Senin, 31 Oktober 2011

Aksi Kejahatan Marak, Warga Baturaja Takut Keluar Rumah

Baturaja, SN

Aksi kejahatan dalam kota Baturaja sudah melahirkan rasa ketakutan warga, mulai aksi jambret yang berkeliaran di jalanan, pembobolan mobil dengan cara memecahkan kaca hingga pencurian kendaraan, tapi sejauh ini belum ada satupun pelakunya yang ditangkap polisi.
Aksi berutal para penjahat ini sudah berlangsung lama hingga tiga bulan terakhir, korbannya sudah sangat banyak terutama wanita pengendara roda dua, incaran para penjambret adalah tas atau dompet hingga handphone pemiliknya, korban sudah berjatuhan, kejadianya bukan saja di jalan lintas sumatera yang notabene sepi penduduk tapi wilayah kota yang padat aktivitas, seperti penjabmretan menimpa staf humas setda OKU Hendra bersama keluarganya terjadi di depan kantor Hutbun.
Penjambretnya kata Hendra menggunakan motor jenis matic dan pelakunya tergolong anak-anak, penjambret beraksi secepat kilat dengan cara menyenggol motor korban, Saat bersamaan tas atau dompet sudah melayang.
"Kejadian seperti ini terulang beberapa kali di depan Masjid Islamic center, di Jalan Pahlawan Kemarung, di depan rumah Kabupaten hingga penjambretan yang menimpa imam nuriadin bersama calon istrinya juga terjadi di depan Masjid Assolihin mengakibatkan wartawan OKU Ekspres itu harus cedera berat karena sepeda motor yang dikendarainya terjungkal, ini kasus yang sempat mencuat saja, belum lagi penjambretan yang terjadi hampir setiap siang sore dan malam hari tapi korbanya enggan bercerita," jelas Joni animan warga Jalan Pahlawan Kemarung yang kini mengaku resah dan merasa takut keluar rumah karena menilai polisi seakan tidak ada upaya.
Kejahatan dalam kota teranyar menimpa Drs Januar Efendi Kabag Humas Setda OKU yang menderita kerugian jutaan rupiah setelah mobil Dinasnya BG 2125 FZ di bobol penjahat di pinggir jalan depan Masjid Assuhada airkarang, Jumat (28/10) dengan cara memecahkan kaca samping saat korban menunaikan sholat jumat, selama bulan oktober ini kejadian serupa sudah yang kesekian kalinya “Kalau aksi kejahatan seperti ini di biarkan tanpa ada tindakan atau pengawasan dari pihak terkait saya khawatir pelakunya akan meraja lela, harapan semua orang polisi bisa melacak sekaligus menangkap pelakunya," harap Januar .
Januar harus merelakan Laptop kesayanganya berikut uang tunai karena di taruh di dalam mobil.
Joni animan menilai kejahatan dalam kota Baturaja yang terjadi belakangan ini tidak bisa lagi ditolerir hingga menuntut kerja keras aparat keamanan. “Harusnya polisi kita segera bersikap sekaligus tanggap dengan ancaman yang dirasakan masyarakat, yang terjadi sekarang ada kesan kejahatan ini tidak menjadi perhatian, lalu kita balik bertanya dimana fungsi polisi kita yang katanya sebagai pengayom itu kalau ketertiban dan keamanan masyarakat terancam," keluhnya .
Wakapolres OKU Kompol Zahrul Bawadi yang di konfirmasi menyangkut persolan ini mengaku tidak punya kewenangan untuk berkomentar. "Bagusnya ke Kapolres sajalah, setrateginya sudah ada dan data Sesuai laporan masyarakat sudah dihimpun kalau saya memberikan keterangan kurang layak, saya juga bau bertugas di sini, seluruh keluhan masyarakat pasti kita tindak lanjuti yakinlah tidak ada pembiaran, coba deh konfirmasi Kapolres langsung biar lebih jelas," terang Zahrul. (had)

Balita Tewas Kecebur Sumur

Banyuasin, SN

Tangan dan bibir Darma (30) warga Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh bergetar, ia terus berdoa sambil mengusapi kepala Atikah (5) anak keempat buah perkawinanya dengan Bunyamin (45). Bocah malang itu, tewas setelah kecebur dalam sumur sedalam 5 meter di perkebunan karet milik mereka Kamis (27/10) sekitar pukul 07.00 Wib. Korban ditemukan satu jam kemudian dalam kondisi tertelungkung didalam sumur oleh kedua orang tuanya.
Informasi yang dihimpun koran ini, sekitar pukul 06.00 Wib, korban yang belum bersekolah seperti biasanya diajak kedua orangtuanya ke kebun karet milik mereka. Setibanya disana, korban bermain sendirian, sedangkan pasangan Bunyamin dan Darma sibuk menyadap karet.
Dalam kondisi sendirian, korban diduga secara tidak sengaja terjatuh ke dalam sumur yang ada diperkebunan tersebut. Kebetulan, sumur tersebut tidak memiliki dinding sehingga korban dengan mudah terjatuh.
Sekitar pukul 07.30 wib, ibu korban curiga karena sudah lama tidak mendengar suara anaknya, meski sudah berkali-kali dipanggil, tidak ada sautan suara dari Atikah. Merasa cemas, ibu korban mengajak suaminya untuk mencari Atikah.
Hampir satu jam pencarian yang dilakukan keduanya tidak membuahkan hasil, mereka pun mengarahkan pencarian menuju sumur yang ada diperkebunan. Betapa terkejutnya ketika melihat anak bungsu mereka sudah mengambang didalam sumur.
Jeritan histeris mengundang masyarakat sekitar yang ada diperkebunan, masyarakat sendiri langsung membantu orang tua korban mengangkat korban yang sudah tewas.
“Kami sudah biasa mengajak Atikah ke kebun, kami tidak sadar dia main sendiri dan masuk ke sumur itu. Kami juga tidak tertuju ke sumur untuk mencarinya, tapi nasib sudah berkata lain,” ujar Bunyamin.
Dia hanya mengaku ikhlas atas kepergian anak bungsunya tersebut. “ Kami sekeluarga suda ikhlas pak, hari ini juga (kemarin) kami menguburkan jenzah putri bungsu kami. “ ucap Bunyamin melepas anaknya keliang lahat.
Kapolres Banyuasin AKBP Ahmad Zaenudin melalui Kapolsek Betung AKP Daswir Pasaribu membenarkan kejadian tersebut, menurutnya kejadian yang menyebabka korban meninggal murni kecelakaan. “ Meski demikian kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. “ pungkasnya. (sir)

BBM di Sekayu Kembali Langka, Tiga Hari Kosong


Sekayu, SN

Sudah tiga hari belakangan ini sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengalami kekosongan yang mengakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) berupa premium, seperti hasil pemantau koranh ini langsung di SPBU 24.307.35 Sekayu sudah tiga hari mengalami kekosongan kalau sudah jam 12.00 WIB, sedangkan SPBU 24.307.147 berlokasi di Jalan Raya Palembang-Jambi Km 147 Desa Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba Minggu (30/10) mengalami kekosongan.
"Sudah tiga hari ini SPBU di Kota Sekayu yang ada dua tempat, belakangan ini seringkali mengalami kekurangan stok, sehingga seringkali kehabisan, akibatnya kami seringkali mengeluhkan kelangkaan BBM," ujar Iwan sopir travel Palembang-Linggau.
Menurut Iwan, di kota sekayu ini hanya ada dua SPBU, seharusnya stok BBM yang disuplay dari pemasaran Pertamina di Palembang harus lebih, sebab kalau SPBU ini kehabisan, jelas alternatifnya tidak bisa ke SPBU lainnya karena ,satu-satunya mencari bensin kepedagang eceran.
"Kalau kepedagang eceran jelas harganya berbeda jauh, kami minta perhatian serius dari pihak pertamina untuk melebihi jatah SPBU di Sekayu ini, jangan setiap hari terus mengalami kekurangan," ujarnya.
Senada disampaikan Pahmi, pengemudi sepeda motor mengaku kesal kelangkaan BBM di SPBU di Kota Sekayu. "Sudah tiga hari ini untuk mendapatkan bensin sulit sekali, selain harus antrean panjang di SPBU, tapi belum bisa dijamin akan mendapatkannya, karena keburu habis," katanya kesal, karena Banyak kendaraan yang memakai Tengki duobel dan di kencingi kegembes oleh oknum pengecer sehingga minyak cepat habis ditimbun oleh pengecer disekitar sekayu dan luar sekayu.
Pengawas SPBU 24.307.35 Sekayu Yulius Hamid ketika dikonfirmasikan mengakui, bahwa di SPBU nya sudah tiga hari ini mengalami kekurangan stok pasokan BBM dari pertamina. "Banyak pelanggan yang kecewa dan kesal karena BBM yang kita jual sangat terbatas," ungkap Yulius.
Sebab sudah tiga hari ini, pihaknya hanya menerina jatah satu tengki atau 16 ribu liter perharinya, padahal biasanya menerima pasokan sebanyak 32 ribu liter perharinya. "Untuk 32 ribu liter saja kita masih kekurangan, sebab kebutuhan BBM seperti premium perharinya di kota Sekayu dan sekitarnya mencapai 34 ribu liter lebih perharinya," kata Yulius. (her)

Susahnya Menangkap Nunun dan Tak Ada Niat Baik dari KPK

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

SETELAH
cukup lama tak terdengar namanya, kemarin nama tersangka suap DGS BI Nunun Nurbaeti kembali disebut-sebut. Ini dikarenakan sampai sekarang kasus Nunun yang katanya lari dari wilayah RI, sampai sekarang tak jelas penyelesaiannya.
Sebelumnya Nunun Nurbaeti ditengarai berada di Phnom Penh, Kamboja. Tetapi hal itu hanya seperti pengulangan, karena untuk kesekian kalinya KPK hanya mengatakan informasi lokasi Nunun, tanpa ada usaha dan sikap untuk menangkapnya.
Padahal kalau mau sejak dulu harusnya Nunun diusut, dan masalahanya tidak melebar serta berlarut seperti sekarang ini.
Untuk diketahui antara Indonesia dan Kamboja tak memiliki perjanjian ekstradisi. Kendati tidak memiliki kerjasama ekstradisi, namun pemerintah RI bisa saja meminta Nunun lewat pemerintah setempat agar mematuhi hukum. Jika RI sudah meminta Nunun diekstradisi, maka berdasar hukum, Kamboja wajib menyerahkannya.
Untuk mengiangatkan, per Februari 2011, Nunun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dalam pemilihan deputi gubernur senior (DGS) BI. Untuk memudahkan mendatangkan Nunun ke Indonesia, KPK telah meminta Ditjen Imigrasi untuk menarik paspornya. Akhirnya, beberapa hari lalu, Imigrasi pun resmi menarik paspor Nunun. Setelah berbulan-bulan ternyata Nunun tak juga diuber, seperti tersangka lainnya.
Berdasarkan pelacakan KPK, selama mengaku tinggal di Singapura, Nunun kerap pergi bolak balik Thailand-Singapura. Nunun kerap pergi ke Kota Bangkok. Dirjen Imigrasi Bambang Irawan menyebut, Nunun terendus meninggalkan Bangkok ke Phenom Penh, Kamboja, pada 21 Maret 2011.
Kondisi yang ada saat ini sangat menunjukkan kelemahan pemerintah dalam koordinasi menyangkut pemberantasan korupsi. Ini menunjukkan lemahnya hubungan diplomatik Indonesia dengan luar negeri sehingga Nunun bisa sampai ke Kamboja.
Nunun sudah lama dicurigai tersangkut kasus Deputi Gubernur Senior (DGS) BI. Namun KPK dan Imigrasi baru saja menarik paspor Nunun. Jelas KPK ada 'ketakutan' untuk bertindak. Seperti diketahuiseorang warga negara tergantung paspor-nya. Nah ini Nunun bisa bisa sampai ke Kamboja. Ini potret buruknya penegakan hukum di Indonesia.
Kasus Nunun hanya satu contoh kecil, penegak hukum dalam hal ini KPK maju mundur alias penakut. Tetapi untuk diketahui Pemerintah Kamboja mempunyai kewajiban untuk menyerahkan Nunun bila ada permintaan ekstradisi dari pemerintah Indonesia yang didasarkan pada Konvesi PBB tentang Anti Korupsi.
Walaupun Indonesia tak punya perjanjian ekstradisi dengan Kamboja, namun berdasarkan Pasal 44 Konvensi PBB tentang Anti Korupsi (United Nations Convention Against Corruption), permintaan ekstradisi bisa dilakukan. Apalagi Kamboja, seperti Indonesia, merupakan negara peserta Konvensi PBB Anti Korupsi sejak tahun 2007.
Semuanya hanya gambaran kondisi ideal, jikalau KPK dan aparat mau tegas. Buktinya lokasi Nunun yang selalu diinformasikan pindah tempat, tak ada tindakan yang nyata. Rakyat hanya disajikan tontonan drama yang menggambarkan betapa bodohnya aparat dan KPK dipermainkan tersangka korupsi. (***)

Pendistribuasian Jelek, Jumlah Guru Di Kota Menumpuk


Palembang, SN
Jeleknya sistem pendistribuasian guru disetiap wilayah khususnya di Sumatera Selatan (Sumsel) membuat jumlahnya tidak merata antara di kota dan di desa. Dengan pendistribusian yang jelek tersebut, lebih banyak jumlah guru di kota alias menumpuk ketimbang didesa.
"Yang jelas, guru-guru kita ini pendistrbusiannya jelek. Jadi dikota-kota itu banyak gurunya, sementara didesa sedikit, sehingga pendistribusiannya menumpuk. Jadi distribusinya yang bermasalah," kata Ketua jurusan pendidikan MIPA Fakultas Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri, Hartono disela acara anugerah guru kimia teladan Indonesia 2001 di aula PT Erlangga, kemarin.
Lebih lanjut diungkapkannya, tidak hanya permasalahan penumpukan guru yang terjadi dikota. Namun untuk jumlah tenaga pengajar bidang studi kimia didaerah terjadi kekurangan. Dan untuk di kota sendiri, jumlah tenaga pengajar studi kimia terdapat 3 sampai 4 guru.
"Satu sekolah idealnya ada tiga guru kimia. Dikota-kota ini ada yang 3 atau 4, tetapi didaerah kurang. Penyebab utamanya tadi (terjadi penumpukan guru dikota,red)," ungkapnya.
Ketua Himpunan Kimia Indonesia Kota Palembang, Suheryanto juga menerangkan hal yang sama. "Memang rasio guru kimia dengan jumlah siswa masih relatif sangat kurang. Tapi rasio guru dengan siswa sudah cukup, tapi kalau perbidang studi masih sangat minim," terangnya.
Sementara itu, acara anugerah guru kimia teladan Indonesia 2001 kemarin diikuti 44 peserta dari masing-masing perwakilan sekolah tingkat SLTA di Sumsel. Dari jumlah peserta tersebut, ada dua perwakilan daerah yang tidak mengirimkan peserta yakni OKI dan Prabumulih.
Menurut Ketua Panitia, Dra Warsina, pihak panitia tadinya menargetkan 100 jumlah peserta yang ikut pada anugerah guru kimia teladan Indonesia 2011. Namun karena adanya kendala komunikassi, maka ada beberapa daerah yang tidak mengirimkan pesertanya.
"Target 100 peserta, karena kendala komunikasi dan ada kegiatan yang bersamaan, jadi pesertanya menurun. Kedua karena para guru umumnya itu terlalu untuk membuat karya tulis itu rupanya menjadi kesulitan tersendiri. Akhirnya panitia memutuskan karya tulis bukan bagian utama tetapi hanya cukup menyiapkan formulir," jelasnya.
Kata Warsina, pemenang dari acara anugerah guru kimia teladan Indonesia 2011 hanya diambil satu orang untuk mewakili Sumsel ketingkat Nasional. Tujuan lomba, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan kimia, sebagai ajang kompetisi guru, serta memberikan penghargaan kepada guru kimia.(win)

Ratusan Pelajar Ikuti Pelatihan Jurnalistik


Muara Enim, SN
Pelatihan jurnalistik yang diikuti ratusan pelajar dari dua kabupaten yakni, Muara Enim dan Lahat tak hanya memberikan bekal kemampuan dalam menulis dan pengetahuan dalam menggali informasi saja, tetapi tak kala pentingnya para pelajar harus dapat lebih kritis, yang sifatnya membangun.
Demikian diungkapkan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, Oktaf Riady ketika memberikan sambutan dalam acara pelatihan junalistik yang berlangsung, Sabtu dan Minggu (30/10) di Gedung Serba Guna PTBA Tanjung Enim.
“Pelatihan jurnalistik akan berguna bagi pelajar di sekolah, mengingat, berbagai aktifitas sekolah seperti buletin dan majalah
dinding menjadi kegiatan sekolah yang dapat memberikan kreatifitas pelajar,” ungkap Oktaf.
Melalui wadah itu lah, kata Oktaf, para pelajar diharapkan dapat mengembangkan ide-ide pemikirannya dalam bentuk tulisan sehingga karyanya dapat bermanfaat bagi pelajar maupun elemen sekolah lainnya.
Namun yang terpenting lanjut Oktaf, para pelajar harus berani untuk kritis, dilingkungan sekolah. Sebab, kritis tersebut demi memberikan perubahan dan kemajuan sekolah itu sendiri.
Oktaf juga meminta kepada penyelenggara yakni PTBA, bagi para pelajar terbaik dalam mengikuti pelatihan ini nantinya diberikan kesempatan untuk menulis di buletin PTBA. Hal tersebut tentunya memberikan pengalaman kepada para pelajar itu sendiri.
Dilanjutkan, Senior Manager (SM) CSR PTBA Muhammad Hatta, program pelatihan ini merupakan salah bentuk perhatian PTBA terhadap bidang pendidikan, khususnya jurnalistik.
Dimana, saat pemahanan dan pengetahuan terhadap jurnalistik akan menjadi hal yang sangat penting. Sebab, jurnalistik sudah tidak bisa lagi terlepas dari kehidupan setiap orang. Seperti terkait dengan berbagai informasi yang di dapatkannya dari berbagai media. Baik cetak ataupun elektronik.
“Saat ini, para pelajar sudah selayaknya dibekali dengan pemahaman dan pengetahuan tentang jurnalistik. Sehingga, mereka bisa menyerap setiap informasi yang ada dengan baik dan selektif,” ujar Hatta.
Menurut Hatta, pendidikan jurnalistik juga dapat mengasah kemampuan menulis para siswa. Sehingga, bila selama ini siswa hanya mampu membaca ataupun mengkases informasi, maka dengan adanya kemampuan ini siSwa juga dapat menuliskannya. Hal ini, tentunya akan membuka wawasan dan cara berpikir siswa menjadi lebih kreatif.
Pelatihan jurnalistik ini merupakan program kerja PTBA melalui program Coorporate Sosial Responsibulity (CSR) bekerjasama dengan Management Press (MNP) Sumatera Selatan. (yud)

Ruko Liar di Prabumulih Ditertibkan


Prabumulih, SN
Tindakan tegas mulai diberikan petugas Kantor Sekretariat Perizinan Satu Atap (Sintap) Kota Prabumulih, terhadap keberadaan bangunan ruko (rumah toko, red) liar dan tidak memiliki IMB yang berdiri di sepanjang sudut jalan wilayah Kota Prabumulih. Tindakan berupa inspeksi mendadak (sidak) ke ruko – ruko dan bangunan rumah, Jumat (28/10) siang menyusul masih sedikitnya jumlah bangunan yang memiliki IMB.
“Selama beberapa hari kedepan, sampai pertengahan Desember nanti. Kita akan menurunkan tim untuk menertibkan kelengkapan perizinan bangunan sejumlah ruko dan rumah yang disinyalir masih banyak melanggar,” ungkap Kepala Sintap Kota Prabumulih, Zaili, ditemui usai memimpin sidak, Jumat (28/10) lalu.
Menurut Zaili, dari hasil sidak yang dilakukan timnya itu, ternyata banyak ditemukan masyarakat atau pemilik ruko yang kurang memahami prosedur pembuatan izin mendirikan bangunan (IMB). Disamping itu, minimnya kesadaran akan pentingnya memiliki IMB pada sebuah bangunan menjadi penyebab warga enggan membuatnya.
“Dalam sidak tadi, warga atau pemilik ruko yang kedapatan belum memiliki IMB cuma kita berikan peringatan dulu (SP 1). Ternyata dari sebagian mereka, masih banyak belum memahami cara membuat IMB dan bahkan menganggap surat keterangan kelayakan diproses dari Dinas tertentu sudah cukup kelengkapan izinnya,” terang Zaili.
Zaili menambahkan, hingga memasuki kwartal kedua tahun ini bangunan ruko atau rumah yang sudah memiliki IMB hanya berjumlah sekitar 100 bangunan. Selebihnya masih liar dan diduga tidak mengantongi IMB. Pihaknya juga terus berusaha berkoordinasi dengan Dinas PU Prabumulih dan instansi terkait lainnya untuk mengumpulkan data bangunan ruko dan rumah yang belum melengkapi IMB tersebut.
“Dan itu masih terus kita usahakan, mudah–mudahan dalam waktu dekat ini datanya dapat kita terima,” tambah mantan pejabat BKD Prabumulih ini, optimis.
Sebelumnya, dari hasil sidak sementara yang dilakukan petugas Sintap di dua kelurahan, yakni Kelurahan Pasar Inpres dan Kelurahan Mangga Besar, ditemukan setidaknya sekitar 14 bangunan ruko yang tidak memiliki IMB. Selain hanya masih diberikan peringatan ringan berupa teguran, sejumlah pemilik ruko tersebut juga disosialisasikan cara membuat IMB yang benar dan mudah.
“Selain kita data, mereka juga kita sosialisasikan cara membuat IMB. Kalau semua persyaratan IMB lengkap maka paling lambat 1 bulan IMB itu selesai," jelasnya. (and)

Amanzi Waterpark Beroperasi

* Soft Opening Gratis 1 Hari
dan Dipadati Pengunjung

Palembang, SN
Dihari pertama, Minggu (30/10) pembukaan rekreasi Amanzi Waterpark yang berada di perumahan elite Citra Grand City, pengunjung mulai memadati tempat rekreasi air terbesar di Kota Palembang itu. Keberadaan Amanzi Waterpark diharapkan bukan saja menjadi fasilitas masyarakat perumahan, melainkan pula menjadi milik masyarakat Kota Palembang secara keseluruhan. Hal tersebut dikatakan Presiden Direktur PT Gelora Matra Raya Samudera, Budiarsa Sastra Winata di sela-sela soft opening Amanzi Waterpark, kemarin.
“Kami bukan saja fokus pada pembangunan perumahan, melainkan pula terintegrasi dengan bangunan lain meliputi pendidikan, kesehatan hingga sarana rekreasi Amanzi Waterpark,” jelasnya.
Pada hari pertama pembukaan Amanzi Waterpark, kemarin, pihaknya sengaja memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk mencoba salah satu arena permainan Kiddy Pool tanpa dikenakan biaya sepeserpun alias gratis seharian.
Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mencoba dan menikmati sarana rekreasi termegah dan terbesar di Palembang. Dengan harapan memberikan stimulus kepada masyarakat lainnya.
“Rekreasi sangat baik buat kesehatan serta diyakini mampu menghilangkan stres selama bekerja. Amanzi Waterpark dapat menjadi pilihan tepat bagi masyarakat Palembang,” terangnya sembari mengatakan, untuk kapasitas Amanzi Waterpark mampu menampung lebih dari 2000 pengunjung dalam sehari.
Diakuinya, ke depan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengembangkan sarana rekreasi tersebut lebih luas lagi. Dengan menyediaan permainan yang lebih lengkap dan menyenangkan.
“Jadi masyarakat tidak perlu repot-repot lagi pergi berekreasi ke tempat wisata di Ancol, Dupan. Karena di Kota Palembang kini sudah memiliki fasilitas lengkap sama seperti yang ada di Pulau Jawa,” tuturnya.
Terkait soal kompetitor saat ini, menurut Budiarsa, pihaknya tidak khawatir. Justru keberadaan pesaing dalam bisnis rekreasi memberikan motivasi untuk lebih meningkatkan performance dan kinerja ke depan.
“Semakin banyak tempat wisata, maka akan semakin banyak pilihan masyarakat untuk memilih tempat wisata rekreasi yang diinginkan. Justru masyarakat selaku konsumen yang diuntungkan,” tuturnya sembari mengatakan, selain di Palembang, Amanzi Waterpark juga telah berada di Tangerang, Medan, Bandung, Surabaya, Lampung dan kota besar lainnya.(ima)

Sabtu, 29 Oktober 2011

Truk Mogok, Jalintim Macet 8 Jam

* Kondisi jalan yang sempit memperparah macet

Banyuasin,SN –
Ruas jalintim (jalan lintas timur) mulai perbatasan Palembang (Km 12) hingga Air Batu Talang Kelapa,Banyuasin (Km 18),kemarin (28/10) macet selama delapan jam.


Penyebabnya, sebuah truk trailer sekitar pukul 05.30 WIB mogok di Km 18 jalintim,persisnya di depan SD Negeri 2 Talang Kelapa. Lokasi mogoknya truk tersebut sangat sempit dan dekat dengan tikungan. Akibatnya, kendaraan yang melintas dari arah Palembang–Betung dan sebaliknya hanya dapat menggunakan seperempat badan jalan.Petugas Satlantas Polres baru berhasil mengatasi kemacetan sekitar pukul 14.00 WIB, setelah truk yang mogok tersebut berhasil diperbaiki.

Pengemudi truk,Asep Jizin, 43, mengatakan, truknya mogok tak lama setelah dirinya mengisi bahan bakar di SPBU Sukajadi. “Sebelumnya baikbaik saja jalannya, tapi memang tangki minyak tadi sudah sangat kosong.Mungkin mesin butuh istirahat,” kata warga Jakarta Barat ini. Asep mengaku kesulitan untuk memperbaiki truk dengan tujuan Medan, Sumatera Utara tersebut. Pasalnya, dia tidak berpengalaman memperbaiki mobil.

Mekanik yang biasanya memperbaiki truknya juga berada di truk lain. “Mekanik berada di trailer depan dan sudah masuk Muba. Terpaksa kami nunggu dulu,” ungkap dia. Terpisah, Kapolres Banyuasin AKBP Ahmad Zaenudin melalui Kasat Lantas AKP Andi Supriadi membenarkan jika ruas jalintim mengalami kemacetan dalam lebih dari lima jam akibat mogoknya sebuah trailer di Km 18.

Namun, kemacetan lebih disebabkan sempitnya kondisi jalan dan padatnya arus kendaraan pada pagi hari. Kendati demikian, Andi mengungkapkan, anggotanya telah mengatur arus lalu lintas. “Penyebabnya karenamesin mobilnya ‘anginan’ habis ngisi bensin, jadi mogok tiba-tiba. Mobil derek Pemkab Banyuasin juga tidak mampu mendorong karena ukuran mobil yang lebih besar,”ungkapnya. (taz/lin/sin)

Puluhan Ayam Mati Terinveksi Flu Burung

*Beberapa bulan lALU virus Flu Burung Juga melanda 4 Kecamatan

PRABUMULIH,SN–

Wabah flu burung atau Afian Influenza (AI) mulai merebak di wilayah Kota Prabumulih. Dalam beberapa hari terakhir, puluhan ayam mati mendadak karena terinfeksi virus H5N1 (virus pembawa flu burung).

Keberadaan ayam-ayam yang terjangkit flu burung tersebut diketahui setelah warga RT 1 dan RT 2 Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara melaporkan bahwa ayam-ayam mereka mati mendadak. Tim kesehatan hewan dan masyarakat veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Peternakan dan Perikanan (PPKPP) Kota Prabumulih kemudian melakukan pemeriksaan.

“Setelah diperiksa dengan metode rapid test, ternyata positif terjangkit flu burung. Jumlah pastinya belum kami hitung, tapi belum banyak hanya puluhan ekor,”kataKepala Dinas PPKPP Kota Prabumulih Hj Hanunah kemarin. Setelah dipastikan terjangkit flu burung,petugas kemudian memusnahkan ayam-ayam milik warga dengan cara dibakar dan dikubur.

Selain itu, agar virusnya tidak menyebar, petugas menyuntik ayamayam lain dengan vaksin anti flu burung. “Hingga saat ini ayam yang positif flu burung baru terdapat di Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara. Tetapi, karena penularannya sangat cepat, kita melakukan langkah antisipasi secepat mungkin supaya tidak menjalar ke ayam lainnya,” katanya.

Hanunah menambahkan, langkah lain untuk pencegahan penularan dengan hewan lainnya, pihaknya akan melakukan penyemprotan dengan zat desinfektan ke kandang-kandang ayam milik warga.Dia juga meminta warga agar untuk sementara waktu tidak melepas unggas-unggas peliharaannya. “Kita meminta agar ayamayam milik warga untuk sementara dikandangkan atau tidak dikeluarkan dari kandangnya, apalagi setelah dilakukan penyemprotan,” jelasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Kesmavet Dinas PPKPP Kota Prabumulih drh Nora Gustina menjelaskan, ciri-ciri ayam yang terserang penyakit flu burung biasanya terlihat lesu serta warna pada bagian jengger kerap membiru.Selain itu juga muncul bercak darah pada bagian kulit yang tidak berbulu seperti tulang kaki, serta ada lendir pada kotorannya. “Kalau melihat ayam dengan ciri-ciri tersebut, sebaiknya jangan dikonsumsi,” ingatnya.

Beberapa bulan yang lalu virus Flu Burung sempat melanda di Empat Kecamatan yang ada di Kota Prabumulih. Akibat serangan penyakit tersebut, ratusan ayam milik warga mati secara mendadak.(ahm/ted/sin)

Potensi Batu Bara Kabupaten Muba Capai 23 Miliar Ton

SEKAYU,SN –

Kabupaten Muba,Provinsi Sumatera selatan Selain kaya akan minyak dan gas bumi, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) juga kaya akan batu bara.Kepala Dinas Pertambangan dan Pengembangan Energi (Distamben) Muba Zulfakar mengklaim potensi kandungan batu bara di kawasan Musi banyuasin mencapai 23 miliar ton yang tersebar di 14 lokasi kecamatan di Muba.

“Keberadaannya juga cukup dangkal, di musim kemarau, aliran sungai seperti di Sungai Lilin, di paparan di hadapan tim dari Dirjend Mineral dan Batu bara dan Direktorat Teknik Lingkungan Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM di Sekayu kemarin.

Menurutnya, pihaknya kini bertekad meningkatkan PAD dari sektor pertambangan dan energi.Untuk mewujudkan tekad tersebut, Pemkab Muba akan merevisi izin usaha pertambangan (IUP) yang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kondisi saat ini banyak perusahaan yang hanya ada izin tertulisnya, sedangkan aktivitas pertambangannya tidak ada.

Karena itu, sesuai peraturan, IUP akan dikaji dan direvisi,”bebernya. Dia mengungkapkan, dari 17 perusahaan yang mempunyai izin tahap produksi,hanya ada tiga perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan. Ketiga perusahaan itu yakni PT Putra Muba Coal di Kecamatan Sungai Lilin, PT Realita Jaya Mandiri di Kecamatan Tungkal Jaya,dan PT Baturona Adimulya.

Sedangkan, katanya, penerimaan dana bagi hasil batu bara masih kecil, meskipun terus meningkat. Pada 2009, jumlahnya sebesar Rp6 miliar, lalu meningkat menjadi Rp10 miliar pada 2010,dan menjadi Rp13 miliar pada 2011. Sementara anggota DPRD Muba Iwan Aldes menilai rendahnya PAD dari sektor pertambangan karena banyak potensi sumber daya alamyang belum tergali maksimal. (sie/syai/sin)

Jumat, 28 Oktober 2011

855 KM Jalan di OKI Rusak

Kayuagung, SN

Minimnya APBD OKI setiap tahun anggarannya berdampaknya pada terhambatnya pembangunan infrastruktur jalan yang membutuhkan dana besar. Kerusakan jalan kian bertambah dan kini sudah mencapai 855 kilometer.
Rinciannya yakni rusak berat sepanjang 128 KM, 727 KM rusak sedang dan 581 KM rusak sedang. Sedangkan kondisi jalan yang baik hanya 415 KM dan 581 KM kondisinya masih wajar. Data ini diperoleh DPRD OKI dari Dinas PUBM OKI.
Marzunah ST dari Fraksi PKS DPRD OKI, Rabu (26/10) mengatakan, Pemkab OKI harus terus mengoptimalkan APBD setiap tahun ke depannya untuk membiayai perbaikan jalan yang rusak. Panjangnya jalan yang rusak saat ini tidak seimbang dengan kondisi jalan yang baik.
“Ini harus diperhatikan secara serius oleh pemerintah, karena kondisi jalan yang bagus bisa mendukung daerah pelosok OKI mengalami kemajuan baik dari segi ekonomi maupun pembangunannya,” terangnya.
Ia mencontohkan, beberapa wilayah yang jalannya mengalami kerusakan diantaranya jalan desa mekar jaya sepanjang 4 km di Kecamatan Lempuing. ”Desa ini masuk wilayah miskin, mata pencarian penduduk adalah membuat batu bata, dari 4 km ruas jalan porosnya 3 km adalah
jalan tanah yang selama ini belum diperbaiki, dan masih banyak contoh lainnya,” ungkapnya.
Dijelaskannya, pembahasan RAPBD tahun anggaran 2012 ini adalah ujian kredibilitas dan kapabilitas DPRD OKI dalam menjalankan fungsinya. Dengan dana APBD yang sedikit dan wilayah OKI yang luas, maka segala prioritas adalah sesuai titik berat pembangunan sehingga harus koordinasi antara eksekutif dan legislatif.
Hal yang sama diungkapkan oleh anggota DPRD dari Fraksi Partai Hanura Juni, Alpansuri SSi, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan memang harus menjadi salah satu prioritas pemerintah. ”Saat ini masih banyak jalan dan jembatan yang rusak, terutama daerah yang terpencil sehingga sulit dijangkau,” tambahnya.(iso)

Rumah Hancur Diseruduk Fuso Batubara

Muara Enim, SN

Diduga mengantuk, Heru S (30), yang mengemudikan mobil Fuso BE 9036 C, menyeruduk rumah panggung milik Jamal (30) warga Desa Pinang Belarik. Meskipun tidak ada korban jiwa, tetapi rumah panggun rusak berat dan perabotan rumah tangga hancur, Kamis (27/10) sekitar pukul 09.00 di Desa Pinang Belarik, Kecamatan Ujanmas, Muara Enim.
Dari informasi berhasil dihimpun dilapangan, kecelakaan tersebut terjadi ketika perkampungan sepi, sebab sebagian warga sedang sibuk melakukan aktifitas berkebun. Saat itu, pemilik rumah, Jamal pemilik sedang bekerja memperbaiki rumah warga.
Sedangkan istrinya Daryani sedang membuang sampah serta anaknya berada di sekolah. Tanpa diketahuinya, fuso yang sarat bermuatan batubara menabrak rumahnya sehingga mengenai bagian teras rumah.
Akibat kerasnya tabrakan tersebut, seluruh teras rumah yang dindingnya terbuat dari batu bata dan kayu hancur. Bahkan perabotan rumah tangga seperti kursi tamu, parabola, dan motor rusak akibat tertimpa reruntuhan batu dan kayu. Dan yang paling parah adalah kondisi rumah panggung tersebut menjadi miring ke belakang sehingga rumah tersebut terpaksa harus dibongkar habis.
Dari pengakuan Jamal, bahwa ia tahu jika rumahnya ditabrak fuso diberitahu oleh warga. Pada saat itu saya sedang bekerja dan istrinya sedang membuang sampah.
Dia meminta kepada pihak terkait, untuk lebih selektif lagi memberikan SIM terutama kepada para sopir batubara, sebab sering terlihat ugal-ugalan dan kebut-kebutan sehingga membahayakan pengguna jalan lain.
“Saya tidak banyak tuntutan, yang penting perbaiki rumah aya dan perabotan yang rusak. Kemudian, kepada pihak terkait untuk secepatnya mengalihkan angkutan batubara ke jalan lain sebab sudah sangat menganggu kenyamana dan keselamatan warga yang setiap saat sering memakan korban jiwa,” harapnya.
Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto, melalui Kasatlantas AKP Afri Darmawan, didamingi Kanitlaka Iptu Sutrisman, menyatakan jika ada mobil Fuso angkutan batubara yang menabrak rumah warga.
Diduga penyebabnya supir mengantuk. Akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa namun kerugian material dipastikan puluhan juta rupiah. Saat ini, sopir sudah diamankan di Lantas Polres Muaraenim guna pemeriksaan lebih lanjut. (yud)

DPRD Muba Desak Sekwan Segera Didefenitifkan

Sekayu,SN

Masih belum adanya kejelasan mengenai status Sekretaris DPRD Musi Banyuasin (Muba), yaitu Aidil Fitrisyah membuat kalangan anggota dewan terhormat angkat bicara.
Anggota Fraksi Partai Demokrat Iin Febriayanto mendesak, Bupati Muba H Pahri Azhari untuk segera mendefenitifkan Sekwan yang telah menjabat sekitar dua tahun. Karena, sesuai aturan bahwa pengajuan Sekwan berdasarkan persetujuan dari seluruh anggota DPRD Muba. Beberapa waktu lalu pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi, tentang posisi Sekwan yang hingga kini belum definitif.
Dengan posisi Sekwan yang belum definitif, menurut Iin, secara administrasi maupun kebijakan tidak memiliki kewenangan secara penuh. Apalagi menurut anggota dewan Partai demokrat ini, Aidil Fitrisyah sebagai Plt Sekwan saat ini sudah cukup komunikatif dan profesional.
“Padahal tugas Sekwan cukup berat, bagaimana membangun komunikasi dua arah, bisa mensinergikan antara eksekutif dan legislatif. Jika kewenangannya masih terbatas, karena statusnya masih Plt,” terangnya usai paripuna kemarin.
Iin mengancam, jika Bupati Muba tidak segera mendefenitifkan Sekwan, akan membawa berkas usulan persetujuan dari anggota dewan ke rapat paripurna. Karena itu pihaknya sangat mengharapkan posisi sekwan tersebut dapat dipercepat.
“Kami menilai sekwan sekarang telah layak secara kepangkatan maupun pengalamann kalau masih status Plt, akan banyak keputusan dewan yang tidak bisa diambil,” terangnya.
Sementara itu Bupati Muba H Pahri Azhari mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menyetujui. Terhambatnya beberapa waktu lalu, adanya kekurangan adminitrasi yang masih harus dilengkapi. Sehingga terhambat, karena jabatan tersebut setingkat dengan eselon II yang membutuhkan beberapa rekomendasi dari pejabat setingkat provinsi.
Pahri mengakui jika, lembaga Sekretariat Dewan ini merupakan salah satu upaya perpanjangan tangan Pemprovsu, atau SKPD yang dilakukan agar bagaimana bisa meningkatkan pemberdayaan DPRD kepada rakyat.
Kepada Gubsu H Syamsul Arifin, Isma Padli berharap, agar melantik Sekwan DPRD Provinsi Sumatera yang baru, agar kinerja dewan ke depan semakin baik. "DPRD Provinsi Sumatera Utara terdiri dari 10 fraksi yang berbeda-beda partai politik, tentu memerlukan secepatnya sekwan definitif," ujar Isma.
Diungkapkan Isma, desakan penetapan Sekwan definitif ini bukan tuntutan partai atau pribadi dari anggota dewan, tapi ini merupakan tuntutan dari lembaga DPRD Provinsi Sumatera Utara.
Untuk siapa yang akan menjadi sekwan definitif, Isma menilai, sudah diajukan beberapa nama, jadi dari beberapa nama tersebut diberikan kepercayaan penuh kepada Gubsu H Syamsul Arifin untuk menentukan sekwan definitif, baik soal kriteria yang layak menurut Pemprovsu. (her)

Panitia Palembang Antisipasi Hujan di Jakabaring


Palembang, SN

Musim penghujan bisa menjadi hambatan untuk penyelenggaraan SEA Games XXVI. Terutama untuk menghadapi upacara pembukaan pada 11 November, panitia Palembang menyiapkan langkah antisipasi.
Demikian dikatakan Koordinator Tim Modifikasi Cuaca (TMC) BPPT, F. Heru Widodo, kepada pers di Palembang, Kamis (27/10), ditemani Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Yulizar Dinoto.
"Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan tim TMC punya tugas baru yakni bagaimana mengamankan Jakabaring dengan radius 30 hektar, bebas dari hujan terutama pada saat acara pembukaan dan penutupan karena Sumsel secara umum memasuki musim hujan," katanya.
"Secara teknologi bisa dilakukan khususnya rentang waktu antara pukul 11.00 sampai pukul 18.00," sambungnya.
Dikatakan Heru, pengalihan hujan sudah dilakukan di tahun 2009, saat Jakarta dilanda banjir. Selama lima hari lebih, awan-awan yang berpotensi hujan berhasil dialihkan. Untuk Palembang, khususnya di Jakabaring, strategi yang dipakai hampir sama saat di Jakarta, yakni dengan memindahkan awan hujan ke kawasan OKI, Sekayu dan Laut Bangka sesuai dengan arah angin berembus.
Untuk mengalihkan awan hujan ini, ungkap Heru, BPPT akan memakai dua pesawat Casa 212 dan satu pesawat Cesna untuk mengurangi curah hujan di Kota Palembang dan mengalihkan ke daerah lain. Satu pesawat sudah beberapa hari lalu berada di Palembang dan hari ini, Kamis (27/10) dua pesawat lainnya tiba di Palembang, dan mulai melakukan pengalihan hujan atau penghujanan dini dengan curah yang tidak besar. (a2s/rin)

Utang PDAM Tirta Musi Tinggal 122 Miliar

Palembang, SN

Menyusul penghapusan utang tunggakan non pokok oleh Kementerian Keuangan yang sudah disetujui DPR, utang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Musi Palembang kini tinggal Rp 122 miliar.
Direktur Utama PDAM Tirta Musi Syaiful DEA mengatakan, sebelumnya total utang Tirta Musi Rp 400 miliar. Perinciannya, Rp 240 miliar utang pokok dan Rp 160 miliar utang non pokok (bunga).
“Nah, sekarang bunga sudah dihapuskan. Untuk saat ini sisa utang kita Rp 122 miliar, karena sebelumnya sudah ada yang diangsur,” ungkap Syaiful, Kamis (27/10).
Penghapusan bunga denda Rp 160 miliar, itu kata Syaiful dalam kurun 1978-2008. Ia menerangkan Tirta Musi menggunakan duit Rp 160 miliar itu untuk pemasangan instalasi air bersih PDAM di kawasan 3 Ilir, Rambutan, dan kawasan lainnya di kota ini.
Hasilnya memang terlihat nyata. Mayoritas warga Palembang kini sudah teraliri air bersih oleh perusahaan plat merah ini.
Soal utang pokok, Syaiful mengatakan belum dapat memastikan kapan Tirta Musi bisa melunasinya. Meski begitu, Tirta Musi setiap tahun selalu membayar bunga denda ke Kementerian Keuangan.
“Bunga denda itu sebesar 12 persen dari total utang. Kita selalu rutin membayar bunga denda sebelum jatuh tempo,” ujar Syaiful.
Belum lama ini Komisi XI DPR menyetujui penghapusan utang lima PDAM senilai Rp 1,004 triliun. Penghapusan itu sendiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Menurut undang-undang itu, Presiden berhak berhak memberikan keringanan kepada PDAM dengan penghapusan piutang kepada negara. Namun, jika piutang tersebut nilainya melebihi Rp 100 miliar maka diperlukan persetujuan DPR.
Adapun kelima PDAM itu yakni PDAM Kota Semarang, PDAM Kabupaten Tangerang, PDAM Kota Bandung, PDAM Tirta Musi (Kota Palembang), dan PDAM Kota Makassar.(win)

Kamis, 27 Oktober 2011

Sakit Gigi, Pelajar SMP Gantung Diri?

Sungai Keruh, SN

Tak tahan dengan sakit gigi yang dideritanya, Agung Prayogo (12), seorang pelajar SMP nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Korban ditemukan tidak bernyawa Selasa (25/10) sekitar pukul 17.30 menggantung di tiang pintu rumahnya di Talangpongo Dusun V Desa Tebingbulang.
Maryati, ibu korban menmukan anaknya yang sudah kaku sempat membawanya ke Puskesmas setempat. Namun tiba di sana, korban memang sudah tidak bernyawa lagi.
Masih diliputi kesedihan, Maryati menceritakan, saat itu dirinya sengaja keluar rumah untuk mengambil air. Namun tiba-tiba ia melihat anaknya sudah tergantung dengan tali ayunan dari kain di lehernya.
“Saya sangat terkejut dan tidak percaya anak saya nekad. Padahal tidak ada masalah di keluarga kami,” katanya singkat.
Hal senada dikatakan Upik, tetangga korban. Menurut dia, dalam kesehariannya korban tidak menunjukkan gelagat aneh. Namun tiga hari sebelumnya, korban kerap berceloteh kepada teman-temannya di sekolah.
“Dia pernah bilang ke teman-temannya. Dak enak nian sakit gigi ni, raso nak bunuh diri bae aku,” kata Upik menirukan celoteh korban yang didengarnya dari cerita anak-anak sekolah.
Terkait hal ini, Kapolres muba AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Sungai Keruh Ipda Junarto, didampingi Kapospol Tebingbulang, Brigpol Syarifudin membenarkan adanya kejadian tersebut. Dari hali olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pihaknya memastikan kejadian itu murni bunuh diri.
“Bisa dibilang korban sengaja bunuh diri. Sebab dalam hasil penyelidikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” jelasnya. (her)

Buat PBB On-Line, Dispenda Usulkan Dana 800 Juta

Indralaya, SN

Guna menyukseskan program aplikasi Pajak Bumi Bangunan (PBB) On-Line, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Ogan Ilir (OI) bakal mengusulkan dana Rp 800 Juta.
Hal tersebut dikatakan Kepala Dispenda OI Faisal baru-baru ini. Menurutnya salah satu dasar pengusulan program ini kepada DPRD, sebagai implementasi Undang-Undang No 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRB), yang mengharuskan pemda menarik sendiri PBB paling lambat 1 januari 2014.
“Sebagai tindaklanjutnya, Pemkab OI mengusulkan dana Rp800 juta untuk pengadaan sistem aplikasi PBB on-line termasuk penarikan pajak bea perolehan atas hak tanah dan bangunan (BPHTB),” ujarnya.
Menurut Faisal, sistem aplikasi ini memungkinkan terkoneksinya bank dengan dispenda, sehingga setiap pembayaran PBB oleh masyarakat dapat langsung diketahui.
“Sistem ini selanjutnya akan terus dikembangkan bersama SDM-nya secara bertahap pada tahun 2013, hingga 2014 mendatang hingga benar-benar siap,” katanya.
Disebutkannya, untuk saat ini Dispenda OI telah melayani pembayaran BPHTB, terhitung sejak 1 Juli 2011 namun masih manual, yang akan digabungkan dengan sistem Aplikasi PBB pada tahun 2012 mendatang.
Menurutnya, pengembangkan sistem aplikasi PBB biayanya mahal karena rumit dan banyak aturan yang dikaji.
“Palembang saja yang tahun 2012 menyatakan sudah siap melayani pembayaran PBB, telah mengeluarkan biaya sekitar Rp 3 Miliar untuk persiapannya,” ungkapnya.
Sedangkan untuk dasar hukumnya, menurut Faisal, seperti perda PBB dan BPHTB sudah diusulkan kepada dewan untuk dilakukan pembahasan. Ditambahkannya, target pencapaian PBB OI sendiri tahun 2011, sebesar Rp 750 juta yakni untuk PBB perkotaan Rp 500 juta dan PBB Perdesaan Rp 250 juta yang realisasinya sudah mencapai 70% lebih atau sekitar Rp 400 jutaan. “Mudah-mudahan kesadaran dari masyarakat luas untuk membayar PBB, seperti para pengusaha perkebunan. Ya kita berharap demi kemajuan daerah,” ujarnya. (man)

Penerimaan CPNS Dipastikan Batal


Empat Lawang, SN

Penerimaan CPNS formasi tahun 2011 di Empat Lawang
dipastikan tidak ada. Hal ini setelah diperoleh informasi dari pihak Kementrian Peberdayaan Aparatur Negera (KemenPAN) bahwa untuk
penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) tahun 2011 dibatalkan.Setelah sebelumnya diinformasikan bahwa tahun ini ada penerimaan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Empat Lawang
Januarsyah mengatakan, untuk pelaksanaan penerimaan tahun ini tidak
memungkinkan karena terjadinya perubahan struktural, adanya
memotarium, dan adanya pembentukan tim penyusun formasi yang baru.
“Kita beberapa waktu yang lalu telah bertemu langsung
dengan Asisten Deputi Kemenpan ibu Nuryati dan dikataknya untuk tahunini tidak mungkin dilaksanakan penerimaan CPNS baru seluruh Indonesia, karena adanya perubahan-perubahan yang terjadi,” terang Januarsyah.
Dikatakanya, pada saat adanya peryataan tersebut,
pemerintahan Empat Lawang juga sempat menyakan tentang kebutuhan
pegawai karena kondisi saat ini masih sangat kekerurangan, dan banyakjabatan yang kosong, sehingga pelayanan yang diberikan masih kurangmaksimal.
“Memang sempat kita berargumen karena kondisi sebagai
daerah baru masih sangat membutuhkan pegawai, meskidemikian masih
tetap tidak bisa untuk penerimaan tahun 2011 ini, karena pelaksanaantidak memungkinkan karena adanya perubahan," jelasnya.
Namun bisa dipastikan untuk tahun 2012 mendatang barulah ada penerimaan CPNS. Untuk pengajuan mendatang BKD juga akan mengirimkan kebutuhan jumlah pegawai di Empat Lawang namun dengan format yan baru lagi seusuai dengan peraturan kementrian PAN no 26 tahun 2011 tentang Pedoman Perhitungan Jumlah Kebutuhan PNS untuk Daerah.
“Ini adalah format yang baru lain dengan pengajuan yang sebelumnya dilakukan oleh daerah kepada pihak Menpan. Untuk pengajuan penambahan pegawai haruslah secara bertahap yang dibuat dalam jangka lima tahun. Selain itu, harus diberikan penjelasan mengapa harus ditambahkan pegawai yang dibutuhkan. Misalnya saja untuk Penyuluh Lapangan pertanian haruslah dihitung sesuai dengan jumlah lahan yang ada,” terang mantan Kepala Bappeda ini.
Sementara dibatalkan penerimaan CPNS tahun ini membuat puluhan wargadi Empat Lawang cukup kecewa terutama yang pada tahun ini batas umurnya telah habis. Karena untuk penerimaan pegawai batas maksimal haruslah berusia 35 tahun. “Saya sangat kecewa sekali karena tidak adaharapan untuk menjadi pegawai,” imbuhnya. (eko)

Program Pembuatan e-KTP di Pagaralam Masih Uji Coba

Pagaralam, SN

Pemerintah Kota Pagaralam, mulai melakukan uji coba pembuatan elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP), di lima kecamatan.
"Pembutan e-KTP baru uji coba jadi belum bisa memberikan pelayan kepada umum, karena peralatan yang dipasang di lima kecamatan masih sering error atau gangguan," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pagaralam, Zainal Arifin, kemarin (24/10).
Menurut dia, semua peralatan sudah dipasang untuk pembuatan e-KTP, di lima kecamatan, namun baru melakukan pelayanan terbatas.
"Sudah beberapa kali dioperasikan peralatan sering macet dan error, sehingga terpaksa dilakukan penundaan launchingnya," kata Zainal.
Bahkan, kata dia, pihaknya harus membuat jadwal baru untuk pelaksanaan pembuatan e-KTP di setiap kelurahan, karena alat perekam terkadang mengalami gangguan.
"Persiapan program e-KTP masih menemui banyak kendala, permasalah masih menyangkut peralatan dan termasuk jaringan database online yang ada di Jakarta selalu terputus," ungkap dia.
Dia mengatakan, saat ini konsersium masih melakukan perbaikan peralatan pada jaringan e-KTP di Pagaralam, seperti perangkat keras (Hardware) serta perangkat lunak (Sofware) di lima kantor kecamatan.
Pada tahap percobaan ini, masih menurut Zainal, diutamakan pengurus rukun tetangga (RT) dan termasuk perangkat kelurahan serta kecamatan.
"Kita akan melakukan pelayanan secara umum pada tanggal 24 Oktober 2011 ini, namun tergantung kesiapan peralatannya," ungkap dia.
Dia mengatakan, Pagaralam memiliki 35 kelurahan dengan jumlah penduduk yang wajib memiliki KTP mencapai 96.000 orang dari jumlah keseluruhan penduduk mencapai 126.454 jiwa.
"Hingga saat ini bukan daerah yang belum siap akan tetapi peralatan dan penyambungan jaringan, agar sistem terhubung dengan database di Jakarta," katanya.
Secara internal Pagaralam sudah siap melaksanakan program e-KTP. Seluruh sumber daya manusia (SDM) sudah disiapkan untuk menjalankan program tersebut.
"Namun kita masih terkendala masalah external, yakni kesiapan sistem yang merupakan tanggungjawab pihak konsersium," ungkap dia.
Agar kejadian ini tidak terulang lagi, kata dia, perlu disiapkan semua alat pendukung pembuatan e-KTP di setiap loket pembuatan yang sudah ditunjuk baru nanti akan diumumkan jadwal di setiap kelurahan.
"Kita akan melakukan sosialisasi kembali beberapa hari sebelum hari pelaksanaan pembuatan e-KTP di setiap kelurahan. Hal ini bertujuan agar tenggang waktu sosialisasi dengan pelaksanaan tidak terpaut terlalu lama," ungkap dia.
Sementara itu Camat Pagaralam Utara, Bakti, mengatakan pihak kecamatan belum dapat melayani warga yang akan membuat e-KTP, karena peralatan masing sering mengalami gangguan.
"Kita masih menunggu tim ahli melakukan perbaikan untuk beberapa peralatan rusak atau error," kata dia.
Kemudian menanggapi adanya pernyataan harus membayar, kata dia, tidak benar kalau pembuatan e-KTP harus membayar dan semuanya gratis.
"Selain itu sekarang baru proses pemotretan dan pendataan, dan Janurai 2012 baru diberlakukan e-KTP," ungkap dia. (asn)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.