Senin, 28 November 2011
Warga Kurang Mampu OKI Operasi Katarak Gratis

Kayuagung, SN
Kegiatan Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Unit Regional Risk Management (RRM) Palembang bekerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) melakukan operasi katarak gratis kepada warga OKI beberapa hari lalu.
Kegiatan sosial bertema ”Kemilau Mata Mandiri” ini pelaksanaannya di Puskesmas Tugujaya Desa Tugumulyo Kecamatan Lempuing selama dua hari dari tanggal 25 hingga 26 Nopember 2011. Sekitar kurang lebih 100 penderita yang rata-rata sudah lanjut usia (lansia) ini dengan didampingi sanak keluarganya mendatangi Puskesmas Tugujaya untuk mendapatkan penanganan operasi katarak gratis.
Senior Vice President PT Bank Mandiri M Sigit Pambudi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, khususnya masyarakat penderita yang telah hadir dalam ‘Kemilau Mata Mandiri’.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan bapak-bapak dan ibu-ibu dalam kegiatan bhakti sosial berupa operasi katarak gratis yang kami selenggarakan selama dua hari ini,” ujarnya.
Lanjut Sigit, Bank Mandiri akan selalu berkomitmen kepada masalah kesehatan masyarakat, termasuk penanganan penyakit katarak ini.
“Kenapa kami memilih pada kegiatan operasi katarak, karena kami yakin, akibat katarak yang diderita masyarakat, maka hal itu sangat berpengaruh pada kegiatan rutin si penderita, sehingga dengan adanya operasi katarak gratis ini, kami sangat berharap dapat membantu si penderita untuk kembali melakukan aktivitas rutinnya seperti sedia kala,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) OKI, dr H Mgs M Hakim Mkes dalam kesempatannya mengatakan, Insya Allah dengan kegiatan bhakti sosial seperti ini diharapkan dapat mensinergikan kembali si penderita untuk hidup normal dan dapat melanjutkan aktivitasnya kembali. (iso)
Foto: Kadinkes OKI didampingi pihak Bank Mandiri melihat pasien yang dioperasi.
Dranase Kelurahan Betung Rawan Banjir
Betung, SN
Untuk mewujudkan program Kabupaten bersih tahun 2012, sesuai pencanangan Bupati Banyuasin, H Amiruddin Inoed, maka Sekretaris Kelurahan Betung, M Sobir SSos langsung turun kelokasi mengajak warganya guna melakukan pembersihan lingkungan untuk bergotong-royong dengan membersihkan berbagai lingkungan permukiman masyarakat yang dianggap sudah menganggu kenyamanan dalam kehidupan masyarakatnya dan dranase Kelurahan Betung ini rawan banjir.
Kesempatan Minggu (27/11) ini dimulai pukul 08.00 wibhingga pukul 11.00 wib, Seklur mengajak warga dari 3 RT yakni RT,22, 25 dan 28 untuk bergotong-royong dengan membersihan saluran air yang tersumbat berbagai kotoran atau pendangkalan yang membuat air meluap dan mengalir dipermukaan badan jalan lintas timur kota Betung ini. Hal ini perlu dilakukan kata Sobir, jika menunggu adanya proyek propinsi maupun pusat entah kapan terealisasinya. Untuk itu yang setiap hari kita sendiri yang memanfatkan jalan ini, tak ada salahnya sebagai warga Negara yang baik kita lakukan terlebih dahulu.
"Mungkin dengan kepedulian kita ini akan menjadi perhatian pemerintah baik dari Kabupaten atau dari Tingkat Provinsi bahkan pemerintah Pusat. Memang kata Sobir, sebenarnya untuk penanganan pembangunan serta pemeliharaan pada jalan ini kewenangan pemerintah pusat, tetapi tehnisnya mungkin dari kabupaten atau provinsi.
Kita membersihkan saluran air yang terdapat di Jalan Dewaruci yang tersumbat kotoran dan pendangkalan serta aliran air pada dranase yang mengalami pendangkalan," terangnya.
Dengan dirinya turut langsung kelokasi ikut terjun dalam gotong royong ini, masyarakat pun semangat dan figur seperti Seklur yang satu inilah yang patut dijadikan panutan, sanjung warga saat diminta komentarnya.
Sadimin salah satu ketua RW setempat menambahkan, dengan gotong royong serta ikut turun langsung kelokasi seperti yang dilakukan oleh Seklur inilah masyarakat bersemangat melakukan berbagai kegiatan sosial seperti kali ini dan seperti ini perlu dilanjutkan, sebab manfaatnya sangat positif. Untuk itu Seklur meminta kepada warga Kelurahan Betung untuk melakukan kebersihan setiap hari Minggu pagi dan dia akan memandu langsung disetiap lokasi gotong-royong diselenggarakan.
Bukan hanya itu kata Sadimin, jika system kehidupan masyarakat selalu didahului oleh pimpinannya turut serta kelokasi. "Seperti ini, warga tidak akan malas justru sebaliknya bersemangat untuk menciptakan lingkungan sehat dan bersih sesuai semboyan Bupati Banyuasin itu yang mentargetkan mulai tahun 2012 bersih akan mudah wujudkan," katanya. (sir/her)
Pohon Tumbang, Kota Sekayu Gelap Gulita
Sekayu, SN
Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan yang terjadi belakangan ini setidaknya menjadi ancaman bagi warga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sekarang ini. Bagaimana tidak, hujan deras disertai angin kencang telah mengakibatkan beberapa pohon tumbang akibat diterpa angin. Tak heran akibatnya aliran listrik pun padam.
Seperti yang terjadi Minggu (27/11) tepatnya di Desa Bailangu, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba. Angin kencang telah mengakibatkan pohon karet milik warga roboh. Bahkan, robohnya pohon karet tersebut sampai mengenai tiang listrik hingga putus.
Akibatnya, saluran listrik mati total dan mengakibatkan kota Sekayu dan sekitarnya gelap gulita. Bahkan, jauh sebelum ini sudah tiga kali kejadian serupa terjadi. Yakni dua kali pohon tumbang di Desa Teluk dan yang terjadi dua hari lalu. Kasunya pun sama pohon tumbang hingga menimpa tiang listrik sampai putus.
Hal ini diakui Heru (30), warga Bailangu, Minggu (27/11). Menurutnya, angin kencang benar-benar menjadi ancaman bagi sejumlah pohon besar dan tua hingga roboh. Sebab, menurutnya, angin kencang yang hanya terjadi beberapa jam saja bisa dipastikan menumbangkan sejumlah pohon, terutama yang ada di jalan raya.
“Kejadian pohon tumbang sudah sering terjadi. Bila angin kencang bisa dipastikan akan mengakibatkan pohon tumbang. Jauh sebelum ini juga pernah terjadi tepatnya di desa Teluk yang mengenai tiang listrik hingga putus,” ungkapnya.
Tak hanya itu saja, lanjutnya, angin kencang yang terjadi belakangan ini juga mengkhawatirkan bagi pengguna jalan. Sebab, satu pohon tumbang yang ada di jalan bisa mengakibatkan arus lalu lintas macet total. Oleh karenanya, kejadian yang terjadi belakangan ini seakan membuat Bumi Serasan Sekate rawan pohon tumbang.
“Yang terjadi kemarin saja bisa menyebabkan kemacetan satu jam. Ini akibat pohon yang melintang ditengah jalan, sehingga menutupi jalan,” jelasnya seraya menyatakan perlu adanya tindakan untuk meminimalisir terjadinya pohon yang mengenai listrik. (her)
Tiga SPBU di Pagaralam Kehabisan Stok BBM

Pagaralam, SN
Tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pagaralam kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM). Habisnya persediaan BBM di SPBU tersebut diakibatkan pengurangan pasokan minyak dari pertamina hingga 5 ton perhari di setiap SPBU di Pagaralam.
Stok BBM dari ketiga SPBU yaitu SPBU Simpang Manak, Perandonan dan Karang Dalo tersebut habis sehingga warga dibuat kecewa karena kesulitan mendapatkan bensin. Bahkan, setelah SPBU tidak lagi menjual BBM, penjual eceran juga menghilang dan harga juga sudah mengalami kenaikan hingga Rp 7000/liter.
Pengamatan Minggu (27/11), tak terlihat aktifitas operator SPBU melayani pembeli. Tampak beberapa angkot dan mobil pribadi mengantrikan kendaraannya di depan pompa pengisian minyak eceran. Sedangkan di SPBU Karang Dalo, Simpang Manna, dan Perandonan, langsung tutup.
Vanroyen (40) salah satu pembeli mengatakan, sangat terkejut dengan habisnya minyak di beberapa SPBU di Kota Pagaralam, meskipun baru hari ini (kemarin, red).
"Kita tidak tahu kalu bensin habis," katanya sembari menambahkan, seharusnya pihak SPBU maupun pertamina memberi tahu terlebih dahulu terkait adanya pengurangan stok BBM, agar masyarakat bisa bersiap-siap.
Hal senada diungkapkan Brata, ia mengaku terkejut dengan habisnya BBM di beberapa SPBU di Pagaralam.
"Kami terpaksa menunggu persediaan bensin kembali ada di SPBU, sebab kini tersisa hanya sedikit saja dikendaraan. Saya khawatir kalau jalan jauh bensin habis di dalam perjalanan," ungkapnya.
Sementara itu Pemilik SPBU Simpang Manak Kelurahan Ulu Rurah Kecamatan Pagaralam Utara, Epi mengatakan memang terjadi pengurangan suplai dari Pertamina dari 40.000 liter menjadi 35.000 liter per harinya.
"Sementara jumlah kendaraan di Pagaralam juga mengalami peningkatan khususnya kendaraan bermotor. Bisanya setiap hari 5 hingga 6 mobil tangki dengan isi 5.000 liter. Namun setelah terjadi pengurangan beberapa hari lalu membuat terjadi kekurangan stok BBM di Pagaralam," ungkapnya.
"Kita selaku pemilik SPBU pernah diundang Pertamina untuk rapat terkait pengurangan jumlah BBM ini," tambah Epi.
Dikatakanya, untuk mengatasi permasalahan ini, pihaknya akan mengajukan permohonan penambahan jumlah BBM ke pertamina, agar ketersediaan BBM terpenuhi. "Kita coba mengajukan penambahan dari pertamina, mudah-mudahan disetujui," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindakop) kota Pagaralam, Yapani Rachim, melalui Kabag Perdagangan Budiarjo Sahar MM, membenarkan adanya kelangkaan BBM. Ia menegaskan jika kelangkaan tersebut akibat penimbunan tentunya akan diberikan sanksi termasuk diusut polisi.
"Saya dapat informasi memang benar ada pengurangan BBM dari pertamina. Terkait adanya kemungkinan penimbunan akibat kelangkaan BBM ini, kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan dugaan tersebut. Kita akan cek ke lapangan, apakah ada penimbunan atau tidak, karena untuk pembelian BBM dalam kemasan dibatasi hingga tiga dirigen," ungkap Budiharjo. (asn)
BNK ME Musnahkan Narkotika dan Senpi
Muara Enim, SN
Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Muara Enim (ME) musnahkan barang bukti narkotika dan senjata api (Senpi) pada Minggu (27/11) sekitar pukul 08.00 WIB, di halaman Gedung Olahraga (GOR) Pancasila Muara Enim.
Pemusnahan terdiri dari narkotika jenis ganja, seberat 1527,684 gram, narkotika jenis extacy sebanyak 127,5 butir dan shabu-shabu seberat 14,88 gram.
Selanjutnya, senpi rakitan laras pendek sebanyak 26 pucuk, senpi laras panjang tujuh pucuk, amunisi aktif 30 butir serta selongsong peluru 22 butir.
“Kegiatan ini merupakan langkah kongkrit dari implementasi terhadap Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2005 tentang Narkotika dan Inpres No 12 tahun 2011 tentang kebijakan dan strategi nasional dalam bidang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN)” ungkap Ketua BNK Muara Enim Nurul Aman yang juga menjabat
sebagai wakil Bupati Muaraenim ini.
Dikatakan Nurul Aman, dari survei Badan Narkotika Nasional (BNN) bahwa prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indoensia semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Dimana, pada 2009 pravalensi penyalahgunaan narkoba tercatat sebesar 1,99 persen atau 3,6 juta dari jumlah penduduk Indonesia berumur 10-55 tahun.
Sedangkan, pada 2010 pravalensi penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,21 persen atau sekitar 4,52 juta orang. Bahkan, pada 2011 telah mencapai 2,8 persen atau sekitar 5 juta orang Indonesia.
“Golongan pelajar dan pemuda merupakan kelompok yang paling rentan dan beresiko tinggi terhadap penyalahgunaan narkoba,” papar Nurul Aman.
Untuk itu, imbuh dia, semua pihak harus memiliki komitmen menghentikan dan mencegah kejahatan narkotika yang sangat berpotensi merusak generasi muda. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba bagi para remaja ini. Seperti
penyuluhan-penyulah di sekolah dan kampus, jalan sehat dan lain-lain.
“Sekarang ini, para remaja sangat membutuhkan dukungan dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebab tiga wilayah inilah tempat diamana para generasi muda mencari jati diri,” terang dia.
Sementara itu, Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan jalan sehat tanpa narkoba yang telah diprakarsai oleh BNK. Dimana, gerakan aksi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini digelar guna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muaraenim yang ke 65 tahun.
“Kegiatan ini tidak hanya semarak tapi juga sangat mendukung visi dan misi Kabupaten Muaraenim SMAS (Sehat, mandiri, Agamis dan Sejahtera),” ungkap Muzakir. (yud)
Pengelolaan JSC Perlu Badan Otonom Khusus
Palembang, SN
Perhelelatan SEA Games XXVI telah usai, selain meninggalkan kebanggaan yang besar karena Indonesia berhasil menjadi juara umum, SEA Games juga meninggalkan aset berharga bagi Sumsel yakni Jakabaring Sport City (JSC) untuk dikelola.
Terkait pengelolaan itu, Ketua DPRD Sumsel, Wasista Bambang Utoyo mengusulkan agar pengelolaan JSC sebaiknya dilakukan oleh badan otonomi khusus sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk memelihara dan mengelola JSC.
"Saya kira perlu dibuat badan otonomi, hingga bisa bekerja sama dengan pihak ketiga. Itu akan lebih fleksibel,” katanya, kemarin.
Menurut Wasista, JSC merupakan satu aset yang besar, kalau tidak dijaga bisa jadi bahaya besar. Meskipun nanti ada sekolah tinggi olahraga, tapi tidak cukup hanya disitu saja. Karena, dengan adanya venues-venues yang luar biasa itu, berarti harus ada even-even besar yang dilaksanakan di Palembang. Dimana seluruh atlet dunia, biasanya mereka mencari lapangan alternatif terdekat, ketika ada sebuah even yang digelar di Indonesia atau dinegara tetangga.
“Namun, untuk tanggung jawab pemeliharaan venues di JSC, nanti pihak DPRD Sumsel akan membicarakan lagi dengan pihak Pemda. Apakah akan dibuat semacam badan otonomi dan sebagainya. Tapi itu harus ada perdanya,” ujar Wasista.
Sebelumnya, Anggota Komisi I DPRD Sumsel, Slamet Soemosentono mengakui, hingga kini belum ada pembicaraan mengenai penganggaran dana pemeliharaan JSC dan venues-venues lain yang digunakan pada SEA Games, di kawasan Jalan POM IX.
"Sumsel sangat diuntungkan dengan adanya even besar SEA Games XXVI, namun pemeliharaan gedung-gedung olahraga yang digunakan, juga harus dipikirkan. Hingga sekarang belum ada rencana penganggaran pemeliharaan JSC di dalam pembahasan APBD 2012," katanya.
Menurut Slamet, Komisi I akan segera mempertanyakan perihal penganggaran JSC ini kepada pihak Pemprov Sumsel, apakah dianggarkan di APBD 2012, atau diambil dari dana lain.
"Memang dana pemeliharaan JSC akan menambah beban APBD Sumsel, tetapi itu sudah menjadi resiko, dan lagi kita sudah mendapat banyak keuntungan dengan JSC menjadi aset pemerintah Sumsel," pungkasnya.
Diketahui, Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam beberapa kesempatan mengatakan, bahwa selain untuk pendidikan birokrat dan teknokrat, JSC juga akan dijadikan sebagai sekolah olahraga di bawah Pengurus Besar (PB) masing-masing. Kemudian juga menjadi lokasi wisata olahraga. Fasilitas yang ada terus dikembangkan termasuk penambahan fasilitas lightside restoran. (awj)
Bapak Ada Hutang, Anak Disiram Cuka Para
Prabumulih, SN
Nasib malang dialami Beni (19) warga Desa Gumay Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim. Akibat ayahnya Zubarnawi (46) memiliki hutang dengan Amirudin (26), remaja ini jadi sasaran penganiayaan dengan cara disiram cukapara oleh Amirudin (26). Akibatnya pipi kanan dan kedua bahunya korban melepuh.
Menurut ibu korban Maryani, peristiwa itu terjadi pada Rabu (23/11) sekitar pukul 13.00 di rumahnya di Desa Gumay. Saat terjadi penyiraman cukapara, anak sulungnya itu sedang tertidur pulas di kamar.
"Tiba-tiba pelaku datang dan spontan menanyakan suamiku Zubarnawi, terus kujawab kalau suami saya sedang tidak ada di rumah sebab lagi pergi ke rumah kawannya untuk menawarkan jual beli kayu," ujarnya.
Lantas tersangka tidak percaya atas jawaban itu langsung masuk rumah dan ke kamar tidur korban Beni sambil membawa sebilah pisau dan sebotol cukapara. Melihat ada yang tertidur tersangka langsung menyiramkan cukapara ke wajah korban dengan membabi buta.
Akibat siraman cukapara korban Beni langsung menjerit kesakitan sebab pipi kanan dan bahu kanannya melepuh dan pihak keluarga langsung membawa Beni RSUD Prabumulih.
Diakui Maryani, motif penganiayaan menggunakan cukapara yang dilakukan Amirudin diduga lantaran suaminya ada hutang sebesar Rp 1 juta sisa dari pembelian mesin pemotong kayu chainshaw yang harganya Rp 3 juta namun oleh suaminya baru dibayar Rp 2 juta dengan perjanjian bila kayu telah terjual akan dilunasi.
Rupanya Amirudin sepertinya tak sabaran untuk meminta agar hutangnya dilunasi sehingga untuk melampiaskan kekesalannya dan amarahnya yang menjadi sasaran anaknya yang tidak tahu menahu masalah hutang bapaknya.
Sementara Kapolres Muara Enim melalui Kapolsek Gelumbang, AKP Rusmi SH ketika dikonfirmasi membenarkan kalau tersangka sudah diamankan di Mapolsek tak lama setelah kejadian penganiayaan Rabu (23/11) kemarin. (and)
Minggu, 27 November 2011
Rabu, 23 November 2011
Bupati Pahri: Kembalikan Fungsi Terminal
Sekayu, SN
Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Pahri Azhari menginstruksikan dinas perhubungan untuk memfungsikan terminal randik sesuai peruntukannya. Tahap awal orang nomor satu di Muba tersebut meminta agar seluruh kendaraan yang melintas di jalan lingkar randik khususnya dari arah Palembang masuk ke dalam terminal.
“Seluruh kendaraan yang melintas terminal harus masuk ke dalam terminal. Dengan demikian kita harapkan terminal menjadi lebih hidup. Untuk tahap awal kendaraan dari arah Palembang terlebih dahulu, nanti setelah itu kita evaluasi, “ ujarnya saat sidak di terminal randik, Sekayu Senin (21/11).
Sidak sendiri diikuti oleh Asisten I Sohan Madjid, beberapa kepala dinas diantaranya kepala dinas PUBM Suhaimi, Kadishub Sofyan Wahidoen, Kadis Koperasi, UKM dan Pengelolaan Pasar Azim, serta beberapa kepala bagian.
Dijelaskan Pahri, terminal randik sebenarnya cukup mumpuni namun karena tidak difungsikan maka terkesan terbengkalai. Ia juga meminta agar dinas terkait untuk lebih memfungsikan bangunan terminal. “Kalau nanti kendaraan harus masuk (terminal,red) , harus ada petugas di dalam terminal, jangan kosong,“ ujarnya.
Dalam sidak tersebut Pahri juga sempat mempertanyakan keberadaan pondok-pondok yang berada di sekitar terminal, Karena bangunnya sudah masuk ke areal terminal. Sementara itu Kadishub Sofyan Wahidoen menjelaskan uji coba pemanfaatan terminal sudah berulang kali dilakukan. Namun karena sebagian besar sopir angkutan umum mengeluh karena tidak ada aktifitas naik turun penumpang, maka ujiacoba itu tidak lagi dilanjutkan. “Kita sudah pernah coba, tetapi para sopir mengeluh karena susah mencari penumpang,“ ujarnya.
Ia juga membantah kalau terminal menjadi tempat maksiat. “ Tidak ada tempat maksiat, kalau disekitarnya mungkin,“ ujarnya. usai melakukan sidak di Terminal, Bupati melakukan peninjauan ke lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rumah murah untuk para PNS. (her)
Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Pahri Azhari menginstruksikan dinas perhubungan untuk memfungsikan terminal randik sesuai peruntukannya. Tahap awal orang nomor satu di Muba tersebut meminta agar seluruh kendaraan yang melintas di jalan lingkar randik khususnya dari arah Palembang masuk ke dalam terminal.
“Seluruh kendaraan yang melintas terminal harus masuk ke dalam terminal. Dengan demikian kita harapkan terminal menjadi lebih hidup. Untuk tahap awal kendaraan dari arah Palembang terlebih dahulu, nanti setelah itu kita evaluasi, “ ujarnya saat sidak di terminal randik, Sekayu Senin (21/11).
Sidak sendiri diikuti oleh Asisten I Sohan Madjid, beberapa kepala dinas diantaranya kepala dinas PUBM Suhaimi, Kadishub Sofyan Wahidoen, Kadis Koperasi, UKM dan Pengelolaan Pasar Azim, serta beberapa kepala bagian.
Dijelaskan Pahri, terminal randik sebenarnya cukup mumpuni namun karena tidak difungsikan maka terkesan terbengkalai. Ia juga meminta agar dinas terkait untuk lebih memfungsikan bangunan terminal. “Kalau nanti kendaraan harus masuk (terminal,red) , harus ada petugas di dalam terminal, jangan kosong,“ ujarnya.
Dalam sidak tersebut Pahri juga sempat mempertanyakan keberadaan pondok-pondok yang berada di sekitar terminal, Karena bangunnya sudah masuk ke areal terminal. Sementara itu Kadishub Sofyan Wahidoen menjelaskan uji coba pemanfaatan terminal sudah berulang kali dilakukan. Namun karena sebagian besar sopir angkutan umum mengeluh karena tidak ada aktifitas naik turun penumpang, maka ujiacoba itu tidak lagi dilanjutkan. “Kita sudah pernah coba, tetapi para sopir mengeluh karena susah mencari penumpang,“ ujarnya.
Ia juga membantah kalau terminal menjadi tempat maksiat. “ Tidak ada tempat maksiat, kalau disekitarnya mungkin,“ ujarnya. usai melakukan sidak di Terminal, Bupati melakukan peninjauan ke lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rumah murah untuk para PNS. (her)
Budidaya Ikan Arwana Ilegal Dibongkar
Banyuasin, SN
Ikan Arwana yang menjadi salah satu binatang dilindungi undang-undang
secara ilegal dibudidayakan seorang pengusaha keturunan Akiong alias
Gunawan Harun warga Palembang sejak tahun 2008 di RT 57 Kelurahan
Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin.
“Kita tim gabungan belum ada yang bisa bertemu dengan pemilik usaha
budidaya ikan arwana jenis Golden Red dan dari Brazil yang di lindungi
undang-undang, kami hanya bisa menemui penunggunya saja,” kata Kasat
Pol PP Rusaman Firman.
Rusman mengatakan, ikan Arwana yang dibudidayakan perusahaan dari CV
Pelita Fish Farm yang hanya mengantongi surat keterangan dari dinas
perikanan, dan kelautan provinsi Sumsel untuk ikan, patin, nila namun
disalahgunakan untuk budidaya ikan Arwana.
Selain tidak memiliki izin usaha berupa SIUP dan SITU dari BPT
Kabupaten Banyuasin, mereka telah melakukan kegiatan selama beberapa
tahun tanpa membayar retribusi pajak penghasilan ke negara.
Sementara Kabid Budidaya Ikan Zaenudin SP didampingi kasi perikanan
Subandi menjelaskan, saat ini perusahaan CV Pelita Fish Farm memang
mengantongi surat keterangan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Sumsel
namun dari sisi lain seperti izin usaha dari BPT belum.
Dikatakan Zaenudin, ikan arwana sesuai undang-undang mereka telah
melakukan penjualan ke luar negeri. Dari keterangan penjaga kolam
memang baru sekali, kendati sekali namun izin eksport belum ada bukti.
“Sebab kata pemilik kolam mereka melakukan penjualan melalui BKSDA
Palembang namun kami belum seratus persen percaya dan akan kita
perdalam kesana,” kata Zaenudin.
Zaenudin mengatakan, sebagian ikan Arwana memang ada jenis-jenis yang
harus dilindungi. Bila ada perorangan atau badan usaha
membudidayakannya tidaklah dibolehkan akan tetapi harus ada izin
terlebih dahulu.
Sementara Subandi menjelaskan, untuk membudidayakan ikan arwana jenis
golden red tidak sembarangan penangkar yang diperbolehkan, karena di
Indonesia ini hanya ada dua perusahaan penangkar ikan arwana yang
diizinkan kalau ada menangkar selain itu berarti ilegal.
“Ikan jenis Golden red dimiliki perorangn saja harus izin telebih
dahulu sedangkan kalau dibudidayakan pasti hanya dua perusahaan yang
diperbolehkan,” jelas Subandi tak menyebutkan nama dua perusahaan
tersebut.
Ikan Arwana selain jenis Golden Red memang diperbolehkan ditangkarkan
oleh sembarang orang, namun kalau dibudidayakan tentunya harus
memiliki izin usaha.
Sedangkan Kabid Perizinan Pelayanan Tertentu Harris mengatakan, CV
Pelita Fish Farm belum pernah mengurus perizinan usaha di BPT
Banyuasin, padahal mereka berdiri berusaha di wilayah Banyuasin.
“Dari hasil sidak ternyata bukan izin usaha saja yang tidak mereka
miliki, namun izin mendirikan Bangunan (IMB) dan surat izin Usaha
(SIUP) tidak ounya, artinya usaha mereka ini ilegal belum terdaftar di
BPT.
“Yang kami sesalkan, mereka hanya memiliki surat keterangan
pebudidaya pembenihan ikan patin, ikan hias dan ikan patin dari dinas
perikanan dan kelautan provinsi Sumsel, bukan surat izin usaha,”
tambah Harris. (sir)
Selasa, 22 November 2011
POLRES PAGARALAM TEMUKAN NAMA CPNS LULUS DIGANTI
Pagaralam, SN -
Kepolisian Resor, Kota Pagaralam, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kasus penyimpangan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), formasi 2009 ditemukan nama peserta yang diganti atau perobahan dan penambahan diluar kuota. Senin (21/11) sekitar pukul 09.00 Wib kembali memeriksa mantan Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Drs Rusdi, yang sekarang menjabar Camat Dempo Utara.
"Memang sepertinya ada unsur kesengajaan untuk meribah dan mengganti nama-nama peserta yang lulus sehingga melebihi kuota yang ditetapkan Menteri Pembinaan Aparatur Negara Republik Indonesia, untuk jurusan komputer S1 hanya ada 22 peserta yang lulus, tapi saat pengumuman di media justru bertambah menjadi 24 orang dan muncul nama Heni Kurniawan dan Juita. Sedangkan Eva Diarti dan Muhammad Fathoni diganti," kata Kasat Reskrim Iptu Indarhawan, Senin (21/11).
Menurut dia, padahal nama Juita dan Yurinah juga tidak masuk dalam raking nilai yang ditetapkan Baliktek Unsri, setelah diumumkan di media justru muncul dan jumlah peserta lulus bertambah menjadi 24 orang.
"Sesuia dengan ketetapan Menteri Pembinaan Aparatur Negara (Men-PAN), formasi S1 komputer sebanyak 22 orang, namun setelah diumumnakn Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagaralam, justru bertambah dua orang," ungkap dia.
Demikian juga dengan penentuan urutan kelulusan nama Eva Diarti muncul tapi saat pengumuman di media muncul nama lain Evi Diarti.
"Kalau keterangan matan Kabid Formasi Yahya dan Kasubid Formasi Feryanto, perubahan nama dan penggantian peserta lulus CPNS dilakukan Kepala BKD, Sukaimi," ungkap dia.
Indarwan menguraikan, peserta lulus juga tidak sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan Men-PAN Nomor : 224.P /M.PAN/9 /2009 tanggal 09 September 2009.
"Kalau hasil pemeriksaan semua saksi malui dari proses penentuan hingga pengumuman di media semuanya dilakukan Kepala BKD, sementara mulai dari ketua paniti, sekretaris dan wakil sekretaris tidak pernah dilibatkan," ungkap dia.
Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin, berjanji akan mengusut tutas kasus penyimpangan dalam pelaksaan penerimaan CPNS Pagaralam formasi 2009.
Bahkan, kata dia, hingga kini sudah tujuh saksi yang terlibat dalam kepanitiaan diperiksa, yaitu Sukaimi mantan Kepala BKD, Ahmad Fachri mantan ketua panitia, Yahya mantan Kabid Formasi, Feryanto Kasubid Formasi.
"Kemudian Wita Sub Tim Seleksi Administrasi Bidang kesehatan, Rusmadewi dan Wiwin, kedunya juga menjadi panitia penerimaan," ungkap dia.
Sementara itu Kejari Kota Pagaralam, Aries Tianto Simbaredjo, mengatakan memang surat pemberitahuan dasar pemeriksaan (SPDP) sudah dikirim beberapa waktu lalu, namun hasil penyidikan masih belum dilimpahkan.
"Kita minta polres tidak menetapkan tersangka mulai dari atas, namun agar lebih mudah dalam melengkapi berkas harus dari bawah. Kemudian fasal yang disangkakan juga sepertinya sedikit keliru karena ada korupsi dan pemalsuaan data," ungkap dia.
Sebaiknya, kata dia, cukup satu fasal saja pemalsuan data, sebab kalau gratifikasi atau korupsi harus ada bukti pendukung lain, dan ini sulit dibuktikan. Kecuali ada unsur pungutan luar (Pungli). (ASN)
Kepolisian Resor, Kota Pagaralam, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kasus penyimpangan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), formasi 2009 ditemukan nama peserta yang diganti atau perobahan dan penambahan diluar kuota. Senin (21/11) sekitar pukul 09.00 Wib kembali memeriksa mantan Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Drs Rusdi, yang sekarang menjabar Camat Dempo Utara.
"Memang sepertinya ada unsur kesengajaan untuk meribah dan mengganti nama-nama peserta yang lulus sehingga melebihi kuota yang ditetapkan Menteri Pembinaan Aparatur Negara Republik Indonesia, untuk jurusan komputer S1 hanya ada 22 peserta yang lulus, tapi saat pengumuman di media justru bertambah menjadi 24 orang dan muncul nama Heni Kurniawan dan Juita. Sedangkan Eva Diarti dan Muhammad Fathoni diganti," kata Kasat Reskrim Iptu Indarhawan, Senin (21/11).
Menurut dia, padahal nama Juita dan Yurinah juga tidak masuk dalam raking nilai yang ditetapkan Baliktek Unsri, setelah diumumkan di media justru muncul dan jumlah peserta lulus bertambah menjadi 24 orang.
"Sesuia dengan ketetapan Menteri Pembinaan Aparatur Negara (Men-PAN), formasi S1 komputer sebanyak 22 orang, namun setelah diumumnakn Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagaralam, justru bertambah dua orang," ungkap dia.
Demikian juga dengan penentuan urutan kelulusan nama Eva Diarti muncul tapi saat pengumuman di media muncul nama lain Evi Diarti.
"Kalau keterangan matan Kabid Formasi Yahya dan Kasubid Formasi Feryanto, perubahan nama dan penggantian peserta lulus CPNS dilakukan Kepala BKD, Sukaimi," ungkap dia.
Indarwan menguraikan, peserta lulus juga tidak sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan Men-PAN Nomor : 224.P /M.PAN/9 /2009 tanggal 09 September 2009.
"Kalau hasil pemeriksaan semua saksi malui dari proses penentuan hingga pengumuman di media semuanya dilakukan Kepala BKD, sementara mulai dari ketua paniti, sekretaris dan wakil sekretaris tidak pernah dilibatkan," ungkap dia.
Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin, berjanji akan mengusut tutas kasus penyimpangan dalam pelaksaan penerimaan CPNS Pagaralam formasi 2009.
Bahkan, kata dia, hingga kini sudah tujuh saksi yang terlibat dalam kepanitiaan diperiksa, yaitu Sukaimi mantan Kepala BKD, Ahmad Fachri mantan ketua panitia, Yahya mantan Kabid Formasi, Feryanto Kasubid Formasi.
"Kemudian Wita Sub Tim Seleksi Administrasi Bidang kesehatan, Rusmadewi dan Wiwin, kedunya juga menjadi panitia penerimaan," ungkap dia.
Sementara itu Kejari Kota Pagaralam, Aries Tianto Simbaredjo, mengatakan memang surat pemberitahuan dasar pemeriksaan (SPDP) sudah dikirim beberapa waktu lalu, namun hasil penyidikan masih belum dilimpahkan.
"Kita minta polres tidak menetapkan tersangka mulai dari atas, namun agar lebih mudah dalam melengkapi berkas harus dari bawah. Kemudian fasal yang disangkakan juga sepertinya sedikit keliru karena ada korupsi dan pemalsuaan data," ungkap dia.
Sebaiknya, kata dia, cukup satu fasal saja pemalsuan data, sebab kalau gratifikasi atau korupsi harus ada bukti pendukung lain, dan ini sulit dibuktikan. Kecuali ada unsur pungutan luar (Pungli). (ASN)
Bupati Tangkap Basah Kayu Ilegal Logging
*Kangkangi Surat Presiden RI
*Hutan Lindung Pseksu
Lahat,SN– Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai SE menangkap basah empat buah truk yang melintas di akses jalan Desa Muara Cawang, Kecamatan Pseksu dengan membawa batang kayu juar yang dilarang untuk ditebang dan diperjual belikan, berasal dari Hutan Lindung.
Pantuan di lapangan, Bupati Lahat ketika selesai menghadiri pertemuan di Desa Muara Cawang melintas empat kendaraan truk membawa kayu juar dengan panjang kurang lebih 10 meter dan berdiameter kurang lebih 1,5-2 meter dan satu unit fuso keluar dari kawasan jalan tersebut. Kunci keempat truk tersebut diambil dan kemudian diserahkan kepada pihak berwajib untuk diproses. Lalu dibawa ke Polres.
“Saya sangat kecewa apa yang dilihat, kayu juar yang semestinya tidak boleh ditebang, malah ini ditebang dengan seenaknya dan tanpa dokumen lengkap,” tegasnya
Nah, padahal pihak Pemerintah Daerah (pemda) Kabupaten Lahat telah menyebarkan surat pemberitahuan kepada seluruh pihak kecamatan dan warga, agar sekiranya kayu jenis juar atau trambesi sama sekali dilarang di tebang sembarang, terlebih lagi berada di kawasan hutan lindung.
“Bahwasanya Presiden RI telah memanggil seluruh kepala daerah se Indonesia dan menyampaikan, kalau pohon juar atau trambesi sama sekali tidak diperkenankan ditebang, sebab, kayu tersebut merupakan pohon penghasil oksigen,” ungkap H Aswari kepada Lapos.
H Aswari meminta, kepada pihak berwajib agar sekiranya dapat memproses ini semuanya secepatnya, sebab, ini diambil dari kawasan hutan lindung, yang notabene merupakan paru-paru hutan.
“Itulah, kita kerap kali terjadi banjir bandang, akibat penebangan kayu secara membabi buta, saya secara pribadi selalu mengkumandangkan agar Kabupaten Lahat hijau, ini malah enak-enaknya membabat kayu yang dilarang,” urainya lugas.
Ia menyebutkan, seharusnya kayu yang memang dilarang untuk ditebang, mesti dilindungi, sebab, ini semua demi kelangsungan ekosistem di hutan tersebut, sehingga dampak negative yang ditimbulkan dapat diminimalisir.
“Saya sekali lagi meminta kepada seluruh pihak yang terlibat didalamnya, agar dapat mengikuti prosedur dan surat yang tekah dikirimkan Presiden RI kepada seluruh kepada daerah, supaya dapat memelihara dan menanam pohon demi kelestarian ekosistem hutan,” pungkas H Aswari.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Lahat Ir H Hapit Padli MM menuturkan, pihaknya akan segera mengambil tindakan terhadap pelaku yang telah melakukan illegal logging dengan menebang kayu juar berada di hutan lindung.
“Kita akan selidiki apakah kayu juar yang ditebang tersebut diambil dari kawasan hutan lindung atau hutan produksi, sehingga tindakan tegas dapat kita lakukan,” katanya.
Ia mengemukakan, mengambil kayu yang dilarang oleh pemerintah di hutan lindung jelas sekali menyalahi peraturan yang berlaku, dan ini memang patut diberikan hukuman.
“Kayu-kayu yang berada masuk dalam hutan lindung sama sekali dilarang di tebang, untuk itulah, apalagi tanpa dilengkapi dengan surat resmi, jelas sekali itu menyalahi,” tukas H Hapit. (RIZ)
Senin, 21 November 2011
Terminal Sekayu-Betung Sarang Maksiat
Sekayu, SN
Beberapa tahun dibangun, terminal bus Kota Sekayu yang berlokasi di Jalan Lingkar Randik Sekayu, Musi Banyuasin (Muba) hingga saat ini belum berfungsi. Disamping sepi dan bangunan mulai rusak, tempat ini juga kerap dijadikan oknum masyarakat untuk berbuat prostitusi. Sama halnya yang berada di Kecamatan Betung jadi anjang pungli dan tempat maksiat, kondisi terminal tidak lagi dilalui kendaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, dalam kurun lima bulan terakhir tidak terlihat ada angkutan umum yang menurunkan atau sebaliknya menaikan penumpang di terminal ini. Suasana di tempat ini sepi dan hanya ada beberapa orang penghuni ruko tanpa aktivitas berarti. Sementara bangunan terminal berupa gedung utama, tempat loket dan sebagainya mulai kusam dan terkesan terbengkalai. Bahkan merek terminal yang dipasang pada bagian depan lokasi terminal tidak tahu lagi kemana hurufnya.
Kondisi memprihatinkan ini dianggap wajar kebanyakan sopir angkot wilayah Sekayu. Menurut mereka, tidak ada yang mau masuk terminal karena letaknya yang tidak strategis juga jauh dari pusat kota. Mereka pun lebih memilih terminal bayangan di sekitar Pasar Perjuangan Sekayu tanpa peduli akan membuat semrawut dan kemacetan di sana.
“Kita bukan tidak mau masuk terminal Pak. Di sana sepi dan jauh dari pusat keramaian. Di pasar ini saja penumpang sulit didapat apalagi di terminal itu,” kata Rohim, salah seorang sopir bus Mangunjaya-Palembang, Jumat (18/11).
Hal senada dikatakan Irawan, salah seorang sopir angkot. Menurut dia, pembangunan terminal tidak mempertimbangkan aspek strategis hingga tidak memiliki prospek yang baik. Akibatnya, para sopir enggan masuk terminal dan lebih memilih mencari penumpang dengan sistem jemput bola.
“Seingat saya terminal itu sudah ada sejak zaman Pak Alex (mantan Bupati Muba). Sampai saat ini belum pernah difungsikan. Malah sering dijadikan tempat bekule (pacaran) hingga praktik prostitusi,” ujarnya.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Muba Soefyan Wahidoen mengakui belum berfungsinya terminal tersebut karena beberapa alasan. Menurut dia, selain letaknya memang tidak strategis, pola pembangunan fasilitas terminal juga tidak sesuai dengan ciri khas terminal. Adanya ruko-ruko kecil tempat berdagang juga dinilai tidak cocok dengan desain terminal. Sebab kalaupun berfungsi, tentu akan mengundang kekacauan dan kemacetan. Lantaran terbengkalai, kata dia, ruko-ruko yang ada ini tidak jarang dijadikan oknum masyarakat sebagai tempat maksiat.
“Sebelum saya jadi Kadishub terminal itu sudah ada. Saya lihat di sana dibangun semacam ruko-ruko kecil tempat pedagang. Nah, menurut saya ini tidak baik dan perlu direlokasi. Sebab idealnya para pedagang mestinya di luar, bukan di dalam,” terang Wahidoen, seraya memastikan pihaknya akan memprioritaskan efektifitas terminal tersebut mulai 2012 mendatang. (her)
Beberapa tahun dibangun, terminal bus Kota Sekayu yang berlokasi di Jalan Lingkar Randik Sekayu, Musi Banyuasin (Muba) hingga saat ini belum berfungsi. Disamping sepi dan bangunan mulai rusak, tempat ini juga kerap dijadikan oknum masyarakat untuk berbuat prostitusi. Sama halnya yang berada di Kecamatan Betung jadi anjang pungli dan tempat maksiat, kondisi terminal tidak lagi dilalui kendaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, dalam kurun lima bulan terakhir tidak terlihat ada angkutan umum yang menurunkan atau sebaliknya menaikan penumpang di terminal ini. Suasana di tempat ini sepi dan hanya ada beberapa orang penghuni ruko tanpa aktivitas berarti. Sementara bangunan terminal berupa gedung utama, tempat loket dan sebagainya mulai kusam dan terkesan terbengkalai. Bahkan merek terminal yang dipasang pada bagian depan lokasi terminal tidak tahu lagi kemana hurufnya.
Kondisi memprihatinkan ini dianggap wajar kebanyakan sopir angkot wilayah Sekayu. Menurut mereka, tidak ada yang mau masuk terminal karena letaknya yang tidak strategis juga jauh dari pusat kota. Mereka pun lebih memilih terminal bayangan di sekitar Pasar Perjuangan Sekayu tanpa peduli akan membuat semrawut dan kemacetan di sana.
“Kita bukan tidak mau masuk terminal Pak. Di sana sepi dan jauh dari pusat keramaian. Di pasar ini saja penumpang sulit didapat apalagi di terminal itu,” kata Rohim, salah seorang sopir bus Mangunjaya-Palembang, Jumat (18/11).
Hal senada dikatakan Irawan, salah seorang sopir angkot. Menurut dia, pembangunan terminal tidak mempertimbangkan aspek strategis hingga tidak memiliki prospek yang baik. Akibatnya, para sopir enggan masuk terminal dan lebih memilih mencari penumpang dengan sistem jemput bola.
“Seingat saya terminal itu sudah ada sejak zaman Pak Alex (mantan Bupati Muba). Sampai saat ini belum pernah difungsikan. Malah sering dijadikan tempat bekule (pacaran) hingga praktik prostitusi,” ujarnya.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Muba Soefyan Wahidoen mengakui belum berfungsinya terminal tersebut karena beberapa alasan. Menurut dia, selain letaknya memang tidak strategis, pola pembangunan fasilitas terminal juga tidak sesuai dengan ciri khas terminal. Adanya ruko-ruko kecil tempat berdagang juga dinilai tidak cocok dengan desain terminal. Sebab kalaupun berfungsi, tentu akan mengundang kekacauan dan kemacetan. Lantaran terbengkalai, kata dia, ruko-ruko yang ada ini tidak jarang dijadikan oknum masyarakat sebagai tempat maksiat.
“Sebelum saya jadi Kadishub terminal itu sudah ada. Saya lihat di sana dibangun semacam ruko-ruko kecil tempat pedagang. Nah, menurut saya ini tidak baik dan perlu direlokasi. Sebab idealnya para pedagang mestinya di luar, bukan di dalam,” terang Wahidoen, seraya memastikan pihaknya akan memprioritaskan efektifitas terminal tersebut mulai 2012 mendatang. (her)
Saat JSC Mulai Menjadi Tempat Wisata
Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat
CITA-CITA dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menjadikan Jakabaring Sport Center (JSC) sebagai arena dan lokasi SEA Games 2011 mulai terasa manfaat luasnya. Tak hanya itu harapan lokasi olahraga terpadu dan terlengkap di Asia Tenggara sebagai tempat wisata olahraga juga mulai terlihat.
Apa yang terjadi saat ini adalah tuaian cita-cita dari Gubernur Alex Noerdin sebagai sasaran antara SEA Games. Pernah dikatakan Gubernur, di lokasi JSC akan dibangun water theme park dan 4 kilometer arah Ogan Ilir akan dibangun Taman Safari. Nantinya JBC memang akan diproyeksikan menjadi obyek wisata olahraga, apalagi di Palembang dan Sumsel memang belum banyak obyek wisata.
Selama SEA Games berlangsung sudah ribyan orang datang ke JSC untuk menyaksikan langsung beragam pertandingan. Rata-rata yang baru berkunjung semua kagum dengan JBC dan Stadion Gelora Sriwijaya, apalagi mereka melihat langsung stadion yang kini makin dipercantik.
Bangunan yang berkelas dan berstandar internasional tersebut sangat wajar dikagumi. Apalagi di lokasi ini dibuat sangat lengkap, mulai dari taman-taman cantik. JSC akan diproyeksikan menjadi obyek wisata olahraga dan pembinaan olahraga setelah SEA Games selesai. JBC menempati areal 325 hektar dibantu pemerintah pusat untuk membuat ruang terbuka hijau. (***)
Puskesmas di Pagaralam Sering Kehabisan Obat
Pagaralam, SN
DPRD Kota Pagaralam, mendapati empat pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), yang sering mengalami kehabisan stok obat-obatan untuk pelayanan kepada pasien saat berobat.
"Memang berdasarkan laporan masyarakat ada empat layanan kesehatan di kecamatan sering mengalami kehabisan stok obat, yaitu Puskesmas Dusun Sandaraging, Kecamatan Dempo Tengah, Puskesmas Dusun Pagardin, Kecamatan Dempo Tengah, Puskesmas Dusun Badar Kecamatan Dempo Selatan dan Puskesmas Perandonan, Kecamatan Pagaralam Utara," kata Ketua Fraksi Gunung, DPRD Kota Pagaralam, Alpian, Minggu (20/11).
Alpian mengaku tidak mengetahui mengapa hanya empat puskesmas ini yang sering mengalami kehabisan stok obat, padahal jumlah pasien juga tidak terlalu banyak.
"Belum pernah terjadi ada puskesmas mengalami kehabisan stok obat, karena suplay dari Dinas Kesehatan setempat juga lancar," ungkap dia.
Menurutnya, pemerintah daerah setiap tahun sudah menganggarkan dana miliaran untuk pengadaan obat, namun kebanyakan Puskesmas di Pagaralam, sebelum tanggal 10 setiap bulan sudah habis.
"Cukup berbahaya jika ada pusat layanan kesehatan sering mengalami kehabisan stok obat dan hal ini bisa menimbulkan keresahan," ungkap dia. Ia mengaku, perlu pemantauan lapangan untuk mengetahui alasan mengapa puskesmas sering kehabisan obat.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, Kota Pagaralam, dr Rasidi Amri, mengatakan akan dilakukan pemeriksaan dan pengecekan langsung terhadap beberapa puskesmas yang sering mengalami gangguan dalam pelayanan karena kehabisan stok obat.
"Kami dari Dinas Kesehatan menyuplay obat untuk setiap puskesmas dalam waktu tiga bulan sekali dan biasanya saat pembagian jarang ada yang sudah habis, pasti berlebih stoknya," ungkap dia.
Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan dibeberapa puskesmas yang sering mendapat keluhan warga saat berobat karena kehabisan obat, kalau ada indikasi penyimpangan akan diberikan sanksi bagi pegawainya. (asn)
Mulai Hari Ini, Para Pejabat di MURA Dilarang Pakai Mobil Dinas

Musi Rawas, SN
Hari ini, Senin (21/11) para pejabat Musi Rawas (Mura) mulai 'ngantor' menggunakan sepeda motor. Hal ini sesuai dengan instruksi Bupati Musi Rawas yaitu semua pejabat dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk ke kantor, apalagi digunakan untuk kepentingan pribadi.
Instruksi di tujukan kepada seluruh pejabat, mulai dari Kepala Bagian, Camat, Kepala Kantor, Badan, Kepala Dinas, Asisten, Sekretaris Daerah, serta pejabat-pejabat lainnya yang selama ini dipercaya memegang kendaraan atau mobil dinas.
“Pelarangan bagi seluruh pejabat menggunakan mobil merupakan instruksi bupati,” kata Sekda Musi Rawas H. Sulaiman Kohar, kemarin.
Bukan hanya pejabat instansi tapi instruksi ini juga berlaku untuk Bupati Musi Rawas H. Ridwan Mukti sendiri. Mulai hari ini juga bupati menuju kantornya menggunakan kendaraan roda dua dan tidak lagi menggunakan kendaraan roda empat atau mobil dinas yang selama ini digunakan.
“Seluruh pejabat yang selama ini dipercaya untuk memegang kendaraan dinas roda empat, mulai senin (hari ini, red) kendaraan tersebut di parkir di rumah masing-masing, dan tidak digunakan,” jelasnya
Sementara Sekretaris Gerakan Sumpah Undang – Undang (GSUU) Musi Rawas, Kurniawan Azhari menilai, instruksi bupati yang melarang pejabat menggunakan kendaraan dinas untuk ke kantor apalagi untuk kepentingan pribadi sangat perlu di apresiasi.
Hanya saja hal ini harus betul – betul dijalankan dan tidak hanya sebatas instruksi, artinya semuanya harus berjalan dan tidak terkecuali.
“Instruuksi ini dinilai tepat apabila berjalan sebab hal ini memberikan contoh bagi masyarakat ditengah keprihatinan sulit dan malahnya harga BBM, tentu kebijakan ini akan sangat didukung apabila dijalankan dengan tegas,” demikian tandasnya. (fik)
* Foto : Bupati Mura
Harga Cabai Capai Rp 60 Ribu

Prabumulih, SN
Setelah Hari Raya Idul Adha 1432 H, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok (sembako, red) dan sayuran di sejumlah pasar tradisional Kota Prabumulih, masih tetap tinggi. Bahkan harga salah satu komoditi sayuran jenis cabai rawit mengalami kenaikan hingga tembus Rp 60 ribu perkilo dari harga sebelumnya Rp 40 ribu perkilo.
Naiknya harga cabai tersebut, menurut salah satu pedagang sayuran di Pasar Inpres Prabumulih bernama Yudi (38), disebabkan sedikitnya pasokan jenis sayuran tersebut di pasaran. Sementara permintaan dari konsumen meningkat, khususnya selama beberapa minggu terakhir.
“Ini be sudah duo hari pasokan cabai rawit itu dak masuk, mano nak tinggi hargonyo. Sementara yang nak beli berebut, maklum caro banyak nak ngadoke acara perkawinan di bulan haji ini,” ungkap Yudi, ditemui di lokasi jualannya, Minggu (18/11) pagi.
Kenaikan harga cabai rawit itu pun ditambahkannya, merupakan yang kedua kalinya terjadi selama dua pekan terakhir. Namun kenaikan masih rata–rata berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu perkilonya. “Sebelumnyo jugo sudah naik jadi Rp 30 ribu perkilonyo,” sambung Yudi.
Kenaikan harga cabai juga terjadi pada jenis cabai keriting hijau yakni dari Rp 25 ribu naik menjadi Rp 30 ribu perkilonya. Sementara harga cabai merah tidak mengalami perubahan yakni masih Rp 36 ribu perkilo. ”Hargo cabe rawit tula yang naek nian, kalo cabe laen hargonyo masih relatif normal,” jelasnya lagi.
Pernyataan serupa juga dikatakan Wak Bay (55), pedagang sayuran Pasar Inpres. Namun dia tambahkan, kenaikan harga cabai rawit itu diperoleh sudah dari harga pemasoknya sehingga pedagang terpaksa kembali menjualnya dengan harga tinggi. “Hargo dari agen tinggi, jadi terpakso kito jual tinggi. Kalu idak, rugi kito,” aku Wak Bay.
Namun lain halnya dengan pedagang makanan seperti bakso dan mie ayam, kenaikan sejumlah harga cabai itu justru membuat mereka kesulitan. Sehingga tidak sedikit diantara pedagang makanan ini terpaksa mencampur cabai tersebut dengan produk penyedap rasa lainnya. Namun ada juga yang terpaksa mengurangi jumlah pedas cabai tersebut saat mencampurkannya ke makanan.
"Kalau lagi mahal begini, terpaksa cabai itu kita campur. Biar konsumen masih bisa memakai sambal saat menikmati hidangan makanan mie kita,” cetus salah satu pedagang makanan mie keliling ini. (and)
Langganan:
Postingan (Atom)
Press
My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.


