, yang penting itu perawatan, kalau kita teliti dan jaga terus insya Allah tidak akan terjadi seperti yang di Tenggarong,” katanya.
Saat melakukan pengecekan di Jembatan Musi II beberapa hari yang lalu katanya, ada 15 baut yang kendor, dua baut yang hilang, dan patah. Namun, kesemuanya sudah diganti.
Terkait rencana Dishub Palembang yang akan memberlakukan satu jalur kendaraan yang melintas di Jembatan musi II dengan memberikan semacam traffic light. Ia mengaku sangat mendukung hal itu. Menurutnya, pemberlakuan itu termasuk dalam perawatan jembatan agar dapat bertahan lama.
"Rencana itu sangat baik, jadi nanti diatas Jembatan Musi II diberlakukan satu jalur, dan kendaraan yang melintas bergantian," ungkapnya. (awj)

Nazaruddin Terus Jadi Bumerang Bagi Banyak Institusi


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

SANG Nazaruddin yang fenomenal karena sempat melarikan diri ke luar negeri, terus 'bernyanyi' di kursi pesakitan. Tak hanya Partai Demokrat yang disebut pria asal Jambi ini, beberapa institusi dan nama-nama petinggi juga masuk dalam 'nyanyian' nya.
Hanya untuk diketahui saat sidang kasus M Nazaruddin berlangsung, buru-buru Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah mengkonfrontir semua ucapan Nazaruddin. Ketua DPR Marzuki Alie harus pusing karena Nazaruddin dan menyatakan masih banyak urusan negara yang harus diselesaikan.
Tetapi sebenarnya tak usah terlalu repot dengan ulah Nazaruddin bila memang kenyataannya tak ada. Biarlah di pengadailan semua itu dibuktikan.
Nazaruddin rupannya masih 'bangga' memanfaatkan
semua yang ia tahu di PD untuk membela diri. Apakah ia memegang banyak 'kartu as' di PD dan Kemenpora. Hingga saat ia merasa tak dilindungi, terus dan terus membuka semuanya. Termasuk ada proyek yang nilainya mencapai triliunan di Kemenpora.
Kalau ditilik dari pola tingkah Nazaruddin, rupanya selama di PD, Nazaruddin banyak mengetahui gerak dan ulah oknum kader dan petinggi di PD, yang selama ini suka bermain curang.
Benar atau tidak apa yang dikatakan Nazaruddin, tergantung pemeriksaan dan pengadilan yang saat ini tengah berjalan. Untuk itu KPK agar lebih cepat bekerja, tegas, dan jangan berpihak, supaya cepat jelas hitam-putih hukumnya. (***)

Warga Pagaralam Minta Dibangunkan Jalan Pedesaan

Pagaralam, SN
Pemerintah Kota Pagaralam diminta segera membangun jalan pedesaan, sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil.
"Kami minta pemerintah kota membangunkan jalan desa di tiga kecamatan, agar terlihat rapi dan dapat memperlancar akses antar derah terpencil," ungkap Ketua RT 02 Kelurahan Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan, Salpis, Kamis (1/12).
Ia mengatakan, saat ini sudah ada jalan dibangun secara gotong-royong pada tahun 1985 lalu, tapi belum di aspal dan hanya berupa jalan setapak.
"Kalau musim hujan sering berlumpur dan becek, padahal jalan tersebut merupakan akses satu-satunya di daerah tersebut. Sejak mulai dibangun belum pernah mendapat bantuan pengerasan dari Pemerintah Kota Pagaralam," kata dia.
Apabila musim hujan, lanjutnya, warga sangat sulit melewati jalan tersebut baik yang berjalan kaki, apalagi menggunakan sepeda motor.
"Jalan lingkar yang berada di dalam pemukiman warga ini merupakan akses menjual hasil bumi ke pusat kota. Kalau musim hujan, kondisi jalan berlumpur dan sulit untuk dilewati karena licin tentunya akan mempengaruhi biaya transportasi," ungkapnya.
Menurut dia, sudah saatnya jika semua akses perkampungan di dalam kota ini dibangun jalan aspal dan dipermanenkan.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pagaralam, Yunali, mengatakan apabila sudah ada anggaran nanti pembangunan akan secepatnya direalisasikan sesuai dengan keinginan warga Pagaralam.
“Kalau anggaran ada dan disetujui Dewan, maka kami akan segera merealisasikan keinginan warga tersebut untuk membangun jalan lingkar desa,” ungkapnya.
Dia menambahkan, memang masih banyak jalan yang belum dilakukan perbaikan secara menyeluruh termasuk di dalam perkampungan, selain terbatasnya anggaran, juga jumlah jalan yang perlu diperbaiki cukup banyak. (asn)

Mutu Air Sungai Lematang Menurun


Muara Enim, SN

Tingginya debit air sungai Lematang Muara Enim membuat warna air berubah menjadi coklat pekat, bahkan tumpukan sampah hanyut dibantaran sungai. Hal ini mengindikasikan jika baku mutu air sungai menurun serta berpotensi bibit penyakit jika dikonsumsi masyarakat.
Warga yang tinggal di pinggiran sungai, terpaksa mengurangi
aktivitasnya, seperti mandi, mencuci pakaian, bahkan mengkonsumsi air tersebut untuk memasak atau sebagai air minum.
Sebab, tingginya curah hujan sejak berapa hari terakhir,
mengakibatkan air sungai menjadi pasang.Kemudian, air sungai menjadi keruh. Belum lagi, banyaknya sampah yang hanyut dibantaran sungai.
Sebagaimana dikemukakan, warga di sekitar bantaran sungai Lematang, Awaludin (43), sejak diguyur hujan malam sebelumnya, debit air sungai Lematang menjadi pasang. Akibanya, arus sungai ikut membawa tumpukan sampah dan limbah dari hulu ke hilir.
“Jadi, kami was-was, untuk mandi dan mencuci,terlebih lagi, digunakan untuk memasak atau sebagai air minum,” jelas Awaludin, Kamis (1/12).
Sama halnya, warga lainnya, Astuti (50), kendati sudah terbiasa engan kondisi air pasang semacam ini, namun dirinya tetap merasa kesulitan.
Terlebih bila air ikut keruh. Sebab, pakaian yang ia cuci di sungai biasanya akan terlihat lebih kusam. Selain itu, setiap selesai mandi badan juga terasa lebih lengket. Belum lagi, sampah yang ikut arus sangat banyak sehingga sungai terlihat sangat kotor.
“Ya, memang, untuk minum, kami sekeluarga tidak pakai air sungai, tapi pakai air sumur atau isi ulang. Tapi kalau mencuci dan mandi biasanya di sungai. Tapi kalau sekarang kondisi air sedang tidak bagus, sampah menumpuk dan airnya juga lengket,” papar Astuti.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kerusakan dan Pemeliharaan Lingkungan pada Badan Lingkungan Hidup (LBH) Kabupaten Muara Enim Eddy Irson kepada wartawan, Kamis (1/12) menjelaskan, penguapan air sungai terjadi akibat hujan yang turun di bagian hulu dan hilir sungai.
Mengakibatkan, debit arus sungai menjadi meningkat dan arus air menjadi lambat dan menguap. Begitupula dengan tumpukan sampah yang mengalir selama musim pasang ini. Sementara, sedimen dan butir-butir tanah yang ada di sekitar sungai ikut terkisis oleh curah hujan dan air, sehingga membuat warna air menjadi keruh.
Faktor itu lah kata Eddy, yang menyebabkan air sungai menjadi keruh.
Terlebih kebiasaan masyarakat sekitar yang masih membuang sampah di sungai tentunya sangat berpengaruh dengan tingkat penguapan dan pencemaran air sungai. Baik berupa limbah rumah tangga ataupun industri.
Masih dikatakan Eddy, secara berkala tim labolatorium BLH Muara Enim terus melakukan pengujian terhadap baku mutu air sungai Lematang.
Dimana, hingga akhir November ini, hasil analisa menunjukan Total Suspended Solid (TSS) atau tingkat kekeruhaan air sungai ini menurun tajam dari batas normal. Yakni antara 104 mg/liter -200 mg/liter dari yang seharusnya 50 mg/liter. Analisa ini di lakukan pada tiga titik yakni Intake PDAM Jembatan Enim II, Hulu PLTU dan Hilir PLTU.
Besaran angka baku mutu ini tergantung titik-titiknya. Umumnya, uji baku mutu akan menunjukan hasil yang lebih baik di bagian hulu sungai. Sebaliknya untuk hilir kualitas air cenderung lebih buruk.
“Sedangkan kadar minyak dan lemak, berada pada kisaran 0,008 hingga I,900 mg/liter dari batas normal 1. Untuk besi berada pada angka 0,380 dari ambang batas 0,3. Sedangkan, untuk ammonia, mangan dan lain-lain masih tergolong aman,”terangnya.
Lalu, untuk kadar minyak dan lemak justru akan mengalami penurunan saat debit air meningkat. Sebaliknya, pada musim kemarau kandungan ini akan jauh lebih tinggi. Menurutnya, sungai Lematang mengalir dalam batas lintas Kabupaten. Sehingga, pengelolaanya berada pada pihak provinsi.
Sebelumnya, berdasarkan SK Gubernur Sumatera Selatan Nomor 16/2005 sungai Lematang berada pada kelas I. Namun, dilapangan kondisi ini dapat saja mengalami perubahan sewaktu-waktu.
“Kalau saat ini, mungkin kondisi air sungai Lematang sedang turun tajam. Dan, di perkirakan berada diantara kelas II dan III,” ucap dia.
Dihimbaunya kepada masyarakat untuk dapat membatasi konsumsi air sungai. Misalnya, hanya sebatas mandi dan mencuci saja, tidak untuk digunakan untuk memasak atau diminum.
“Sebab, dikhawatirkan kondisi air yang buruk akan mengandung bibit penyakit dan zat-zat berbahaya lainnya yang ikut hanyut terbawa arus,” pungkasnya. (yud)

Kamis, 01 Desember 2011

Edisi Cetak 508, Kamis 1 Desember 2011

Polres ME Dapat Bantuan 9 Motor

Muara Enim, SN
Bupati Muara Enim Ir Muzakir Sai Sohar menyerahkan 9 unit sepeda motor operasional Kepolisian Resor (Polres) Muara Enim. Kendaraan tersebut diharapkan nantinya dapat membantu kinerja dilapangan anggota.
Penyerahan kendaraan operasional tersebut secara simbolis diterima, Kapolda Sumsel, Irjen Pol DR Dikdik M Arief Mansur SH MH, disela-sela acara Tatap Muka Kapolda Sumsel dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat,Tokoh Adat, dan FKPD Muara Enim yang dilangsungkan di
Balai Agung Serasan (BAS), Selasa (29/11) sekitar pukul 20.00 WIB.
Bupati, Muzakir, mengatakan, bantuan operasional yang diserahkan ke Polres tersebut merupakan wujud partisipasi dan dukungannya atas eksistensi Polres Muara Enim demi menjaga cipta kondusif.
“Mudah-mudahan, kendaraan operasional motor ini nantinya dapat membantu anggota Polres Muara Enim dalam menjalankan tugasnya di lapangan serta pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Muzakir.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dikdik M Arief Mansur, menyambut baik atas diterimanya kendaraan operasional tersebut. Bahkan, dia menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati Muara Enim yang mendukung eksistensi Polres Muara Enim hingga kedepannya.
Ditambahkan Kapolres Muara Enim, AKBP Budi Suryanto, kendaraan operasional itu nantinya akan disebar ke polsek-polsek yang belum memiliki kendaraan operasional sepeda motor.
“Kendaraan ini, sangat membantu anggota demi menjalankan tugasnya di lapangan,” pungkas Kapolres. (yud)

Jukir-Pengusaha Tolak Larangan Parkir Jalan Sudirman

Palembang, SN
Rencana Dinas Perhubungan Kota Palembang mempermanenkan pelarangan parkir di kawasan Jalan Sudirman ditentang juru parkir dan para pengusaha di Kota Palembang.
Salah seorang juru parkir, Idin mengatakan, pelarangan parkir selama SEA Games saja telah menyebabkan pendapatan mereka turun drastis.
”Kalau tidak boleh lagi parkir, terus kami mau makan dari mana,” ujarnya, kemarin.
Pemerintah memang berencana menetapkan pelarangan parkir di Jalan Sudirman. Pada tahap awal, dimulai dari Internasional Plaza hingga bundaran air mancur, dekat Masjid Agung.
Idin mengaku pendapatan dari parkir tak tentu. Jika sedang ramai, warga 15 Ulu tersebut mampu mengantongi duit sekitar Rp 100-120 ribu/hari. Kalau sedang apes, kadang hanya mampu mengantongi sekitar Rp 60-70 ribu. Dari jumlah itu, sebagian mesti disetorkan lagi ke Dinas Perhubungan.
“Untuk hari biasa, target setoran parkirnya sebesar Rp 60 ribu/hari,” ujar Idin.
Jumlah tersebut naik sebesar Rp 20 ribu dibandingkan sebelum kenaikan retribusi parkir dari Rp 500 menjadi Rp 1000 untuk motor dan Rp 1000 menjadi Rp 2.000 untuk mobil.
”Kalau lagi sepi, kadang hanya dapat uang untuk ongkos pulang,” kata Idin, yang mengaku selain membiayai kebutuhan sehari-hari, juga untuk biaya sekolah kedua cucunya.
Idin meminta pemerintah mempertimbangkan ulang rencana pelarangan parkir di kawasan Sudirman. Ia menilai, kepadatan dan kemacetan lalu lintas dari IP hingga bundaran tak parah-parah amat.
”Coba lihat saja sendiri. Sekarang kan banyak bus kota yang berhenti lalu lintas lancar-lancar saja,” ujarnya.
Menurut dia, penerapan larangan parkir permanen lebih tepat dilaksanakan di ruas jalan mulai dari Pasar Cinde hingga ke simpang lampu merah Charitas.
”Disitu yang sering terjadi kepadatan dan kemacetan lalu lintas,” sebutnya.
Anton, juru parkir di Jalan Sudirman, juga menyatakan keberatan jika pemerintah memberlakukan pelarangan parkir di IP-bundaran air mancur.
”Yah, kalau bisa janganlah (larangan parkir dipermanenkan, red),” ujarnya.
Rencana pemerintah membangun tempat parkir khusus di ruas Jalan Letkol Iskandar, menurut Arif kurang tepat. Soalnya tempat itu tidak cukup menampung kendaran yang biasa parkir di kawasan Sudirman.
Hal senada dikatakan Acing, pemilik toko Matahari, yang menjual sparepart mobil. Penerapan larangan parkir bisa berdampak pada pelaku usaha.
Ia menyebutkan, saat pelarangan parkir selama SEA Games saja penjualannya merosot hingga 90 persen. ”Kadang sehari seadanya saja bisa jual,” tutur Acing.
Bila ada pembeli, terangnya, biasanya transaksi dilakukan terburu-buru. Pasalnya, konsumen khawatir kendaraan yang diparkir bakal dikunci gembok oleh petugas patroli Dishub.
”Jadi seperti orang nodong saja baik pembeli dan penjual, mau cepat-cepat,” ujarnya.
Tidak sedikit konsumen yang akhirnya hanya berhenti sebentar di dekat lahan parkir, tapi begitu melihat ada petugas patroli Dishub yang datang, akhirnya pergi lagi sebelum berbelanja.
Ia khawatir jika larangan parkir dipermanenkan. Bisa-bisa usaha yang dikelolanya tutup karena sepi pembeli. (**)

Pembangunan BBI Ogan Ilir Telan Rp 2 M Lebih

Indralaya, SN
Pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) milik Pemkab Ogan Ilir seluas 4 hektar yang sebelumnya sempat terhenti pembangunannya, dipastikan kembali berlanjut pada tahun 2012, setelah memperoleh suntikan dari dana Alokasi Khusu (DAK) Rp 2,3 Miliar.
“Kepastian itu karena teranggarnya dana sebesar Rp 2,3 Miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus pusat serta sharing 10% dari APBD OI,” kata Kadinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) OI Noorman Yusalwan baru-baru ini.
Menurut Noorman, anggaran ini ditujukan untuk melanjutkan pembangunan fisik BBI, seperti pembangunan talud dari batu kali sepanjang kolam, agar tanah tidak turun. Selain itu kalau anggaran tersebut masih memadai akan dilanjutkan dengan penimbunan pada bagian tanah yang mengalami penurunan.
“Untuk dana BBI fisik diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 17 miliar lagi. Dana itu antara lain untuk melakukan pengedaman sekeliling BBI dan penimbunan lahan,” ungkapnya.
Sementara itu Kabid Perikanan Kabupaten Ogan Ilir Rokayah mengatakan, penambahan dana untuk kelanjutan pembangunan BBI memang sangat diperlukan, mengingat saat ini fasilitas BBI memang belum sempurna. “Ada kolam indukan yang sudah selesai dan telah dimanfaatkan utuk lele, gurami, nila dan patin namun ada juga kolam yang belum selesai pengerjaannya,” ujarnya.
Ditambahkannya, mengingat keterbatasan BBI baik fasilitas maupun sumber daya manusia (SDM), pembibitan ikan untuk komersial belum dilakukan, baru terbatas memenuhi kebutuhan petani lokal. “Keinginan kita apabila semua fasilitas telah memadai disertai SDM yang cukup,
disnakkan menargetkan pembibitan 1 juta ekor ikan pertahunnya,” paparnya. (man)

DBD Serang Warga Banyuasin

Banyuasin, SN
Demam berdarah dengue(DBD) menyerang beberapa daerah di wilayah Kabupaten Banyuasin di Pangkalan Balai, Sedang, Air Sangris, dan Taja raja II, Talang Kelapa, Banyuasin III, Banyuasin I, Tanjung Lago, Betung dan Rambutan beberapa hari terakhir. Keteledoran warga dalam menjaga kesehatan lingkungannya dinilai menjadi penyebab munculnya kedua penyakit ini.
Berdasarkan pendataan Kepala Dinas Kesehatan dr Ayuhana Awam menjelaskan, peningkatan DBD di Banyuasin lebih cenderung karena perubahan iklim, dari musim panas ke musim hujan. Pihaknya pun sudah melakukan upaya pencegahan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Dinas kesehatan juga menetapkan 10 daerah endemis DBD, masing-masing di Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin III, Banyuasin I, Tanjung Lago, Betung dan Rambutan. “Daerah endemis tersebut sudah kita antisipasi dengan cara penyuluhan lingkungan sehat dan perilaku sehat kepada masyarakat, termasuk penyuluhan PSN, baik dengan cara 3M, Fogging maupun abate," tuturnya.
Dalam radius 25 meter, kata Ayuhana, Dinas Kesehatan melakukan penyelidikan, ternyata memang didekat sana terdapat genangan air sehingga menimbulkan jentik, dilokasi tersebut juga sudah dilakukan double cycle fogging.
Diakui Ayuhana, fogging memang bukan pemecah permasalahan DBD yang tepat, sebab fogging yang dilakukan hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik dan telur nyamuk sama sekali tidak dapat dibunuh.
“Bisa dibayangkan satu ekor nyamuk bisa menelurkan 200 ekor jentik, dan telur-telur mereka bisa bertahan meski tidak dalam kondisi digenangi air. Karenanya selain fogging kami juga berharap massyarakat bisa menciptakan hidup sehat, dengan menjaga lingkungannya. Kemudian kami juga menghimbau untuk melakukan 3 M, mengubur, menguras dan menutup wadah-wadah air," terangnya.
Ditambahkannya, penyebaran penyakit ini, karena kurangnya kepedulian warga dalam menjaga kebersihan lingkungan pada saat musim hujan.
Peningkatan kasus DBD ini sendiri diakui oleh Kepala RSUD Banyuasin, dr Syaumaryadi MEpid. Menurutnya, hampir setiap bulan ia menerima pasien dengan keluhan seperti DBD. Seperti M.Ilham ,Ikba warga pangkalan balai(18), Anisa Air sangris,Nuzuli Taja Raya,Dina Air Sangris dan Dina (20)Pangkalan Balai,yang di rawat di RSUD Banyuasin Sekarang.
“Untuk keluhannya memang penyakit DBD menjadi penyakit nomor satu yang ada di Rsud Banyuasin tersebut apalagi satu bulan ini saja ada sekitar 30 orang,Tanda tanda penyakit DBD adalah pasien mengeluarkan bintik merah, namun untuk kepastiannya memang harus dilakukan tes laboratorium. Positif atau tidaknya hasil test ditentukan oleh kandungan trombosit dalam darah. Untuk pasien baru mengalami gr I belum berbahaya. Tetapi kami akan bertindak cepat untuk pengobatan DBD yang makin membahayakan,” jelasnya. (sir)

Puluhan Rumah Warga Tungkal Jaya Terendam Banjir

Tungkaljaya, SN
Sedikitnya 51 rumah warga di Desa Peninggalan,Kecamatan Tungkaljaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sejak empat hari lalu terendam banjir akibat luapan Sungai Peninggalan. Banjir
diperkirakan akan semakin meluas, jika dalam beberapa hari kedepan turun hujan.
Memasuki musim penghujan kali ini, rasa cemas memang tengah melandawarga yang bermukim di bantaran sungai. Terutama mereka yang tinggal di sekitar bangunan Jembatan Peninggalan. Di sini, luapan sungai sudahmerendam beberapa pekarangan rumah warga. Akibatnya, aktivitas merekasehari-hari terhambat dan warga terpaksa membuat jembatan darurat menuju rumah atau menggunakan perahu bagi yang punya.
"Banjir sudah terjadi sejak Jumat lalu. Yang kita takutkan ada hujandi bagian hulu sungai ini, sehingga luapan air bertambah. Kalau itu terjadi, kami terpaksa mengungsi," ujar Sulaiman, salah seorang warga yang rumahnya juga terkena banjir.
Hal senada dikatakan Pendi, warga lainnya. Dia mengatakan banjir
melanda tiga Rukun Tetangga (RT). Di RT 02 ada 33 buah rumah, RT 03 15dan tiga lagi di RT 04.
"Semua rumah di sini umumnya panggung. Ada yang sejengkal lagi airmenyentuh lantai," katanya.
Meski air dengan kedalaman sekitar satu meter ini nyaris masuk rumahwarga, namun sejauh ini pemiliknya masih bertahan. Sebagian hanyabersiap-siap untuk mengungsi jika memang situasi kedepan semakinmemburuk lantaran hujan deras.
Terkait hal ini, Camat Sugeng melalui Sekretaris Camat (Sekcam) Tungkaljaya Firman Irawansaat disambangi koran ini kemarin mengatakan, pada dasarnya banjir sepertiini sudah biasa terjadi di sana. Hal itu disebabkan bagian sungai didekat pankal jembatan terbilang dangkal. Karena itu saat turun hujandi hulu sungai, airnya meluap ke pemukiman penduduk di sekitar.
Meburutnya, karena sudah terbiasa warga pun sudah cukup maklum. "Yang kita khawatirkan dalam beberapa hari kedepan masih hujan deras,ya terpaksa warga kita ungsikan. Satu lagi anak-anak. Karena air disekitar rumah itu cukup dalam, tentu kita khawatir terhadapkeselamatan mereka," tandasnya. (her)

Warga Keluhkan Jalan 108 Babat Supat Rusak

Sekayu, SN
Ruas jalan 108 yang menghubungkan wilayah Kecamatan Babat Supat ke jalan lintas timur Palembang-Jambi kian memprihatinkan. Belasan kilo meter badan jalan dipenuhi lubang berlumpur saat turun hujan dan batu koral yang bertebaran di pinggir jalan.
“Ini bukan jalan perusahaan minyak ataupun batubara. Tapi ini jalan yang dibuat Pemerintah Kabupaten Muba. Guna memperlancar akses pemerintahan dan perekonomi masyarakat membawa hasil pertanian, Kami masyarakat kecil hanya bisa berharap Pak bupati melihat kondisi ini dan menindaklanjutinya,” ujar candra warga Desa Supat.
Menurut dia, bertahun-tahun puluhan truk yang mengangkut hasil pertambangan batubara dan minyak CPO melintas di jalan kabupaten itu setiap harinya. Jika panas menimbulkan debu, dan saat musim hujan penuh lumpur dengan lubang di sana sini. Anehnya, kata candra , meski ini sudah berlangsung lama tidak ada tindakan tegas dari Pemkab Muba terhadap operasional truk-truk tersebut.
“Yang lewat di jalan ini tidak hanya truk kecil. Tidak jarang tronton melebihi tonase, namun sekarang sebatas kendaran damtruk milik perusahaan juga ikut andil dalam kerusakan,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Mulyanto. Menurut dia, umumnya kendaraan yang melintas di wilayah itu mengangkut batubara milik PT Baturona dan Truk tengki minyak CPO dari PT MBI. Lemahnya kebijakan pemerintah ditambah kurangnya pengawasan legeslatif sebagai peran kontrol terhadap perusahan yang beroperasi mengunankan akses jalan pemerintah kabupaten, membuat akses jalan penghubung utama di kecataman tersebut rusak berkepanjangan.
“Kita tidak menapikan adanya usaha perbaikan dari pihak perusahaan. Tapi apa yang dilakukan tidak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan. Masa Cuma ditimbun-timbun saja pakai batu koral,” ujarnya.
Informasi terkait kerusakan jalan lintas yang akrab disebut jalan 108 ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat. Dari pengamatan beberapa hari terakhir, apa yang dikeluhkan masyarakat setempat mungkin tidaklah berlebihan. Sebab faktanya, jalan tersebut memang rusak dan kurang dari sehari puluhan truk mengangkut minyak dan batubara melintas di sana.
Salah seorang sumber menyebutkan, puluhan truk ini dikoordinir pihak ketiga yang menjalankan proyek dari perusahaan terdekat. Untuk mempermudah operasionalnya, pihak ketiga menyewa beberapa truk milik warga setempat disamping truk dari daerah lainnya. Sebab dilihat dari plat atau nomor polisi kendaraan, tidak hanya BG (wilayah Sumsel) tapi juga B, E, BH, dan BE. (her)

Alex Musni Jabat Plt Sekda Pagaralam

Pagaralam, SN
Drs Alke Musni MM, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pagaralam, dilantik Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris, MM sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Sekda menggantikan Drs H A Fachri, di Aula SD Model, Rabu (30/11).
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Ketua DPRD Pagaralam H Ruslan Abdul Gani, Wakil Walikota Pagaralam Hj Ida Firtriati dan unsur Muspida lainnya.
"Penunjukan A Musni sebagai Plt Seksa Kota Pagaralam, ini berdasarkan surat perintah Gubernur Sumatera Selatan No 821.2/215/BKD.II/2011," kata Kabag Humas, Pemkot Pagaralam, Imam Pasli, SSTP.
Menurut dia, A Fachri sudah memasuki masa pensiun mulai bulan Oktober 2011 lalu, namun pelantikan Plt baru dapat dilakukan bulan November ini.
"Sekda merupakan jabatan tertinggi dilingkungan PNS Kota Pagaralam, sehingga setelah pejabat yang lama memasuki masa pensiun harus dilakukan pergantian segera," ungkap dia.
Sementara itu A Fachri, usai pelantikan mengatakan, terima kasih kepada semua pegawai Pemkot Pagaralam dan masyarakat yang sudah mendukung dan membantu dalam mendukung tugas selama menjabt Sekda selama sembilan tahun tujuh bulan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat Pagaralam dan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah mempercayakan dan memberikan amanah serta dukungannya selama saya bertugas sebagai Sekretaris daerah," ungkapnya.
Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris, mengatakan jabatan merupakan aman dan harus dipertangungjawabkan bukan hanya dihadapan masyarakat, namun yang paling tinggi di hadapan Allah SWT.
"Kita cukup berterima kasih kepada A Fachri yang sudah mengabdikan diri selama sembilan tahun sejak Kota Pagaralam menjadi daerah otonomi pada tahun 2001 lalu," ungkapnya. (asn)

Warga Pagaralam Temukan Keris Ratusan Tahun

foto net/ilust
Pagaralam, SN
Warga Kota Pagaralam, menemukan keris berumur ratusan tahun peninggalan puyang "Raje Nyawe" di puncak Gunung Api Dempo. Sebetulnya ada dua jenis benda pusaka peninggalan puyang "Raja Nyawa" yang berhasil ditemukan yaitu keris dan tasbih. Demikian diungkapkan Wahadi, warga Kampung II Kelurahan Gunung Dempo, Kecamatan Pagaralam Selatan, Rabu (30/11).
Menurut dia, kedua benda pusaka ini berukuran panjang sekitar 30 centimeter dan besarnya sama dengan keris pada umumnya.
"Sedangkan tasbih berwarna putih, sementara ukuran dan bentuknya sama dengan yang sering kita lihat," ungkap dia.
Ia mengatakan namun untuk mendapatkan berbagai bendan pusaka ini dibutuhkan berbagai ritual termasuk semedi di puncak Gunung Api Dempo.
"Sebelumnya saya juga pernah mendapat tungkat naga peninggalan puyang "Raje Nyawe" di puncak Dempo," ungkap dia.
Ia mengatakan, penemuan semua benda pusaka ini dilakukan melalui berbagai ritual khusus dan pendekatan secara supranatural atau gaib.
"Kebetulan saat itu saya sedang berada di puncak Gunung Api Dempo, seperti biasa ritual yang dilakukan dengan berzikir dan melakukan sahalat malam. Ketika sedang melakukan ritual itulah muncul sinar warna putih dan setelah didekati ternyata benda pusata tersebut," ungkap dia.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Senibudaya, Sukaimi, mengatakan untuk mendukung Pagaralam, sebagai daerah cagar budaya sudah dibangun berbagai sarana pendukung, seperti musium terbuka dan termasuk rencana pembangunan musium tempat menyimpan benda pusaka.
"Kita sudah membuat musium replika megalit di halaman kantor Pemkot Pagaralam, diatas lahan seluas 1/2 hektar," ungkap dia.
Dia mengatakan, pembuatan musium ini bukan hanya untuk mendukung wisata sejarah tapi sebagai bentuk pelestarian berbagai aset budaya sejarah yang tersebar di daerah Pagaralam.
"Kita ingin bila wisatawan yang datang ke Pagaralam, tidak harus mengunjungi satu persatu lokasi megalit tapi cukup datang ke musium di Komplek Perkantoran Gunung Gare. Selain lokasinya terbuka dan keberadaan musium juga merupakan penghias keindahan taman perkantoran," ungkapnya. (asn)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.